Ivory Bakery's Address
Thursday, February 9, 2012
Wednesday, January 18, 2012
Sate Bandeng: Makan Ikan Tanpa Duri
Bondan Winarno - detikFood
Foto: detikFood Jakarta - Bila kita bertandang ke Kota Serang, ibukota Provinsi Banten, di tapal batas kota kita sudah "disambut" oleh beberapa penjual sate bandeng dan berbagai makanan oleh oleh lainnya. Memang, sate bandeng khas Banten ini adalah sajian tradisional yang pantas dibawa pulang sebagai buah tangan yang pasti disukai orang. Soalnya, bila membuat sendiri cukup sulit. Padahal, harganya cukup murah, hanya sekitar Rp 17-20 ribu per ekor.
Berbeda dengan asosiasi yang timbul ketika mendengar istilah sate bandeng, ini memang bukan potongan kecil daging bandeng dengan tusukan kecil sepanjang 20 senti, melainkan ikan bandeng utuh dengan tusukan besar. Istimewanya, bandeng utuh ini sudah tanpa duri karena daging dan tulangnya terlebih dulu dikeluarkan, lalu dicampur bumbu dan dimasukkan kembali ke dalam tubuh bandeng sebelum dibakar.
Cara mengeluarkan daging dan tulangnya ternyata tidak melalui prosedur pembedahan yang rumit. Di "pabrik" sate bandeng yang menjadi industri rumah tangga, kita dapat melihat bahwa di tangan pekerja-pekerja trampil proses ini ternyata sangat mudah dilakukan.
Bandeng yang sudah disisik dan dibuang insang dan isi perutnya kemudian diremas-remas dengan keras. Ini dilakukan agar dagingnya setengah hancur dan terlepas dari kulit maupun tulangnya. Sesudah bandeng "terkulai" lemas, dengan dua jari menarik tulang utama, maka semua tulang dan daging dapat dikeluarkan dalam satu tarikan. Mirip seperti membalik baju saja. Kulit bandeng itu kemudian dibalik lagi, dan diisi dengan daging bandeng yang sudah dihaluskan dan dicampur bumbu-bumbu dengan santan, kemudian dibakar atau dipanggang.
Karena sudah dibumbui, sate bandeng ini sudah gurih rasanya dan tidak memerlukan saus atau cocolan. Tetapi, bila diingini, sambal kecap dapat dijadikan cocolan yang cocok.
Di Jawa Timur juga ada sajian yang mirip dengan sate bandeng dari Banten ini. Bedanya, daging bandeng yang sudah dihaluskan dan dicampur bumbu tidak dibubuhi santan kental. Bandeng yang sudah kembali utuh itu di lumuri kocokan telur ayam, lalu digoreng. Hasilnya adalah bandeng isi yang sungguh gurih. Nikmat disantap dengan sambal trasi atau sambal manis lainnya. Sajian ini di Jawa Timur – khususnya populer di Surabaya dan Gresik – disebut dengan nama otak-otak bandeng.
Di Sulawesi Selatan, sajian yang mirip otak-otak bandeng ini disebut bolu kambu. Dalam bahasa Makassar dan Bugis, ikan bandeng memang disebut ikan bolu. Sedangkan kambu adalah istilah untuk “isi”, seperti kita lihat dalam sajian bolu kambu, paria kambu, tahu kambu, dan lain-lain.
Sekalipun sate bandeng merupakan hidangan yang sangat khas Banten, ternyata ada beberapa sajian Nusantara lain yang sangat mirip dengan masakan ini.
Untungnya lagi, sate bandeng telah menjadi item oleh-oleh yang populer dan tersedia luas, sehingga tidak dikhawatirkan akan segera punah. Mungkin daerah-daerah lain harus mulai memikirkan untuk melakukan revival kuliner pusaka dengan menyediakannya sebagai oleh-oleh yang populer bagi setiap pengunjung ke kota yang bersangkutan.
Bagi mereka yang enggan makan bandeng karena banyak duri halusnya, inilah cara pintar makan bandeng yang gurih itu tanpa repot menyisihkan duri dan tulang.
(dev/dev)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Wednesday, December 21, 2011
Warga Norwegia Sambut Natal Tanpa Mentega
Devita Sari - detikFood
Foto: thehealthyhomeeconomist.com Jakarta - Menjelang perayaan Natal, Norwegia justru sedang mengalami kelangkaan mentega. Sungguh ironis, mengingat negara kecil yang kaya minyak tersebut tidak dapat memasok mentega. Akankah warga Norwegia merayakan Natal tanpa kue Natal?
Koran di Swedia dan Norwegia seminggu terakhir ini heboh memberitakan krisis mentega terbesar yang melanda Scandinavia. Setelah sebelumnya Swedia kehabisan pasokan mentega, kini Norwegia pun mengalami kelangkaan mentega. Warga pun menjadi cemas, karena diperkirakan krisis mentega tersebut akan berlangsung hingga tahun baru nanti.
Banyak yang menganggap krisis yang terjadi di Norwegia ini sebagai sesuatu yang ironis. Mengingat Norwegia merupakan negara dengan jumlah penduduk terendah di Eropa, dan salah satu penghasil minyak dan gas bumi bahkan tidak dapat memenuhi pasokan spele seperti mentega. "Saya membutuhkan mentega hari ini untuk membuat roti lussekatt (roti khas Swedia) dan kue-kue Natal," gerutu salah seorang nenek.
Kelangkaan ini juga menyebabkan harga mentega di pasar gelap telah mencapai harga yang tidak masuk akal. Para penyelundup mentega pun tak sedikit yang ditangkap oleh pihak bea cukai. Seperti yang dikutip Norwegian Daily, beberapa waktu lalu dua warga negara Swedia ikut ditangkap karena menyelundupkan sekitar 550 pounds (249,5kg) mentega. "Mereka mengaku membeli mentega tersebut di Swedia untuk dijual dengan keuntungan besar di Norwegia," jelas Amund Sand seorang penasehat hukum setempat.
Adapun beberapa faktor yang menjadi penyebab kelangkaan mentega. Para peternak susu menyalahkan perusahaan diary terbesar di negara tersebut Tine sebagai biang keladi. Mereka menuding Tine tidak menginformasikan adanya kenaikan permintaan mentega, sementara mereka juga melakukan ekspor mentega ke luar negeri dan stok dalam negeri menipis. Tine merupakan perusahaan diary terbesar di Norwegia yang memonopoli sekitar 90% produksi mentega Norwegia.
Tine menyangkal bahwa iklimlah yang menjadi penyebab kelangkaan pasokan mentega tahun ini. Musim panas yang lembab mengurangi kualitas pakan hewan ternak sapi menyebabkan hasil susu berkurang sebesar 25 juta liter dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu kebijakan Nowegia yang sangat ketat dalam perdagangan juga ikut menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis mentega.
Terdesaknya situasi yang dihadapi Norwegia membuat para pakar menyarankan agar negara eksportir minyak terbesar ke-8 di dunia tersebut melakukan pertukaran minyak dengan mentega. Saat ini mentega menjadi barang dengan nilai jual tertinggi di berbagai website lelang Norwegia. Harga mentega pun melambung jauh, untuk 250 gram mentega dijual seharga $13 atau Rp 119.500,00. Harga jual tersebut 4 kali lipat dari harga mentega normal di Norwegia.
(dev/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Sunday, December 11, 2011
Pertama di Dunia, Cabai Tanpa Biji & Manis!
Devita Sari - detikFood
Jakarta - Pedasnya cabai kerap menjadi penggugah selera makan. Bagi yang tak suka pedas, kini sudah ada cabai tanpa biji yang rasanya manis.
Cabai jenis baru yang diberi nama Angello ini adalah hasil proyek penelitian Syngenta, lembaga di Inggris yang bergerak di bidang pangan. Selama 15 tahun, mereka mencari cara agar cabai bisa dikonsumsi oleh semua pecinta masakan - tak hanya mereka yang suka pedas.
