Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Hindari. Show all posts
Showing posts with label Hindari. Show all posts

Wednesday, July 18, 2012

Hindari 4 Makanan Ini Saat Liburan Di Pantai!

Post this to your WordPress blog:


Post this to your Blogger blog:


Share to your Yahoo Mail contacts


Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts



Roti sehat harga hemat

Sunday, March 11, 2012

Coca-Cola Ganti Resep untuk Hindari Peringatan Kanker

Fitria Rahmadianti - detikFood

Coca-Cola Ganti Resep untuk Hindari Peringatan Kanker
Foto: sodahead.com Jakarta - Seperti rokok, peringatan risiko kesehatan juga wajib dicantumkan di label Coca-Cola dan Pepsi. Pasalnya, zat pewarna yang digunakan dalam minuman ini disinyalir dapat menyebabkan kanker. Meski membantah, Coca-Cola akhirnya mengubah resep.

Negara bagian California, Amerika Serikat, baru-baru ini menambahkan 4-methylimidazole (4-MI) ke dalam daftar karsinogen (zat pemicu kanker). Karena pewarna karamel Coca-Cola mengandung zat ini, peringatan bahaya kanker harus ditampilkan di labelnya.

Berdasarkan berita yang dilansir Daily Mail, aturan ini bersumber dari sebuah penelitian. Menurut riset tersebut, konsumsi 4-MI dalam jumlah banyak dapat memicu tumor pada tikus percobaan. Namun, efeknya belum teruji pada manusia.

Coca-Cola menolak temuan tersebut. Menurut juru bicara perusahaan ini, kandungan 4-MI dalam produknya tidak menimbulkan risiko kesehatan atau keselamatan. Di luar California, tidak ada lembaga kesehatan masyarakat yang menyatakan bahwa 4-MI bersifat karsinogen terhadap manusia.

“Pewarna karamel di bahan-bahan yang kami gunakan selalu aman,” ujar Ben Scheilder, sang juru bicara.Namun, semata demi menuruti aturan, Coca-Cola meminta supplier zat pewarnanya memodifikasi proses pengolahan untuk mengurangi kandungan 4-MI. Zat ini bisa terbentuk saat proses pemasakan dan dapat pula terkandung di makanan lain. Perubahan ini sudah diterapkan di California dan akan menyebar ke seluruh Amerika Serikat.

Pengumuman dari Coca-Cola ini keluar sehari setelah Center for Science in the Public Interest (CSPI) mengajukan surat permohonan ke Food and Drug Administration (FDA). Kelompok konsumen itu sudah kedua kalinya meminta FDA melarang zat tersebut.

California's Office of Environmental Health Hazard Assessment menyebut bahwa produk yang mengandung 4-MI lebih dari 29 mikrogram harus menggunakan label peringatan. Penelitian CSPI menunjukkan bahwa dalam sekaleng Coca-Cola terdapat 140 mikrogram 4-MI.

“Jika memungkinkan, industri soda harus menggunakan pewarna cokelat yang bebas karsinogen untuk makanan,” tegas Executive Director CSPI, Michael Jacobson, kepada Reuters.

Saat ini FDA masih meneliti petisi tersebut. Namun, menurut juru bicara FDA, kandungan 4-MI dalam softdrink masih dalam batas aman. “Konsumen harus meminum lebih dari 1,000 kaleng soda per hari untuk memenuhi dosis yang tertera dalam studi,” ujar juru bicara FDA, Doug Karas.

American Beverage Association menyatakan bahwa perusahaan anggotanya akan tetap menggunakan pewarna karamel, namun disesuaikan dengan standar California.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Memasak!

Devita Sari - detikFood Berencana memasak di akhir pekan ini? Saat memasak ada kebiasaan buruk yang mungkin tidak disadari. Akibatnya, masakan kurang enak dan bahkan bisa membahayakan kesehatan. Kesalahan sederhana saat memasak bisa Anda hindari.

Kebiasaan yang tampak sepele saat memasak mungkin tak Anda sadari. Namun bisa jadi merugikan kesehatan. Mulai dari minyak yang terlalu panas, hingga kebiasaan mengaduk-aduk makanan terlalu sering saat memasak. Kebiasaan buruk berikut ini sebaiknya Anda cermati dan perbaiki agar makanan jadi lezat dengan nutrisi optimal.



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, February 6, 2012

Jika Sedang Diet, Hindari Makan Bersama Orang Rakus

Odi - detikFood

Jika Sedang Diet, Hindari Makan Bersama Orang Rakus
Foto: Shutterstock Jakarta - Lingkungan memiliki dampak yang signifikan pada perilaku, termasuk saat menjalankan program diet. Pilih lingkungan yang mendukung upaya kita. Hindarilah makan bersama orang rakus, karena Anda akan tergoda meniru cara makannya.

Ini bukan omong kosong. Peneliti dari Radboud University Nijmegen, Belanda, telah membuktikan bahwa perempuan yang makan bersama cenderung saling meniru kecepatan makan rekannya.

Dalam studi yang dimuat di jurnal PLoS One ini tertulis bahwa tim peneliti mengajak dua orang wanita yang tak saling kenal untuk bersantap bersama. Para peneliti kemudian mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan makanan dalam sekali suap. Ternyata, catatan waktu keduanya sama.

Sebelumnya juga ada penelitian serupa dengan hasil yang mirip. Sebanyak 70 pasang wanita Belanda yang belum kenal satu sama lain makan bersama dengan jenis makanan, jumlah, serta waktu makan yang sama. Hasilnya, wanita menyuapkan makanan ke mulut dalam waktu 5 detik setelah rekannya.

Sudah ada beberapa riset yang menguatkan fakta bahwa cara makan dan minum kita dipengaruhi orang dan lingkungan sekitar. Penulis riset ini, Roel Hermans, menduga bahwa tindakan meniru ini dikarenakan kita ingin disukai oleh orang lain.

“Alasan lainnya adalah, kita memiliki keinginan dasar untuk meniru orang lain. Ketika melihat rekan menyuapkan makanan, sistem motorik kita menggerakkan tubuh untuk makan juga,” kata Roel seperti dikutip dari My Health News Daily. Hal ini bisa pula terjadi karena wanita melihat tindakan orang lain untuk memandu sikapnya agar sesuai dengan norma yang berlaku.

Roel menambahkan, wanita 3 kali lebih sering meniru rekan makannya selama 10 menit pertama bersantap dibanding di 10 menit terakhir. Ia menduga hal ini dilakukan untuk menjaga hubungan dengan orang asing.

Pria ini memberi saran kepada orang-orang yang sedang menjalankan diet. “Jangan cuma fokus ke makanan sehat, tapi juga lingkungan sekitar. Jangan abaikan sinyal dari dalam tubuh Anda lalu mengikuti orang lain,” ujar Roel.

Untuk ke depannya, Roel berharap dapat memelajari sikap pria, anak-anak, dan lansia saat makan, termasuk apakah hasilnya akan sama jika kedua orang tersebut sudah saling mengenal. Dr. Sarah-Jeanne Salvy, ilmuwan RAND Corp. yang meneliti perilaku makan, berharap bisa melihat alasan di balik pola peniruan tersebut.

“Alasan karena ingin mengambil hati orang lain dan murni karena ingin meniru harus dibedakan,” saran Sarah.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, October 16, 2011

Hindari Makan Buah Sehabis Makan

- detikFood

Hindari Makan Buah Sehabis Makan
Foto : jogjaentertain.com Jakarta - Setelah makan biasanya orang merokok, minum teh atau makan buah segar sebagai pencuci mulut. Meskipun enak rasanya, kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari karena bisa memicu munculnya gangguan kesehatan.

Merokok, minum segelas teh, atau makan buah segar usai makan memang sudah merupakan kebiasaan umum yang dilakukan banyak orang. Tetapi jika terus menerus dilakukan, kebiasaan ini bisa membuat kesehatan tubuh terganggu.

Beberapa kebiasaan umum ini bisa memicu terjadinya masalah kesehatan atau munculnya berbagai jenis penyakit.

Merokok
Sebuah studi menunjukkan, bahwa merokok satu batang setelah makan memiliki efek yang sama dengan merokok sepuluh batang rokok. Resiko terkena kanker juga menjadi lebih besar.

Makan buah
Setelah usai makan, sebaiknya jangan terburu-buru untuk makan buah. Sebab, jika tubuh memiliki masalah pada lambung, makan buah setelah makan bisa memicu reproduksi gas berlebih dalam perut sehingga menyebabkan kembung dan sesak. Tunggulah 1-2 jam setelah makan, jika ingin mengkonsumsi buah.

Minum teh
Teh mengandung kadar asam tinggi, yang bisa menyebabkan kandungan protein pada makanan sulit dicerna tubuh. Minumlah teh beberapa saat setelah selesai makan.

Melonggarkan ikat pinggang
Melonggarkan ikat pinggang langsung setelah makan, bisa membuat usus terpelintir, menyumbat makanan pada saluran pencernaan. Hal ini bisa memicu terjadinya sembelit, kembung dan penumpukan makanan yang membuat perut buncit.

Berjalan
Berjalan langsung setelah makan, membuat sistem pencernaan tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Namun, buat yang ingin membakar kalori, tunggulah beberapa saat setelah makan baru lakukkan kegiatan ringan.

Mandi
Mandi bisa meningkatkan aliran darah ke tangan, kaki dan tubuh. Bagi mereka yang usai makan langsung mandi bisa membuat aliran darah ke perut menurun dan mengurangi kerja sistem pada saluran pencernaan.

Tidur
Jangan langsung tidur setelah makan, meskipun merasa mengantuk. Sebab, makanan yang dimakan tidak bisa terserap dengan baik. Hal ini akan menyebabkan peradangan pada usus dan memicu terjadinya gangguan pada perut.

(Odi/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here