Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Murmer. Show all posts
Showing posts with label Murmer. Show all posts

Sunday, October 2, 2011

Murmer Halal di Denpasar

Bondan Winarno - detikFood

Murmer Halal di Denpasar
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Pada tahun 1970-an, saya masih ingat betapa sulitnya mencari sajian halal di Bali. Di Denpasar, seingat saya, andalannya hanya satu, yaitu RM Beringin yang menyajikan masakan Padang. Itu lagi, itu lagi.

Sekarang, sejalan dengan perkembangan pembangunan yang pesat, peta kuliner Bali pun berubah hampir total. Hampir semua gagrak kuliner Nusantara terwakili di Bali. Masakan dari daerah Aceh, Padang, Palembang, Sunda, Jawa, Lombok, Makassar, Manado, dan lain-lain, kini cukup mudah dijumpai di Bali.

Dalam hal masakan Padang yang pilihannya sekarang sangat luas, favorit saya sekarang justru masakan "new age" dari LaPau – milik perantau Minang yang menikahi seorang perempuan Prancis. Lepau makan ini berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai 178AB, Sanur (0361 286178, 7800055).

Hidangan La Pau sangat unik dan tidak dapat ditemukan di rumah-rumah makan Padang lainnya. Masakan ikannya sangat mengesankan. Juga masakan jengkolnya. Tampaknya, Anda harus datang sendiri ke LaPau untuk membuktikan keunikan dan kelezatannya. Pada malam-malam tertentu, Metrus – sang pemilik – suka menghadirkan pemusik jalanan untuk menghibur para tamu.

Di Denpasar, salah satu "sentra" sajian halal berada di sepanjang Jalan Teuku Umar dan seputaran Lapangan Puputan, Renon.

Warung Ampera – waralaba masakan Sunda yang kini sudah punya ratusan cabang di seluruh Nusantara – pun hadir di Jalan Teuku Umar. Di ruas jalan ini juga ada Nasi Uduk Kebon Kacang, Pecel Madiun, Nasi Liwet Primadona, Mie Bandung, Bakwan Surabaya, Mi Ayam Jakarta. RM Rasa Sayang yang pernah sangat populer juga berada di jalan ini.

Jangan lewatkan di Jalan Teuku Umar 231, ada Kopitiam Oey (0361 8222144) dengan hidangan khasnya, seperti: soto tangkar pipi sapi, nasi item, selat solo, sop kepala ikan, dan lain-lain.

Untuk masakan khas Bali, ada beberapa pilihan, khususnya: Warung Satria dan Warung Wardani – nama lama yang tetap eksis hingga kini. Keduanya menyajikan masakan khas tradisional Bali tanpa babi. Nasi campur Bali mereka harus dicoba. Karena itu, bila ada sahabat Muslim yang ingin mencicipi masakan khas Bali, saya biasanya menyarankan mereka mengunjungi salah satu dari kedua warung ini.

Warung Satria berlokasi di Jalan Kedondong 11A (0361 235993), Denpasar. Juga ada cabang di Kuta (0361 762496), dan di Tohpati (0361 762496). Sedangkan Warung Wardani di Jalan Yudistira 2, Denpasar (0361 224398). Preferensi saya adalah Warung Wardani. Selain tempatnya lebih nyaman dan bersih, juga citarasanya – menurut saya – satu strip di atas Warung Satria.

Tempat makan lain untuk mencicipi masakan khas Bali tanpa babi adalah Warung Krishna, Jl. Kutat Lestari 4, Sanur Kauh, (dekat Sanur Beach Hotel, 0361 281661). Warung Krishna kini semakin populer di kalangan para wisatawan nusantara. Pada musim-musim liburan, tempat ini selalu menjadi sangat ramai.

Bila Anda penggemar Ayam Betutu Lina, yaitu masakan ayam betutu pedas (betutu lalah) gagrak Gilimanuk, Anda juga dapat menemuinya di Jalan Plawa 104, Denpasar (0361 227105). Kabarnya, sekarang juga sudah ada cabang lain di Jalan Merdeka, Denpasar. Boleh juga mencoba Betutu Liku di Jalan Gatot Subroto (dekat Kacang Rahayu), juga di Jalan Gandapura, Denpasar.