Ditanam di Spanyol, Israel, dan Belanda, cabai varian baru ini diklaim memiliki tekstur yang lebih renyah jika dikunyah. Cabai ini juga mengandung brix 25 persen lebih tinggi dari cabai biasa. - brix biasa digunakan untuk mengukur kadar manis pada buah dan tanaman -
Seperti dikutip dari dailymail, Jumat (9/12/2011), Marks & Spencer adalah jaringan toko yang pertama di dunia memasarkan cabai tanpa biji. Dengan rasa yang manis, cabai ini diharapkan tak sekadar menjadi salah satu bahan masakan.
"Kami harap masyarakat bisa membawanya untuk piknik, menjadi alternatif camilan, atau bahkan salah satu menu bekal sekolah," ujar Zeina Orfali dari Marks & Spencer.
Per 4 Desember 2011 lalu, jaringan Marks & Spencer di Inggris sudah memasarkan Angello dengan harga 1.79 poundsterling / 100 gram atau sekitar Rp 25 ribu.
(dev/dev)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Cara Jitu Ramping Tanpa Diet Ketat
Fitria Rahmadianti - detikFood
Foto: woldfitness.com Jakarta - Berat badan tak kunjung turun, padahal sudah berdiet ketat? Jangan kecil hati. Bisa jadi selama ini Anda salah startegi. Cobalah beberapa cara jitu yang bisa membuat Anda tetap ramping bahkan tanpa diet terlalu ketat.
Bingung rasanya saat baju dan celana tidak lagi muat. Masalahnya, Anda doyan makan tapi tidak punya waktu berolahraga. Jangan khawatir. Masih ada cara-cara lain yang sederhana tapi ampuh untuk menurunkan berat badan. Cobalah ikuti strategi berikut ini:
Sarapan tiap pagi
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin sarapan memiliki indeks massa tubuh lebih rendah daripada mereka yang tidak sarapan. Orang yang tidak sarapan akan makan lebih banyak sepanjang hari dan memiliki performa kurang baik di sekolah atau di tempat kerja, dibanding orang yang sarapan.
Pakai piring kecil
Ada pepatah yang bilang 'we eat with our eyes'. Artinya, kita cenderung memutuskan memakan sesuatu tergantung dari penampilan makanan. Porsi makanan yang sama diletakkan di piring kecil dan piring besar. Makanan di piring besar akan terlihat lebih sedikit dibanding di piring kecil, sehingga kita cenderung merasa masih lapar dan akan menambah makanan. Seperti yang diungkap oleh pengarang buku Mindless Eating, Brian Wansink, PhD, dan dikuatkan oleh studi dari University of Cornell. Trik ini juga berlaku untuk mangkuk dan cangkir.
Gunakan garpu besar
Kebalikan dengan penggunaan piring. Sebuah penelitian di Italia menyebutkan bahwa ada hubungan antara ukuran garpu dan tingkat konsumsi. Orang yang memakai garpu lebih kecil makan lebih banyak daripada yang menggunakan garpu besar.
Minum air sebelum makan
Meminum 2-3 gelas air putih sebelum makan diyakini dapat menurunkan berat tubuh lebih cepat daripada minum setelah makan.
Makan dengan pria
Seorang psikolog menemukan fakta unik bahwa wanita akan makan lebih sedikit jika sedang bersama pria. Mungkin hal ini berhubungan dengan usaha menjaga image.
Sembunyikan cemilan tak sehat
Jauhkan cemilan yang dapat membuat gemuk dari jangkauan tangan dan mata. Kita cenderung tergoda untuk ngemil jika melihat bungkusan snack berada di sekitar kita.
Hindari ngemil di malam hari
Insomnia atau terpaksa begadang sering mendatangkan rasa lapar di malam hari. Biasanya, untuk menghentikan 'nyanyian' di perut, kita ngemil atau bahkan makan berat. Padahal, aktivitas di malam hari sangat minim, sehingga kalori tidak dapat dibakar oleh tubuh. Solusinya, tetapkan jam berapa makan untuk terakhir kalinya setiap hari,lalu sikat gigi. Dengan begitu, Anda akan malas mengotori mulut dan gigi Anda dengan makanan atau minuman. Jika masih lapar, minumlah air putih. Terkadang, otak mengirimkan sinyal yang kita artikan sebagai lapar jika tubuh kekurangan cairan.
