Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Masih. Show all posts
Showing posts with label Masih. Show all posts

Thursday, March 8, 2012

Rapat RUU JPH Masih Diwarnai Silang Pendapat

Devita Sari - detikFood

Rapat RUU JPH Masih Diwarnai Silang Pendapat
Foto: LPPOM MUI Jakarta - Hari ini (8/3) DPD RI, DPR RI dan Pemerintah menggelar rapat kerja Komisi VIII. Walau RUU JPH telah lulus rapat paripurna dan menjadi usul inisiatif DPR RI ternyata masih banyak terjadi silang pendapat. Tampaknya RUU JPH masih harus melalui jalan panjang sebelum terwujud.

Dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan DPD RI yang digelar hari ini (8/s), DPD RI mengemukakan pandangannya secara tegas. Pandangan sehubungan dengan RUU JPH yang tengah dibahas tersebut mengemukakan bahwa MUI harus ditetapkan sebagai lembaga penjamin halal dan LPPOM MUI sebagai lembaga pemeriksa kehalalan.

Pembacaan tanggapan ini juga dihadiri oleh para perwakilan pemerintah. Dalam hal ini Menteri Agama RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Pertanian RI, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, dan Kementerian Hukum dan HAM RI.

"Dengan ditetapkannya MUI sebagai lembaga penjamin halal dan LPPOM MUI sebagai lembaga pemeriksa halal, maka keberadaan Badan Nasional Penjamin Produk Halal (BNP2H) di dalam RUU JPH harus dihapuskan," tegas K.H. Muhammad Syibli Sahabuddin, S.Ag, M.Ag perwakilan DPD RI dari Sulawesi Barat.

Sementara DPR RI masih berpegang pada RUU JPH yang diajukan ke sidang paripurna. Dalam RUU JPH sendiri nantinya ada pemisahan antara regulator dan operator dalam sistem penjaminan sertifikasi halal dalam RUU JPH. Pemerintah sebagai regulator, bertugas melakukan registrasi dan pengawasan, sedangkan sebagai operator adalah BNP2H berkoordinasi dengan MUI.

Sedangkan untuk lembaga yang memeriksa dan mengaudit kehalalan, akan dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) baik pemerintah maupun swasta. Begitulah yang diungkapkan oleh Surahman Hidayat, Wakil Ketua Komisi VIII DPR.

Terakhir pemerintah yang diwakili oleh Menteri Agama RI, mengemukakan pandangannya agar penjaminan produk halal merupakan inisiatif pelaku usaha secara sukarela dan bukan bersifat wajib. Selanjutnya pemerintah diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan jaminan produk halal yang dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan MUI dalam hal fatwa halal.

"Penyampaian pandangan yang berbeda pada kesempatan pertama ini memang biasa dalam proses pembuatan UU. Selanjutnya akan disusul pembahasan Daftar Isian Masalah (DIM)," tutup Menteri Agama, Suryadharma Ali.

(Sumber: LPPOM MUI)

(dev/dev)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, March 3, 2012

Label Nutrisi Junk Food Masih Membingungkan

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Label Nutrisi Junk Food Masih Membingungkan
Foto: theepochtimes.com Jakarta - Label nutrisi makanan berisi info kandungan gizi dan komposisi bahan yang digunakan. Makanan siap saji juga memakai label ini. Sayangnya info label nutrisi yang dicantumkan pada makanan ini sulit dipahami.

Junkfood merupakan makanan yang sangat dihindari bagi yang sedang berdiet. Biasanya restoran siap saji menawarkan aneka burger, ayam goreng, sandwich, kentang goreng dan softdrink. Meskipun mengandung sedikit nutrisi, pada kemasan makanan lezat ini juga dicantumkan label nutrisi.

Sebuah penelitian terbaru dari Columbia University School of Nursing, menyebutkan bahwa jumlah kalori pada menu junkfood membutuhkan keterampilan saat membacanya agar dapat memahami informasi tersebut. Karena informasi yang diberikan cukup sulit untuk dimengerti.

Misalnya pada kemasan jumbo daging ayam, pada label nutrisi disebutkan 3.240-12.360 kalori per kemasan jumbo. Jumlahnya memang cukup besar, namun pada label tidak disebutkan berapa jumlah kalori per potong ayam goreng.

