Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Wisatawan. Show all posts
Showing posts with label Wisatawan. Show all posts

Tuesday, February 28, 2012

Gratis! Buku Panduan Halal Penang Untuk Wisatawan

Devita Sari - detikFood

Gratis! Buku Panduan Halal Penang Untuk Wisatawan
Foto: interpretationnetwork.wordpress.com Jakarta - Untuk mendukung Penang sebagai pusat halal internasional, Malaysia baru-baru ini meluncurkan sebuah buku wisata halal Penang. Buku tersebut khusus dibagikan gratis bagi para wisatawan muslim dari seluruh dunia yang mendarat di Bandara Internasional Penang.

Malaysia semakin gencar mempromosikan halal di seluruh penjuru negeri khususnya Penang. Sebuah perusahaan publishing buku panduan wisata bahkan berencana mengeluarkan buku 'Experience Penang 2012: A Muslim Travel Guide'. Dimana buku tersebut dikhususkan bagi wisatawan muslim yang hendak bertandang ke Penang.

Tidak hanya berisi tempat-tempat wisata menarik di Penang, buku tersebut juga akan menampilan spot-spot tempat belanja dan akomodasi di negara bagian tersebut. Termasuk list gerai-gerai serta restoran yang menyediakan makanan halal. Menurut penerbit - Halal Penang - buku tersebut akan mulai tersedia pada bulan Maret 2012.

Murali Ram, selaku Direktur Halal Penang mengatakan bahwa mereka akan mencetak 10.000 eksemplar buku yang akan didistribusikan di Bandara Internasional Penang dan berbagai hotel di negara bagian.

"Buku-buku akan didistribusikan secara gratis untuk tahun pertama. Kami akan memperbarui buku tahunan dengan informasi terbaru," ujarnya setelah upacara pembukaan Pameran dan Konferensi Internasional Halal Penang (Pihec) ke-3 yang berlangsung di Penang International Sports Arena (24/2).

Menurut Ketua Menteri Penang, Lim Guan Eng sejak Pakatan Rakyat mengambil alih Penang pada tahun 2008, telah terjadi kenaikan jumlah perusahaan yang melakukan sertifikasi halal.

"Pada tahun 2008 ada 55 perusahaan yang memperoleh sertifikat halal dan jumlah itu terus bertambah hingga Januari, yaitu menjadi 324 perusahaan," katanya dalam sambutannya.

Lim mengatakan Halal Penang berhasil mendatangkan investasi sebesar RM395 miliar melalui Penang Halal Industrial Park yang diwujudkan pada tahun 2010 silam di Bukit Minyak, Penang.

(dev/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, February 27, 2012

Taiwan Tarik Wisatawan Muslim dengan Resto Halal

Devita Sari - detikFood

Taiwan Tarik Wisatawan Muslim dengan Resto Halal
Foto: www.mynetbizz.com Jakarta - Semakin banyaknya minat wisatawan muslim yang berkunjung ke Taiwan seakan menjadi peluang yang menggiurkan bagi biro pariwisata di negara tersebut. Lima puluh restoran halal pun akan dipersiapkan Taiwan untuk menarik wisatawan muslim.

Biro Pariwisata Taiwan (24/2) mengatakan maksud mereka untuk membuka 50 restoran yang memiliki sertfifikasi halal. Sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan muslim di negara tersebut.

Eric Lin, direktur divisi biro perjalanan internasional, mengatakan bahwa banyaknya wisatawan Muslim berkunjung ke Taiwan terutama berasal dari Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei dan barat laut Cina. Dan tahun ini ia berharap kedatangan wisatawan dari masing-masing negara tersebut dapat tumbuh sebesar 10%.

Frekuensi siaran dari iklan televisi bepergian ke Taiwan di Malaysia juga telah meningkat. Ia menambahkan untuk itu biro juga bekerja sama dengan agen perjalanan untuk mengatur perjalanan para wisatawan tersebut.

"Negara Taiwan berhasil menarik sekitar 6 juta wisatawan tahun lalu," kata Lin. "Populasi negara-negara Muslim di dunia adalah sekitar 1,7 miliar dan itu sangat menjanjikan potensi yang sangat besar bagi pengunjung internasional."

Restoran muslim-friendly dengan sertifikasi halal ini nantinya akan ditangani oleh Asosiasi Muslim China. Asosiasi Sekretaris Jenderal, Salahuddin Ma Chao-Yen mengatakan tujuan utama dari sertifikasi ini adalah untuk memberi informasi kepada umat Islam di seluruh dunia, bahwa Taiwan juga memiliki populasi muslim.

Berdasarkan pedoman sertifikasi halal, restoran harus memastikan bahwa makanan yang ditawarkan kepada kaum muslim disiapkan sesuai dengan hukum Islam. Untuk itu beberapa produk juga harus menjalani prosedur tertentu, mulai dari membeli dari pemasok bersertifikat makanan halal dan bumbu yang berlebel halal. Selain itu, para staff juga harus menerima pelatihan tentang apa yang diijinkan dan apa yang tidak diperbolehkan dalam kebiasaan kaum muslim.

Sebelas restoran nasional telah disertifikasi sebagai restoran halal - yang hanya menjual makanan halal - sementara ada tujuh restoran yang melayani penjualan makanan halal dan non halal. Restoran di beberapa taman hiburan, seperti Tema Leofoo Village Park di Hsinchu County, termasuk diantara mereka yang telah disertifikasi halal.

Jozo Chen, spesialis pemasaran di Shangrila Leisure Farm di Yilan County, mengatakan bahwa peternakan tersebut telah mendatangkan sekitar 1000 wisatawan muslim tahun lalu.

"Selain makanan, wisatawan muslim juga memerlukan ruang makan terpisah untuk makan," kata Chen. "Kita juga harus memiliki tanda kiblat untuk mereka sembahyang setiap hari dan fasilitas berwudhu yang tepat di kamar hotel."

Chen mengatakan biaya pelayanan untuk kaum muslim sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan wisatawan non-muslim, tetapi sertifikasi halal akan membantu hotel menarik lebih banyak wisatawan dari negara-negara muslim untuk berkunjung ke Taiwan.

(dev/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, December 3, 2011

Hotel dan Resto Halal untuk Wisatawan Muslim di Filipina

Devita Sari - detikFood

Hotel dan Resto Halal untuk Wisatawan Muslim di Filipina
Foto: detikfood (ilustrasi) Jakarta - Meski kaum muslim Filipina tergolong minoritas, namun negara tersebut mulai membuka diri bagi wisatawan muslim untuk berkunjung. Terbukti beberapa resto halal dan bahkan hotel bersertifikasi halal kini tersedia bagi wisatawan muslim.

Tidak dapat dipungkiri halal kini telah menjadi pasar yang semakin menjanjikan. Besarnya keuntungan dari produk halal yang meningkat setiap tahunnya kini membuka peluang tak terbatas bagi setiap negara di dunia untuk menciptakan pasar halal. Tak terkecuali bagi Filipina yang memiliki penduduk muslim minoritas yaitu sebesar 5% dari total jumlah penduduk yang ada.

Meski kaum muslim Filipina minoritas, namun Islam sendiri sudah masuk ke negara tersebut antara abad ke-12 sampai ke-14 lampau. Bangsa Moro - sebutan buat Islam Filipina - merupakan hasil pengaruh para pedagang Persia dan juga dari kesultanan Malaysia yang membawa Islam ke negara tersebut. Tak heran kalau sejumlah masjid bertebaran di beberapa kota di Filipina, seperti di Manila, Pasig City, Calocaan, dan Taguig tempat masjid tertua Sheikh Karimul Makhdum Mosque berada.

Meski belum banyak memproduksi produk-produk halal, tetapi Filipina mulai membuka diri bagi wisatawan muslim dari berbagai negara. Bahkan salah satu hotel bersejarah, Manila Hotel berhasil menjadi hotel pertama yang memperoleh sertifikasi halal. Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh National Commission on Muslim Filipino (NCMF), lembaga sertifikasi halal di Filipina pada tahun 2010 silam.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini, turis dari Timur Tengah dan Asia banyak yang menanyakan ketersediaan makanan halal di Filipina. Mengingat banyaknya permintaan dan kami juga tidak bisa mengabaikan jumlah turis yang bakal berkunjung sehingga kami memang harus mulai menyediakan lebih banyak makanan halal," ujar Shalimar Hofer Tamano selaku direktur dari Department of Tourism (DoT), Philipines.

Menurutnya hotel halal tersebut tidak hanya menyediakan makanan halal tanpa daging babi semata. Tetapi juga diolah sesuai dengan syariah Islam dan juga tidak menjual produk beralkohol lainnya. Dengan begitu, Manila Halal dapat menjadi tujuan bagi turis muslim dari seluruh dunia jika berkunjung ke Filipina, khususnya Manila.

Tidak hanya Manila Hotel, beberapa restoran halal pun mulai muncul di berbagai kota di Filipina. Sebut saja Mindanao Resto Halal, Moud's Chicken Halal di Manila, Hossein's Persian Kebab di Makati, Ghazal di Ermita, dan masih banyak lainnya.

(dev/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Sunday, July 10, 2011

Restoran Halal di Korea Untuk Wisatawan Muslim

Devita Sari - detikFood

Restoran Halal di Korea Untuk Wisatawan Muslim
Foto: detikFood (ilustrasi) Jakarta - Tak dapat dipungkiri ditengah maraknya drama Korea dan musik kpop di seluruh dunia, pariwisata Korea pun ikut terdongkrak. Bahkan negeri gingseng tersebut kini telah memperkenalkan wisata halal kepada para wisatawan di seluruh dunia termasuk penyediaan restoran halal.

Sejak tahun lalu, Korea rupanya telah menyadari bahwa wisatawan dari negara-negara Asia dan Timur Tengah menjadi salah satu penyumbang devisa di bidang pariwisata. Namun salah satu kendala yang seringkali dihadapi para wisatawan muslim tersebut adalah ketersediaan makanan halal dan tempat menunaikan ibadah (mushola).

Di Korea sendiri sebagian besar makanannya banyak yang terbuat dari daging babi (non halal). Hal tersebut dikarenakan Islam di Korea hanya posisi minoritas yaitu sekitar 200.000 - 250.000 jiwa (data tahun 2010) alias kurang dari 10% dari jumlah penduduk. Selain itu mereka juga biasa mengkonsumsi arak saat bersantap. Padahal dalam agama Islam, kedua hal tersebut justru harus dihindari dan tidak boleh dikonsumsi.

Namun saat ini di Korea Selatan pengembangan agama Islam sudah tampak makin meluas terutama di kota besar seperti Busan. Perubahan tersebut ditandai dengan kemunculan masjid-masjid yang sudah banyak tersebar hampir di seluruh kota besar di Korea Selatan.

Bahkan kini para wisatawan muslim boleh berlega hati, karena Korea Tourism Organization (KTO) telah mengkampanyekan wisata halal. Salah satu aksi yang dilakukan KTO guna menarik wisawatawan muslim adalah dengan penyediaan luchbox halal dan memperbanyak sarana ibadah bagi kaum muslim.

Selain itu untuk membidik wisatawan muslim sejumlah restoran halal juga sudah banyak dijumpai. Sebagian besar restoran halal tersebut adalah restoran yang menyajikan menu-menu India, Timur Tengah, dan Vegetarian. Misalkan saja Asalba yang dimiliki oleh seorang warga Pakistan yang tinggal di Korea. Ganga Restaurant sendiri telah menyajikan menu-menu halal India di Korea sejak lebih dari 10 tahun lalu. Kemudian ada Salam Restaurant yang cukup populer karena berlokasi dekat Seoul Central Masjid di Itaewon.

Tampaknya Korea Tourism Organization optimis dengan jumlah 1.3 milyar muslim, pariwisata halal merupakan pasar yang sangat potensial. Gimana, tertarik untuk berwisata halal ke Korea?

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Thursday, June 2, 2011

Thailand Siap Sambut Wisatawan di Bulan Ramadan

Devita Sari - detikFood

Thailand Siap Sambut Wisatawan di Bulan Ramadan
Foto: detikFood (ilustrasi) Jakarta - Meski ramadan belum tiba, namun negeri gajah putih ini telah mempersiapkan diri menyambut wisatawan yang akan datang saat bulan suci nanti. Selain hotel dan tempat rekreasi, sejumlah hotel dan restoran pun telah menyiapkan promosi khusus yang menarik bagi wisatawan muslim.

Thailand atau yang dikenal sebagai negeri gajah putih ini memang tidak main-main dalam menggarap pasar halal. Walaupun masyarakat muslim Thailand boleh dikatakan minoritas. Dari data akhir tahun 2010 saja diperkirakan muslim Thailand diperkirakan hanya sekitar 5% dari total 67 juta penduduk.

Seperti yang dilansir dari dubaichronicle.com, Tourism Authority of Thailand (TAT) telah berkerjasama dengan hotel-hotel serta industri pariwisata, untuk memikat wisatawan khususnya Timur Tengah agar tertarik datang ke Thailand. Paket pariwisata ini akan dikemas dengan penawaran khusus spesial ramadan dan beragam aktifitas menarik yang berkaitan selama bulan ramadan.

Misalkan saja untuk pelayanan di hotel-hotel. Selain disediakan penerima tamu yang dapat berbahasa Arab, para tamu juga bakal merasa nyaman layaknya di rumah sendiri dengan adanya fasilitas untuk menunaikan ibadah seperti sajadah dan juga arah kiblat. Faktor penting lainnya juga adalah disediakannya aneka menu halal untuk sahur dan berbuka puasa.

Menurut Mr. Pramoth Supyen, Direktur dari TAT alasan dibuatnya paket wisata ramadan ini adalah karena makin meningkatnya wisatawan muslim khususnya dari Timur Tengah yang datang ke Thailand. Meningkatnya wisatawan muslim dari tahun ke tahun tersebut membuat pemerintah merasa harus mengambil langkah serius untuk memanfaatkan peluang yang ada tersebut.

Para wisatawan juga dapat menikmati wisata ramadan dengan mengunjungi beberapa masjid bersejarah yang berdesain indah. Di Thailand terdapat ribuan masjid yang tersebar salah satu diantaranya yang terkenal adalah Taloh-manoh Mosque (Wadil-husen Mosque atau masjid 300 tahun). Selain itu ada pula Pattani Central Mosque yang terletak di Yarang Road, Pattani dikenal sebagai masjid terbesar di Thailand.

Selain berkeliling tak ketinggalan wisatawan juga bisa berbelanja sambil menikmati aneka jajanan kuliner halal Thailand. Gimana, tertarik untuk berwisata ramadan di Thailand?

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here