Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label University. Show all posts
Showing posts with label University. Show all posts

Friday, March 8, 2013

Columbia University Diduga Habiskan Rp 48 Juta Untuk Nutella

Bonigrasa whey powderDMineNichojessSusu dan Makanan Bayi dan BalitaFlakes Makanan Tambahan usia 2-5thSusu Pertumbuhan 6-12 Bulan Rasa VanillaSusu Pertumbuhan 1-5 Tahun Rasa VanillaVaksin; MEVAC ACYW 135Vaksin; MENVEO MENINGOCOCCAL Group A, C, W135LumbricumJakarta - Siapa tahan manis gurih selai Nutella? Saking cintanya dengan selai cokelat hazelnut ini, sebuah Universitas di Amerika Serikat mengeluarkan biaya sekitar Rp Rp 48 juta setiap minggunya untuk persediaan Nutella.

Sebuah data yang datang dari Columbia University Dinning Service menyebutkan para mahasiswa mengonsumsi hampir 100 pon atau sekitar 45,3 kg nutella setiap hari. Data ini merupakan total dari tiga Dining Hall yang ada di Columbia University yaitu Ferris Booth, JJ's Place, dan John Jay.

Hal ini mengakibatkan pengeluaran biaya Dining Service mencapai $5.000 atau sekitar Rp 48.435.000 setiap minggu. Ini mulai sejak Nutella dimasukkan ke dalam daftar makanan pada bulan lalu.

Untuk memuaskan kebiasaan makan cokelat diduga para mahasiswa mulai mencuri persediaan Nutella. Sejak selai itu diperkenalkan pada 11 Februari 2013, para mahasiswa diduga mengisi gelas hingga mangkuk sup dengan Nutella.

“Permintaan untuk Nutella lebih banyak dari yang diharapkan, para mahasiswa mengambil Nutella di Ferris Booth Commons dan mengambil lagi di John Jay. Berarti kami kehabisan produk lebih cepat dari yang dibayangkan,”kata Vicki Dunn selaku Executive Dining Service kepada New York Times.

Columbia mewawancarai 11 mahasiswa, semuanya mengakui pernah mencuri makanan seperti roti dan saus tomat. Namun, tidak satupun yang mengakui mengantongi atau memasukkan Nuttella ke dalam wadah.

Perwakilan dari Columbia University sampai saat ini menyangkal total jumlah yang dikemukakan oleh pihak pengurus ruang makan. Dilansir dalam Bwog (08/03/2013) permintaan Nutella dalam 3-4 hari pertama memang sangat besar, tapi hal itu hanya berlangsung sementara.

Bagaimanapun, jumlah asli yang dikeluarkan hanya sekitar $2.500 atau sekitar Rp 24.217.500 dan menurun secara cepat menjadi $450 atau sekitar Rp 4.359.150 per minggu untuk tiga lokasi ruang makan yang menyajikan makanan untuk 3600 mahasiswa.

Beberapa pihak menanggapi kejadian ini wajar mengingat para mahasiswa telah membayar mahal untuk biaya masuk dan makanan yang akan disajikan.

“Saat Anda sudah membayar mahal untuk makanan, wajar jika merasa sudah haknya untuk mengambil makanan sesuka hati. Tetapi mereka tidak sadar bahwa pihak pengurus memakai uang ekstra untuk menyediakan beberapa bahan makanan baru seperti Nutella dan almond butter,” kata Peter Ballinson selaku perwakilan mahasiswa kepada Gothamist (08/03/2013).

(odi/fit)


Roti sehat harga hemat

Sunday, June 12, 2011

Washington University Akan Sajikan Makanan Halal

Odilia Winneke - detikFood

Washington University Akan Sajikan Makanan Halal
Foto: superstock.co.uk Jakarta - Sajian makanan halal di kampus Washington University akan segera diwujudkan. Langkah ini merupakan salah satu bukti perhatian pihak universitas akan kebutuhan para mahasiswa. Seperti halnya mereka yang punya kebutuhan khusus untuk makanan lainnya.

Washington University Dining Services sedang menyusun rencana memasukkan makanan halal dalam menu di kantin mereka. Pertama akan mulai diperkenalakan di Village and Bear's Den dan kemudian akan dilanjutkan hingga keluar kampus.

Langkah maju ini merupakan bukti perhatian pihak kampus akan penyediaan makanan khusus seperti halnya makanan khusus untuk agama tertentu, budaya dan kesehatan. Selama ini pihak kampus sudah menyediakan makanan untuk vegetarian, makanan bebas gluten dan khoser, juga untuk mereka yang diet makanan tertentu.

Ada sekitar 70-100 orang yang mengajukan permintaan akan makanan halal dan bisa jadi jumlahnya akan terus bertambah. Seperti halnya penyediaan makanan khusus lain, penyediaan makanan halal merupakan salah satu langkah maju.

Selama ini penyediaan makanan halal terbentur pada masalah jumlah permintaan yang kecil dan biaya yang lebih mahal. Dining Services harus mencari daging bersertifikat halal yang cukup mahal. Namun, tindakan Washington University sangat penting sebagai penerimaan semua aspek dalam gaya hidup.

Seringkali kita lupa akan batasan makanan karena agama juga merupakan bagian gaya hidup yang mempengaruhi cara hidup dan berpikir. Demikian juga pada mahasiswa yang memutuskan tidak mengkonsumsi makanan tertentu karena alasan agama.

Keputusan Washington University patut dipuji. Tindakan mengakomodir kebutuhan sebagian kecil mahasiswa akan makanan halal merupakan kepedulian akan beragamnya gaya hidup masyarakat. Tentunya Washington University menjadi makin mantap sebagai institusi pendidikan yang mapan dan menghargai keberagaman dalam masyarakat.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here