Hasil penelitian yang diumumkan pada Kamis (23/02) oleh para peneliti di Harlem, New York. Berhasil mengumpulkan 70 menu siap saji dari 12 restoran dan didokumentasikan. Para peneliti mempelajari label nutrisi pada 200 jenis makanan. Kini beberapa restoran sudah diwajibkan untuk melengkapi informasi gizi pada kemasan makanan.

Berdasarkan berita yang dilansir HuffingtonPost, para peneliti mengatakan, “Untuk membantu konsumen membuat pilihan makanan sehat, maka harus dibuat label nutrisi yang mudah dimengerti meskipun para konsumen kurang menyadarinya.”

Meskipun pada tahun lalu seorang peneliti menyebutkan bahwa menambahkan label nutrisi pada menu makanan siap saji tidak begitu mempengaruhi perilaku konsumen. Juga tidak mempengaruhi penjualan makanan.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, July 13, 2011

Seafood Pecenongan Masih Berjaya

Bondan Winarno - detikFood

Seafood Pecenongan Masih Berjaya
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Di tahun 1960-an hingga 1970-an, ruas Jalan Pecenongan di Jakarta Pusat boleh dibilang merupakan “pusat kuliner” utama di Jakarta. Hampir semua sajian paling top – khususnya untuk jenis masakan seafood – beralamat di Pecenongan. Memasuki tahun 1980-an, reputasi Pecenongan mulai meredup seiring dengan berkembangnya berbagai sentra kuliner lain di Ibukota.

Pondok Sedap Malam, misalnya, mulai mengibarkan kejayaannya dengan membuka restoran seafood di Kelapa Gading yang mulai dibangun pada saat itu. Keberhasilannya di Kelapa Gading baru membuat Pondok Sedap Malam kemudian berpikir untuk juga "berposisi" di kawasan Pecenongan.

Sekalipun di Jalan Batutulis sudah ada restoran seafood yang sudah lebih dulu established – seperti Pondok Laguna dan Jun Njan – Pondok Sedap Malam ternyata berhasil juga mengisi sebuah ceruk (niche) yang unik. Maklum, warga Jakarta memang punya selera yang cukup tinggi dalam soal hidangan sari laut. Masing-masing sajian seafood punya kekhasan yang disukai sekelompok penggemar fanatiknya sendiri. Tidak heran bila seafood di Jakarta seolah-olah "kagak ada matinye."

Karena saya sudah mulai menghindari masakan yang digoreng maupun dibakar, dengan sendirinya saya selalu mencari rumah makan seafood yang terkenal bagus dengan hidangan kukusnya. Pilihan saya bila makan di sini adalah bawal mutiara (shima aji, atau sering juga disebut bawal bintang) steam Hong Kong.

Seperti diketahui, bawal mutiara adalah salah satu jenis bawal yang berdaging halus dan lembut dari Jepang dan sejak beberapa tahun ini populer dibudidayakan di perairan Pulau Seribu di Teluk Jakarta. Karena "bersaing" dengan kebutuhan ekspor ke Jepang, dengan sendirinya bawal mutiara hingga kini masih tinggi harganya. Di Pondok Sedap malam, bawal mutiara hidup dihargai Rp 28 ribu per 100 gram (ikan segar yang sudah mati Rp 24 ribu per 100 gram).

Steam Hong Kong adalah cara mengukus ikan berbumbu minimalis. Setelah dikukus, ikan ditaburi rajangan halus jahe dan daun bawang, kemudian disiram saus encer dari kecap asin dan minyak wijen. Karena masih sangat segar, tidak ada aroma amis pada daging ikannya, dengan tekstur daging yang sangat lembut, manis dan bumbu yang mild sangat padan dgn karakteristik kelembutan ikan kukus. Mak nyuss!

Pondok Sedap Malam membanggakan stock ikan yang sangat beragam. Ada baronang, bawal putih, aji-aji, kerapu, kuwe, gurame, dan kakap. Selain dikukus, semua ikan juga bisa disajikan dengan cara bakar kecap, bakar pedas, tauco pedas, cili Singapura, atau goreng bawang putih. Khusus untuk kepala kakap, juga bisa dimasak gulai.

