Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Nyuss. Show all posts
Showing posts with label Nyuss. Show all posts

Wednesday, August 8, 2012

Yukhoe: Steak Tartare Mak Nyuss dari Korea

Bondan Winarno - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Yukhoe: Steak Tartare Mak Nyuss dari Korea
Foto: Bondan W Jakarta - Beberapa bulan yang lalu saya pernah singgah di restoran Korea ini dan mencicipi samgyetang (sup ayam ginseng) yang top markotop! Saya kembali lagi ke resto yang sama karena mendengar bahwa yukhoe (baca yuke, "e" seperti pada tempe)-nya harus dicoba. Kadang-kadang yukhoe juga deija sebagai yukhe atau yukwe.

Karena itu, tanpa berpikir panjang, setiba di resto yang nyaman ini saya pun langsung memesan yukhoe. Ternyata tidak sesederhana itu. “Daging USA atau Australia?” Ah, lihat dulu harganya. Yang dibuat dari daging sapi Australia lebih murah, dibandrol Rp 120 ribu, sedangkan yang daging sapi USA Rp 230 ribu. Tetapi, karena sedang sebel dengan Australia yang memboikot pengiriman sapi ke Indonesia, maka saya pun memilih yukhoe dari daging yang lebih mahal.

Seperti tradisi di resto-resto Korea, tamu selalu disuguhi pan chan (beberapa piring appetizers) , seperti: kim chi, tumis bayam, ikan asin balado, kol nenek (siput sedut), telur dadar, dan lain-lain. Pan chan biasanya disajikan gratis untuk dinikmati sebelum hidangan utama datang.

Yukhoe adalah daging sapi mentah yang diiris tipis-tipis – bukan dicincang. Irisannya setebal dan selebar 2 milimeter. Daging mentah ini diberi berbagai bumbu, dan dionggokkan di atas sebaran potongan julienne buah pir dengan sebutir telur ayam mentah sebagai topping. Bagaimana cara makannya? Ambil sumpit, kucuri daging dengan sedikit minyak wijen, dan aduk daging mentah dengan telur ayam mentah bersama rajangan buah pir. Lalu disantap. OK, jangan dulu merasa jijik. Daging mentah dan telur ayam mentah – sepanjang dijaga kebersihan dan suhunya – adalah makanan sehat dan enak. Harumnya minyak wijen berhasil dengan sempurna "menyelimuti" aroma daging mentah. Sedangkan tekstur pir Korea yang mirip bengkuang membangun kesegaran dan menutupi mushiness tekstur daging mentah.

Yukhoe memang sangat mirip dengan steak tartare yang populer di Prancis. Bedanya, tartar steak dagingnya dicincang. Bumbu-bumbunya juga beda. Steak tartare memakai bumbu-bumbu bubuk seperti: lada hitam, dan oregano. Sedangkan yukhoe memakai bawang putih, lada hitam, gula merah, dan sedikit kochuchang (sambal Korea).

Di Seoul, beberapa kali saya memesan yukhoe dan kadang-kadang disajikan dengan Belgian endive (salad yang rasanya pahit) dan daging mentahnya ditaburi pine nuts dan wijenj sangrai. Di Sam Won House, daging mentahnya disajikan dengan dua iris tebal bawang putih mentah. Mantaap! Hard core!

Harus diakui, yukhoe memang memerlukan proses acwuiring taste untuk dapat disukai. Khususnya bila secara mental kita telah menolak konsep daging atau ikan mentah sebagai sajian yang pantas. Tetapi, sesungguhnya, bagi penyuka yukhoe, sajian ini sungguh merupakan salah satu ikon kuliner terbaik Korea.

Jadi, kalau Anda benar-benar nge-fans dengan Rain (Jung Ji-Hoon), Bae Youn-Jun, Suju, dan bintang-bintang keren Korea lainnya, Anda harus mulai belajar menyukai yukhoe ini. Ayo ke Sam Won. Soalnya, dengan cuaca yang panas seperti di Jakarta, tidak semua resto Korea di sini menyediakan yukhoe di menu-nya. Suhu kamar yang tidak ideal, serta kondisi sanitasi dan higina akan meningkatkan kemunginan/kerentanan pencemaran terhadap daging sapi mentah dan telur ayam mentah.