Di Renon juga ada Warung JerMan (Jeruk Manis, Jl. Raya Puputan Renon 2060361 247751) yang menyajikan berbagai masakan ayam. Yang paling khas disini adalah ayam bakar bumbu plecing. Mirip ayam Taliwang Lombok.

Ayo, rame-rame ke Bali. Jangan lupa beli wig dulu. Ehehe, ga nyambung, ya?

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Friday, July 22, 2011

Sisa Ekspor Jadi Sajian Mur-mer Mak Nyuss

Bondan Winarno - detikFood

Sisa Ekspor Jadi Sajian Mur-mer Mak Nyuss
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Setahun yang lalu, ketika berjalan-jalan di Solo, saya diajak teman berkunjung ke sebuah warung sederhana di kawasan Purwosari. Warung itu sendiri baru buka beberapa minggu sebelumnya, tetapi sudah ramai dikunjungi tamu.

Hidangannya pun sangat sederhana, yaitu gule kepala ikan. Tetapi, bukan hanya kepalanya yang disajikan, melainkan lengkap dengan tulangnya seekor utuh. Sisa-sisa daging masih menempel cukup tebal pada tulang-tulangnya. Bila melihat bentuknya, kita akan segera sadar bahwa ini adalah sisa karkas ikan setelah fillet (daging)nya diambil.

Ternyata, memang demikianlah adanya. Kepala dan tulang ikan nila-kakap ini sebenarnya adalah sisa dari sebuah pabrik pengolah ikan. Fillet-nya diekspor ke Prancis dalam bentuk beku, sedangkan sisanya dibekukan dan kemudian dikirim ke warung-warungnya Mas Agus ini.

Oleh Mas Agus, kepala dan tulang ikan ini kemudian dimasak dengan bumbu gule. Harus diakui, gule Mas Agus ini patut diacungi jempol. Wangi dan sangat gurih. Wanginya dihasilkan oleh daun kemangi yang dimasak bersama kuah gule. Sekalipun daun kari atau salam koja akan menghasilkan aroma yang lebih cantik, tetapi kemangi pun cocok sebagai finishing touch gule gurih ini (Rp 19 ribu).

Selain daging yang masih utuh di bagian kepala ikan, serta sisa-sisa irisan tipis yang masih melekat di sepanjang tulang utamanya, bagian dagu dan perut ikan yang masih tebal juga menjadi bagian berdaging yang disukai orang. Keunggulan hidangan sederhana ini memang terletak pada citarasa gule yang sungguh lezat. Syaratnya sau: tamu harus sabar menyisihkan duri dan tulang dari masakan ini. Selain gule, Mas Agus juga menyajikan karkas ikan ini dengan bumbu tom yam yang asam pedas.

Mas Agus juga menyajikan potongan bagian dagu dan perut ikan menjadi sajian yang disebut Dagu Penyet (Rp 13 ribu). Bagian yang berdaging dan berlemak tebal ini digoreng garing, dan disajikan dengan sambal trasi yang nendang. Sajian ini juga menjadi favorit saya bila berkunjung ke warung sederhana ini.

Hebatnya, dalam waktu setahun, Mas Agus ternyata berhasil mengembangkan waralaba ini ke seluruh Pulau Jawa. Cabang Jakarta yang baru buka beberapa bulan ini adalah cabang ke-22. Kabarnya, sebelum akhir tahun 2011, Warung Mas Agus akan berkembang menjadi 30 gerai di seluruh Jawa. Luar biasa.

Khusus di gerai yang di Jakarta, karena Mas Agus bermitra dengan pemilik rumah makan Tionghoa "Warna Warni" yang sudah lebih dulu eksis di tempat yang sama, maka di rumah makan ini juga tersedia menu masakan Tionghoa, seperti: capcai, udang saus Singapura, kakap tahu tausi, dan lain-lain.

Gule Kepala Ikan Mas Agus
Jl. KH Wahid Hasyim 8B
Menteng, jakarta Pusat
021 3140909

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Tuesday, July 19, 2011

Makan Murmer di Warung Mbak Harni

Eka Septia Wulan - detikFood

Makan Murmer di Warung Mbak Harni
Foto: wln/detikfood Jakarta - Perut lapar namun kantong sedang menipis? Mampir saja ke warung nasi yang berlokasi di sudut Kemang ini. Puluhan sajian hidangan ala rumahan bisa dipilih. Makanannya sedap dan mantap. Harganya juga bersahabat dan dijamin perut kenyang!

Sudah agak lama halaman depan Bank Commonwelth, Kemang berubah. Beberapa jajaran penjaja makanan berkumpul di halaman ini. Ada tukang sate Padang, nasi goreng, batagor Bandung, juga penjual nasi rames. Yang paling banyak dikerumuni orang si penjual nasi rames.

Gerobak penjual nasi rames yang belakangan saya ketahui bernama Mba Harni ini dijejali puluhan piring berisi lauk pauk. Wah, sampai bingung saya dibuatnya. Mas pelayan berbaju oranyepun bersliweran melayani pembeli. Pembeli tinggal antri, kemudian diambilkan nasi putih dan tinggal pilih lauknya langsung.

Hmm.. ada sambal goreng kentang, balado ikan tongkol, tumis petai utuh, balado udang, tumis daun pepaya, urap, bacem tempe tahu, perkedel, oseng-oseng teri, tumis cumi kering, ayam goreng, emapl, pesmol ikan mas, dan lain-lain. Kalau saya tebak ada hampir sekitar dua puluh menu disajikan dalam gerobak nasinya.

Tempat makan ini sederhana saja, tanpa tenda cukup dengan bangku plastik dan meja kayu tempat pengunjung bersantap berbaur dengan yang lainnya. Saya dan beberapa pengunjung langsung antri menunggu giliran dilayani oleh penjual. Piring anyaman lidi dialasi daun pisang jadi wadah nasi serta lauk pauk.

Setelah bingung menentukan pilihan jatuh pada balado udang, tumis daun pepaya, tempe bacem, dan perkedel kentang. Nasi putihnya kemepul hangat harum menggelitik. Rasanya pulen, enak disantap dengan balado udang yang pedas menggigit. Tumis daun pepaya nya krenyes..krenyes renyah, gurih-gurih pedas, sedikit pahit. Gigitan pedas dari potongan cabai rawit merah yang bikin tambah nikmat!.

Belum lagi hidangan di dalam piring saya tandas, penjual yang baru mengisi ulang baskom berisi urap langsung saya serbu, takut kehabisan. Sayuran berupa kacang panjang, tauge, kol, dan juga bayam jadi campuran urap yang pas. Bumbu urapnya cukup pedas dengan semburat aroma kencur dan bawang yang enak.

Ah, perut pun terasa kenyang. Segelas es teh manis yang segar membilas tenggorokan. Pengunjung yang datang semakin banyak, tidak hanya orang kantoran sekitar tapi juga sekelompok anak muda bahkan para bule juga hobi makan di sini lho! Saat membayar, o la la.. lagi-lagi saya dibuat terkejut. Pasalnya, harga yang dibandrol untuk semua makanan yang saya makan plus dua gelas es teh manis ini hanya Rp 18.000 saja. Murah bukan?

Si penjual mengatakan kalau untuk tahu dan tempe bacem harganya berkisar Rp 3.000, untuk semua jenis sayuran Rp 2.000, sedangkan untuk hidangan berbahan dasar ikan harganya mulai dari Rp 3.000- Rp 5.000. Pantas saja kalau warung mbak Harni ini ..marai kangen alias bikin kangen!

Warung Makan Mba Harni
Jl. Kemang Raya (Samping La Codefin, Pelataran parkir Bank Commonwelth)
Buka : 17.30 WIB
Cabang warung lesehan Mari Kangen, Poin Square.

(eka/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here