Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Amerika. Show all posts
Showing posts with label Amerika. Show all posts

Wednesday, March 6, 2013

Bukan Hanya Indonesia, Amerika Juga Kekurangan Pasokan Daging Sapi

Vitamin B6Fondue ChocolateCocoa MixPremix; RM 5Vitamin; RM 6Vitamin and Mineral PremixesTokusil FC-LTokusil FC-HTokusil FCJakarta - Pasokan daging impor di Indonesia mulai dibatasi. Akibat pasokan berkurang, kini harga daging semakin melambung. Hal inipun dirasakan oleh warga Amerika, pasokan dagingnya berkurang akibat penyitaan daging setelah di inspeksi keamanan pangan oleh USDA.

Sejak minggu lalu, pemberitaan mengenai pemotongan anggaran di Amerika muncul di beberapa media. Berita ini sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para pengusaha daging. Pasalnya banyaknya daging berwabah yang disita oleh USDA membuat pasokan menjadi berkurang, sedangkan anggarannya tidak mencukupi untuk menambah pasokan daging

Pada awal bulan Februari 2013, Menteri Pertanian Amerika bernama Tom Vilsack memperingatkan mengenai pemotongan anggaran. Pada saat itu juga, Vilsack memaksa USDA untuk menghentikan inspeksi daging selama 15 hari.

Berdasarkan hukum federal, pemerintahpun melarang perusahaan untuk memproduksi daging tanpa pengawasan dari USDA. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya daging terinfeksi seperti saat ini. Dampak lain yang dirasakan, karena kurangnya pasokan daging dapat mengarah pada lonjakan harga.

“Saya setuju dengan adanya inspeksi daging ini, karena sangat penting. Sebisa mungkin kami akan meminimalkan gangguan dan ketidaknyamanan ini. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga jika masih ada daging berbakteri dan terpaksa disita.” jelas Vilsack seperti yang dilansir HuffingtonPost (5/3/2013).

Namun berdasarkan hasil sidang ditemukan titik tengah. Vilsack mengatakan pihaknya bisa menghemat biaya pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara terus menerus. Tetapi tidak dalam jumlah banyak seperti biasanya.

(odi/dyh)


Roti sehat harga hemat

Ini Dia Daftar '50 Most Powerful People in Food' di Amerika!

RPH Itik BebekDelfarm Pineapple PieUenaaak Pao Pandan Lapis CoklatTokusil FC-LTokusil FC-HTokusil FCPandan PastaOrange Crush PastaNanas PastaJakarta - 50 nama baru saja dicatatkan sebagai orang paling berpengaruh dalam kuliner di Amerika. Mereka berasal dari beragam latar belakang, namun masing-masing memiliki benang merah untuk memajukan kuliner Amerika. Dari mulai ibu negara, hingga CEO Instagram, jurnalis, hingga kritikus makanan masuk di dalamnya!

Puluhan orang ini dianggap memberikan kontribusi besar soal makanan. Dari menciptakan tren baru, aturan unik, hingga menggeser pola pikir banyak orang akan makanan. Situs The Daily Meal menjuluki mereka sebagai '50 Most Powerful People in Food' karena langkah-langkahnya bisa mempengaruhi masyarakat dalam memilih makanan.

Profesi 50 orang ini sangat beragam dan menyebarkan pengaruhnya dengan cara berbeda. Dari pelaku agribisnis yang menanam, mengembangkan dan menjual bahan baku, distributor makanan terkenal, pemerhati nutrisi dan suplai makanan, serta orang-orang terkenal yang mempengaruhi selera dan kecenderungan masyarakat akan makanan.

Michelle Obama ada pada urutan ke 24, karena kampanye yang ia lakukan untuk menurunkan angka obesitas di Amerika. Posisi 30 tercatat nama Alice Waters, pendiri Chez Panisse dan Edible Schoolyard Project, serta juru masak terkenal Mario Batali di nomor 25.