Sam Won House
Supreme Korean Cuisine
Setiabudi One, GF, Unit B107
Jl. H.R. Rasuna Said kav. 62
Jakarta Pusat
021 52904213
www.samwonhouse.com

(bon/bon)


Berbagi tempat makan favorit Anda, raih voucher makan dan wisata kuliner ke Makassar GRATIS. Detail bisa dilihat disini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Friday, April 6, 2012

Kepiting Kam-Heong Mak Nyuss dari Seroeni

Bondan Winarno - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Kepiting Kam-Heong Mak Nyuss dari Seroeni
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Seroeni adalah bagian dari S-2 – sebuah one-stop eateries under one roof – yang menampilkan enam gerai makanan/jajanan di satu lokasi. Di dalam kompleks modern yang luas ini didapati Geisha Japanese Restaurant, Fleur International Restaurant, Fiore Creamery (gelato), Moshi-moshi Japanese Bread, Snow Monster (snow ice), dan Seroeni Peranakan Parlour. Apapun pilihan Anda, kemungkinan besar dapat dijumpai di sini.

Seroeni menampilkan sajian peranakan Tionghoa-Melayu dalam fine-dining setting yang menawan. Sangat mewah untuk ukuran Semarang, sekalipun dari segi harga ternyata standarnya masih sangat affordable. Bayangkan, masakan kepitingnya yang istimewa (sekitar 500 gram bobot mati), hanya dibandrol dengan harga Rp 119 ribu. Masakan udangnya rata-rata Rp 59 ribu. Di Jakarta, masakan kepiting dan udang di warung tenda pun sudah setara harganya. Masakan termahal di Seroeni adalah lobster yang diberi label harga Rp 225 ribu per porsi.

Daftar menunya sangat elaborate. Untuk hidangan pembuka, tersedia: Thai mango salad, octopus & seaweed salad, crispy honey eel, hot&sour szechuan soup, dan lain-lain. Masakan udangnya bermacam-macam: golden nestum prawn, mayonaisse prawn, crispy prawn with lemon sauce, salted egg butter lobster. Kepitingnya dimasak kukus maupun goreng, seperti: crispy oatmeal soft-shell crab, chili crab, salted-egg butter crab, dan lain-lain.

Untuk memastikan otentisitas masakan peranakan, Seroeni mempekerjakan seorang chef dari Penang. Padahal, sebetulnya, di Malaysia yang lebih terkenal masakan peranakannya adalah justru dari Melaka. Saya beruntung pernah mencicipi masakan langsung Chef Bob yang ternyata memang benar-benar mak nyuss? Chef Bob juga sangat trampil memanfaatkan berbagai teknik manual memasak.

Salah satu resep andalan Chef Bob adalah udang atau kepiting saus kam-heong. Mirip chili sauce, namun lebih gelap warnanya dan tingkat kepedasannya lebih sopan. Aroma dan citarasa blacan (trasi) yang intens namun lembut menjadi kekuatan utama sajian ini. Kepiting atau udang digoreng cepat dengan suhu tinggi, lalu dibalur dengan saus kam-heong, dibubuhi daun kari atau salam keju yang aroma harumnya semakin meng-elevasi kualitas masakan ini. Mak nyuss!

Mudah-mudahan, bila Anda mampir ke Seroeni nanti, pemiliknya sudah menyediakan roti goreng mantau untuk mencocol saus kam-heong seperti yang saya sarankan.

Seroeni Peranakan Parlour
Jl. Sisingamangaraja
Candi Baru, Semarang
024 8503344
www.seroeni.com

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, March 31, 2012

Nasi Goreng Organik nan Mak Nyuss!

