Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Orang. Show all posts
Showing posts with label Orang. Show all posts

Friday, March 8, 2013

200 Orang Diare Setelah Makan Makanan Pedas di Newcastle

Pandan PastaOrange Crush PastaNanas PastaSnackit Moon CakeSnackit Kue Pia 100 rasa rasa pandanSnackit Kue Pia 100 rasa kacang merahJakarta - Sebuah festival makanan pedas yang diadakan di Newcastle, Inggris memakan korban. Dari total pengunjung 12.000 orang, 200 di antaranya diketahui mengalami diare setelah mengonsumsi makanan pedas tersebut. Diperkirakan, penyebabnya adalah bakteri salmonella pada makanan.

Festival Street Spice diselenggarakan pada tanggal 28 Februari hingga 2 Maret 2013. Dalam acara tersebut, disajikan beragam jenis makanan pedas khas berbagai dunia. Festival ini diselenggarakan untuk membantu para pengidap tumor otak. Sayang, peristiwa meriah ini justru menjatuhkan ratusan korban yang mengalami diare.

Pada tahap pengecekan awal, didapatkan hasil jika 4 orang terbukti positif terkena bakteri salmonella. Beruntung, para korban tidak ada yang harus menginap dan dirawat intensif di rumah sakit.

Para pengunjungpun menumpahkan keluh kesahnya di media sosial. Seperti yang dirangkum Daily Mail, seorang pengunjung bernama Lisa Fleming Ramage mengeluhkan suaminya yang sudah beberapa hari sakit, padahal hanya mencicipi makanan dari satu tempat saja. Ada juga pria bernama Adam Crampise, yang mengaku jika ia dan tiga orang temannya sempat sakit selama 2 hari.

Namun kejadian tersebut tak membuat pengunjung kapok. Pasalnya, pihak penyelenggara dianggap sangat rapi mengatur jalannya acara dan suasananya sangat menyenangkan. Bahkan rencananya, acara serupa akan kembali diselenggarakan pada bulan Juli mendatang.

(odi/flo)


Roti sehat harga hemat

Saturday, June 16, 2012

Orang Kota Cenderung Alergi Pada Makanan

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Orang Kota Cenderung Alergi Pada Makanan
Foto: thinkstock Jakarta - Gatal-gatal setelah makan udang atau kacang adalahsalah satu ciri alergi makanan. Alergi makanan bisa terjadi dengan siapa saja dan tidak mengenal usia. Sebuah penelitian menemukan alergi banyak terjadi di daerah perkotaan.

Penduduk kota besar cenderung lebih banyak yang mengalami alergi makanan, dibandingkan dengan penduduk pedesaan. Umumnya banyak terjadi pada anak-anak, kebanyakan dari mereka alergi pada kacang dan kerang. Hasil temuan ini juga telah diumumkan oleh Northwestern University.

“Kepadatan populasi cenderung lebih memungkinkan terjadinya alergi makanan pada anak. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan memiliki dampak yang besar terhadap alergi makanan.” ujar Dr. Ruchi Gupta, seorang penulis penelitian sekaligus profesor pediatri di Northwestern's Feinberg School of Medicine.

Penelitian ini melibatkan 38.465 anak yang tinggal diperkotaan dan pedesaan, yang usianya di bawah 18 tahun. Sebanyak 9,8 persen, anak perkotaan mengalami alergi makanan, sedangkan 6,2 persen anak yang tinggal dipedesaan hanya sebanyak 6,2 persen yang mengalami alergi. Perbandingannya cukup tinggi sekitar 3,5 persen.

Mereka yang tinggal di pusat kota, lebih banyak yang alergi pada kacang, sekitar 2,8 persen anak. Sedangkan anak pedesaan yang alergi dengan kacang hanya sekitar 1,3 persen. Hasil perbandingannya bisa mencapai 2,4 persen.

“Hingga tahun 2011 ditemukan sebanyak 5,9 juta anak usia dibawah 18 tahun, mengalami alergi makanan yang dapat mengancam nyawa,” tambah Gupta.

Prevalensi alergi makanan tertinggi pada anak terjadi di negara Nevada, Florida, Georgia, Alaska, New Jersey, Delaware, Maryland dan Columbia. Tidak hanya gatal dan sakit perut, tapi reaksi alergi lainnya seperti asma juga bisa terjadi.

(dyh/odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, March 18, 2012

Orang Gemuk Lebih Peka Terhadap Bau Makanan

Flora Febrianindya - detikFood

Orang Gemuk Lebih Peka Terhadap Bau Makanan
Foto: www.adinnerguest.com Jakarta - Salah satu hal yang memancing nafsu makan adalah aroma sedapnya. Indera penciuman seringkali digelitik oleh harum makanan, dan akhirnya timbul keinginan untuk mencoba. Godaan aroma masakan akhirnya membuat orang sulit meredam nafsu makan.

Dibandingkan orang bertubuh proporsional, orang yang memiliki tubuh gemuk punya daya penciuman yang lebih tajam, khususnya terhadap makanan. Kemampuan mereka mendeteksi aroma makanan lebih sensitif dibandingkan mereka yang menjaga berat badan dan mengatur pola makannya.

Ada sebuah penelitian tentang hubungan berat badan dan indera penciumannya. Kemampuan mereka mengenali bau parfum dan wewangian memang tak jauh berbeda dengan orang yang bertubuh kurus. Namun, orang bertubuh gemuk penciumannya lebih sensitif terhadap aroma makanan.

Hal itulah yang akhirnya membuat mereka kesulitan mengerem kebiasaan makannya. Akibatnya, keinginan untuk menjaga pola makan hanya jadi teori semata, karena tak mampu menghindari godaan makanan beraroma sedap.

Walaupun kebanyakan makan dan jarang olahraga menjadi penyebab obesitas, banyak ahli mengakui jika aroma berperan penting dalam sulitnya menjaga berat badan. Seorang psikolog, Lorenzo Stafford, meneliti 64 pria dan wanita dengan bobot tubuh berlebih yang diminta memilih aroma yang paling disukai. Hasilnya, rata-rata dari mereka lebih menyukai aroma harum masakan.

Ada tipe orang yang punya kecenderungan untuk bertubuh gemuk, sekalipun ia sudah mengatur pola makannya. Ada pula orang yang cepat merasa lapar, sekalipun ia baru saja menghabiskan seporsi makanan. Aroma makanan yang harum menggoda penciuman, dan membuat otak menginstruksikan tubuh untuk makan lagi.

Psikolog Lorenzo Stafford berharap, penelitiannya bisa membantu orang-orang yang sedang ingin menurunkan bobot tubuh. Selain itu, diharapkan orang-orang bisa lebih memperhatikan lagi kecenderungan makan berlebihan dengan lebih menahan diri dari godaan aroma masakan yang menggoda.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Friday, March 16, 2012

Makanan Gorengan Picu Orang Cepat Marah dan Agresif?

Devita Sari - detikFood

Makanan Gorengan Picu Orang Cepat Marah dan Agresif?
Foto: blog.friendseat.com Jakarta - Sering gampang marah dan mudah agresif? Emosi tersebut bisa jadi dipicu oleh konsumsi lemak trans berlebihan yang banyak terdapat pada makanan gorengan. Inilah yang diungkapkan sebuah penelitian dalam jurnal Plos One.

Sebuah penelitian terbaru dari jurnal Plos One, menyebutkan kemungkinan besar ada hubungan antara konsumsi makanan yang mengandung asam atau lemak trans dengan sifat pemarah dan agresif. Seperti diketahui lemak trans banyak terdapat pada makanan. Seperti french fries, cake, daging sapi olahan, dan junk food.

"Jika terbukti ada hubungan erat antara lemak trans dan perilaku agresif maka ada alasan lebih lanjut untuk rekomendasikan orang agar menghindari makan berlemak trans. Termasuk dalam penyediaan makanan di sekolah dan penjara," ungkap peneliti studi Dr Beatrice Golomb, MD, Ph.D., seorang profesor jurusan kedokteran di University of California San Diego.

Untuk melakukan penelitian tersebut Golomb dan tim telah mengumpulkan informasi diet dari 945 pria dan wanita. Juga dilakukan penilaian perilaku mereka, termasuk sejarah agresif, bagaimana mereka menangani konflik, tingkat ketidaksabaran mereka, tingkat lekas marah, dan skor mereka dalam skala "agresif terang-terangan".

Kemudian para peneliti menyimpulkan bahwa asupan lemak trans yang lebih banyak dapat memprediksi seseorang lebih agresif atau tidak. Temuan ini terbukti benar bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor lain seperti jenis kelamin, umur dan etnis.

Selain temuan tersebut lemak trans memang sebaiknya dihindari. Seperti dilansir Mayo Clinic, lemak trans dibuat ketika hidrogen ditambahkan ke dalam minyak sayur, berfungsi untuk membantu makanan tahan lebih lama. Namun akibatnya kadar kolestrol buruk meningkat dan kadar kolestrol baik turun. Hal ini meningkatkan resiko penyakit jantung.

Studi tahun lalu di Jurnal Neurology, telah memperlihatkan bahwa orang yang memiliki tensi darah tinggi memiliki tes kognitif yang buruk dan volume otaknya berkurang. Tes tersebut dilakukan terhadap 100 orang tua yang tinggal di California dan Oregon.

"Sudah jelas bahwa lemak trans sangat buruk bagi kesehatan - baik untuk jantung maupun otak," ujar peneliti kasus tersebut Dr. Gene Bowman dari Oregon Health & Science University. "Jadi saya ingin merekomendasikan agar semua orang menjauhi lemak trans (trans fat). Sebaiknya cek setiap label nutrisi produk. Jika ada minyak sayur dan proses hidrogenasi parsial maka sudah jelas produk tersebut positif mengandung lemak trans."

Untungnya saat ini sudah banyak restoran dan produk makanan yang tidak mengandung lemak trans. Tetapi tidak jarang, lemak trans masih terkandung dalam makanan. Makanan yang harus diwaspadai adalah kentang goreng, makanan yang digoreng, pie, margarin, cake, ayam goreng, es krim, makanan beku, puding kemasan, dan lain-lain.

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, February 6, 2012

Jika Sedang Diet, Hindari Makan Bersama Orang Rakus

Odi - detikFood

Jika Sedang Diet, Hindari Makan Bersama Orang Rakus
Foto: Shutterstock Jakarta - Lingkungan memiliki dampak yang signifikan pada perilaku, termasuk saat menjalankan program diet. Pilih lingkungan yang mendukung upaya kita. Hindarilah makan bersama orang rakus, karena Anda akan tergoda meniru cara makannya.

Ini bukan omong kosong. Peneliti dari Radboud University Nijmegen, Belanda, telah membuktikan bahwa perempuan yang makan bersama cenderung saling meniru kecepatan makan rekannya.

Dalam studi yang dimuat di jurnal PLoS One ini tertulis bahwa tim peneliti mengajak dua orang wanita yang tak saling kenal untuk bersantap bersama. Para peneliti kemudian mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan makanan dalam sekali suap. Ternyata, catatan waktu keduanya sama.

Sebelumnya juga ada penelitian serupa dengan hasil yang mirip. Sebanyak 70 pasang wanita Belanda yang belum kenal satu sama lain makan bersama dengan jenis makanan, jumlah, serta waktu makan yang sama. Hasilnya, wanita menyuapkan makanan ke mulut dalam waktu 5 detik setelah rekannya.

Sudah ada beberapa riset yang menguatkan fakta bahwa cara makan dan minum kita dipengaruhi orang dan lingkungan sekitar. Penulis riset ini, Roel Hermans, menduga bahwa tindakan meniru ini dikarenakan kita ingin disukai oleh orang lain.

“Alasan lainnya adalah, kita memiliki keinginan dasar untuk meniru orang lain. Ketika melihat rekan menyuapkan makanan, sistem motorik kita menggerakkan tubuh untuk makan juga,” kata Roel seperti dikutip dari My Health News Daily. Hal ini bisa pula terjadi karena wanita melihat tindakan orang lain untuk memandu sikapnya agar sesuai dengan norma yang berlaku.

Roel menambahkan, wanita 3 kali lebih sering meniru rekan makannya selama 10 menit pertama bersantap dibanding di 10 menit terakhir. Ia menduga hal ini dilakukan untuk menjaga hubungan dengan orang asing.

Pria ini memberi saran kepada orang-orang yang sedang menjalankan diet. “Jangan cuma fokus ke makanan sehat, tapi juga lingkungan sekitar. Jangan abaikan sinyal dari dalam tubuh Anda lalu mengikuti orang lain,” ujar Roel.

Untuk ke depannya, Roel berharap dapat memelajari sikap pria, anak-anak, dan lansia saat makan, termasuk apakah hasilnya akan sama jika kedua orang tersebut sudah saling mengenal. Dr. Sarah-Jeanne Salvy, ilmuwan RAND Corp. yang meneliti perilaku makan, berharap bisa melihat alasan di balik pola peniruan tersebut.

“Alasan karena ingin mengambil hati orang lain dan murni karena ingin meniru harus dibedakan,” saran Sarah.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Friday, February 3, 2012

Baru Tanggal 2 Februari, Banyak Orang Sudah Langgar Resolusi Diet

Odi - detikFood

Baru Tanggal 2 Februari, Banyak Orang Sudah Langgar Resolusi Diet
Foto: sheknows.com Jakarta - Setiap akhir tahun, orang-orang mulai membuat resolusi tahun baru. Kebanyakan target yang ingin dicapai adalah menurunkan berat badan. Namun, rencana ini pula yang paling banyak dilanggar. Apakah Anda mengalaminya?

Jika iya, Anda tidak sendirian. Ada sekitar 10 juta warga Inggris yang juga sudah melanggar resolusi diet sejak bulan pertama. Mereka gagal menghilangkan lemak yang didapat saat perayaan Natal dan tahun baru.

Fakta ini diungkap oleh Weight Watchers, website yang mendukung usaha penurunan berat badan. Berdasarkan polling yang mereka lakukan, 41% warga Inggris membuat resolusi tahun baru untuk jadi lebih langsing, sementara 35% berjanji akan menjalankan pola makan sehat.

Ternyata, baru 31 hari, 24% orang sudah melanggar rencananya sendiri. Angka ini setara dengan 10 juta penduduk Inggris. Selain itu, ada 10% orang yang depresi karena sudah mengingkari janji.

Menurut Weight Watchers, bulan Februari sering diplesetkan sebagai Flabruary. Di bulan inilah banyak orang paling merasa tidak puas terhadap berat badan dan gaya hidup mereka, terutama setelah pesta makan saat Natal.

"Orang-orang membuat resolusi karena ingin menjadi lebih baik, tapi akhirnya malah merasa lebih rendah diri dibanding saat awal mereka menjalankan target yang tidak realistis tersebut," ujar ahli gizi Lucy Vicker kepada Daily Mail.

Oleh karena itu, Weight Watchers mendorong orang-orang untuk mencoba kesempatan kedua. Sejak awal bulan Februari, mereka dimotivasi agar tetap semangat menjalani resolusi layaknya di permulaan tahun. "Mereka harus mendapat dukungan yang tepat agar dapat menjalani gaya hidup yang lebih sehat, sehingga hasil akhirnya akan positif," tambah Lucy.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat