Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Alergi. Show all posts
Showing posts with label Alergi. Show all posts

Saturday, June 16, 2012

Orang Kota Cenderung Alergi Pada Makanan

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Orang Kota Cenderung Alergi Pada Makanan
Foto: thinkstock Jakarta - Gatal-gatal setelah makan udang atau kacang adalahsalah satu ciri alergi makanan. Alergi makanan bisa terjadi dengan siapa saja dan tidak mengenal usia. Sebuah penelitian menemukan alergi banyak terjadi di daerah perkotaan.

Penduduk kota besar cenderung lebih banyak yang mengalami alergi makanan, dibandingkan dengan penduduk pedesaan. Umumnya banyak terjadi pada anak-anak, kebanyakan dari mereka alergi pada kacang dan kerang. Hasil temuan ini juga telah diumumkan oleh Northwestern University.

“Kepadatan populasi cenderung lebih memungkinkan terjadinya alergi makanan pada anak. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan memiliki dampak yang besar terhadap alergi makanan.” ujar Dr. Ruchi Gupta, seorang penulis penelitian sekaligus profesor pediatri di Northwestern's Feinberg School of Medicine.

Penelitian ini melibatkan 38.465 anak yang tinggal diperkotaan dan pedesaan, yang usianya di bawah 18 tahun. Sebanyak 9,8 persen, anak perkotaan mengalami alergi makanan, sedangkan 6,2 persen anak yang tinggal dipedesaan hanya sebanyak 6,2 persen yang mengalami alergi. Perbandingannya cukup tinggi sekitar 3,5 persen.

Mereka yang tinggal di pusat kota, lebih banyak yang alergi pada kacang, sekitar 2,8 persen anak. Sedangkan anak pedesaan yang alergi dengan kacang hanya sekitar 1,3 persen. Hasil perbandingannya bisa mencapai 2,4 persen.

“Hingga tahun 2011 ditemukan sebanyak 5,9 juta anak usia dibawah 18 tahun, mengalami alergi makanan yang dapat mengancam nyawa,” tambah Gupta.

Prevalensi alergi makanan tertinggi pada anak terjadi di negara Nevada, Florida, Georgia, Alaska, New Jersey, Delaware, Maryland dan Columbia. Tidak hanya gatal dan sakit perut, tapi reaksi alergi lainnya seperti asma juga bisa terjadi.

(dyh/odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Tuesday, February 28, 2012

Kenali 6 Makanan Pemicu Alergi Ini!

Fitria Rahmadianti - detikFood Beberapa orang menolak makan udang karena alergi. Di kulit mereka bisa muncul ruam dan gatal-gatal jika makan udang. Alergi makanan gejalanya bisa beragam. Untuk menghindarinya, sebaiknya kenali alergi makanan.

Alergi makanan biasanya dialami oleh anak-anak. Sebanyak 90% kasus yang terjadi berasal dari telur, susu sapi, kacang-kacangan, gandum, dan makanan laut. Jika Anda membeli makanan dalam kemasan, perhatikan labelnya.

Namun, belum tentu bahan alergen (penyebab alergi) dicantumkan karena yang digunakan dalam komposisi adalah produk turunannya. Padahal, keduanya sama-sama menimbulkan gejala alergi yang mengganggu atau bahkan membahayakan. Oleh karena itu, simak penuturan The Daily Meal berikut ini agar Anda lebih waspada terhadap makanan alergen:



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Friday, February 17, 2012

Alergi Makanan? Baca Teliti Label Makanan Sebelum Membeli!

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Alergi Makanan? Baca Teliti Label Makanan Sebelum Membeli!
Foto:www.webmd.com Jakarta - Alergi makanan dapat membuat Anda bingung, kejadian alergi makanan bisa terus meningkat setiap tahun. Alergi biasanya disebabkan dari makanan laut, telur, susu dan lainnya. Seperti di Amerika jutaan orang menderita alergi makanan.

Sebuah penelitian terbaru yang telah tercatat dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menunjukkan bahwa alergi seafood cenderung diderita orang dewasa. Pada jurnal juga disebutkan sekitar 6,5 juta orang Amerika memiliki alergi seafood.

Pada penelitian ini hanya 8 kelompok makanan seperti kacang-kacangan, ikan, telur, susu, kedelai, dan gandum yang memiliki resiko 90 persen reaksi alergi. Ada banyak makanan lain yang bisa menimbulkan alergi termasuk bahan tambahan makanan seperti aspartam atau sulfit.

Bagaimana mengetahui makanan yang mengandung alergen? Pada tahun 2004 Food and Drug Administration Instituted the Food Allergen Labeling and Consumer Protection Ac, menentukan cara untuk mengecek label makanan sebelum membeli.

Misalnya pada daftar komposisi mencantumkan “kedelai dan susu” atau bahan yang mengandung salah satu Major Food Allergens dapat dicirikan dengan tanda bintang. Hal tersebut dibuat untuk memberikan kejelasan. Jika Anda mengalami alergi pada makanan tertentu sangat penting untuk membaca label makanan pada kemasan.

