Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Nusantara. Show all posts

Friday, February 17, 2012

Buah Nusantara Tak Kalah dengan Buah Impor

Fitria Rahmadianti - detikFood

Buah Nusantara Tak Kalah dengan Buah Impor
Foto: detikfood Jakarta - Konsumsi buah di Indonesia jauh di bawah standar internasional. Hal ini diperburuk dengan apresiasi yang rendah terhadap buah nusantara. Oleh karena itu, Nusa Fresh bertujuan menggenjot nilai apresiasi terhadap buah produk petani lokal.

Hal ini diungkapkan oleh Kafi Kurnia, Ketua Asosiasi Eksportir-Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia (ASEIBSSINDO). Bertempat di The Dharmawangsa Hotel, Kafi berbicara di depan para undangan yang terdiri dari perwakilan kementerian perdagangan, pihak pasar swalayan, dan media pada Kamis (16/2).

Menurut Kafi, ada beberapa masalah yang membuat buah nusantara kurang diapresiasi di Indonesia. Pertama, data tahun 2010 menunjukkan bahwa konsumsi buah masyarakat Indonesia hanya 32 kg per kapita per tahun, sementara Food and Agriculture Organization (FAO) memberi batas minimal 65.75 kg per kapita per tahun. “Jumlah ini bahkan kurang dari setengahnya,” kata Kafi.

Kedua, terdapat kesenjangan harga antara pedagang tradisional dan pasar swalayan. “Misalnya kita beli salak di pasar hanya Rp 7 ribu/kg, salak gula pasir di supermarket dijual dengan harga Rp 70 ribu/kg,” jelas Kafi.

Selama ini, Indonesia lebih banyak mengimpor dibanding mengekspor buah-buahan. Di mata dunia, Indonesia berada di peringkat 26 sebagai importir dan peringkat 41 sebagai eksportir buah. Hasil perkebunan yang banyak dikirim ke luar negeri adalah pinang, kacang mede, kelapa, manggis, asam Jawa, dan mangga.

Singapura, Malaysia, China, dan Pakistan adalah negara-negara tujuan ekspor Indonesia. “Padahal, importir buah terbesar di dunia adalah negara-negara di Eropa dan Amerika,” ujar Pradnyawati, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional.

Pradnyawati menilai, rendahnya tingkat ekspor buah Indonesia disebabkan kurangnya dukungan infrastruktur, teknologi, promosi, dan standardisasi produk. “Standar yang dimaksud mencakup ukuran, rasa, kualitas, dan kemasan,” tuturnya.

Selama biaya mendatangkan produk dari luar negeri lebih murah daripada antar pulau, maka harga produk impor akan tetap lebih murah. “Maka, mata rantai distribusi buah harus dipersingkat,” kata Pradnyawati.

Kafi setuju dengan hal ini. Makanya, ASEIBSSINDO menyarankan buah-buahan dibudidayakan secara menyebar di seluruh nusantara. “Kami mengusahakan jarak yang ditempuh oleh buah, dari tangan petani ke tangan konsumen, seminim mungkin agar carbon footprint yang dihasilkan rendah,” jelas Kafi.

Branding juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing buah nusantara. Beberapa merk buah yang terkenal adalah Chiquita untuk pisang dari Amerika dan Zespri untuk kiwi dari Selandia Baru. “Nantinya, brand Nusa Fresh yang akan mewakili buah nusantara,” kata Kafi.

Pada workshop kali ini, Dr. Samuel Oetoro, MS SpGK juga hadir sebagai pembicara. Acara pun ditutup dengan santap siang. Para undangan menikmati menu berbahan buah nusantara kreasi Chef Vindex Tengker, di antaranya Shrimp Cocktail with Papaya Seed Dip, Guava Barbecued Boneless Beef Ribs, dan Caramelized Banana & Chocolate Mousse Cake.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Tuesday, November 22, 2011

Belajar Sajian Nusantara di Fiesta Indonesia

Fitria Rahmadianti - detikFood

Jakarta -

(dev)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Monday, September 26, 2011

Bango Gelar Diskusi Kuliner Nusantara dan Kebudayaan

Renny Wahyuningsih - detikFood

Bango Gelar Diskusi Kuliner Nusantara dan Kebudayaan
Foto: Ren/detikFood Jakarta - Tidak sedikit orang menganggap bahwa makanan hanya berfungsi sebatas memuaskan rasa lapar. Padahal makanan memiliki fungsi lebih meski tak banyak tidak disadari. Seorang sejarawan dan pakar kebudayaan pun menjawabnya lewat diskusi yang digelar Bango bersama civitas mahasiswa Universitas Indonesia.

Bango bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (PPKB FIB UI) menggelar sebuah diskusi bertajuk 'Kuliner Nusantara dan Kebudayaan'. Acara tersebut berlangsung di Gedung 1 FIB UI, Depok pada hari Selasa (21/9), dengan menghadirkan dua orang pembicara yaitu Prof. Dr. Edi Sedyawati selaku pakar kebudayaan dan JJ Rizal seorang sejarawan.

Diskusi kali ini boleh dibilang juga merupakan salah satu wujud Bango yang terus berupaya ikut melestarikan kuliner nusantara. Setelah sebelumnya Bango mengangkat semur sebagai warisan kuliner nusantara, kali ini Bango menggelar diskusi ilmiah yang mengupas keterkaitan fungsi makanan baik dari sisi budaya maupun segi kulinernya.

Menurut Dr. Edi Sedyawati, kuliner memiliki tempat yang istimewa di dalam sebuah sistem kebudayaan, meliputi struktur sosial, sistem religi, sistem ekonomi hingga konsep perawatan diri. Dihadapan para civitas mahasiswa dan pemerhati kebudayaan yang hadir dalam diskusi tersebut ia pun memberi contoh nyata dengan kondisi yang terjadi di masyarakat Indonesia.

"Salah satu contoh keterkaitan antara kuliner dan bisa dilihat dari umat Hindu yang memiliki pantangan untuk mengkonsumsi daging sapi. Pantangan tersebut bukan dikarenakan sapi bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Namun bagi umat Hindu, sapi merupakan hewan suci yang berupa wahana Dewa Siwa. Keyakinan tersebut membuktikan makanan tidak hanya sekedar urusan perut, tetapi juga menyakut nilai budaya yang terkait didalamnya," jelas Edi panjang lebar.

Sedangkan dilihat dari sisi sejarawan, JJ Rizal mengatakan bahwa kuliner memiliki posisi dan peranan atau simbol dari peristiwa yang terjadi dalam keseharian. Seperti saat hari lebaran misalnya banyak disajikan sejumlah makanan atau kue-kue khas yang disajikan. Menurutnya kebiasaan tersebut memiliki arti tersendiri, yaitu lebih sebagai simbol dari keakraban dan semangat persaudaraan untuk berkumpul bersama-sama menikmati makanan.

Selain pemerhati kebudayaan, diskusi ilmiah ini melibatkan puluhan civitas akademi khususnya mahasiswa. Lewat acara-acara semacam ini Bango ingin mengangkat kekayaan kuliner nusantara melalui perspektif budaya. Selain itu para mahasiswa juga nantinya diharapkan dapat berperan sebagai pembuka jalan bagi inovasi-inovasi baru makanan tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung.

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Wednesday, July 13, 2011

"The Exotic of Java" Buat Pencinta Kuliner Nusantara

Renny Wahyuningsih - detikFood

Jakarta -

(dev)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here