Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Sunday, March 25, 2012

Hmm...Aroma Sedap Makanan Bikin Diet Sukses!

Fitria Rahmadianti - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Hmm...Aroma Sedap Makanan Bikin Diet Sukses!
Foto: blog.friendseat.com Jakarta - Saat mencium aroma mentega dan vanila, perut kita jadi lapar. Meski tidak lapar, kita pasti tergoda untuk mencicipinya. Namun, sebuah studi justru menunjukkan fakta aroma yang kuat justru membuat orang makan lebih sedikit.

Institute Food and Nutrition in The Netherlands meneliti 10 orang berusia 26-50 tahun. Custard vanila disalurkan ke mulut mereka dengan pompa. Secara bersamaan, intensitas aroma yang bervariasi disemprotkan ke belakang hidung dan tenggorokan. Mereka melakukannya sebanyak 30 kali.

Partisipan dapat mengontrol seberapa banyak 'semprotan' dengan menekan tombol. Dengan begitu, peneliti dapat menghitung berapa kali mereka 'menyuapkan' custard.

Ternyata, semakin kuat aromanya, semakin kecil suapannya. Partisipan mengonsumsi makanan 5-10% lebih sedikit ketika bau makanan tercium kuat. Sebaliknya, jika aromanya tidak ketara, mereka akan menyantap lebih banyak.

“Tubuh memiliki mekanisme pengaturan otomatis. Kita makan lebih sedikit untuk menghindari sensasi yang terlalu kuat,” jelas Dr. Rene de Wijk, penulis studi ini, kepada TIME Healthland. Selain itu, secara tidak sadar, aroma kuat akan membuat kita menganggap makanan tersebut kaya kalori dan lebih kental, sehingga lebih mengenyangkan.

Jika penelitian yang dimuat di jurnal Flavour ini bisa diterapkan di semua makanan, maka aroma kuat dinilai dapat membantu diet. Hidangan berkalori tinggi bisa dibuat lebih beraroma agar kita memakannya sedikit-sedikit. Dengan cara ini, kita akan lebih cepat kenyang, sehingga jumlah makanan yang kita santap akan lebih sedikit. Berat badanpun jadi lebih terkontrol.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

No comments:

Post a Comment