Profesi sebagai penulis makanan juga sangat berpengaruh dalam kuliner Amerika. Lihat saja Mark Bittman dari New York Times yang menempati urutan 39. Selain itu ada Donald Thompson dari McDonald's di nomor 7, juga Kevin Systrom yang merupakan co-founder sekaligus CEO Instagram yang kini sedang sangat populer digunakan masyarakat dunia untuk mengunggah foto makanan dengan tone menarik.

Untuk mengetahui siapa saja orang-orang paling berpengaruh dalam kuliner Amerika, ini dia daftar lengkapnya!

50. Keluarga petani Amerika
49. Deb Perelman, penulis
48. Bill Marler, Foodborne Illness Lawyer and Attorney
47. Michael Pollan, penulis
46. Ingrid Newkirk, President & Co-Founder, People for the Ethical Treatment of Animals
45. John T. Edge, Southern Foodways Alliance
44. Danny Meyer, Restaurateur
43. Guy Fieri, Chef-Restaurateur & TV Personality
42. Susan Ungaro, James Beard Foundation
41. Tom Colicchio, Chef-Restaurateur & TV Personality
40. Thomas Keller, Chef-Restaurateur
39. Mark Bittman, jurnalis dan penulis
38. Catherine Cassidy, Vice President & Editor-in-Chief, Taste of Home
37. Fred DeLuca, Co-Founder & President, Subway
36. Wolfgang Puck, Chef-Restaurateur
35. Bill Shore, Founder & CEO, Share Our Strength
34. Grant Achatz, Chef-Restaurateur
33. Anthony Bourdain, Penulis
32. Dana Cowin, Editor-in-Chief, Food & Wine
31. Dawn Sweeney, President & CEO, National Restaurant Association
30. Alice Waters, Chef-Restaurateur, Founder & Director, The Edible Schoolyard Project
29. Bob Aiken, President & CEO, Feeding America
28. Julie Packard, Executive Director & Vice-Chairman, Monterey Bay Aquarium
27. David A. DeLorenzo, President & CEO, Dole Food Company
26. Dan Bane, Chairman & CEO, Trader Joe's
25. Mario Batali, Chef-Restaurateur & TV Personality
24. Michelle Obama, Ibu negara Amerika Serikat
23. John Mackey, Founder & Co-CEO, Whole Foods Market
22. Jeremy Stoppelman, Co-Founder & CEO, Yelp
21. David Dillon, Chairman & CEO, The Kroger Co.
20. Kevin Systrom, Co-Founder & CEO, Instagram
19. James P. Hoffa, General President, International Brotherhood of Teamsters
18. José Andrés, Chef-Restaurateur
17. Steve Spinner, CEO, President, and Director, United Natural Foods, Inc.
16. Paul Grimwood, CEO and Chairman, Nestlé USA
15. David Kirchhoff, President, Weight Watchers International
14. Pete Wells, Restaurant Critic, The New York Times
13. Craig Jelinek, CEO, Costco
12. Bob Tuschman, General Manager & Senior Vice President, Food Network
11. Donnie Smith, President & CEO, Tyson Foods
10. Thomas Vilsack, Secretary, USDA
9. Gregory Page, Chairman & CEO, Cargill
8. Ben Silbermann, Founder & CEO, Pinterest
7. Donald Thompson, Vice Chairman & CEO, McDonalds
6. Indra Nooyi, Chairman & CEO, Pepsi
5. Mike Duke, President & CEO, Walmart
4. Patricia Woertz, Chairman, President, & CEO, Archer Daniels Midland
3. Michael R. Taylor, Deputy Commissioner for Food, Federal Drug Administration
2. Hugh Grant, Chairman, President, & CEO, The Monsanto Company
1. Jack Menzel, Product Managing Director, dan Bernardo Hernandez, Director of Product Management and Managing Director Zagat dan timnya, Google.

