Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Cuisine. Show all posts
Showing posts with label Cuisine. Show all posts

Saturday, June 16, 2012

Haute Stoner Cuisine, Makanan Ganja Jadi Trend di Amerika

Fitria Rahmadianti - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Haute Stoner Cuisine, Makanan Ganja Jadi Trend di Amerika
Foto: thinkstock Jakarta - Di Indonesia, peredaran daun berjari 7 atau 9 ini dilarang karena tergolong narkotika. Namun, penggunaan ganja di Amerika Serikat justru meluas hingga ke industri kuliner. Trend ini mulai terlihat setelah kemunculan istilah 'haute stoner cuisine'.

Seperti 'haute cuisine' yang berarti makanan mewah, 'haute stoner cuisine' dapat diartikan sebagai makanan mewah yang mengandung ganja. 'Stoner cuisine' bisa juga bermakna kombinasi kreatif makanan, seperti spaghetti burger. Istilah ini diucapkan oleh Elise McDonough, pengarang buku resep 'The Official High Times Cannabis Cookbook' pada artikelnya di Huffington Post.

Wanita ini membuka tulisannya dengan mengutip Anthony Bourdain: "Semua orang merokok ganja usai bekerja, termasuk orang-orang yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya." Elise kemudian menyebutkan bahwa tak hanya musisi, artis, dan orang-orang yang bekerja di bidang kreatif yang menggunakan mariyuana, tapi juga koki.

Menurut Elise, para ahli masak ini beristirahat dari kesibukan di dapur dengan membakar lintingan ganja dan mengisapnya. Hal ini konon dapat membuat daya imajinasi mereka berkembang. "Ganja adalah zat sensual yang cocok untuk gaya hidup kuliner. Tanaman ini dapat mempertinggi seluruh pengalaman makan, mulai dari mempersiapkan, menyajikan, bersantap, hingga mencuci piring," kata Elise.

Ganja telah memasuki berbagai hidangan di Amerika. Di California Utara, pusat revolusi mariyuana di Amerika, ganja dicampurkan ke dalam cokelat batangan. Scott Van Rixel, pembuat cokelat bernama 'Bhang' ini, menggunakan konsentrat minyak cannabis. Siapapun yang memiliki medical marijuana card (kartu identitas pengguna ganja untuk keperluan medis) bisa membeli cokelat yang memenangkan penghargaan ini.

Sementara itu, di Los Angeles, Chef Laurent Quenioux dan Thi Tran menggelar 'Weed Dinner'. Inilah jamuan makan rahasia yang menggunakan ganja sebagai salah satu bahan masakannya. Biasanya, makanan yang menggunakan ganja mengandung bahan-bahan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan bahan-bahan tambahan. Bubuk bunga ganja atau getah dari bunga ganja betina (hashish) menciptakan rasa yang jauh lebih manis dan enak dibanding daunnya.

Menurut Elise, populernya penggunaan ganja dalam makanan adalah karena kegunaan medisnya. Tanaman yang berdaun mirip singkong ini mengandung cannabinoid, komponen kimia unik yang dapat menyembuhkan rasa sakit, mual, serta bersifat anti peradangan dan dapat melawan kanker. Jus daun ganja mentah menjadi obat populer bagi pasien yang membutuhkan zat THC dan CBD non-psikoaktif dosis tinggi.

Elise menyebutkan beberapa resep yang cocok dipadukan dengan ganja. Haze, jenis ganja yang berefek kuat serta tinggi kandungan sabinene dan myrcene, cocok dicampur dengan sup mangga dan serai ala Thailand. Hidangan gurih seperti rosemary-roasted potatoes nikmat dikombinasikan dengan cannabis butter dari jenis yang mengandung pinene.

"Akhiri acara bersantap dengan dessert cokelat yang mengandung ganja mint. Ganja tersebut sebaiknya yang tinggi kandungan alpha-phellandrenenya,"

(fit/odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, February 22, 2012

Mickael Do Van, Sang Chef de Cuisine Baru Riva

Odilia Winneke - detikFood

Mickael Do Van, Sang Chef de Cuisine Baru Riva
Foto: The Parklane Jakarta/detikfood Jakarta - Tampilan segar chef muda berbakat ini mirip bintang Kpop. Namun, kepiawaiannya mengolah hidangan Perancis tak diragukan lagi. Di resto Perancis ini, sang chef pun meracik hidangan Perancis dengan sentuhan serba segar.

