Ivory Bakery's Address
Wednesday, February 15, 2012
Monday, January 16, 2012
Ini Dia, Resto Fine Dining di Yogya

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap Kuliner Pusaka Indonesia.
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Bondan Winarno Yogyakarta - Sebagai kota yang semakin banyak dikunjungi wisatawan asing, kehadiran restoran dengan fine-dining setting sudah punya pasar yang cukup baik di Jogja. Restoran-restoran semacam ini juga merupakan entry point yang baik untuk memperkenalkan masakan Indonesia kepada tamu asing, di samping juga merupakan venue yang tepat bagi warga masyarakat yang memerlukan suasana berkelas.
Berikut beberapa daftar resto fine dining di Yogya:
Gadjah Wong > Jl. Gejayan, 588294: Sebuah rumah makan pertama di Jogja yang menampilkan hidangan internasional dengan setting etnik yang memukau. Restoran ini hanya buka malam hari, karena jurumasaknya adalah juga pemiliknya. Mbak Yani yang bersuami orang asing ini memang pintar memasak dan kreatif menyajikannya.
Sasanti > Jl. Palagan Tentara Pelajar 52A, 866345: Dulunya bernama "Mlangi", berlokasi di Nogotirto. Sejak pindah ke sebelah Hyatt Regency, restoran ini semakin banyak pelanggannya. Menyajikan masakan Indonesia dalam gaya fusion, seperti bebek peking bacem, buntil salmon, srikaya creme brule, dan lain-lain. Mak nyuss!
Omah Dhuwur > Jl. Mondorakan 252, Kotagede, 374952: Sebuah rumah berusia 150 tahun gaya kolonial Belanda yang diubah menjadi restoran. Suasana cozy, sajiannya cukup kreatif. Boleh coba kakap bumbu kuning, atau steak dengan saus tempe.
Gabah Resto > Jl. Dewi Sartika 11A, Sagan, 0274 515626: Sebuah restoran dengan setting masa lalu yang cozy. Hidangan internasionalnya disajikan secara autentik. Patut dicoba.
(dev/dev)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Tuesday, January 10, 2012
Chinese Food Juara di Kota Yogya

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap Kuliner Pusaka Indonesia.
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Bondan Winarno Yogyakarta - Tentu saja, di Jogja pun dapat dijumpai beberapa rumah makan yang menyajikan masakan Tionghoa kelas juara. Beberapa rumah makan khusus menyajikan masakan halal, tetapi ada pula beberapa yang menyajikan masakan non-halal.
RM Lie Djiong > Jl. Brigjen Katamso 21, 374429: Sebuah rumah makan djadoel (djaman doeloe) yang menyajikan masakan Tionghoa autentik. Sajian populernya adalah angsio cakar ayam, burung dara goreng tepung, dan kamar bola (masakan semacam capcay). Ada beberapa sajian tidak halal di sini. Mak nyuss!
Restoran Sintawang > Jl. Magelang 9, 562901: Sajian populer di sini antara lain adalah juanlo (steamboat), kepiting lemburi, dan hotplate seafood.
Pacific Restaurant > Jl. Magelang, 564191, 18.00 – 22.00: sajian populer di sini antara lain adalah sapo tahu seafood, juanlo (steamboat), dan sapi lada hitam.
Bakmi Ketandan > Jl. Bhayangkara 17, 0816 4265573, 17.30 – 23.30: Favorit almarhum Umar Kayam, budayawan besar yang lama tinggal di Jogja. Bakmi goreng dan nasi gorengnya selalu diantre orang. Kelas warung dengan kualitas masakan dahsyat.
(dev/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Sunday, December 4, 2011
Bila Bali bertemu Makassar di Belanga Yogya
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Nama Bale Bengong tentu membuat kita segera berkesimpulan bahwa rumah makan ini menghadirkan masakan Bali. Di Bali, bale bengong adalah penamaan umum atau istilah untuk gazebo. Bila melihat eksterior dan interior-nya, juga musik latarbelakang-nya, terasa sekali ke-Bali-an yang ingin dihadirkan.
Tetapi, bila melihat sajiannya, barulah kita menyadari unsur kuliner lain. Ternyata, pemiliknya adalah seorang pria Makassar yang beristrikan perempuan Bali. Perpaduan yang sangat menarik, baik secara manusiawi maupun kuliner. Lokasi rumah makan di Yogyakarta tentulah pula ikut mempengaruhi ciri masakan yang disajikan.
Sang pemilik menyarankan saya memesan udang bakar bambu – satu sajian populer khas dari Bale Bengong. Saya terima saran itu, sambil juga memesan ikan kakap putih bakar saus Bale Bengong, dan plecing khas Sasak. Lho, kok ada dua jenis hidangan yang dibakar? Tenang saja! Saya sudah mendapat jaminan, bahwa sekalipun tekniknya bakar, tetapi hasilnya sangat beda.
Maka, duduklah saya dengan tenang sambil menikmati hamparan sawah yang mengitari Bale Bengong ini. Alunan gamelan Bali di latar belakang membuat saya terkantuk-kantuk melawan desir angin sepoi.
Tidak lama kemudian, hidangan pun datang. Satu ruas bambu yang sudah hangus bagian luarnya, disumpal dengan daun pisang, di bawa ke meja. Sumpalnya dibuka, isinya pun dituangkan ke cambung besar. Ala maaak, harum nian sajian ini.
Udang galah (udang sungai dengan capit panjang) berukuran kecil dibakar di dalam tabung bambu dengan bumbu-bumbu yang ditumis dan dicampur sedikit air. Hasilnya adalah masakan yang mirip udang kukus, tetapi dengan aroma bambu dan daun pisang yang sungguh indah. Kuahnya yang mirip sup encer sangat segar dan gurih. Ada tone sereh dan bumbu-bumbu lain-lain yang tampil dengan cantiknya. Ini membuat saya menghabiskan semua kuahnya seperti layaknya minum kuah sup. Udangnya pun matang sempurna. Daging udangnya succulent (nyakreuk), dan terasa manis sekali. Mak nyuss dan mempesona.
Cara membakar di dalam bambu cukup lazim di berbagai kuliner lokal Indonesia, seperti: Manado, Toraja, Minang, dan lain-lain. Di Bali, khususnya di Karangasem, banyak masakan dalam bambu (timbungan).
Karena setelah Idul Fitri masih banyak nelayan yang libur, pilihan ikan mahi-mahi (lemadang) dan baronang tidak tersedia hari itu. Hanya ada ikan bawal, kakap putih, cumi-cumi, udang, dan kepiting. Kakap putih dibakar dengan saus Bale Bengong yang merupakan campuran antara rica-rica dan kacang tanah. Istimewa!
Harganya? Cukup murah untuk ukuran Jakarta maupun Yogyakarta. Bahkan, ada berbagai paket – dari Rp 125-205 per paket untuk lima orang – yang sudah mencakup ikan bakar, cumi goreng tepung, capcai atau lawar, nasi putih, buah, dan es teh. Dari pengunjung lain, saya mendapat tips murah meriah untuk makan di sini. Pesan saja paket berlima yang paling murah, lalu tambah pesanan berupa udang telur asin dan mendoan supaya lebih meriah. Wah, pintar juga.
Terlalu jauh untuk datang ke Yogya? He he, jangan khawatir, ternyata Bale Bengong juga hadir di Jakarta Timur, tepat di depan Bandara Halim Perdanakusumah (Jl. Angkasa, 021 80888282). Sayangnya, di Bale Bengong Jakarta udangnya tidak memakai udang sungai, melainkan udang pancet hasil budidaya. Tekstur dan manisnya sedikit beda.
Bale Bengong Seafood Resto
Jl. Solo km 12,5 (belakang SBPU)
Kalasan, Sleman, Yogyakarta
0274 496636
(dev/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Sunday, September 18, 2011
Sate Populer di Kota Yogya

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap Kuliner Pusaka Indonesia.
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Marchellinus Hanjaya Yogyakarta - Jogja juga punya beberapa penjual sate yang dibanggakan warga kotanya. Kebanyakan, sate yang populer di Jogja adalah sate kambing. Para penjual sate kambing di Jogja biasanya juga menyediakan gule dan tongseng.
Orang Jogja suka "memburu" sate klathak sampai ke Imogiri, sekitar satu jam perjalanan ke arah Selatan. Sate klathak merupakan istilah yang mengacu pada kepolosan bumbunya. Daging kambingnya hanya dibumbui dengan garam, lalu dibakar pada jeruji sepeda yang terbuat dari baja. Disajikan tanpa sambal kecap ataupun sambal kacang. Nasi putih yang disajikan bersama sate klathak ini disiram dengan kuah gule.
Sate Pak Dakir > Jl. HOS Cokroaminoto, 618066, 618201: Selain sate kambingnya, juga terkenal dengan nasi goreng kambingnya. Di situ bahkan ada menu khusus yang dinamai Nasi Goreng Butet Kartaredjasa alias Nasi Goreng Pliket (lengket), karena menggunakan sumsum kambing dan kikil yang terlebih dulu direbus empuk.
Sate Tambaksegaran Solo > Jl. : Cabang dari rumah makan bernama sama di Solo. Terkenal dengan sate buntel yang mak nyuss!
Sate Jaran Gondolayu > Jl. Jenderal Sudirman 25, 518639: Sate dari daging kuda. Penjualnya apik. Semua daging baru dikeluarkan dari dalam lemari es (untuk memertahankan mutunya) sebelum dibakar untuk tamu. Seratnya kasar, tetapi dagingnya cukup empuk.
Sate Klathak Mas Jono > di dalam Pasar Jejeran, Wonokromo, Imogiri
0816 4268846, 19.00 – 24.00: Di dalam pasar ini juga terdapat tiga pedagang sate klathak lainnya.
Sate Karang > Lapangan Karang, Kotagede, 7807371, 0817 5421901, 17.00 – 23.00: Direkomendasikan oleh A. Prasetiantono. Sate sapi manis dengan tiga jenis saus, sebagai lauk untuk lontong lodeh yang lezat.
Gule Gulon > Jl. Raya Gulon 90, Salam, 0293 586412: Sekalipun agak di luar kota, gule gurih di warung ini merupakan favorit orang Jogja. Coba juga sate gorengnya yang khas.
Sate Pak Nano > Menayu Kulon 90, Tirtonirmolo, Ringroad Selatan Madukismo, 0816 4265573: Penjualnya lucu, tongsengnya dahsyat. Menyediakan tongseng super hot alias tongseng neraka dengan 20 cabe rawit ke atas!
(dev/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)