Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Tuesday, January 10, 2012

Makanan Berkalori Tinggi Bikin Otak Cepat Tua?

dev - detikFood

Makanan Berkalori Tinggi Bikin Otak Cepat Tua?
Foto: beefburgers.com Jakarta - Konsumsi makanan berkalori tinggi ternyata tidak hanya buruk bagi kesehatan. Tetapi juga dapat menyebabkan otak manusia menjadi lebih cepat tua. Itulah yang diungkapkan para ilmuwan Italia dari hasil penelitian terbarunya.

Tim ilmuwan Italia dari Universitas Katolik Sacred Heart di Roma belum lama ini mengumumkan hasil penelitian terbarunya lewat U.S. Journal, The Proceedings of the National Academy of Sciences. Penelitian dilakukan sehubungan dengan efek makanan berkalori dengan menggunakan bantuan tikus.

Dalam tes tersebut tikus-tikus diberi makanan diet sekitar 70% dari makanan yang biasanya mereka konsumsi. Hasilnya para tikus tidak mengalami obesitas, memiliki memori yang lebih baik, dan memiliki resiko rendah terkena Alzheimer. Dalam penelitian yang dipimpin oleh Giovambattista Pani, Profesor Achille Cittadini, dan bekerjasama dengan Prof Claudio Grassi ini pula ditemukan gen CREB1 pada otak tikus.

Para peneliti menduga gen CREB1 yang ditemukan tersebut dipicu dari pembatasan kalori (mengurangi makanan). Gen tersebut dikenal dapat mengatur fungsi penting otak, mengontrol daya ingat, belajar, dan bahkan berhubungan dengan faktor panjang umur. Dan kini, langkah berikutnya mereka terus berusaha untuk mencari tahu penyebab munculnya gen CREB1 sehubungan dengan dilakukannya diet kalori terbatas.

Penemuan bahwa CREB1 adalah faktor dibalik perubahan ini merupakan langkah besar dalam dunia medis. Nantinya akan terungkap hubungan antara fungsi otak, berat badan, dan diet. Meski belum dicoba secara langsung pada manusia, tapi peneliti berasumsi bahwa jika otak tidak memiliki gen CREB1, kemungkinan seseorang menjadi gemuk dan cepat tua juga akan semakin besar.

"Penemuan ini memiliki implikasi penting untuk mengembangkan terapi masa depan. Terutama untuk menjaga otak kita muda dan mencegah degenerasi otak dan proses penuaan. Selain itu, penelitian kami juga menjelaskan korelasi antara penyakit metabolik seperti diabetes dan obesitas, serta penurunan dalam kegiatan kognitif," kata Dr.Pani, peneliti utama studi tersebut seperti yang dikutip dari situs medicalxpress.com.

Oleh karena itu, gaya hidup sehat dengan tidak makan makanan berkalori tinggi sangat disarankan. Sebab kegemukan tidak hanya berpengaruh pada tubuh tetapi juga pada otak.

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

No comments:

Post a Comment