Bondan Winarno - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Nasi Goreng Organik nan Mak Nyuss!
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Sekitar tiga tahun yang lalu, Jane Chen – yang mulai "gila" makanan organik, alkali, maupun makrobiotik – mengajak saya mencoba masakan di restoran ini. Ketika itu, restoran Chandi baru saja buka. Ternyata, Dwi Agung Nugroho, chef owner-nya, adalah teman Gino Jr., menantu saya. Istri Agung juga teman Gino ketika belajar di Prancis. Dunia memang sempit, ternyata.

Sudah lama saya tidak singgah ke Chandi. Bahkan sudah melupakannya. Namun saat saya berkunjung ke Bali, saya pun segera menyempatkan singgah ke Chandi. E, ladalah! Lha, saya kan pernah ke sini? Barangkali saya mulai pikun, ya?

Setting-nya memang fine dining. Semua meja memakai taplak putih bersih. Di kartu namanya tertulis: Modern Asian Cuisine. Sedang pada kartu menunya tertulis lain lagi: A Gastronomic Twist on South-East Asia Cuisine. Di bagian depan tampak lemari pendingin berisi ratusan botol wine. Daftar menu pun menampilkan berbagai sajian kreasi baru yang tampaknya memang sesuai untuk "ditemani" wine.

Di deretan makanan pembuka, tampak berbagai pilihan menarik, antara lain: sup semangka dingin (Rp 32 ribu), be sisit (ayam suwir bumbu sambal matah, khas Bali, Rp 44 ribu), soft-shell crab salad (Rp 68 ribu), seared scallop salad, dan soy cured salmon.

Saya memilih black pepper crab dumplings (Rp 68 ribu) yang menurut pramusaji merupakan salah satu appetizer favorit di restoran ini. Penampilannya memang seperti pangsit pada umumnya. Karena kulitnya terlihat agak tebal (maaf, saya memang penyuka pangsit yang berkulit sangat tipis), saya membongkar pangsit itu dan langsung mengambil isinya – serpihan daging kepiting berbumbu lada hitam. Hmm, yummm. Manis alami daging kepiting dan gurihnya bumbu. Lada hitamnya sendiri tidak berlebihan – cukup untuk sedikit menggetarkan lidah.

Ketika memilih hidangan utama, saya menerima saran Agung untuk mencoba nasi gorengnya. Duuuh, kok desperate amat, sih? Masuk restoran sebagus ini hanya untuk makan nasi goreng? "You won't regret it," kata Agung sambil meneruskan pesanan ke dapur. Saya melirik ke menu. Di sana tertulis: Agung's Queen Prawn and Scallop Black and Red Nasi Goreng. Bahwa menu ini memakai nama si empunya, tentunya berkategori signature dish.

OK, let's see. Plating si nasi goreng ini, ternyata, memang istimewa. Tampak nyata bulir-bulir gendut nasi dari beras hitam dan beras merah (keduanya organik!) bersalut orak-arik telur. Sepasang udang berukuran besar menjadi side piece yang dominan, tiga butir grilled scallop, dan beberapa cincin panfried cumi-cumi. Aromanya pun mulai menggelitik lubang hidung. Hmm, cakep juga, nih.

Sendokan pertama langsung member kejutan. Seperti tidak ada jejak-jejak minyak sama sekali. Lidah tidak terasa licin oleh minyak goreng. Ternyata, di antara nasi goreng itu "terselip" beberapa lembar daun bercitarasa mirip basil, tetapi lebih lembut. Jurumasak menyebutnya tarragon. Tetapi, menurut saya, tarragon tidak leafy bentuknya. Ini justru mirip semacam basil di Vietnam (sisinya bergerigi) yang banyak dipakai secara segar. Daun inilah yang turut membuat nasi goreng ini out of this world.

Tingkat kematangan udang, scallop, maupun cumi-cuminya pun mengagumkan. Mak nyuss-lah, pokoke! Daftar menu Chandi tidak terlalu lebar. Terfokus pada beberapa sajian pilihan. Penganut vegetarian murni pun boleh merasa nyaman makan di sini dengan berbagai pilihan istimewa. Saya juga memesan citrus lemon grass spritzer yang diam-diam saya catat resepnya agar dapat membuat sendiri di rumah. Ayo, kapan traktir saya ke Chandi?

Chandi
Jl. Laksmana 72
Seminyak, Bali
0361 731060
www.chandibali.com

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Thursday, March 15, 2012

Semangkuk Nasi dengan Daging Sapi Mak Nyuss!

Bondan Winarno - detikFood

Semangkuk Nasi dengan Daging Sapi Mak Nyuss!
Foto: wln/detikfood Jakarta - Bagi saya, Yoshinoya mirip deja vu. Dulu, ketika tinggal di California, Yoshinoya adalah makanan versi fast food kesukaan saya. Harganya murah, cepat saji, porsinya pas, dan citarasanya cocok dengan lidah saya.

Sepulang ke Indonesia, saya menemukan Yoshinoya juga sudah membuka gerai. Maka, saya pun langsung melangganinya juga. Tetapi, lho, kok tidak lama kemudian tiba-tiba menghilang? Atau namanya ganti? Maklum, kemudian memang muncul gerai dengan sajian serupa, tetapi namanya lain. Tentu saja kualitasnya pun beda, sekalipun cukup mirip.

Maka, ketika pertengahan tahun 2010 tiba-tiba muncul spanduk yang bertulisan bahwa Yoshinoya buka lagi, saya pun segera mengunjungi gerainya yang pertama di Mal Kelapa Gading. (Mulai November 2010 juga sudah membuka gerai baru di Grand Indonesia).

Tidak main-main! Kehadiran kembali waralaba asal Jepang ini langsung menggebrak Indonesia dengan pernyataannya: "Terjual 200 Juta Mangkuk Setiap Tahun". Di seluruh dunia, Yoshinoya sekarang memiliki sekitar 1400 gerai. Rata-rata 143 ribu mangkuk setiap gerai setiap tahun atau 391 mangkuk per gerai per hari. Jumlah yang tentu akan membuat ngiler setiap pewaralaba.

Yoshinoya yang sudah hadir sejak 111 tahun yang lalu, tetap setia menyajikan makanan sederhana yang termasuk comfort food, yaitu donburi (semangkuk nasi dengan lauk sederhana di atasnya). Secara lebih khusus lagi, Yoshinoya dikenal dengan donburi daging sapi yang secara umum dikenal dengan sebutan beef bowl - karena donburi selalu disajikan di dalam mangkuk. Tidak heran, Yoshinoya pun berani memakai slogan "The World's Best Beef Bowl".

Untuk menjamin konsistensi mutu, Yoshinoya berprinsip teguh mengirim semua bahan masakannya dari luar negeri - yaitu daging sapi AS, beras Jepang, maupun bawang bombai. Hanya dengan cara itu Yoshinoya dapat menjamin mutu yang konsisten di ribuan gerainya di seluruh dunia.

Porsinya pas untuk ukuran Asia. Nasinya pulen - karakteristik yang khas dari beras Jepang. Daging sapinya yang diiris tipis juga sangat lembut - nyaris tidak perlu dikunyah. Melt in the mouth! Bawang bombai-nya manis tak berserat. Semua itu disajikan dengan resep rahasia yang sudah berusia lebih dari 100 tahun, dengan citarasa manis-gurih yang cantik. Sungguh, hidangan sederhana yang sempurna. Mak nyuss!

Selain Original Beef yang mengesankan, pilihan lainnya adalah: Yakiniku Beef, Veggie Beef, Teriyaki Chicken, dan Crispy Chicken. Dengan harga paket sekitar Rp 35 ribu, kita sudah mendapat satu mangkuk donburi, satu mangkuk sup bening, tiga macam gorengan (ebi furai, siomai ayam, egg roll), dan satu gelas teh hijau (panas atau dingin). Bila mengingini lauk tambahan, tersedia chicken karaage, egg roll (daging cincang digulung dadar), ebi furai, dan sup miso.

Jangan lupa, Yoshinoya juga punya menu khusus untuk anak-anak. Dengan harga Rp 30 ribu, anak-anak mendapat satu boks bento berisi nasi putih, tumis daging sapi atau ayam, egg roll, sup, segelas minuman, dan juga mendapat suvenir mainan.

Oishi, desu-ne! I tadaki masu!

Yoshinoya
Mal Kelapa Gading 3
Food Court, level 3
Jakarta Utara

(eka/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, February 29, 2012

Nasi Goreng Wagyu Mak Nyuss

Bondan Winarno - detikFood

Nasi Goreng Wagyu Mak Nyuss
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Alam Sutera di Serpong semakin menggeliat dan menampilkan beberapa tempat kuliner unik yang ramai dikunjungi orang. Kehadiran beberapa nama besar di sana – seperti: Bandar Jakarta, Radja Ketjil, Eastern Kopitiam – membuat Alam Sutera tidak lagi dapat dipandang dengan sebelah mata. Kabarnya, pada hari-hari akhir pekan, setidaknya enam ribu orang datang "mencari makan" di Alam Sutera.

Stevan Meat Shop adalah salah satu penghuni "Flavor Bliss 2" yang menghadirkan konsep yang unik. Toko daging yang juga menjual berbagai bahan makanan kalengan/botolan ini juga merangkap sebagai restoran. Pengunjung tinggal memilih daging yang diingini di toko daging, lalu minta dimasak sesuai dengan menu yang tersedia. Menu-nya memang berfokus pada daging yang dijual. Katakanlah, tamu membeli sepotong tenderloin seberat 250 gram. Dimasak apa enaknya?

Di menu tersedia pilihan untuk disajikan secara Jepang, Korea, Chinese, Thai, Amerika, atau Eropa. Rata-rata setiap paket seharga Rp 30-35 ribu saja – di luar harga daging. Paket Eropa, misalnya, terdiri atas: mixed salad, mashed potato, dan tenderloin-nya di-grill dan disajikan dengan saus lada hitam. Untuk paket Korea, paketnya terdiri atas: kimchi, semangkuk nasi, dan dagingnya di-grill dengan saus bulgogi. Unik, bukan?

Siang itu saya membeli beberapa iris tipis daging wagyu dan saya minta untuk dimasak dengan nasi goreng. Yang kemudian tersaji di depan saya sungguh mengejutkan. A truly pleasant surprise!

Irisan tipis daging wagyu di-panfried sebentar, kemudian diletakkan di atas cetakan berupa mangkuk. Cetakan itu kemudian diisi dengan nasi goreng yang freshly made, sehingga ketika dikeluarkan dari cetakan dagingnya berada di atas. Di atasnya "bertengger" telur ceplok dengan bagian kuningnya yang indah sempurna. Krupuk udangnya dipotong kecil-kecil, sehingga selintas tampak seperti french fries. Disajikan dengan semangkuk acar timun-bawang merah segar.

Nasi gorengnya menguarkan aroma trasi dengan sopan. Citarasa gurih dan bumbu yang intens membuat nasi goreng ini harus diacungi jempol. "Tendangan" bawang merahnya membuat saya ingat ciri-ciri nasi goreng babat gaya Semarangan yang sungguh kaya rasa. Irisan wagyu-nya tampil sempurna. Gurih, lembut, dengan sedikit tone manis. Kuning telur setengah matang yang meleleh harus diaduk dengan nasi gorengnya. Hmm, mak nyuss!

Setelah makan, saya berjalan ke dapur untuk mencari chef dan menyalaminya. Saya pikir, seorang chef yang menyajikan masakan sekualitas itu wajib mendapat pujian. Semoga ia mampu mempertahankan kualitas di tempat kerjanya yang baru ini.

Stevan Meat Shop & Foodstore juga ada di Meruya Utara (58907870). Saya tidak akan heran bila dalam waktu singkat Stevan hadir di kawasan Jakarta lainnya.

Stevan Meat Shop
Flavor Bliss 2 Unit 7
Alam Sutera
Serpong
021 31784350

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat