Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Ketat. Show all posts
Showing posts with label Ketat. Show all posts

Sunday, April 1, 2012

Pemakaian Bahan Kemasan Makanan Diawasi Ketat

Dyah Oktabriawatie - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Pemakaian Bahan Kemasan Makanan Diawasi Ketat
Foto: thepalmbeachtimes.com Jakarta - Plastik, aluminium foil, dan metal merupakan bahan yang untuk wadah atau pembungkus makanan dan minuman. Biasanya bersentuhan langsung dengan mulut. Karena bisa berdampak buruk, Amerika mulai melakukan pengawasan ketat.

U.S Food and Drug Administration akan memutuskan hasil penelitian terhadap penggunaan bahan kimia pada kemasan atau wadah makanan dan minuman. Penelitian tersebut akan menghubungkan antara zat kimia yang digunakan untuk membuat kemasan dengan resiko penyakit asma dan diabetes. Penelitian ini dilakukan karena anak-anak paling rentan dan mudah terkena efeknya.

Bahan kimia BPA (Bisphenol A) meru[pakan senyawa organik yang tidak mudah larut dalam air. Biasanya digunakan untuk bahan pembuat plastik. Sarah Janssen, seorang ilmuan senior Natural Resources Defense Council menyatakan bahwa bahan kimia aktif seperti BPA tidak baik untuk anak-anak, meskipun beberapa industri kimia mengatakan BPA aman.

Seperti dilansir huffingtonpost, karena meluasnya penggunaan bahan kimia dalam produk yang dibeli oleh konsumen, sembilan dari sepuluh orang di Amerika telah menelan BPA kedalam tubuh mereka. Penyebab utamanya berasal dari wadah makanan dan minuman.

“Kami sudah bergantung pada keputusan FDA untuk mengevaluasi keamanan BPA, meskipun zat kimia ini sudah benar-benar teruji dan aman untuk makanan sejak 40 tahun yang lalu,” ungkap Steven G. Hentges dari American Chemistry Council.

FDA bisa melarang penggunaan BPA. Misalnya melarang penggunaan BPA pada kemasan produk bayi. Juga pada produk kemasan susu ibu hamil untuk melindungi janin. Selain itu bahan kimia ini juga bisa menyebabkan resiko terkena penyakit jantung. Namun, produk yang tidak berbahan BPA juga belum tentu aman, karena bahan kimia ini hanya beberapa jenis dari banyak bahan yang digunakan sehari-hari.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, January 15, 2012

Makanan Kemasan di Guangzhou Diawasi Ketat

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Makanan Kemasan di Guangzhou Diawasi Ketat
themaninchina.com Jakarta - Makanan kemasan rawan akan pemakaian bahan tambahan berbahaya dan tidak memenuhi standar kualitas. Di Guangzhoupun dilakukan pengetatan pengawasan untuk produk olahan pangan.

Lisensi makanan di Guangzhou diperketat dan melarang pengolahan makanan yang tidak memiliki izin. Dua langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas makanan yang buruk yang dimasak di pasar Guangzhou.

Langkah tersebut dibuat untuk mengajukan proposal kepada Chinese People's Political Consultative Conference, Guangzhou. Mereka mencatat bahwa produsen makanan harus mendapat izin peredaran makanan sebelum memasak dan membongkar kemasan makanan.

Beberapa perusahaan makanan yang sudah memiliki lisensi, mengolah makanan dengan sanitasi yang buruk. Beberapa produsen juga menggunakan bahan yang di bawah standar dalam pengolahan makanan.

Seperti dilansir ChinaDaily.com telah dilakukan sidang konferensi tahunan. Hasilnya, tes terbaru yang telah dilakukan terhadap 100 sampel makanan yang dimasak .Terdiri dari daging, sayuran yang diawetkan, produk kedelai dan produk makanan yang di panggang. Hanya 38 produk yang lulus inspeksi atau aman untuk dimakan.

Mikroorganisme yang berlebihan adalah alasan utama terjadinya kegagalan uji lisensi. Sebanyak 55 sampel mengandung bakteri koliform yang berlebihan. Sebanyak 12 produk mengandung bakteri golden staph.

Sementara itu uji lisensi pada makanan matang disupermarket di Guangzhou 3 tahun lalu, hanya 28 produk dari 71 sampel yang lulus uji lisensi. Selain bakteri yang berlebihan, penggunaan zat pewarna secara berlebihan juga menjadi pertimbangan saat dilakuakn pengujian.