Riva French Restaurant yang berlokasi di lantai 1 Hotel The Parklane Jakarta ternama dengan sajian hidangan Perancis klasik yang berkualitas. Untuk memenuhi selera penggemarnya, seorang chef de cuise baru, Mickael Do Van pun hadir di resto ini.

Meskipun tampil muda, dinamis dan segar, Mickael Do Van (27 tahun) ini sudah mengantongi pengalaman kerja di restoran Michelin Star 2 dan 3 di Paris. Seperti Le Cinq di Hotel Georges V di bawah Chef Eric Briffard, Les Ambassadeurs di Hotel de Crillon di bawah Chef Jean-Francois Piege, Jacques Cagna Restaurant & Ambroisie Restaurant di bawah Chef Bernard Pacaud.

Meskipun belum pernah bekerja di Asia, sang chef dengan cepat mempelajari selera dan kekayaan bahan dan bumbu Asia. Hidangan Perancis memang selalu berkonotasi dengan 'heavy meal' dengan sentuhan krim dan bumbu serta porsi yang berat. Agaknya chef muda berbakat ini punya cara tersendiri menyajikan hidangan Perancis yang sudah ditekuninya sejak usia belasan tahun.

Sebagai sajian pembuka, Artichoke Cream Soup, disajikan dengan cantik di dalam cangkir, dilengkapi dengan tomato concasse, dan irisan artichoke dengan hiasan edible flower yang cantik. Krim segar yang tak berlimpah membuat rasa unik artichoke sangat menonjol. Sementara cincangan tomat segar memberi tekstur renyah yang asam segar.

Permainan bahan segar dengan porsi cantik pun tetap disajikan sang chef yang gemar main golf ini dalam sajian utama. Lobster segar disajikan cantik dalam kaldu yang dilengkapi dengan kentang rebus dengan saus krim dan kaldu lobster. Pemasakan lobster yang tepat membuat teksturnya kenyal gurih, dibalut kaldu yang kecokelatan mirip bisque ini aromanya sangat wangi.

Scallop segarpun mendapat penanganan yang sama. Dipanggang dengan topping cincangan tomat dan bawang, disajikan dengan setup sayuran dan brown sauce yang ditata cantik di piring panjang, sangat menggiurkan. Rasa segar, ringan dengan tekstur renyah enak mendominasi hidangan ini.

Tak hanya sampai di situ, untuk penyajian dessert chef yang menyukai detil dan kesempurnaan ini juga punya sentuhan istimewa. Chocolate Mousse yang klasik disajikan dalam sentuhan berbeda. Irisdan tipis chocolate sponge cake mengelilingi choco mousse yang diberi cincangan pear. Tekstur renyahnya makin sempurna dengan irisan tipis black truffle mushroom yang ditempel di sisinya.

Masih ada sejumlah hidangan menarik dari menu baru yang disusun oleh sang chef. Ada baiknya Anda membuktikan sendiri. Setelah bersantap, bahan dan bumbu segar racikan sang chef membuat selera terpuaskan tanpa rasa kenyang yang berat.

Jangan segan untuk berdiskusi mengenai hidangan yang Anda sukai. Resep klasik kuliner Perancis dengan sentuhan segarnya diolah dengan penuh detil dan kecermatan. Untuk informasi dan reservasi Anda bisa mengontak telepon: 021-8282000. Bon Apetite!

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Modern Indonesian Cuisine Disajikan di Pacific Restaurant & Lounge

Fitria Rahmadianti - detikFood

Modern Indonesian Cuisine Disajikan di Pacific Restaurant & Lounge
Foto: www.detikfood.com Jakarta - Indonesia memiliki sajian kuliner yang unik dan khas. Keistimewaan ini perlu dipromosikan pada masyarakat dunia. Caranya dengan penyajian gaya modern. Itulah yang dikemas dalam 'Modern Indonesian Cuisine' yang disajikan di resto berbintang ini.

Inilah upaya Petty Elliott untuk mempromosikan masakan Indonesia ke kancah dunia. Wanita asli Manado ini berprofesi sebagai kolumnis kuliner untuk koran dan majalah ekspatriat di Jakarta. Selama 5 tahun lebih, ia sering menyelenggarakan demo masak. Petty pun telah menerbitkan buku resep khas nusantara.

Pada tahun 2009, Petty pernah menulis buku berjudul 'Papaya Flower – Manadonese Cuisine, Provincial Indonesian Food'. Buku ini berisi resep-resep khas Manado dalam Bahasa Inggris. Selain itu, kumpulan resep masakan Indonesia dalam kolom tulisannya telah dibukukan dan diterbitkan.

Sejak kecil, Petty senang membantu neneknya memasak di dapur. Beranjak dewasa, ia menikah dengan seorang ekspatriat dan pindah ke Inggris. Petty mengikuti kompetisi memasak MasterChef pada tahun 2001 dan meraih posisi keempat di Inggris bagian timur. Setahun kemudian, wanita yang hobi berwisata ini kembali ke Indonesia.

“Sejak saat itu, saya bertekad mempopulerkan masakan Indonesia,” ujar Petty saat ditemui di The Ritz-Carlton Jakarta, Selasa (21/2). Agar mudah diterima masyarakat internasional, ia membuat masakan Indonesia dengan teknik dan gaya penyajian modern. “Kalau mengikuti pakem tradisional, cara memasaknya sangat rumit,” jelas Petty.

Petty berkolaborasi dengan Executive Chef Sean Macdougall dan Chef de Cuisine Reuben Winantyo akan menghidangkan 4 course menu dan 1 dessert dengan bahan dan rempah asli Indonesia. Makan malam istimewa ini akan diselenggarakan pada Kamis, 23 Februari 2012 di Pacific Restaurant & Lounge, The Ritz-Carlton Jakarta, pukul 19.00-22.30.

Menu yang akan disajikan adalah Dendeng Balado, Fragrant Bamboo Cooked Prawn, Baked Coral Grouper in Chicken Skin, dan Slow Cooked Australian Rib Eye. Setelah itu, para tamu akan mendapat hidangan penutup berupa Minted Coconut Pudding.

Untuk menikmati sajian ini, Anda perlu membayar Rp 1,5 juta per orang. Anda akan mendapat suguhan cocktail dan wine. Tidak hanya itu, sebagian dana yang diperoleh juga akan disumbangkan ke Yayasan Wisma Cheshire yang bergerak di bidang pemberdayaan penyandang tuna daksa. Reservasi dapat dilakukan dengan menghubungi Pacific Restaurant & Lounge di nomor (021) 25501993.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, January 9, 2012

Dijamu Nyonya Korea di Won's Cuisine

Odilia Winneke - detikFood

Dijamu Nyonya Korea di Won's Cuisine
Foto: detikFood Jakarta - Myundong Kalgooksoo, mi yang diracik asli Myundong, Seoul disajikan panas mengepul dalam mangkuk stainless steel. Kuah kaldunya gurih semerbak. Rasa gurih dagingnya diselingi kenyal lembut mi segar yang mantap. Shabu yang terdiri dari 18 bahan segar pun melengkapi santap malam khas nyonya Korea ini.

Melengkapi deretan resto Korea di kawasan selatan Jakarta, Won's Cuisine hadir dengan konsep home cooking yang berbeda. Suasana hangat langsung terasa saat memasuki resto ini. Sapaan 'Annyeong haseyo' mengantar kami menempati meja santap yang ada di tengah resto yang didominasi interior kayu dengan warna merah marun ini.

Menu utama yang jadi andalan di sini adalah LA Galbi Gui, iga panggang dari daging sapi Amerika dan sajian shabu. Jongkeol hamul shabu seafood yang komplet, merupakan salah satu yang istimewa selain shabu daging dan octopus. Yang menarik justru khusus untuk sajian mi, resto ini punya menu yang hanya bisa dinikmati di sini, Myungdong Kalgooksoo.