Melirik ke meja-meja tamu lainnya, saya melihat cumi bakar, kepiting lada hitam, dan udang balado pete sebagai menu populer yang banyak dipesan. Dari kebanyakan menu udang, rata-rata tiap enam ekor udang dirangkai dalam satu tusuk kemudian digoreng atau dibakar. Cara penyajian yang unik.

Yang juga saya sukai di Pondok Sedap Malam ini adalah ketersediaan berbagai jenis kerang (kerang bambu saus padang, kerang hijau tauco pedas, kerang kepah saus tiram, kerang macan rebus). Sayurnya pun tidak hanya tumis kangkung, melainkan juga tersedia genjer tauco, pare belacan, dan buncis bawang putih.

Pondok Sedap Malam
Jl. Batutulis Raya 9
Jakarta Pusat
021 3860280

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Saturday, May 28, 2011

Fasilitas Wisatawan Muslim Masih Minim

Devita Sari - detikFood

Fasilitas Wisatawan Muslim Masih Minim
Foto: detikFood (ilustrasi) Jakarta - Potensi wisata dan kuliner halal memang menjanjikan. Selain permintaan produk halal di luar negeri juga semakin tinggi, ketersediaan kuliner halal dalam mendukung pengembangan pariwisata nasional makin diperlukan. Sayang fasilitas untuk wisatawan muslim masih minim tersedia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa halal telah menjadi konsumsi bukan hanya kaum muslim tetapi juga masyarakat global. Saat ini terdapat 1,8 miliar penduduk muslim dan jutaan konsumen non muslim lainnya yang memilih untuk mengkonsumsi produk halal. Sehingga tidaklah mengherankan jika pasar kuliner halal prospeknya semakin menjanjikan.

Seperti yang telah disosialisasikan oleh LPPOM MUI belum lama ini, kuliner halal diharapkan dapat ikut berperan mendukung 'Visit Indonesia'. Hal tersebut mendapat sambutan baik dari Menbudpar yang memang sedang giat-giatnya menggalakkan 'Visit Indonesia'. Para pelaku bisnis seperti PHRI (Perhimpunan HOtel dan Restoran Seluruh Indonesia, APJI (Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia), ACP (Asosiasi Chef Profesional), dan biro perjalanan wisata pun tak ingin ketinggalan turut serta.

Geliat halal akhir-akhir ini mulai dirasakan terutama di kalangan para pelaku bisnis. Misalkan saja para pengusaha jasa boga APJI mengaku sudah menyediakan makanan dan minuman halal. Mereka pun bahkan berjanji akan terus berkomitmen mendukung terciptanya kuliner halal dan pariwisata Indonesia.

Di Bali, Aston Hotel & Convention Centre juga mengambil langkah untuk membuka peluang pasar halal. Beberapa waktu lalu Aston Hotel & Convention Centre, Denpasar telah resmi menerima Sertifikat Halal (SH) dari MUI Bali. Irmansjah Madewa selaku GM Aston Hotel & Convention Centre mengaku sejak memperoleh pengakuan dari MUI hunian hotelnya meningkat dari 70% menjadi 80%.

Pemilik Hotel Sofyan yang telah memposisikan diri sebagai hotel syariah mengaku bahwa hunian hotelnya merayap naik di tahun ke-3. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat akan halal dari tahun ke tahun kian tinggi. Bahkan menurutnya sejak menerapkan sistem syariah di hotel yang dikelolanya, konsumen mengaku merasa lebih nyaman.

Sayangnya belum semua pengusaha berani membuka diri dan memanfaatkan peluang pasar halal yang ada. Di sejumlah tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata terbesar, fasilitas yang kerap dibutuhkan wisatawan muslim semakin seperti musholla dan restoran halal belum banyak tersedia. Padahal kebutuhan wisatawan untuk itu sangat tinggi. Semoga kedepannya para pengusaha Indonesia dapat mengambil keuntungan dan kesempatan dalam pasar halal terutama di era pasar bebas ini.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here