Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Warung. Show all posts
Showing posts with label Warung. Show all posts

Tuesday, March 6, 2012

Bertemu si Penggoda di Warung Makan Sunda!

Flora Febrianindya - detikFood

Bertemu si Penggoda di Warung Makan Sunda!
Foto: www.detikfood.com Jakarta - Kalau mampir ke warung makan Sunda yang satu ini memang harus kuat iman. Beragam jenis lauk yang hangat menebar aroma wangi menggelitik, nasi hangat mengepul dan sambal super dahsyatpun siap dicocol dengan lalap. Semoga tabah!

Urusan sambal memang agak sensitif, karena kalau sambalnya tak sedap, bisa-bisa pembeli tak balik lagi. Karena alasan sambal juga, rumah makan Laksana sering jadi pemberhentian terakhir warga Jakarta yang sudah kangen masakan Sunda. Alasannya sama, rindu sambalnya!

Di kota asalnya di Bandung, rumah makan Laksana merupakan warung makan legendaris. Di cabang yang ternama Jl. Soekarno Hatta, hampir tak pernah sepi pengunjung. Lauk ditata mirip rumah makan Padang, bisa diambil sendiri. Makin asyik karena bisa duduk beramai-ramai di meja panjang. Makan dengan tangan pula. Inilah makanan Sunda yang sebenarnya!

Masuk ke salah satu cabang rumah makan Laksana di Jakarta, pemandangannya hampir sama. Deretan pilihan lauk dipajang di salah satu sudut.. Ada banyak menu yang disajikan, mulai dari ayam bakar dan goreng, pepes ikan dan ikan goreng, empal, babat, usus, serta aneka menu lain yang siap dipilih. Semuanya menggiurkan karenanya perlu ketebalan iman untuk tak lapar mata.

Pelayan rumah makan langsung memberikan piring lidi beralas daun pisang untuk meletakkan lauk. Bingung memilih karena di mata saya semua serba menggiurkan ditambah perut sedang lapar. Agak setengah kalap maka pepes ikan mas, sate udang, daging empal juga tahu dan tempe sudah berpindah ke atas piring. Semangkuk sayur asampun melengkapi kekalapan ini.

Bagi orang yang sedang lapar berat, menunggu makanan tiba adalah momen yang agak menyiksa. Baru terhidang sambal terasi segar serta aneka lalapan di atas meja, sudah tergiur untuk mengganjal perut. Seiris mentimun dicocol pada sambalnya, hmm..pedas menyengat dan sedap!

Pepes ikan masnya khas Sunda. Daging ikan lembut gurih dan bertulang lunak, dengan aroma sereh plus daun kemangi. Meresap gurih sampai ke tulang ikan. Tahu dan tempe goreng pun berpindah ke atas piring. Paduan sederhana antara nasi, tahu, tempe, lalapan dan sambal memang selalu pas.

Tahu goreng ukuran besar itu tak hentinya dicocol pada sambalnya yang mengigit pedasnya. Untung ada jus jambu yang sudah dipesan sebelumnya. Segar manisnya mampu membilas mulut yang sudah berteriak kepedasan.

Empal atau gepuk merupkan salah satu hidangan khas Sunda. Irisan daging sapi yang dimasak dengan bumbu ketumbar, bawang dan sedikit gula ini memang gurih-gurih empuk. Diselingi rasa manis gurih bumbunya. Dicocol dengan sambal jadi pas gurih pedasnya.

Tentu saja selingan menyuap empal berikut cocolan sambal dan lalap membuat santapan jadi sedap. Apalagi langsung disuap dengan tangan. Sayura asamnya juga khas Sunda. Rasanya asam sedikitgurih pedas dai kuahnya keruh beradu dengan aneka sayuran yang memadati mangkuk.

Rumah makan ini cocok untuk yang ingin 'ngeriung' makan ramai-ramai dengan menu khas rumahan Sunda. Meja makannya berukuran besar dan memanjang. Jadi makin asyik saat bersebelahan atau malah berhadapan dengan pengunjung lain. Dengan kisaran harga dari Rp.3.500 hingga Rp.18.000, pengunjung sudah bisa makan puas dan tentunya cicipi sambalnya yang raos pisan!

Rumah Makan Laksana
Jl. Wijaya Vll No.1 Melawai
Jakarta Selatan
Telepon: 021-72794116

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, November 9, 2011

Warung Nasi Favorit Para Petinggi

Bondan Winarno - detikFood

Warung Nasi Favorit Para Petinggi
Foto: Bondan Winarno Medan - Abdul Latif Sinaga adalah seorang nelayan di Sibolga yang selama 30 tahun lebih menekuni pekerjaan yang penuh risiko itu. Ketika Nasrul, anak keduanya, lahir, mendadak Abdul Latif takut melaut. "Bagaimana kalau aku mati? Bagaimana nasib anakku kelak?" begitulah kata hatinya yang galau. Ia pun memutuskan untuk berhenti melaut, dan bahui-membahu dengan istrinya yang pintar memasak, mereka pun kemudian membuka warung nasi di kampungnya.

Karena masakannya lezat, warung itupun langsung laris-manis. Tetapi, karena pelanggannya kebanyakan adalah teman-teman mereka sendiri yang suka berutang – khususnya bila musim angin kencang, sehingga mereka tidak berani melaut. Abdul Latif tidak tega menagih utang dari teman-temannya. Maka, pada tahun 1985, mereka pun hijrah ke Medan untuk membuka warung nasi dengan masakan khas pesisir Tapsel (Tapanuli Selatan) di kota besar itu. "Di sini, semua orang bayar kontan," kata Abdul Latif menyeringai.

Tidak heran bila kedai nasinya pun berjaya di Medan. Dari satu kedai nasi, sekarang rumah makannya sudah buka cabang yang lebih besar di jalan utama Medan. Pelanggannya pun tidak lagi para nelayan maupun orang kantoran, melainkan juga para pejabat dan pesohor. Akbar Tandjung, Faisal Tandjung, Aulia Pohan, dan Ruhut Sitompul hanyalah beberapa saja dari nama-nama pesohor yang telah "tergigit" legitnya masakan Nasrul Sibolga.

Masakan gagrak Tapsel memang merupakan "adukan" dari berbagai aliran kuliner utama Indonesia. Bila dilihat sekilas, tampak sekali banyaknya pengaruh masakan Minang dalam kuliner Tapsel, seperti: gulai, asam padeh, balado, palai, dan lain-lain. Masakan Batak jenis halal pun diserap, antara lain arsik, dan daun ubi tumbuk. Tentu saja, masakan Melayu, seperti ikan salai pun menjadi bagian penting dari kuliner Tapsel.

Nasrul Sibolga juga memakai cara saji mirip di rumah-rumah makan Padang. Begitu tamu duduk, beberapa piring kecil berisi berbagai jenis masakan pun dihidangkan di meja. Para tamu memilih sendiri lauk yang diingini, dan kemudian membayar hanya makanan yang dikonsumsi. Bila ada jenis masakan tertentu yang diingini dan belum tersaji di meja, tamu tinggal berteriak memanggil pramusaji.

Kebanyakan tamu Nasrul Sibolga tidak melewatkan gulai kepala ikan gabu (kapuk, disebut manyung atau sembilang di Jawa) yang sungguh berlemak. Kepala ikan berukuran besar ini mengandung kulit yang tebal dan kenyil-kenyil.

Banyak juga tamu yang menyukai ikan geleng – satu jenis sajian yang sudah kian langka di Tapsel. Maklum, ikan geleng ini sangat rumit penyiapannya. Ini adalah ikan kembung yang dikeluarkan daging dan tulangnya, lalu diisi kembali dengan daging ikan yang sudah dilembutkan dan dicampur bumbu, kemudian digoreng. Di Pulau Bangka, sajian ini disebut kembung betelok – mirip dengan sate bandeng di Banten, atau otak-otak bandeng di Surabaya. Konon, di masa lalu, ikan geleng hanya disajikan untuk para raja.

Favorit saya di Nasrul Sibolga adalah arsik ikan mas. Arsik adalah masakan khas Sumatra Utara, terbuat dari ikan mas, dengan bumbu-bumbu yang sungguh istimewa. Arsik Batak, arsik karo, dan Arsik Tapsel punya karakterisitik sendiri-sendiri. Arsik Bataknya berkuah encer, hingga kuahnya dapat dihirup. Arsik Karo kuahnya sangat pekat. Sedangkan arsik Tapsel berada di antara keduanya – tidak terlalu encer, juga tidak terlalu pekat. Warna kuahnya pun lebih merah bila dibanding arsik Batak yang encer kekuningan.