(odi/flo)


Roti sehat harga hemat

Thursday, August 9, 2012

Keju Rendah Lemak dan Garam Bisa Turunkan Angka Obesitas Amerika

Flora Febrianindya - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Keju Rendah Lemak dan Garam Bisa Turunkan Angka Obesitas Amerika
Foto: Thinkstock Jakarta - Angka obesitas di Amerika yang meningkat membuat berbagai pihak berstrategi. Salah satunya adalah dengan membuat keju yang lebih sehat. Kini, sedang dilakukan penelitian mengenai keju yang lebih rendah kadar garam dan lemaknya. Sayangnya, rencana ini menemukan beberapa kendala.

Kini, Dairy Research Institute sedang mencoba membuat keju dengan lebih rendah garam dan lemak, namun dengan rasa yang tidak berubah. Namun tentu hal ini menghadapi masalah, karena penggunaan garam dan lemak mempengaruhi tekstur, kualitas, serta rasa keju.

Problem yang dihadapi adalah garam dan lemak merupakan komponen yang sangat penting dalam pembuatan keju. Garam membantu mengontrol kelembapan dan kerja bakteri dalam keju. Garam juga berperan sebagai pengawet, dan memberikan rasa pada keju. “Jika saya menghilangkannya, rasanya akan berubah,” kata Mark Johnson, peneliti senior di Wisconsin Center for Dairy Research.

Begitu juga dengan lemak yang turut mengatur kelembapan keju. Karena keduanya berpengaruh pada kelembaban keju, maka sulit jika mengurangi penggunaan keduanya dan menghasilkan keju dengan kualitas yang sama. Seorang ahli bahkan mengatakan jika pengurangan garam dan lemak hanya akan menghasilkan keju berkualitas sangat rendah.

Walaupun banyak kendala, namun pengurangan kadar garam dan lemak pada keju ini bisa saja mengurangi angka obesitas di Amerika. Setiap tahunnya, Amerika mengonsumsi keju dalam jumlah fantastis. Maka kandungan dalam keju diharapkan bisa mengurangi obesitas yang angkanya kian menanjak.

“Keju adalah eksperimen di mana garam memiliki peran besar, dan kini para pembuat keju belum menemukan takaran yang pas jika kandungan garam dikurangi. Hal tersebut merupakan tantangan,” kata Dr. Gregory Miller dari Dairy Research Institute. Kini, pengurangan garam dan keju masih dalam tahap penelitian para ahli.

(dyh/odi)


Berbagi tempat makan favorit Anda, raih voucher makan dan wisata kuliner ke Makassar GRATIS. Detail bisa dilihat disini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, June 16, 2012

Haute Stoner Cuisine, Makanan Ganja Jadi Trend di Amerika

Fitria Rahmadianti - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Haute Stoner Cuisine, Makanan Ganja Jadi Trend di Amerika
Foto: thinkstock Jakarta - Di Indonesia, peredaran daun berjari 7 atau 9 ini dilarang karena tergolong narkotika. Namun, penggunaan ganja di Amerika Serikat justru meluas hingga ke industri kuliner. Trend ini mulai terlihat setelah kemunculan istilah 'haute stoner cuisine'.

Seperti 'haute cuisine' yang berarti makanan mewah, 'haute stoner cuisine' dapat diartikan sebagai makanan mewah yang mengandung ganja. 'Stoner cuisine' bisa juga bermakna kombinasi kreatif makanan, seperti spaghetti burger. Istilah ini diucapkan oleh Elise McDonough, pengarang buku resep 'The Official High Times Cannabis Cookbook' pada artikelnya di Huffington Post.

Wanita ini membuka tulisannya dengan mengutip Anthony Bourdain: "Semua orang merokok ganja usai bekerja, termasuk orang-orang yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya." Elise kemudian menyebutkan bahwa tak hanya musisi, artis, dan orang-orang yang bekerja di bidang kreatif yang menggunakan mariyuana, tapi juga koki.