Situasi di pasar tradisional juga lebih mengkhawatirkan. Hal ini juga menunjukkan bahwa daerah-daerah pengolahan makanan yang dimasak terpisah akan dibangun dipasar lokal dengan pengawasan yang ketat dari petugas setempat. Standar mengenai pengolahan, penyimpanan dan pengangkutan produk-produk makanan tidak ditentukan.

“Asosiasi makanan juga harus memperkuat pengawasan, bekerja lebih erat dan memainkan peran lebih besar dalam mengawasi perusahaan-perusahaan makanan karena saat proses produksi sulit unutk menjamin kualitas makanan, meskipun makanan dikemas,” ujar Ding Honghui, seorang warga yang berbelanja di sebuah supermarket di Guangzhou.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Sunday, December 11, 2011

Cara Jitu Ramping Tanpa Diet Ketat

Fitria Rahmadianti - detikFood

Cara Jitu Ramping Tanpa Diet Ketat
Foto: woldfitness.com Jakarta - Berat badan tak kunjung turun, padahal sudah berdiet ketat? Jangan kecil hati. Bisa jadi selama ini Anda salah startegi. Cobalah beberapa cara jitu yang bisa membuat Anda tetap ramping bahkan tanpa diet terlalu ketat.

Bingung rasanya saat baju dan celana tidak lagi muat. Masalahnya, Anda doyan makan tapi tidak punya waktu berolahraga. Jangan khawatir. Masih ada cara-cara lain yang sederhana tapi ampuh untuk menurunkan berat badan. Cobalah ikuti strategi berikut ini:

Sarapan tiap pagi
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin sarapan memiliki indeks massa tubuh lebih rendah daripada mereka yang tidak sarapan. Orang yang tidak sarapan akan makan lebih banyak sepanjang hari dan memiliki performa kurang baik di sekolah atau di tempat kerja, dibanding orang yang sarapan.

Pakai piring kecil
Ada pepatah yang bilang 'we eat with our eyes'. Artinya, kita cenderung memutuskan memakan sesuatu tergantung dari penampilan makanan. Porsi makanan yang sama diletakkan di piring kecil dan piring besar. Makanan di piring besar akan terlihat lebih sedikit dibanding di piring kecil, sehingga kita cenderung merasa masih lapar dan akan menambah makanan. Seperti yang diungkap oleh pengarang buku Mindless Eating, Brian Wansink, PhD, dan dikuatkan oleh studi dari University of Cornell. Trik ini juga berlaku untuk mangkuk dan cangkir.

Gunakan garpu besar
Kebalikan dengan penggunaan piring. Sebuah penelitian di Italia menyebutkan bahwa ada hubungan antara ukuran garpu dan tingkat konsumsi. Orang yang memakai garpu lebih kecil makan lebih banyak daripada yang menggunakan garpu besar.

Minum air sebelum makan
Meminum 2-3 gelas air putih sebelum makan diyakini dapat menurunkan berat tubuh lebih cepat daripada minum setelah makan.

Makan dengan pria
Seorang psikolog menemukan fakta unik bahwa wanita akan makan lebih sedikit jika sedang bersama pria. Mungkin hal ini berhubungan dengan usaha menjaga image.

Sembunyikan cemilan tak sehat
Jauhkan cemilan yang dapat membuat gemuk dari jangkauan tangan dan mata. Kita cenderung tergoda untuk ngemil jika melihat bungkusan snack berada di sekitar kita.

Hindari ngemil di malam hari
Insomnia atau terpaksa begadang sering mendatangkan rasa lapar di malam hari. Biasanya, untuk menghentikan 'nyanyian' di perut, kita ngemil atau bahkan makan berat. Padahal, aktivitas di malam hari sangat minim, sehingga kalori tidak dapat dibakar oleh tubuh. Solusinya, tetapkan jam berapa makan untuk terakhir kalinya setiap hari,lalu sikat gigi. Dengan begitu, Anda akan malas mengotori mulut dan gigi Anda dengan makanan atau minuman. Jika masih lapar, minumlah air putih. Terkadang, otak mengirimkan sinyal yang kita artikan sebagai lapar jika tubuh kekurangan cairan.

Berteman dengan orang yang sedang diet
Lingkungan memberi pengaruh signifikan bagi kebiasaan kita. Seringkali, teman mengajak kita memanjakan diri dengan makanan lezat namun tinggi kalori. Karenanya, bergaullah dengan orang yang sedang berdiet. Anda bisa saling memberi motivasi dan berbagi informasi tentang makanan sehat. Namun, bukan berarti Anda harus meninggalkan teman lama. Semuanya tergantung kemampuan Anda menahan diri dari godaan dan keseriusan Anda untuk menurunkan berat badan.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here