Berteman dengan orang yang sedang diet
Lingkungan memberi pengaruh signifikan bagi kebiasaan kita. Seringkali, teman mengajak kita memanjakan diri dengan makanan lezat namun tinggi kalori. Karenanya, bergaullah dengan orang yang sedang berdiet. Anda bisa saling memberi motivasi dan berbagi informasi tentang makanan sehat. Namun, bukan berarti Anda harus meninggalkan teman lama. Semuanya tergantung kemampuan Anda menahan diri dari godaan dan keseriusan Anda untuk menurunkan berat badan.
(Odi/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Thursday, May 26, 2011
Inilah Siasat Diet Tanpa Lapar!
Rheny Wahyuningsih - detikFood
Foto:myartprints.com Jakarta - Siapa bilang untuk diet harus menahan rasa lapar? Diet yang sehat dan benar tidak berarti harus kelaparan. Memilih aneka sumber makanan berserat dan bernutrisi tepat bisa jadi solusi. Tubuh jadi ramping dan rasa kenyang bertahan lebih lama.
Rasa lapar saat diet merupakan hal yang menakutkan bagi mereka yang sedang mengurangi berat badan, karena porsi makan pasti dikurangi. Makan makanan yang kurang tepat, terkadang bisa membuat rasa lapar datang kembali.
Menurut ahli nutrisi Melina Jampolis seperti dikutip CNNhealth, rasa lapar merupakan hal wajar yang dirasakan oleh mereka yang berdiet. "Tubuh kita memiliki sistem yang sangat baik untuk menjaga sel pembentukan dan pengisian sel lemak, jadi lapar dan berat badan naik, itu biasa," katanya.
Namun, ilmu pengetahuan telah menjawab bagaimana mengendalikan rasa lapar dan membantu mengurangi konsumsi kalori tanpa harus mengurangi porsi makan. Rasa kenyang berawal dari kegiatan mengunyah, sehingga kalori yang berbentuk padat cenderung lebih mengenyangkan dari pada kalori yang cair.
Sebagai contoh, buah apel lebih mengenyangkan ketimbang jus apel. Sebab, makanan padat perlu dikunyah, dimana proses penyerapan dimulai dari enzim yang berfungsi menyerap mulai memicu rasa kenyang. Proses itu mengurangi penggunaan kalori karena dibutuhkan waktu untuk mengunyah apel dari pada menenggak jus apel.
Jadi perlu dipastikan kalori yang dikonsumsi berasal dari makanan padat, dan kurangi minuman manis dan alkohol, juga jus, kopi, dan minuman mengandung susu.
Kalori dari makanan cair memang tidak mengenyangkan. Tetapi makanan yang banyak mengandung air seperti buah dan sayuran, serta susu rendah lemak dapat membantu menambah kalori dalam tubuh tanpa harus mengurangi porsinya. Makanan itu dapat membantu proses pengenceran kalori.
Selain itu, serat yang mudah larut dengan air juga membantu menimbulkan rasa kenyang. Sebab serat membentuk gel dengan bantuan air ketika berada di dalam perut. Pembentukan gel itu memperlambat pengosongan perut, serta memperlambat penyerapan gula dalam darah, maupun mencegah rasa lapar datang dengan cepat. Serat yang baik adalah gandum, buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Kemudian, kalori juga komponen penting untuk menimbulkan rasa kenyang tetapi tidak membuat gemuk. Protein memicu pelepasan hormon kenyang dan membantu gula darah tetap stabil, sehingga dapat mengontrol rasa lapar. Sumber protein yang baik adalah produk unggas tanpa kulit, ikan, daging tanpa lemak, produk susu rendah lemak dan putih telur.
(Odi/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)