Menurut Elise, para ahli masak ini beristirahat dari kesibukan di dapur dengan membakar lintingan ganja dan mengisapnya. Hal ini konon dapat membuat daya imajinasi mereka berkembang. "Ganja adalah zat sensual yang cocok untuk gaya hidup kuliner. Tanaman ini dapat mempertinggi seluruh pengalaman makan, mulai dari mempersiapkan, menyajikan, bersantap, hingga mencuci piring," kata Elise.

Ganja telah memasuki berbagai hidangan di Amerika. Di California Utara, pusat revolusi mariyuana di Amerika, ganja dicampurkan ke dalam cokelat batangan. Scott Van Rixel, pembuat cokelat bernama 'Bhang' ini, menggunakan konsentrat minyak cannabis. Siapapun yang memiliki medical marijuana card (kartu identitas pengguna ganja untuk keperluan medis) bisa membeli cokelat yang memenangkan penghargaan ini.

Sementara itu, di Los Angeles, Chef Laurent Quenioux dan Thi Tran menggelar 'Weed Dinner'. Inilah jamuan makan rahasia yang menggunakan ganja sebagai salah satu bahan masakannya. Biasanya, makanan yang menggunakan ganja mengandung bahan-bahan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan bahan-bahan tambahan. Bubuk bunga ganja atau getah dari bunga ganja betina (hashish) menciptakan rasa yang jauh lebih manis dan enak dibanding daunnya.

Menurut Elise, populernya penggunaan ganja dalam makanan adalah karena kegunaan medisnya. Tanaman yang berdaun mirip singkong ini mengandung cannabinoid, komponen kimia unik yang dapat menyembuhkan rasa sakit, mual, serta bersifat anti peradangan dan dapat melawan kanker. Jus daun ganja mentah menjadi obat populer bagi pasien yang membutuhkan zat THC dan CBD non-psikoaktif dosis tinggi.

Elise menyebutkan beberapa resep yang cocok dipadukan dengan ganja. Haze, jenis ganja yang berefek kuat serta tinggi kandungan sabinene dan myrcene, cocok dicampur dengan sup mangga dan serai ala Thailand. Hidangan gurih seperti rosemary-roasted potatoes nikmat dikombinasikan dengan cannabis butter dari jenis yang mengandung pinene.

"Akhiri acara bersantap dengan dessert cokelat yang mengandung ganja mint. Ganja tersebut sebaiknya yang tinggi kandungan alpha-phellandrenenya,"

(fit/odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, March 31, 2012

Wouw.. 6 dari 10 Wanita Amerika Akui Suami Lebih Jago Masak!

Fitria Rahmadianti - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Wouw.. 6 dari 10 Wanita Amerika Akui Suami Lebih Jago Masak!
Foto: articles.timesofindia.indiatimes.com Jakarta - Di rumah siapa yang memasak? Anda, suami, atau si mbak? Kalau di Amerika, enam dari sepuluh wanita mengaku pasangannya lebih jago memasak. Jadi, selama ini, kaum prialah yang mengatur urusan perut di rumah mereka.

Dulu, dapur adalah daerah kekuasaan wanita. Bukan perempuan namanya kalau tidak bisa memasak. Sekarang, seiring pergeseran peran wanita di segala bidang, wanita semakin sibuk berkarier dan tak sempat mampir ke dapur. Kaum lelakipun mengisi celah ini. Tak heran, banyak pria yang menonjol sebagai juru masak sukses.

Untuk mendapatkan data pasti mengenai fenomena tersebut, Asia Food Recipe dan Conversion Hub menyelenggarakan survei online. Sebanyak 2,806 orang wanita Amerika berusia 18 tahun ke atas berpartisipasi dalam polling ini.