Arsik dimasak dengan bumbu-bumbu: kunyit, andaliman (szechuan pepper), kincung (pucuk bunga kecombrang), asam tikala (asam dari buah kecombrang), asam gelugur, dan banyak lagi. Andaliman membuat pidah bergetar karena pedasnya. Sedangkan dua jenis asam yang dipakai membuat kuahnya terasa segar.

Yang tidak akan pernah saya lewatkan di Nasrul Sibolga adalah sambal bawang batak. Bawang batak adalah bawang merah jenis khusus yang dipetik muda bersama daunnya. Bawang batak menghadirkan aroma harum dalam masakan. Sambal yang pedasnya nonjok ini sungguh dahsyat – dicampur petai dan bawang Batak. Mak nyuosss!

Coba juga masakan ikan salainya. Ikan salai adalah ikan yang dikeringkan dengan cara diasap. Yang enak disalai antara lain adalah ikan lele. Dimasak gulai dengan terong, dijamin Anda akan menghabiskan lebih banyak nasi.

Kalau saja Anda tidak terlalu kalap(aran!), di rumah makan murah-meriah ini cukup dianggarkan Rp 50 ribu per kepala untuk makan kenyang dan puas.

Kabar baik untuk para penggemar Nasrul Sibolga. Saat ini Nasrul sedang mencari lokasi untuk membuka cabangnya di Jakarta. Dalam waktu dekat ini tampaknya rencana itu sudah akan menjadi kenyataan. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Nasrul Sibolga
Jl. Sisingamangaraja 86
Medan
061 7367072, 7320200

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Sunday, October 16, 2011

Citarasa Jawa Timur-an di Warung Sekar Taji

Bondan Winarno - detikFood

Citarasa Jawa Timur-an di Warung Sekar Taji
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Pada saat makan siang, Warung Sekar Taji selalu dipenuhi para karyawan dari berbagai kantor di sekitarnya. Apalagi setelah shalat Jumat, karena tempatnya tidak jauh dari sebuah masjid. Padahal, di sekitarnya ada banyak pilihan lain.

Apa yang menarik dari warung ini? Pertama, karena harganya yang sungguh murah meriah. Kedua, tentu pula karena citarasanya yang cocok di lidah para pelanggannya. Warung Sekar Taji mengkhususkan pada masakan Jawa Timur.

Pilihan saya di sini – kebetulan pula yang paling mahal – adalah rujak cingur (Rp 25 ribu). Disajikan dengan irisan lontong yang cukup lembut, rujak cingurnya tampil cukup sederhana. Sayurnya hanya kangkung, tauge, dan kacang panjang. Buahnya pun hanya ketimun, bengkuang, dan nenas. Tetapi, potongan cingurnya hadir dalam porsi yang cukup generous, ditambah potongan tahu dan tempe goreng. Sambal petisnya juara.

Setidaknya, ada dua kesepakatan dalam menilai rujak cingur Jawa Timur. Pertama, cingurnya tidak boleh terlalu empuk. Tidak perlu kualitas cingur yang bisa menggigit kembali, tetapi harus masih kenyal teksturnya. Kedua, sambal petisnya harus merupakan campuran antara petis "kampung" dan petis "priyayi". Kalau petisnya terlalu bagus, malah tidak akan menghasilkan sambal yang pas tendangannya.

Dalam skala 6-10, rujak cingur Sekar Taji saya beri angka 8. Lumayan, bisa buat tombo kangen (pengobat rindu) bagi mereka yang tidak bisa terlalu sering pulang mudik ke Surabaya.

Sayangnya, bagi sebagian orang, rujak cingur masih merupakan "bizarre food". Entah kenapa, cingur alias moncong sapi ternyata merupakan isu yang menjijikkan bagi banyak orang. Karena itu, bagi orang-orang yang tidak termasuk “Jawa Timur People”, rujak cingur merupakan acquired taste.

Oke, kalau Anda belum bisa makan rujak cingur, masih ada pilihan lain, yaitu nasi rawon (Rp 17 ribu). Potongan dagingnya tidak terlalu banyak, tetapi empuk dan tak seberapa berlemak. Kuah rawonnya encer, dengan citarasa intens. Saya duga dalam proses memasaknya memakai daun mlinjo (daun so), karena saya mendeteksi citarasa yang mirip dengan nasi pindang dari Kudus. Paket nasi rawon ini disajikan dengan telur asin, tauge pendek, sambal trasi, dan krupuk.

Pilihan lainnya adalah nasi rames begana (Rp 16 ribu), nasi ayam bakar (Rp 16 ribu), nasi pecel lele (Rp13 ribu), nasi pecel pincuk atau nasi pecel tumpang (Rp 9 ribu), dan nasi soto ayam (Rp 15 ribu). Side dish yang dapat dipesan adalah bothok teri, tahu telur, atau tahu thek.

Minumannya pun khas, seperti: es blewah, es kelapa muda, es jeruk, dan es soda gembira. Sayangnya, tidak ada es sinom yang terbuat dari daun asam. Kalau ada, sungguh pas-cok untuk mendampingi berbagai masakan yang rata-rata pedesnya nonjok.

Warung Sekar Taji
Jl. Panglima Polim V/58
Kebayoran Baru
021 7393609

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Wednesday, July 27, 2011

Baselo di Warung Gulai Kepala Ikan Tepi Pantai

Bondan Winarno - detikFood

Baselo di Warung Gulai Kepala Ikan Tepi Pantai
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Indahnya pelabuhan Teluk Bayur di Padang, Sumatra Barat, memang tidak sebatas nyanyian populer Erni Djohan di dasawarsa 1970-an. Pelabuhan tenang dengan air biru turkuaz berpagar bukit nan hijau, sungguh merupakan pemandangan yang sejuk di mata dan di hati. Teruskan perjalanan ke Selatan, sekitar empat kilometer lagi menyusuri pantai indah ini, maka Anda akan tiba di sebuah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bungus. Tepat di kelokan itu, ada sebuah warung makan yang sangat populer bagi para pelintas di jalan raya itu.

Warung makan ini populer karena sajian ikan karang (kerapu, kakap, dan sebagainya). Tentu saja, karena letak warungnya persis di sebelah tempat pendaratan dan pelelangan ikan, maka warung ini mendapat pasokan ikan paling segar dan paling baik. Ikan-ikan yang didaratkan di sini kebanyakan berasal dari perairan di sekitar Pulau Sikuai, Mentawai, dan Siberut.

Hampir setiap tamu yang datang dari jauh ke tempat ini khusus mencari gulai kepala ikannya. Sekalipun hanya setengah dari kepala ikan utuh, tetapi ukurannya yang besar-besar membuat porsi ini dapat disantap cukup untuk dimakan 2-3 orang. Gulai ikannya bernuansa Padang dengan kuah kental berwarna kuning. Berbeda dengan gulai kepala ikan bernuansa India yang kuahnya kental berwarna jingga. Bila gulai India memakai daun salam koja atau daun kari, gulai Padang memakai daun ruku-ruku (semacam kemangi) untuk membuatnya harum.

Gulai ikan bernuansa Padang juga memakai asam kandih (asam kandis, buahnya mirip manggis), sehingga mencuatkan rasa asam lamat-lamat yang membuatnya terasa segar. Ibu Iyas, pemilik RM Simpang TPI ini menyajikan gulai kepala ikan kakap dengan harga Rp 40 ribu per porsi. Bila ukurannya kecil, cukup ditebus dengan Rp 25 ribu saja. Ada juga gulai kepala ikan gabu yang dagingnya tampak lebih tebal dan flaky bila dibanding ikan kakap. Dari penampakannya, saya duga ikan gabu ini adalah yang biasa disebut ikan manyung atau ikan sembilang di Jawa.

Sekalipun warung di tepi pantai ini berjarak tempuh sekitar 45 menit dari Kota Padang, banyak orang rela menempuh perjalanan itu untuk menikmati duduk baselo (bersila) sambil memandangi indahnya laut dan menikmati gulai kepala ikan yang sungguh mak nyuss. Pedasnya pun samar-samar karena dimasak dengan cabe rawit utuh yang tidak dihaluskan. Cabe rawit ini juga menguatkan aroma harum dari masakan gulai kepala ikan. Bila Anda kurang telaten mempreteli kepala ikan untuk mendapatkan dagingnya yang lembut, warung ini juga menyediakan gulai ikan dengan potongan-potongan yang mantap.

Masakan ikan yang juga saya sukai di warung ini adalah ikan asam padeh, yaitu masakan tanpa santan, dengan nuansa asam dan pedas yang sungguh memukau. Ikan yang cocok untuk masakan asam padeh ini adalah ikan tuna (disebut ikan sisiak di daerah ini). Lagi-lagi, kesegaran ikan tuna menjadi komponen utama yang menunjang kualitas masakan ini.

Selain gulai kepala ikan, andalan warung ini adalah rempeyek udang berukuran sebesar kipas. Rempeyeknya renyah dan gurih. Jangan lewatkan palai bada gurih untuk melengkapi tekstur santapan Anda. Palai bada adalah pepes yang terbuat dari parutan kelapa dan ikan bada yang kecil-kecil. Palai bada garing berbumbu intens ini juga cocok untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

RM Simpang TPI
Jalan Raya Padang-Painan
Samping TPI Bungus
0751 751454

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Tuesday, July 19, 2011

Makan Murmer di Warung Mbak Harni

Eka Septia Wulan - detikFood

Makan Murmer di Warung Mbak Harni
Foto: wln/detikfood Jakarta - Perut lapar namun kantong sedang menipis? Mampir saja ke warung nasi yang berlokasi di sudut Kemang ini. Puluhan sajian hidangan ala rumahan bisa dipilih. Makanannya sedap dan mantap. Harganya juga bersahabat dan dijamin perut kenyang!

Sudah agak lama halaman depan Bank Commonwelth, Kemang berubah. Beberapa jajaran penjaja makanan berkumpul di halaman ini. Ada tukang sate Padang, nasi goreng, batagor Bandung, juga penjual nasi rames. Yang paling banyak dikerumuni orang si penjual nasi rames.

Gerobak penjual nasi rames yang belakangan saya ketahui bernama Mba Harni ini dijejali puluhan piring berisi lauk pauk. Wah, sampai bingung saya dibuatnya. Mas pelayan berbaju oranyepun bersliweran melayani pembeli. Pembeli tinggal antri, kemudian diambilkan nasi putih dan tinggal pilih lauknya langsung.

Hmm.. ada sambal goreng kentang, balado ikan tongkol, tumis petai utuh, balado udang, tumis daun pepaya, urap, bacem tempe tahu, perkedel, oseng-oseng teri, tumis cumi kering, ayam goreng, emapl, pesmol ikan mas, dan lain-lain. Kalau saya tebak ada hampir sekitar dua puluh menu disajikan dalam gerobak nasinya.

Tempat makan ini sederhana saja, tanpa tenda cukup dengan bangku plastik dan meja kayu tempat pengunjung bersantap berbaur dengan yang lainnya. Saya dan beberapa pengunjung langsung antri menunggu giliran dilayani oleh penjual. Piring anyaman lidi dialasi daun pisang jadi wadah nasi serta lauk pauk.

Setelah bingung menentukan pilihan jatuh pada balado udang, tumis daun pepaya, tempe bacem, dan perkedel kentang. Nasi putihnya kemepul hangat harum menggelitik. Rasanya pulen, enak disantap dengan balado udang yang pedas menggigit. Tumis daun pepaya nya krenyes..krenyes renyah, gurih-gurih pedas, sedikit pahit. Gigitan pedas dari potongan cabai rawit merah yang bikin tambah nikmat!.

Belum lagi hidangan di dalam piring saya tandas, penjual yang baru mengisi ulang baskom berisi urap langsung saya serbu, takut kehabisan. Sayuran berupa kacang panjang, tauge, kol, dan juga bayam jadi campuran urap yang pas. Bumbu urapnya cukup pedas dengan semburat aroma kencur dan bawang yang enak.

Ah, perut pun terasa kenyang. Segelas es teh manis yang segar membilas tenggorokan. Pengunjung yang datang semakin banyak, tidak hanya orang kantoran sekitar tapi juga sekelompok anak muda bahkan para bule juga hobi makan di sini lho! Saat membayar, o la la.. lagi-lagi saya dibuat terkejut. Pasalnya, harga yang dibandrol untuk semua makanan yang saya makan plus dua gelas es teh manis ini hanya Rp 18.000 saja. Murah bukan?

Si penjual mengatakan kalau untuk tahu dan tempe bacem harganya berkisar Rp 3.000, untuk semua jenis sayuran Rp 2.000, sedangkan untuk hidangan berbahan dasar ikan harganya mulai dari Rp 3.000- Rp 5.000. Pantas saja kalau warung mbak Harni ini ..marai kangen alias bikin kangen!

Warung Makan Mba Harni
Jl. Kemang Raya (Samping La Codefin, Pelataran parkir Bank Commonwelth)
Buka : 17.30 WIB
Cabang warung lesehan Mari Kangen, Poin Square.

(eka/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here