Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Sajikan. Show all posts
Showing posts with label Sajikan. Show all posts

Saturday, August 18, 2012

4 Trik Praktis Sajikan Kue Lebaran Untuk Tamu

Post this to your WordPress blog:


Post this to your Blogger blog:


Share to your Yahoo Mail contacts


Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts



Roti sehat harga hemat

Thursday, March 22, 2012

'Dapur Indonesia' Sajikan Makanan Kaki Lima di Swiss

Odi - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';'Dapur Indonesia' Sajikan Makanan Kaki Lima di Swiss
Foto: Pensosbud KBRI Bern Jakarta - Kuliner lokal bukan hanya sekedar untuk pengobat rindu kampung halaman. Kini, kuliner juga menjadi duta bangsa. Sebuah resto Indonesia hadir di Swiss untuk mempromosikan Indonesia.

Wilayah Swiss yang seluas Jawa Barat juga memiliki restoran yang menyajikan beragam hidangan termasuk hidangan Indonesia. Ada 3 restoran Indonesia yang hadir di Swiss. Restaurant Bali di kota Fraschnacht yang berbatasan dengan wilayah Jerman & Austria, Restaurant Sindang Reret khas sunda di Hutwil yang berada di Kanton Luzern dan Dapur Indonesia yang ada di Zurich.

Meskipun baru setahun ada di Zurich, sajian hidangan Indonesia di Dapur Indonesia digemari oleh masyarakat sekitar. Nama resto inipun menduduki posisi pertama saat dicari melalu website wisata Tripadvisor. Menurut mereka yang sudah mencicipi hidangan Dapur Indonesia, hidangan racikan resto ini sianggap memiliki cita rasa otentik yang enak.

Dapur Indonesia hanya berkapasitas sekitar 50 tempat duduk, sehinggatamu sangat dianjurkan untuk membuatreservasi lebih dahulu. Hidangan lengkap dari pembuka dan penutup disajikan segar dan menarik.

Sebagai makanan pembuka, ada aneka jajanan kaki lima khas Indonesia seperti martabak telur yang disajikan lengkap dengan acara dan cabai rawit. Soto Betawi yang banyak dijajakan di pinggir jalan di Jakarta juga disajikan hangat mengepul lengkap dengan sambal dan empingnya.

Sebagai hidangan utama, ada nasi rames, nasi gudeg Yogyakarta, bebek goreng Sindanglaya, ayam betutu, ayam rica-rica, tahu telur, kangkung tauco hingga sayur lodeh. Pilihan hidangan Indonesia gaya rumahan yang populer dari berbagai daerah ini sekaligus melengkapi jenis hidangan Indonesia yang sudah dikenal masyarakat setempat seperti soto dan sate ayam.

Diane Maweikere, sang pemilik, pernah mengenyam pendidikan perhotelan di Swiss secara jeli melihat kesempatan unuk memperkenalkan kuliner Indonesia ini di dunia international. Secara khusus ia memilih jajanan kaki lima sebagai ciri khas yang diperkenalkan pada masyarakat Swiss. Sambutan hangat dari pelanggan membuktikan makanan tradisional tak kalah enak dengan makanan Asia lain seperti Cina, Thailand atau Vietnam.

Dapur Indonesia merupaka salah satu usaha kecil memperkenalkan kekayaan kuliner kepada dunia internasional. Diploamasi budaya melalui lidah ini ternyata sukses diterima oleh masyarakat setempat. Jika ke Zurich, jangan lupa singgah ke Dapur Indonesia yang beralamat di Schaffhauserstr. 3738050 Z?rich – Oerlikon.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, March 3, 2012

Gourmet World Sajikan Menu Healthylicious

- detikFood



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, February 29, 2012

Sajikan Makanan Berbakteri Sebuah Resto Dituntut Rp. 680 juta

Flora Febrianindya - detikFood

Sajikan Makanan Berbakteri Sebuah Resto Dituntut Rp. 680 juta
Foto: howhigh.ca/mrmediatraining.com Jakarta - Sebuah restoran fast food digugat pembelinya karena diduga makanannya terkontaminasi bakteri Salmonella. Seorang wanita asal Oklahoma, Leah Smith, melaporkan restoran tersebut karena menyebabkan ia jatuh sakit.

Pada 3 November 2011, Smith makan di Taco Bell. Dua hari kemudian, Smith merasa perutnya kram dan mengalami diare. Keesokan harinya, diare yang Smith alami bertambah parah hingga ia harus dirawat di klinik kesehatan. Karena keadaannya memburuk, Smith juga harus diawasi oleh petugas medis.

Sakit perut yang dialami Smith berlangsung selama dua minggu, hingga ia harus meninggalkan pekerjaannya. Setelah diperiksa lebih lanjut, akhirnya disimpulkan jika Smith terkena bakteri salmonella enteritidis. Bakteri salmonella adalah bakteri yang disebarkan melalui makanan. Bakteri ini menyerang sistem pencernaan tubuh, mengakibatkan penyakit pada sistem pencernaan.

Wanita 22 tahun ini pun berusaha mencari tahu dari mana bakteri tersebut berasal. Smith dibantu oleh Food Safety News mencari penyebabnya. Ternyata, ada hubungan antara penyakit pada tubuh Smith dengan daging yang dimakannya.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan hasil penelitian Disease Control and Prevention (CDC) yang menyatakan jika terdapat sekurang-kurangnya 68 orang dalam 10 kota yang terkena bakteri Salmonella Enteritidis. Namun CDC tidak menjelaskan secara rinci nama restorannya.

Karena penelitian tersebut, Smith langsung berkesimpulan jika penyebab penyakitnya adalah makanan di Taco Bell. Walaupun kejadiannya berlangsung pada akhir tahun lalu, Smith baru mengajukan gugatannya di pertengahan bulan Februari 2012. Karena merasa dirugikan, Smith menuntut ganti rugi sebesar Rp. 680.000.000. Smith merasa uang tersebut pantas untuk mengganti kerugian emosional serta fisik yang dialaminya, terlebih karena ia harus meninggalkan pekerjaannya selama satu minggu.

Ketika dihubungi oleh pihak media, Amy Kavanaugh, Vice President of Public Affairs restoran Taco Bell menolak untuk memberikan komentarnya mengenai kejadian yang menimpa Smith. “Mereka melakukan tuntutan tersebut berdasarkan penelitian CDC. Padahal faktanya, CDC tidak menyebutkan nama restoran ini pada penelitiannya. Kami membela atas nama restoran, anggota tim dan juga makanan yang dijual”, jelas Kavanaugh.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, June 12, 2011

Washington University Akan Sajikan Makanan Halal

Odilia Winneke - detikFood

Washington University Akan Sajikan Makanan Halal
Foto: superstock.co.uk Jakarta - Sajian makanan halal di kampus Washington University akan segera diwujudkan. Langkah ini merupakan salah satu bukti perhatian pihak universitas akan kebutuhan para mahasiswa. Seperti halnya mereka yang punya kebutuhan khusus untuk makanan lainnya.

Washington University Dining Services sedang menyusun rencana memasukkan makanan halal dalam menu di kantin mereka. Pertama akan mulai diperkenalakan di Village and Bear's Den dan kemudian akan dilanjutkan hingga keluar kampus.

Langkah maju ini merupakan bukti perhatian pihak kampus akan penyediaan makanan khusus seperti halnya makanan khusus untuk agama tertentu, budaya dan kesehatan. Selama ini pihak kampus sudah menyediakan makanan untuk vegetarian, makanan bebas gluten dan khoser, juga untuk mereka yang diet makanan tertentu.

Ada sekitar 70-100 orang yang mengajukan permintaan akan makanan halal dan bisa jadi jumlahnya akan terus bertambah. Seperti halnya penyediaan makanan khusus lain, penyediaan makanan halal merupakan salah satu langkah maju.

Selama ini penyediaan makanan halal terbentur pada masalah jumlah permintaan yang kecil dan biaya yang lebih mahal. Dining Services harus mencari daging bersertifikat halal yang cukup mahal. Namun, tindakan Washington University sangat penting sebagai penerimaan semua aspek dalam gaya hidup.

Seringkali kita lupa akan batasan makanan karena agama juga merupakan bagian gaya hidup yang mempengaruhi cara hidup dan berpikir. Demikian juga pada mahasiswa yang memutuskan tidak mengkonsumsi makanan tertentu karena alasan agama.

Keputusan Washington University patut dipuji. Tindakan mengakomodir kebutuhan sebagian kecil mahasiswa akan makanan halal merupakan kepedulian akan beragamnya gaya hidup masyarakat. Tentunya Washington University menjadi makin mantap sebagai institusi pendidikan yang mapan dan menghargai keberagaman dalam masyarakat.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Tuesday, April 12, 2011

APJI Siap Sajikan Katering Halal

Devita Sari - detikFood

APJI Siap Sajikan Katering Halal
Jakarta - Tidak hanya produk atau restoran yang membutuhkan sertifikat halal. Katering pun perlu dibekali sertifikat halal, sebab sebagian besar konsumennya adalah kaum muslim. APJI sebagai wadah bagi perusahaan dan katering pun ikut mendukung lahirnya katering-katering halal!

Kuliner halal semakin menggeliat tidak hanya di negara-negara mayoritas muslim tetapi juga di seluruh dunia. Oleh karena itu sudah sewajarnya apabila Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, mulai serius dalam menggarap penyediaan kuliner halal. Apalagi baru-baru ini LPPOM MUI bersama dengan Menbudpar telah mencanangkan ketersediaan kuliner halal untuk mendukung 'Visit Indonesia'.

APJI atau Asosiasi Perusahaan Jasa Boga sendiri merupakan wadah bagi para pengusaha jasa boga dan jasa katering di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1987 dan terus mengikuti perkembangan jasaboga tanah air yang semakin marak. Selama ini APJI sangat berperan dalam ketersediaan jasaboga halal (kuliner halal). Sehingga APJI juga selalu mendukung program-program yang dilakukan oleh LPPOM MUI khususnya yang berkaitan dengan kuliner.

Mengingat lebih dari 80% penduduk Indonesia beragama Islam membuat ketersediaan makanan halal di tanah air menjadi penting. Begitu pula semakin kreatif dan produktifnya para pengusaha jasa boga termasuk katering. Ditambah campur tangan teknologi dan bahan baku yang makin inovatif membuat sertifikasi halal sangat penting untuk menjamin produk halal. Untuk itu peran APJI dalam mendukung ketersediaan katering halal sangat jelas diperlukan.

Saat ini sekitar 42.000 pengusaha katering dari seluruh Indonesia bernaung di bawah APJI. Dimana jenis katering tersebut terbagi-bagi menjadi katering rutin, katering acara, katering pabrik, serta katering offshore yang mencakup layanan baik di pesawat, kereta api, maupun kapal.

Dalam seminar Kuliner Halal yang digelar oleh LPPOM MUI, ketua APJI juga mengusulkan untuk membuat layout kitchen halal dan non halal dalam sebuah perusahaan katering. Untuk menyajikan makanan yang halal, perusahaan katering juga harus memiliki standar penyajian secara halal. Mulai dari pemilihan bahan baku, pemasok (petani dan pabrik), peralatan, proses handling dan serving hingga ke tangan konsumen.

(dev/Odi)

Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message

Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here