Tiga hidangan utama plus banchan menjadi menu makan malam kami. Banchan atau panchan merupakan aneka sajian pembuka yang ditaruh dalam piring dan mangkuk kecil. Jumlahnya bisa 5,7,9 atau 12 jenis. Sajian ini biasanya berupa sayuran tumis, acar atau kimchi dan aneka sayuran rebus. Tak sekedar sebagai pembuka tetapi juga sebagai pemenuhan konsep diet seimbang. Karena berisi bijian, kacang dan sayuran segar.

Kulit pangsit goreng, salah satu banchan yang unik. Rasanya empuk renyah makin enak setelah dicocol saus kacang yang gurih lembut. Banchan yang lainnya, kimchi sawi putih, kimci katugi, sikumchi, namul (sayuran tumis), pajeon (dadar daun bawang) dan gochujang. Sajian pembuka yang serba segar cukup menngenyangkan meski sudah dinikmati bersama.

LA Galbi, sajian utama pertama ini berupa iga sapi US Prime yang tebal yang sudah direndam bumbu dan dipanggang oleh pelayan di samping meja santap. Wah, kepulan asap wangi gurih langsung mengusik hidung. Daging kecokelatan plus potongan bawang putih ini disajikan dengan sayuran segar, selada, sawi putih, daun kenip, wortel, cabai hijau utuh serta ssamjang dan gochujang.

Tidak semua resto Korea punya sajiaan LA Galbi, karena iga panggang ini memakai daging iga kualitas prima. Setelah iga matang dipotong-potong dengan gunting. Untuk menyantapnya, potongan iga ini ditaruh di atas selembar daun selada dan daun kenip, kemudian diberi gochujang, dilipat dan nyam.. nyam dikunyah. Benar saja daging iganya empuk juicy dengan bumbu bawang yang semerbak dan tidak ada jejak manis atau gurih berlebihan. Terasa pas menyatu dengan segarnya daun selada.

Perlu waktu lebih dari 10 menit untuk menanti Myundong Kalgooksoo. Mi kuah ini dibuat ala minute. Meskipun tak dipotong-potong dengan pisau seperti cara tradisional namun mi asal Myundong ini baru dibuat saat dipesan. Tak sia-sia, karena mi panas mengepul dalam mangkuk stainless steel tersaji. Aroma gurih semerbak kaldu menyentuh hidung!

Slruup..gurih kaldu daging terasa kuat dan minya benar-benar terasa lebih kenyal tetapi lembut. Sedikit cincangan daging justru membuat rasa kenyal enak mi ini jadi dominan. Tak ada jejak rasa terigu, justru lebih mirip pasta segar. Hmm... disuap perlahan rasanya makin nikmat. Mashisseoyo!

O la la.. Jongkeol hamul shabu seafood, shabu ini benar-benar komplet. Sementara kaldu sedang direbus di panci shabu, isiannya pun sudah disiapkan. Ada 18 jenis bahan segar yang ditata cantik. Mulai dari udang, daging sirloin, kerang putih, kerang hijau, aneka sayuran hingga beragam jenis bakso. Uap hangat yang mengepul dari panci tercium gurih wangi. Selain bawang terlacak aroma bumbu yang menggiurkan.

Ah, benar saja setelah seafood dan aneka isian dimasak dalam kaldu aromanya makin gurih menggelitik. Sajian serba rebus yang sehat inipun lengkap nutrisinya karena memakai segala jenis bahan segar. Dicocol dengan gochujang, kerang dan dagingpun jadi pedas gurih enak.

Sajian lengkap ini kami akhiri dengan segelas Suujungga. Teh hangat beraroma wangi kayu manis ini menyapu jejak gurih di mulut dengan sempurna. Segelas paatbingsu, es kacang merah Korea yang padat isinya menjadi penyempurna santap malam yang istimewa. Gaya hidangan khas rumahan yang segar dan enak serta keramahan khas nyonya Korea ini memang bikin betah bersantap. Kamsahamnida!

Korean Noodle & Shabu
Won's Cuisine
Korean Restaurant
Jl. Suryo No. 63, Jakarta Selatan
Telepon: 021-72798107/7250258
Jam Buka : 10.00 – 22.00 WIB (Senin-Minggu)
Harga Makanan : Rp. 50.000,00 – Rp. 300.000,00 per porsi (termasuk hidangan pembuka)

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Sunday, September 18, 2011

Rujak Cingur: Extreme Cuisine Kebanggaan Surabaya

Bondan Winarno - detikFood

Rujak Cingur: Extreme Cuisine Kebanggaan Surabaya
Foto: Bondan Winarno Surabaya - Sebagai putra Surabaya, sejak dulu saya sangat suka rujak cingur. Herannya, bagi banyak orang luar Jawa Timur, rujak cingur ternyata adalah termasuk extreme cuisine. Bukan rujaknya yang membuat orang enggan mencicipinya, melainkan cingurnya – yaitu bagian moncong sapi.

But, what's wrong with cingur? Apa bedanya dengan buntut, misalnya? Mengapa orang suka sup bibir ikan, tetapi menganggap bibir sapi sebagai sesuatu yang revolting?

Sulit untuk memilih mana rujak cingur terbaik di Surabaya, mengingat begitu banyak penjaja rujak cingur dengan kualitas yang rata-rata baik. Kesulitan kedua adalah mengingat bahwa selera kita sangat berbeda untuk menentukan mana rujak cingur yang paling kita sukai. Ada yang berpendapat bahwa rujak cingur yang baik justru bila petisnya adalah jenis murahan, sehingga menghasilkan sambal yang bercita rasa sangar atau cadas. Ada pula yang bahkan menganggap bahwa petis Madura – berwarna agak merah kecoklatan – adalah yang paling cocok untuk membuat rujak cingur.

Nomenklatur rujak sendiri sebetulnya kurang tepat karena rujak cingur adalah gabungan antara buah, sayur, dan protein. Sayur yang dipakai biasanya adalah kangkung, kacang panjang, dan tauge. Ditambah irisan bengkuang, timun, mangga muda, dan kedondong. Kadang-kadang juga ditambah nanas. Sedangkan proteinnya adalah irisan tempe dan tahu goreng, serta cingur rebus yang kemudian digoreng. Semua ini disiram dan diaduk dalam sambal petis, dan disajikan dengan krupuk putih.

Rujak cingur paling mahal di Surabaya adalah Rujak Cingur Akhmad Jais yang juga sering disebut sebagai Rujak Cingur Plampitan, karena nama jalan itu dulunya memang Jalan Plampitan. Tetapi, rujak cingur yang satu ini juga punya sebutan lain, yaitu Rujak Cingur Hong Kong. Soalnya, banyak warga Surabaya yang kini bermukim di Hong Kong dan selalu membungkus rujak ini untuk dibawa pulang ke Hong Kong sebagai oleh-oleh. Cik Giok Tjoe, pemilik warung ini, kini sudah sepuh. Warung ini diteruskan oleh putri-putrinya yang tetap setia menggeluti usaha.

Harga rujak cingur "Hong Kong" ini Rp 37.500 per porsi, dengan irisan cingur yang generous. Para penggemar die hard biasanya malah membayar porsi yang Rp 50 ribu karena minta ekstra cingur.

Rujak cingur favorit lain berlokasi di Jalan Genteng Durasim, di pusat kota. Di sini harganya tidak terlalu mahal. Menu lain yang juga populer di sini adalah sop buntut yang cocok untuk meredam pedasnya rujak cingur.

Ada lagi satu depot rujak cingur yang digemari orang Surabaya, sekalipun lokasinya jauh di Sedati, Sidoarjo, tidak jauh dari bandara. Di Rujak Cingur Sedati ini juga tersedia rujak tolet, rujak gobet, tahu campur, dan lain-lain. Sambal rujak cingurnya juga istimewa, merupakan campuran dari tujuh jenis petis. Di sini juga ada rujak cingur dengan petis Madura yang berwarna kemerahan.

Ya, rujak cingur memang harus lebih dimengerti, agar sajian istimewa ini dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.

Rujak Cingur Akhmad Jais
Jl. Akhmad Jais 40, Surabaya
031 532 8443

Rujak Cingur Genteng Durasim
Jl. Genteng Durasim 29, Surabaya
031 5358213

Rujak Cingur Sedati
Jl. Raya Sedati Gede No. 66 Sedati, Surabaya
031 8678458

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here