Pada label makanan akan disertakan 8 jenis bahan makanan utama atau gluten. Salah satunya makanan yang mengandung protein yang merupakan salah satu Major Food Allergens juga akan muncul dalam label makanan yang terkandung didalamnya.

Bagi Anda yang mengalami alergi sebaiknya hindari pergi ke restoran, karena Anda tidak akan mungkin menanyakan bahan-bahan yang digunakan kepada pelayan. Namun SupermarketGuru telah mengembangkan alat sederhana untuk memudahkan berkomunikasi secara efektif dengan apa yang di makan. Anda bisa mencobanya dengan membuka situsnya: www.supermarketguru.com.

Dalam hitungan detik Anda bisa memeriksa setiap makanan yang dihindari, kemudian bisa mencetaknya dan bisa diserahkan kepada pelayan restoran atau pembantu di rumah, untuk memastikan bahwa makanan bebas dari jenis makanan yang Anda hindari.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, February 6, 2012

Susu Biji Bunga Matahari Cocok Buat Penderita Alergi

Odi - detikFood

Susu Biji Bunga Matahari Cocok Buat Penderita Alergi
Foto: www.godairyfree.org Jakarta - Biji bunga matahari ternyata selain bisa dibuat minyak juga bisa diolah menjadi susu. Keunggulan susu ini terbuat dari bahan-bahan alami yang bebas gluten, non diary, dan tidak mengandung kedelai sehingga cocok buat penderita alergi!

Susu dari biji bunga matahari atau Sunflower Milk sebenarnya bukanlah produk baru. Susu ini sudah diperkenalkan sejak beberapa tahun lalu di Amerika. Kini mengisi rak-rak supermarket di negeri Paman Sam tersebut. Selain unik karena terbuat dari biji bunga matahari, susu ini juga istimewa karena cocok bagi para vegetarir dan juga penderita penyakit terutama alergi susu sapi.

Salah satu produk susu biji matahari yang terkenal adalah milik Steve Verde yang divonis untuk berhenti mengkonsumsi produk susu sapi. Sebagai seorang pengusaha ia kemudian memiliki ide membuat susu dari biji bunga matahari.

Biji bunga matahari yang diolah diperoleh dari tanah pertanian di Dakota Utara dan Kansas. Akhirnya di penghujung tahun 2009 ia pun berhasil memproduksi susu bunga matahari dengan nama Sunsational dan dipasarkan secara komersial.

Meski dikategorikan sebagai produk non diary, namun susu biji matahari memiliki sejumlah keunggulan termasuk rasanya yang enak. Susu ini juga bebas gluten, trans fat, lemak, kedelai, dan kacang-kacangan. Selain itu kaya akan serat, zat folat, vitamin A, dan Omega 6 & 9. Tak heran jika banyak penderita alergi dan vegetarir yang kini beralih mengkonsumsi susu biji matahari ini.

Di Amerika susu biji bunga matahari juga sering dibuat secara tradisional oleh masyarakat di rumah. Untuk susu biji bunga matahari yang dijual di supermarket, sekardus susu seberat 177 ml dihargai sekitar $3.99 atau Rp 36.000,00 dengan rasa original dan vanilla. Harga yang tidak terlalu mahal dibandingkan manfaat yang didapat.

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, January 29, 2012

Alergi Makanan Belum Tentu 100% Alergi

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Alergi Makanan Belum Tentu 100% Alergi
Foto: treehugger.com Jakarta - Kini lebih banyak orang yang mengklaim dirinya alergi pada makanan tertentu. Kebanyakan mereka alergi pada kacang-kacangan, ikan, telur, dan roti. Alergi pada makanan bisa terjadi pada semua orang.

Alergi pada makanan disebabkan oleh reaksi hipersensitif kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Biasanya alergi ditandai dengan rasa gatal-gatal, sakit perut, kram, diare setelah makan makanan tertentu.

Menurut para ahli di Jaffe Allergy Center, yang disebut alergi makanan jika sudah melewati batas tertentu. Hal ini dikarenakan hanya tiga atau empat orang Amerika yang benar-benar mengalami alergi pada makanan dan lebih dari 20 persen orang Amerika hanya mengaku-ngaku mengalami alergi makanan.

Para peneliti mengakui beberapa dari mereka yang hanya mengaku-ngaku alergi makanan sebenarnya hanya menghindari makanan tertentu. Hasil penelitian juga menunjukkan, alergi pada kacang-kacangan semakin meningkat.

Selain itu, sebuah penelitian otoratif, prevalensi alergi makanan dua kali lipat lebih banyak dialami anak-anak dibandingkan orang dewasa. Hal ini berarti, jika bertemu dengan orang yang mengaku alergi terhadap makanan, masih perlu bukti hasil medis yang sah.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat