Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Makassar. Show all posts
Showing posts with label Makassar. Show all posts

Saturday, December 17, 2011

Soto Betawi Istimewa Kok di Makassar, Sih?

Bondan Winarno - detikFood

Soto Betawi Istimewa Kok di Makassar, Sih?
Foto: Bondan Winarno Makassar - Heran! Kok di Makassar malah menemukan sobet (soto betawi) yang istimiwir, yak? Jangan heran! Orang Makassar memang jagoan dalam masakan berkuah, misalnya: coto, pallu basa, pallu mara, pallu kaloa, dan sop saudara. Tidak heran, bila soto betawi pun ber-fusion dengan cantiknya di negeri para daeng ini.

Aslinya, warung soto betawi ini berlokasi di Lapangan Karebosi. Tetapi, kemudian pindah tempat ke Jl. Lompobatang, dan kemudian juga membuka cabang di Jl. Muhtar Lutfi dan di Jl. Veteran Utara ini.

Modifikasi yang dilakukan terhadap soto betawi di Makassar ini adalah dengan "mengeluarkan" susu dan santan dari kuahnya. Jadi, kuahnya dari kaldu bening yang gurih. Jangan kaget bila ketika mencicipi kuahnya terasa agak tawar. Ini adalah cara saji orang Makassar. Coto pun disajikan dengan cara itu, yaitu kuah bergaram minimal. Di meja tersedia garam bubuk, dan tamu bisa menambahkan garam sesuai tingkat kegurihan yang diingini. Tersedia juga irisan jeruk nipis untuk yang menyukai “tendangan” rasa asam segar.

Tetapi, ternyata santannya dikembalikan lagi ke dalam kuah dalam bentuk lain. Kocokan telur ayam dicampur santan dituang ke dalam kuah mendidih, sehingga menjadi butiran-butiran kecil yang gurih ketika pecah dalam gigitan. Jadi, sekalipun kuahnya encer segar, tetapi menjadi ekstra gurih dengan tambahan bulir-bulir telur-santan ini. Inilah keistimewaan sobet fusion Makassar.

Daging "isi"-nya memang masih setia dengan gagrak asli Betawi. Daging sapi dan berbagai jeroan – paru, jantung, usus, limpa, babat – yang direbus dalam kuah soto, kemudian digoreng, dan disiram dengan kuah segar-gurih itu. Top markotop!

Masih ada dua modifikasi lagi, yaitu: tomat dan emping. Mana ada sobet tanpa emping dan soto? Di warung ini, tomatnya ditiadakan. Sedangkan empingnya dibungkus plastik dan dijual terpisah. Harga per porsi Rp 17 ribu tanpa nasi.

Ah, ya, masih ada satu modifikasi lagi. Nasinya bukan sekadar nasi putih, melainkan dihidangkan dengan topping sambal goreng yang dibuat dari ubi jalar. Ini adalah "sambal" khas Makassar yang selalu hadir sebagai lauk nasi rames maupun nasi kuning. Nasi dengan sambal goreng ini dibandrol Rp 5 ribu.

Satu catatan tambahan. Di Makassar juga ada soto banjarmasin yang oleh banyak orang dilabeli lebih enak daripada yang asli di Banjarmasin sana. Warungnya sangat kecil, dikenal dengan nama Soto Banjar Pos (Sejak 1969), karena letaknya memang di dekat Kantor Pos (Jl. W.R. Supratman 3). Kalau melihat perkedel kentangnya yang berdiameter 15 sentimeter, mungkin kita sudah akan langsung ngiler. Silakan coba sendiri untuk membuktikannya. Saya sudah, kok.

Jadi, kalau Anda sudah beberapa hari di Makassar dan sudah “capek” makan coto maupun pallu basa, pallu mara, dan pallu kaloa, masih ada soto betawi dan soto banjar yang tidak boleh dilewatkan.

Warung Soto Betawi
Jl. Veteran Utara 288
Makassar
0411 325504

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Sunday, December 4, 2011

Bila Bali bertemu Makassar di Belanga Yogya

Bondan Winarno - detikFood

Bila Bali bertemu Makassar di Belanga Yogya
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Nama Bale Bengong tentu membuat kita segera berkesimpulan bahwa rumah makan ini menghadirkan masakan Bali. Di Bali, bale bengong adalah penamaan umum atau istilah untuk gazebo. Bila melihat eksterior dan interior-nya, juga musik latarbelakang-nya, terasa sekali ke-Bali-an yang ingin dihadirkan.

Tetapi, bila melihat sajiannya, barulah kita menyadari unsur kuliner lain. Ternyata, pemiliknya adalah seorang pria Makassar yang beristrikan perempuan Bali. Perpaduan yang sangat menarik, baik secara manusiawi maupun kuliner. Lokasi rumah makan di Yogyakarta tentulah pula ikut mempengaruhi ciri masakan yang disajikan.

