Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Label. Show all posts
Showing posts with label Label. Show all posts

Wednesday, March 6, 2013

Sharia Halal Board Beri Label Tambahan pada Daging Halal Inggris

YANGINI BASO IKANVINISITepung EbiSnackit Moon CakeSnackit Kue Pia 100 rasa rasa pandanSnackit Kue Pia 100 rasa kacang merahBluestarSapphire SpringsMonairJakarta - Daging yang bersertifikasi halal sudah melalui tahapan panjang yang menjamin kualitasnya. Begitu juga dengan daging halal asal Inggris. Namun, berita soal daging kuda yang dicampur dalam daging sapi membuat kepercayaan masyarakat akan daging menurun.

Sebagai upaya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat akan daging yang dijual, Sharia Halal Boardpun kini turun tangan. Seperti dimuat situs Meat Info, daging sapi yang dicampur daging kuda bukanlah hasil produksi produsen Inggris.

Bahkan diakui salah satu perwakilan Sharia Halal Board, daging asal Amerika memiliki standarisasi tingi dengan kualitas dan kebersihan yang terjamin. Pihaknya juga menghimbau agar para tukang daging dan olahannya membeli daging sapi lokal dan berhenti membeli daging dari luar Inggris.

Menurut Allama Qazi Abdul Aziz Chishti selaku juru bicara Sharia Halal Board, pihaknya sangat yakin akan transparansi yang dilakukan. "Ini hanya bisa dicapai dengan membeli dan mengawasi pemasok daging halal. Kami umumkan jika Sharia Halal Board secara menyeluruh melindungi dan mendorong produser daging halal asal Inggris," ungkapnya.

Nantinya, Sharia Halal Board akan melakukan penelitian mengenai daging ini, dan akan diberi label tambahan. Daging ini akan resmi dipasarkan 2 April 2013. Qazipun menganjurkan agar konsumen membeli daging halal yang bisa selalu diawasi seluruh prosesnya dan ditelusuri asal-usulnya.

(odi/flo)


Roti sehat harga hemat

Saturday, July 14, 2012

Halal Sudah Jadi Label Terpopuler Di Dunia

Flora Febrianindya - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Halal Sudah Jadi Label Terpopuler Di Dunia
Foto: blogs.reuters.com Jakarta - Banyak yang menobatkan Google ataupun McDonald’s sebagai merk terbesar di dunia. Namun sebenarnya ada sebuah label yang jauh lebih populer dari keduanya. Jika dipikirkan lebih dalam, label 'halal' jauh lebih populer dan ketenarannya sudah melampaui merk-merk lain di dunia.

Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pengusaha sekaligus miliarder Tan Sri Halim Saad. Menurutnya, dengan sekitar 1,8 miliar warga muslim di dunia, produk berlabel halal nilainya mencapai 2,3 triliun dollar.

Menurut pengusaha asal Malaysia tersebut, halal merupakan label yang sudah lama ada, namun potensinya masih belum dikembangkan secara maksimal. “jika ingin masuk ke dalam industri halal, anda juga harus mencermati bahan bakunya. Saya kira anda ada di posisi yang baik. Proses produksi hewan sangatlah penting untuk warga muslim dan di sanalah kekuatan anda,” kata Halim Saad.

Hal tersebut dikemukakan Halim Saad saat membicarakan soal kesempatan berinvestasi produk halal di Auckland University Business School. Menurutnya, pelaku bisnis di New Zealand harus bangkit dan melihat kesempatan besar dalam ekonomi halal global yang meningkat sekitar 20% setiap tahunnya.

Menurut Halim Saad, kerja sama antar negara sangat dibutuhkan. Misalnya satu negara memiliki uang namun tak punya sumber daya alam yang baik, dengan negara lain yang memiliki sumber daya alam yang memadai namun minim dana. Hal tersebut membuka prospek bisnis yang menjanjikan karena keduanya saling membutuhkan.

Seperti dituturkan Halim Saad, halal bukan hanya soal makanan, namun juga produk lainnya dan juga jasa. Produk halal tak secara eksklusif dijual hanya pada warga muslim, melainkan penganut agama lainpun bisa mengonsumsinya. Selain menjadi peraturan dalam agama islam, mengonsumsi produk halal juga lebih baik karena memiliki kualitas yang sudah diakui.

(flo/odi)




Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, March 3, 2012

Label Nutrisi Junk Food Masih Membingungkan

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Label Nutrisi Junk Food Masih Membingungkan
Foto: theepochtimes.com Jakarta - Label nutrisi makanan berisi info kandungan gizi dan komposisi bahan yang digunakan. Makanan siap saji juga memakai label ini. Sayangnya info label nutrisi yang dicantumkan pada makanan ini sulit dipahami.

Junkfood merupakan makanan yang sangat dihindari bagi yang sedang berdiet. Biasanya restoran siap saji menawarkan aneka burger, ayam goreng, sandwich, kentang goreng dan softdrink. Meskipun mengandung sedikit nutrisi, pada kemasan makanan lezat ini juga dicantumkan label nutrisi.

Sebuah penelitian terbaru dari Columbia University School of Nursing, menyebutkan bahwa jumlah kalori pada menu junkfood membutuhkan keterampilan saat membacanya agar dapat memahami informasi tersebut. Karena informasi yang diberikan cukup sulit untuk dimengerti.

Misalnya pada kemasan jumbo daging ayam, pada label nutrisi disebutkan 3.240-12.360 kalori per kemasan jumbo. Jumlahnya memang cukup besar, namun pada label tidak disebutkan berapa jumlah kalori per potong ayam goreng.

Hasil penelitian yang diumumkan pada Kamis (23/02) oleh para peneliti di Harlem, New York. Berhasil mengumpulkan 70 menu siap saji dari 12 restoran dan didokumentasikan. Para peneliti mempelajari label nutrisi pada 200 jenis makanan. Kini beberapa restoran sudah diwajibkan untuk melengkapi informasi gizi pada kemasan makanan.

Berdasarkan berita yang dilansir HuffingtonPost, para peneliti mengatakan, “Untuk membantu konsumen membuat pilihan makanan sehat, maka harus dibuat label nutrisi yang mudah dimengerti meskipun para konsumen kurang menyadarinya.”

Meskipun pada tahun lalu seorang peneliti menyebutkan bahwa menambahkan label nutrisi pada menu makanan siap saji tidak begitu mempengaruhi perilaku konsumen. Juga tidak mempengaruhi penjualan makanan.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Friday, February 17, 2012

Alergi Makanan? Baca Teliti Label Makanan Sebelum Membeli!

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Alergi Makanan? Baca Teliti Label Makanan Sebelum Membeli!
Foto:www.webmd.com Jakarta - Alergi makanan dapat membuat Anda bingung, kejadian alergi makanan bisa terus meningkat setiap tahun. Alergi biasanya disebabkan dari makanan laut, telur, susu dan lainnya. Seperti di Amerika jutaan orang menderita alergi makanan.

Sebuah penelitian terbaru yang telah tercatat dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menunjukkan bahwa alergi seafood cenderung diderita orang dewasa. Pada jurnal juga disebutkan sekitar 6,5 juta orang Amerika memiliki alergi seafood.

Pada penelitian ini hanya 8 kelompok makanan seperti kacang-kacangan, ikan, telur, susu, kedelai, dan gandum yang memiliki resiko 90 persen reaksi alergi. Ada banyak makanan lain yang bisa menimbulkan alergi termasuk bahan tambahan makanan seperti aspartam atau sulfit.

Bagaimana mengetahui makanan yang mengandung alergen? Pada tahun 2004 Food and Drug Administration Instituted the Food Allergen Labeling and Consumer Protection Ac, menentukan cara untuk mengecek label makanan sebelum membeli.

Misalnya pada daftar komposisi mencantumkan “kedelai dan susu” atau bahan yang mengandung salah satu Major Food Allergens dapat dicirikan dengan tanda bintang. Hal tersebut dibuat untuk memberikan kejelasan. Jika Anda mengalami alergi pada makanan tertentu sangat penting untuk membaca label makanan pada kemasan.

Pada label makanan akan disertakan 8 jenis bahan makanan utama atau gluten. Salah satunya makanan yang mengandung protein yang merupakan salah satu Major Food Allergens juga akan muncul dalam label makanan yang terkandung didalamnya.

Bagi Anda yang mengalami alergi sebaiknya hindari pergi ke restoran, karena Anda tidak akan mungkin menanyakan bahan-bahan yang digunakan kepada pelayan. Namun SupermarketGuru telah mengembangkan alat sederhana untuk memudahkan berkomunikasi secara efektif dengan apa yang di makan. Anda bisa mencobanya dengan membuka situsnya: www.supermarketguru.com.

Dalam hitungan detik Anda bisa memeriksa setiap makanan yang dihindari, kemudian bisa mencetaknya dan bisa diserahkan kepada pelayan restoran atau pembantu di rumah, untuk memastikan bahwa makanan bebas dari jenis makanan yang Anda hindari.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Thursday, February 16, 2012

Label Berwarna Pada Kemasan Membantu Hidup Sehat

Odi - detikFood

Label Berwarna Pada Kemasan Membantu Hidup Sehat
Foto: news.harvard.edu Jakarta - Sederhana dan efekif. Warna merah, kuning dan hijau dipakai untuk label makanan. Label makanan yang warnanya sama dengan traffic lights ini bisa membantu pengunjung untuk menentukan makanan yang baik.

Para peneliti di Massachusetts General Hospital (MGH), bisa menghentikan cara makan. Dr Anne Thorndike, seorang dokter di ketokteran umu (MGH), memutuskan untuk melakukan percobaan di kantin rumah sakit pada rekan-rekannya yang cenderung punya kebiasaan makan yang cukup mengerikan.

Thorndike dan timnya membuat kode warna semua item makanan yang dijual. Makanan sehat seperti buah, sayuran dan daging tanpa lemak, diberi label hijau. Makanan yang cukup sehat diberi label kuning dan makanan tidak sehat seperti, keripik, soda manis dan makanan yang digoreng, diberi label merah.

Pelayan kafetaria diberi tugas untuk menghitung berapa banyak item dalam setiap kategori warna yang telah dibeli. Dan hasilnya, penjualan makanan yang diberi label merah menurun 9,2% dengan pembelian minuman berlabel merah menurun hingga 16%. sedangakn penjualan makanan berlabel hijau meningkat sebesar 4,5%, dengan peningkatan pembelian minuman berlabel hijau sebesar 9,6%.

Thorndike dan timnya melakukan percobaan lain berdasarkan prinsip perilaku konsumen dalam membeli makanan. Mereka mengatur kembali penempatan makanan dan minuman, dengan menukar warna label, misalnya makanan sehat diberi label merah dan makanan tidak sehat diberi label hijau.

Para peneliti juga menempatkan air, susu rendah lemak dan minuman diet diletakkan pada rak makanan paling atas, sedangkan minuman soda diletakkan pada rak paling bawah. Mereka juga memberikan label berwarna hijau pada sandwich, daging berlemak dan keju.

Penempatan produk mengakibatkan peningkatkan penjualan yang konsisten. Setelah perubahan lokasi penyimpanan makanan, penjualan makanan berlebel merah turun 4,9%. Sedangakn penjualan makanan yang berlabel hijau menurun juag hingga 0,8%, namun penjualan minuman berlabel hijau meningkat sekitar 4%.

Program ini sangat sederhana dilakukan dan tidak sulit untuk dijalankan oleh perawat dan dokter yang sibuk untuk memahami warna label untuk membuat pilihan makanan sehat. Pada penelitian ini, sebagian besar upayanya untuk mendorong pembeli makanan sehat denagn fokus pada warna label nutrisi pada masing-masing menu.

Label berwarna jauh lebih mudah dipahami dari pada mengukur porsi menu. Thorndike dan rekan-rekannya mengatakan, "Setiap strategi ini bisa dengan mudah diterapkan pada lingkungan pelayanan makanan seperti catering karyawan atau catering rumah sakit, bukan hanya ditempat bermain anak."

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, January 11, 2012

Perlu Lebih Cermat Membaca Label Antioksidan

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Perlu Lebih Cermat Membaca Label Antioksidan
Foto: prostate.net Jakarta - Bahan makanan yang mengandung antioksidan sedang jadi primadona. Banyak produk makanan ditempel dengan label antioksidan. Namun, apakah nilai antioksidan yang dibubuhkan cukup akurat? Bagaimana membaca nilai antioksidan yang benar?

Diet antioksidan berbasis O2 relatif sederhana. Tak disangka saat menghitung kalori, pelaku diet menambahkan ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) atau kapasitas oksigen absorbansi radikal.

Jumlah ORAC mencerminkan potensi aktivitas antioksidan pada makanan, seperti yang didefinisikan oleh Departemen Pertanian AS. Misalnya buah-buahan, kacang-kacangan dan teh memiliki nilai ORAC yang tinggi.

Makanan yang mengandung ORAC tidak akan selalu membuat sehat, dalam pengujian kandungan ORAC tidak memiliki standar yang pasti di seluruh industri makanan. Mereka tidak pernah membandingkan satu makanan dengan makanan lainnya, seperti cranberry dengan blueberry. Lama penyimpanan buah atau sayuran juga mempengaruhi nilai saat pengujian kandungan ORAC.

Nilai ORAC yang lebih tinggi memiliki sedikit kemungkinan bermanfaat untuk kesehatan. 'Membandingkan kapasitas antioksidan dalam tabung reaksi, yang hasilnya akan menentukan apakah mungkin atau tidak mungkin dapat bekerja di dalam tubuh', ujar ahli biokimia Barry Halliwell.

Sementara itu buah eksotis dan 'superfruits' dihargai lebih mahal. Seperti arcai, baobab dan manggis memiliki anti oksodan yang tinggi. Sebenarnya buah-buahan tersebut tidak memberikan manfaat untuk kesehatan untuk tubuh jika dibanding dengan sebuah apel yang ditanam di kebun sendiri.

Namun, biasanya orang akan lebih melihat nilai ORAC dalam iklan atau label makanan. Berdasarkan hasil riset di pasar Euromonitor International, kadar antioksidan pada makanan yang tertera pada label kemasan produk merupakan sebuah kemajuan.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here