Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Thursday, June 16, 2011

Ikan Ceng Cuan Masakan Khas Cina Benteng


img_consultant_1

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap pusaka kuliner Indonesia.

Odilia Winneke - detikFood

Ikan Ceng Cuan Masakan Khas Cina Benteng
Foto: Bondan Winarno Tangerang - Di masa lalu, Kota Tangerang disebut Benteng, mengacu pada hadirnya sebuah benteng besar yang dibangun Belanda di tepi Sungai Cisadane. Benteng itu berfungsi sebagai pos pengintai dan pengamatan untuk mengamankan Batavia dari serangan balatentara Sultan Banten.

Cina Benteng juga istilah yang mengacu pada kaum keturunan Tionghoa penghuni Benteng dan sekitarnya. Padahal, menurut kitab sejarah Tina Layang Parahyang, kehadiran kaum Tionghoa di daerah itu sudah ada sejak awal abad ke-15. Para perantau Hokkian itu bermukim di muara Sungai Cisadane, daerah yang hingga kini masih dikenal dengan sebutan Teluk Naga.

Kehadiran kaum keturunan Tionghoa yang sudah lebih dari enam abad di sana dengan sendirinya juga telah meninggalkan jejak kuliner yang nyata. Salah satu masakan Peranakan Tionghoa yang hingga kini masih eksis di Tangerang adalah ikan ceng cuan. Kaum keturunan Tionghoa di Tangerang pun tidak ada yang tahu apa arti ceng cuan ini. Tetapi, umumnya mereka yakin bahwa ikan masak ceng cuan ini adalah hidangan sehari-hari - bukan jenis masakan yang hanya tampil pada perayaan atau pesta-pesta.

Kaum keturunan Tionghoa umumnya memasak ceng cuan dari ikan samge (ikan alu-alu = ikan kacang-kacang = barakuda). Pada hari-hari perayaan, mereka menggunakan ikan bandeng yang dalam budaya Betawi selalu dianggap sebagai ikan yang mewah. Tetapi, umumnya, ikan tenggiri juga sering digunakan untuk memasak ceng cuan.

Bumbu utama ikan ceng cuan adalah tauco dan kecap manis. Harap diingat, Tangerang dari dulu memang dikenal sebagai penghasil kecap manis dan tauco yang terkenal. Hingga kini, istilah Kecap Benteng masih tetap dipakai untuk menyebut kecap manis buatan Tangerang. Beberapa merk lama juga masih eksis hingga sekarang, dan masih pula dengan teknik serta proses pembuatan cara dulu.

Ikannya digoreng dulu, dan kemudian dimasak dalam kuah tauco dan kecap manis itu. Nada-nada cabe, jahe, bawang merah, dan bawang putih tampil bareng menciptakan citarasa yang sungguh gurih dan segar. Biasanya, bila saya disuguhi ikan ceng cuan dengan nasi putih, saya tidak rela citarasa khas ini "diganggu" dengan masakan lain. Artinya, ikan ceng cuan dimakan sebagai lauk tunggal. Mak nyuss!

Di kalangan keturunan Tionghoa di Tangerang, ikan ceng cuan hingga kini masih cukup dikenal dan disukai. Maklum, selain membuatnya cukup mudah, masakan ini memang cocok di lidah, dan disukai segala usia.

Satu lapak makanan di Pasar Lama Tangerang merupakan salah satu tempat favorit saya untuk menemukan masakan khas Peranakan ini.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

No comments:

Post a Comment