Sang pemilik menyarankan saya memesan udang bakar bambu – satu sajian populer khas dari Bale Bengong. Saya terima saran itu, sambil juga memesan ikan kakap putih bakar saus Bale Bengong, dan plecing khas Sasak. Lho, kok ada dua jenis hidangan yang dibakar? Tenang saja! Saya sudah mendapat jaminan, bahwa sekalipun tekniknya bakar, tetapi hasilnya sangat beda.

Maka, duduklah saya dengan tenang sambil menikmati hamparan sawah yang mengitari Bale Bengong ini. Alunan gamelan Bali di latar belakang membuat saya terkantuk-kantuk melawan desir angin sepoi.

Tidak lama kemudian, hidangan pun datang. Satu ruas bambu yang sudah hangus bagian luarnya, disumpal dengan daun pisang, di bawa ke meja. Sumpalnya dibuka, isinya pun dituangkan ke cambung besar. Ala maaak, harum nian sajian ini.

Udang galah (udang sungai dengan capit panjang) berukuran kecil dibakar di dalam tabung bambu dengan bumbu-bumbu yang ditumis dan dicampur sedikit air. Hasilnya adalah masakan yang mirip udang kukus, tetapi dengan aroma bambu dan daun pisang yang sungguh indah. Kuahnya yang mirip sup encer sangat segar dan gurih. Ada tone sereh dan bumbu-bumbu lain-lain yang tampil dengan cantiknya. Ini membuat saya menghabiskan semua kuahnya seperti layaknya minum kuah sup. Udangnya pun matang sempurna. Daging udangnya succulent (nyakreuk), dan terasa manis sekali. Mak nyuss dan mempesona.

Cara membakar di dalam bambu cukup lazim di berbagai kuliner lokal Indonesia, seperti: Manado, Toraja, Minang, dan lain-lain. Di Bali, khususnya di Karangasem, banyak masakan dalam bambu (timbungan).

Karena setelah Idul Fitri masih banyak nelayan yang libur, pilihan ikan mahi-mahi (lemadang) dan baronang tidak tersedia hari itu. Hanya ada ikan bawal, kakap putih, cumi-cumi, udang, dan kepiting. Kakap putih dibakar dengan saus Bale Bengong yang merupakan campuran antara rica-rica dan kacang tanah. Istimewa!

Harganya? Cukup murah untuk ukuran Jakarta maupun Yogyakarta. Bahkan, ada berbagai paket – dari Rp 125-205 per paket untuk lima orang – yang sudah mencakup ikan bakar, cumi goreng tepung, capcai atau lawar, nasi putih, buah, dan es teh. Dari pengunjung lain, saya mendapat tips murah meriah untuk makan di sini. Pesan saja paket berlima yang paling murah, lalu tambah pesanan berupa udang telur asin dan mendoan supaya lebih meriah. Wah, pintar juga.

Terlalu jauh untuk datang ke Yogya? He he, jangan khawatir, ternyata Bale Bengong juga hadir di Jakarta Timur, tepat di depan Bandara Halim Perdanakusumah (Jl. Angkasa, 021 80888282). Sayangnya, di Bale Bengong Jakarta udangnya tidak memakai udang sungai, melainkan udang pancet hasil budidaya. Tekstur dan manisnya sedikit beda.

Bale Bengong Seafood Resto
Jl. Solo km 12,5 (belakang SBPU)
Kalasan, Sleman, Yogyakarta
0274 496636

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Wednesday, August 24, 2011

Pallu Kaloa: Rawon Ikan dari Makassar


img_consultant_1

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap pusaka kuliner Indonesia.

Bondan Winarno - detikFood

Pallu Kaloa: Rawon Ikan dari Makassar
Foto: Bondan Winarno Sulawesi Selatan - Menurut buku-buku resep tentang masakan Sulawesi Selatan, pallu kaloa kebanyakan dibuat dari ayam. Ada juga yang membuatnya dari daging sapi, sehingga makin mirip rawon khas Jawa Timur. Tetapi, di Makassar juga ada satu rumah makan yang menyajikan pallu kaloa dari daging kambing. Tetapi, di Makassar saat ini, kebanyakan pallu kaloa yang ditawarkan di rumah makan malah dibuat dari kepala ikan kakap. Ada juga yang spesial menyajikan pallu kaloa ikan bolu (ikan bandeng). Popularitas pallu kaloa kepala ikan kakap membuat pallu kaloa ayam makin lama makin tersingkir dan langka.

Migrasi dari protein ayam ke ikan mungkin sekali karena orang Makassar pada umumnya memang sangat menyukai ikan. Selain dibakar, masakan ikan yang paling populer di Sulawesi Selatan adalah pallu mara yang berkuah kuning segar.

Seperti pernah saya kemukakan sebelumnya, pallu berarti masakan, sedangkan kaloa adalah kluwek atau keluwak. Karena itu, masakan yang dinamai pallu kaloa ini sangat mirip dengan rawon di Jawa. Tetapi, ketika popularitas pallu kaloa ikan semakin populer, maka masakan ini menjadi lebih mirip gabus pucung khas Betawi. Bedanya terletak pada jenis ikan yang dipakai. Tetapi, sesungguhnya, beda yang paling mendasar adalah pada karakter kuahnya.

Pallu kaloa Makassar kuahnya lebih kental karena dibubuhi kelapa gongseng, yaitu kelapa parut yang disangrai, kemudian ditumbuk sampai keluar minyaknya. Sedangkan gabus pucung kuahnya lebih encer dan segar seperti umumnya rawon. Penambahan kelapa gongseng juga didapati pada masakan Makassar lainnya, yaitu pallu basa yang membuat masakannya jadi lebih gurih dengan tekstur krenyes-krenyes yang mengesankan.

Pallu kaloa mempunyai citarasa yang kompleks. Aroma dan citarasa yang menonjol adalah kluwek, sehingga memang sekilas terasa seperti rawon. Tetapi, pada suapan kedua dan selanjutnya, kita semakin merasakan tekstur butir-butir halus gurih dari kelapa gongseng yang juga membuat kuahnya lebih tebal dan kental. Rasa sereh dan daun salam juga menegaskan kemiripannya dengan rawon. Tetapi, pada masakan pallu kaloa ada juga yang suka menambahkan daun jeruk ke dalam masakan ini, sehingga tercipta aroma harum serta "tendangan" rasa khas yang membuatnya sekaligus berbeda dari rawon.

Pengayaan citarasa pallu kaloa juga diciptakan oleh jintan, ketumbar, dan kayu manis yang membuat masakan ini lebih mengesankan dan spektrumnya lebih penuh dibanding rawon yang lebih sederhana dan "straightforward".

Seperti pallu mara, pallu kaloa juga paling cocok disajikan dengan ratca mangga, yaitu sambal trasi dengan serutan halus mangga muda. Sambal mangga muda ini menghilangkan kesan lengket dari lemak dan tulang muda yang dikandung kepala ikan kakap.?

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Wednesday, July 27, 2011

LPPOM MUI Gelar Pelatihan Auditor Halal di Makassar

Devita Sari - detikFood

LPPOM MUI Gelar Pelatihan Auditor Halal di Makassar
Jakarta - Kiprah LPPOM MUI dalam sosialisasi halal tidak hanya melulu dilakukan di Jabodetabek. Bahkan dalam beberapa periode tertentu, LPPOM MUI melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Indonesia. Kali ini, para calon auditor kota Makasar mendapat kesempatan istimewa tersebut.S

Dalam rangka menghasilkan auditor halal nasional di daerah-daerah, pada 14-17 Juli lalu, LPPOM MUI Propinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pelatihan Calon Auditor Halal Tingkat Propinsi. Dimana pelatihan tersebut diikuti sekitar 42 peserta dari Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Pelatihan dibuka oleh Ketua MUI Sulawesi Selatan, K.H. Sanusi Baco. Dalam sambutannya, KH Sanusi Baco menekankan bahwa pelatihan tersebut sangat penting untuk menghasilkan fatwa yang benar. "Auditor halal harus memiliki iman dan ilmu pengetahuan yang memadai, sehingga selain tidak mudah tergoda, auditor juga memiliki kompetensi," ujarnya. Ia pun menambahkan bahawa dalam kehidupan sehari-hari, memilih makanan halal merupakan hal yang sangat penting, karena mengkonsumsi makanan halal telah jelas diatur oleh agama.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan LPPOM Daerah mewakili Direktur LPPOM MUI Pusat, Ir. Nur Wahid, M.Si. yang sekaligus bertindak selaku pemberi dan penyaji materi bersama Ir. Hendra Utama, serta Ir. Noormayani, Trainer dari LPPOM MUI Propinsi Sulsel ikut bicara. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi auditor halal LPPOM MUI.

Selain pelatihan untuk calon auditor, dilangsungkan pula Pelatihan Auditor Halal Nasional yang diikuti oleh 12 orang dan Pelatihan Auditor Halal Internal (AHI) bagi perusahaan-perusahaan yang telah mendapat Sertifikat Halal LPPOM MUI. Dimana pelatihan tersebut diikuti oleh 40 peserta.

Dijelaskan oleh Ir. Nur Wahid M.Si., pelatihan calon auditor tingkat propinsi itu adalah untuk memperkuat LPPOM MUI tingkat propinsi Sulsel dan Sulbar. Sedangkan pelatihan auditor nasional diberikan bagi para auditor tingkat propinsi yang akan di-up grade atau ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya menjadi auditor halal nasional, dengan cakupan yang berbeda, yakni agar memiliki kemampuan untuk mengaudit perusahaan-perusahaan nasional.

Adapun Pelatihan AHI dilangsungkan bagi para staf atau pegawai perusahaan yang telah mendapat sertifikat halal MUI. Materinya mencakup aspek-aspek halal-haram, tugas dan tanggung jawabnya sebagai auditor halal internal di perusahaan masing-masing dalam menjaga dan menjamin kehalalan produk yang dihasilkan oleh perusahaannya.

Sumber: LPPOM MUI

(eka/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here