Ada 58% wanita yang mengaku bahwa suaminya lebih jago di dapur. Makanya, sekitar 52% wanita tidak memasak karena pasangannyalah yang mengurusi makanan di rumah. Mengapa mereka tak menjadi juru masak di rumah? Sebagian (36%) mengeluh tak sempat, sementara sebagian lain (12%) tak mau repot-repot membersihkan dapur yang berantakan setelah memasak.

Tanpa buku resep, 1 dari 10 perempuan Amerika hanya bisa mengolah 3 jenis hidangan. Meski demikian, responden yang mengaku senang memasak masih cukup banyak, yaitu 78%.

Sayangnya, mereka masih menemui kendala memasak kari (58%) dan spaghetti carbonara (11%). Bahkan, 11% di antaranya tak pernah memanggang daging, sementara 1 dari 20 perempuan Amerika harus berusaha keras memasak telur untuk sarapan.

Menurut Michelle Lim dari Asia Food Recipe, kesibukan, gaya hidup modern, dan kurangnya ketrampilan mempengaruhi kepercayaan diri wanita dalam hal memasak. “Orang-orang, terutama wanita, semakin sibuk. Makanya, menyeimbangkan tanggung jawab dalam karier, rumah tangga, dan sebagai orang tua menjadi semakin sulit,” ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

“Apalagi, peran gender tradisional telah menjadi kabur. Kini, ayah membantu di dapur sementara ibu membawa pulang makanan dan menjaga anak-anak,” tambah Michelle.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Tuesday, March 20, 2012

Wendy's Jadi Resto Waralaba Terbesar Kedua di Amerika

Devita Sari - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC'; Wendy's Jadi Resto Waralaba Terbesar Kedua di Amerika
Foto: msnbc.msn.com/slashfood.com Jakarta - Sejak pertama kali didirikan akhirnya Wendy's berhasil menjadi restoran waralaba terbesar kedua di Amerika. Kesuksesan tersebut didapat setelah Wendy's berhasil mencatatkan penjualan tahun 2011 lebih besar dibanding Burger King.

Persaingan antar restoran waralaba di seluruh dunia sangat tinggi. Tak terkecuali di Amerika, apalagi setelah mengalami resesi, banyak bermunculan restoran waralaba di negeri Paman Sam. Hal itu dipicu dengan banyaknya pemilik restoran independen yang kini ikut bermain di sektor waralaba.

Seperti yang dilansir dari Huffingtonpost (19/3), Technomic Inc selaku perusahaan riset industri makanan telah melakukan penelitian berdasarkan penjualan restoran waralaba teratas di Amerika. Hasil yang diperoleh cukup mengejutkan.

Berdasarkan hasil penjualan hingga akhir 2011 silam, Wendy's berhasil menggeser kedudukan Burger King. Padahal selama ini Burger King selalu menempati posisi kedua. Menurut Technomic Inc, Wendy's berhasil mengukuhkan penjualan sebesar $8.5 juta di tahun 2011 sedangkan Burger King $8.4 juta. Sementara sang pemimpin masih dipegang oleh McDonald yang mencatatkan penjualan sebesar $34.2 juta.

Angka-angka yang diperoleh tersebut didasarkan pada perkiraan Technomic Inc dari seluruh sistem penjualan di restoran waralaba milik perusahaan, bukan pendapatan perusahaan, yang mencakup biaya dari operator waralaba. Meski jika dilihat secara keseluruhan, Burger King masih memiliki outlet restoran jauh lebih banyak dari Wendy's dan sepertinya tetap akan membuntuti McDonald.

Burger King dan Wendy's selama ini telah mengalami perjuangan yang cukup keras di tengah resesi. Begitu pula dengan persaingan keduanya menghadapi McDonald yang tetap dapat mempertahankan harga rendah saat melalui resesi. Termasuk memperkenalkan menu baru dan juga mengubah konsep restoran.

Secara keserluruhan perwakilan Techmonic Inc mengungkapkan, penjualan McDonald meningkat 26%, sedangkan Wendy's meningkat 9% sedangkan Burger King tidak berubah.

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat