Ivory Bakery's Address
Thursday, March 29, 2012
Monday, March 26, 2012
Monday, March 5, 2012
Saatnya Kuliner Indonesia Dipromosikan Kepada Dunia
Odi - detikFood
Foto: www.detikfood.com Jakarta - Selain alam, Indonesia juga sangat kaya akan kuliner lokal yang bercitarasa unik. Kuliner juga menjadi salah satu wisata minat khusus Indonesia. Karena itu kuliner sudah saatnya lebih serius diperkenalkan pada dunia internasional.
Dalam acara jumpa pers di Gedung Sapta Pesona lantai 16, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (5/3/2012), Menparekraf Mari Elka Pangestu menegaskan bahwa kuliner sebagai salah satu wisata minat khusus yang tidak kalah penting. Ini merupakan cara ampuh untuk memperkenalkan kelezatan kuliner Indonesia di mata dunia.
"Kita punya banyak kuliner, seperti nasi goreng, sate, rendang, kopi luwak dan kopi Toraja, yang relatif sering kita gunakan dalam acara menyambut tamu-tamu internasional," ujar Mari.
Cara tersebut terbukti cukup ampuh dalam memperkenalkan kuliner Indonesia. Kuliner Indonesia memiliki cita rasa yang tinggi. Tak heran, rendang dari Padang telah menjadi salah satu kuliner terenak di dunia.
"Kita juga punya diplomasi kuliner, yaitu salah satu cara efektif untuk mengembangkan kuliner dengan mengirim chef Indonesia ke luar negeri" lanjut Mari.
Diplomasi kuliner ini dilakukan dengan cara mengirimkan chef-chef terbaik Indonesia ke luar negeri. Chef yang dikirim akan mengenalkan dan berbagi resep-resep kuliner Indonesia kepada chef-chef internasional. Chef Indonesia dikirim ke beberapa hotel di luar negeri, kemudian mengajarkan beberapa resep unggulan Indonesia kepada chef setempat.
Dengan cara tersebut, diharapkan chef-chef internasional dapat mengenal dan memahami cara pembuatan berbagai hidangan Indonesia. Hal ini juga bertujuan untuk lebih memperkanalkan kelezatan kuliner Indonesia pada masyarakat dunia. Wisata kuliner juga akan menjadi daya tarik khusus wisman saat berkunjung ke Indonesia.
(gst/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Monday, February 27, 2012
Program Kuliner TV Membuat Resto Para Chef Laris Manis
Fitria Rahmadianti - detikFood
Foto: ctbites.com Jakarta - Ruang kerja chef kini tak lagi terbatas di dapur. Mereka bisa tampil di layar kaca seiring menjamurnya program kuliner di TV. Embel-embel 'celebrity chef' pun disandang mereka. Sejauh mana kepopuleran para chef berpengaruh pada kehidupan profesional mereka?
Huffington Post merangkum diskusi yang melibatkan para pemenang kompetisi memasak di TV. Acara ini diselenggarakan pada 'South Beach Wine & Food Festival' di Amerika Serikat. Bobby Flay, seorang celebrity chef, berperan sebagai moderatornya.
Salah satu panelis adalah Michael Symon dari 'Iron Chef'. Demi acara 'The Chew', ia dan istrinya pindah dari Cleveland ke New York. “Inilah kesempatan sekali dalam seumur hidup,” ujarnya. Ia pun sudah membuka beberapa restoran.
Meski awalnya ia kesulitan menyerahkan tugas kepada anak buah, kini ia telah merasa nyaman dengan mereka. Sudah 13 tahun Michael tidak secara langsung mengelola restoran, hanya kadang-kadang saja terlibat.
Marc Forgione tidak percaya bahwa ia bisa sesibuk sekarang. Setahun setelah memenangi 'Next Iron Chef', restorannya selalu penuh. Kini, ia membuka restoran kedua. “Sebelumnya saya berjuang membuat orang-orang mampir ke restoran saya, namun sekarang saya malah kewalahan menambah tempat duduk,” kata Marc kepada website Zagat.
Seperti Michael, Marc juga mengaku sulit menjalankan usaha restoran tanpa secara fisik berada di sana. Selain mengelola restoran, ia juga sedang bekerja sama dengan dua perusahaan berbeda. “Tak pernah terbayang sebelumnya saya akan dibayar hanya untuk meminum sebuah produk,” ujar Marc. Bagaimanapun juga, ia merasa lebih nyaman mengelola restoran dibanding tampil di TV.
Pemenang 'Top Chef', Stephanie Izard, sudah didekati oleh beberapa production house untuk tampil di acara TV, tapi ia ragu jika acara tersebut berlatar restoran miliknya. 'Saya tidak mau meneriaki tukang cuci piring demi terlihat seru di TV,” jelas Stephanie.
Sejak tampil di layar kaca, bisnis restoran Jonathan Waxman, kontestan Top Chef Masters, naik hingga 35 persen. Namun mereka mengaku, kadang-kadang pelanggan mengatakan hidangannya enak karena mereka adalah fans para chef. Bahkan, Jonathan dan Marc pernah diajak berbincang-bincang oleh penggemar saat sedang buang air kecil.
(Odi/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Friday, February 17, 2012
Nonton dan Makan Enak di Festival Film Kuliner Berlin
Flora Febrianindya - detikFood
Foto: sudouest.fr Jakarta - Berlin International Film Festival (Berlinale) adalah salah satu festival film paling ternama di dunia. Selain ajang penghargaan bagi insan film, di acara ini juga ada pemutaran film yang dibagi dalam beberapa kategori. Salah satunya adalah Culinary Cinema.
Culinary Cinema adalah pemutaran film-film internasional yang menonjolkan tema kuliner. Ide ini berasal dari Thomas Struck (direktur program Culinary Cinema) dan Dieter Kosslick (direktur Berlinale sekaligus pendukung International Slow Food Movement) pada tahun 2007.
Tahun ini, Culinary Cinema mengangkat tema 'Trust in Taste'. “Percayalah pada rasa makanan, bukan pada apa yang tertera di kemasan atau labelnya,” Dieter menjelaskan tentang makna tema tersebut, seperti dikutip dari The Daily Meal.
Di acara ini, mungkin Anda akan sering meneteskan air liur melihat hidangan di layar lebar. Namun, Anda tak perlu khawatir pulang dengan perut keroncongan. Segala sajian yang Anda tonton akan tersedia tepat di hadapan Anda, siap disantap!
Thomas mengaplikasikan tema 'Trust in Taste' di festival ini dengan memperkenankan penonton mencicipi sajian dalam film. Usai pemutaran film, penonton akan diajak menikmati appetizer, main course, dan dessert dalam tenda besar yang mewah bernama Gropius Mirror. Chef yang dipekerjakan pun tak main-main, semuanya sudah mendapat pengakuan di bidang memasak.
Ada 15 film yang akan diputar selama 12-17 Februari 2012. Negara yang berpartisipasi di festival film kuliner ini adalah Amerika Serikat, Meksiko, Peru, Portugal, Perancis, Spanyol, Finlandia, Italia, Korea Selatan, Taiwan, dan China. Bertempat di Martin-Gropius-Bau exhibition hall, Berlin, film kuliner akan diputar mulai pukul 19.30 setiap harinya.
Salah satu judul yang akan dipertontonkan adalah 'Entre les Bras', film dokumenter tentang chef peraih Michelin star, Michel Bras, dan anaknya. Premier film besutan Paul Lacoste ini akan diputar di Culinary Cinema Berlinale. Sajian yang terinspirasi dari film Perancis tersebut akan disiapkan oleh chef Jerman Michael Kempf yang pernah memenangkan penghargaan di bidang kuliner.
Film lain yang tak kalah menarik adalah 'Last Call At The Oasis' yang disutradari Jessica Yu, pemenang piala Oscar. Film dokumenter asal Amerika Serikat ini berkisah tentang krisis air global. Chef Christian Lohse, pemilik restoran top Fischers Fritz di Berlin, akan menghidangkan santapan lezat khas film tersebut.
Untuk menikmati film dan sajian berkualitas ini, pengunjung harus mengeluarkan uang sebesar 59 Euro (Rp 700 ribu).
(Odi/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Thursday, February 16, 2012
Ternyata 5 Tokoh Dunia Ini Pencinta Kuliner!
Dunia kuliner memang bisa melintasi batas usia dan bidang karir. Mulai dari selebriti hingga mantan presiden Amerika Serikat. Inilah 5 orang tokoh yang menggemari kuliner, seperti dilansir The Daily Meal.
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Situs Kencan Khusus Pecinta Kuliner
Fitria Rahmadianti - detikFood
Foto: eharmony.co.uk Jakarta - Di biro jodoh, kita akan dicomblangi dengan jodoh yang sesuai kriteria kita. Nah, buat Anda yang mencari jodoh pecinta kuliner, masuk saja ke situs kencan khusus penggemar makanan ini. Anda bisa berkenalan dengan calon pasangan sambil berbagi hobi.
Ada beberapa situs kencan khusus foodie (pecinta kuliner), salah satunya adalah veggiedates.co.uk. Situs ini cocok bagi vegetarian atau vegan yang ingin menghabiskan hidupnya bersama pasangan yang memiliki prinsip sama. Mereka tak perlu khawatir makanan yang mereka santap di rumah ternyata mengandung lemak hewan karena sang kekasih adalah pemakan segala.
Jamie Oliver, celebrity chef terkenal asal Inggris, dikabarkan mulai terjun ke bidang online dating. Di website resminya, ada kanal dating (jamieoliver.com/dating) yang bertagline 'where food lovers meet'. Namun, ternyata ini hanya link menuju match.com, situs kencan untuk umum.
UK Dating Group punya beberapa pilihan situs kencan, baik untuk Anda yang mencari pasangan homoseksual, berkulit hitam, maupun lansia. Salah satu sister site-nya adalah foodielover.co.uk. Di sini, Anda bisa menemukan pria atau wanita yang dengan senang hati menerima tawaran kencan di restoran.
Eater, website kuliner yang lebih banyak membahas tentang review restoran di Amerika, tak mau kalah. Di pojok kanan halaman depan, kita bisa melihat iklan 'Eater Dating'. Inilah proyek kolaborasi Eater dengan situs kencan online, How About We.
Situs ini agak berbeda dengan situs jodoh lain. Di How About We, Anda menuliskan status ide kencan, kemudian memilih pria/wanita mana yang menyukai gagasan tersebut, lalu mengajaknya mewujudkan kencan impian tersebut. Misalnya, 'how about we shop together and cook the food in my kitchen?'.
Atau, bisa juga Anda mengikuti acara klub makan yang dinamakan home supper club. Pada waktu tertentu, acara ini diselenggarakan khusus bagi para jomblo. Nah, di sinilah Anda bisa menemukan pujaan hati sekaligus mengetahui kebiasaannya saat makan.
Namun, Felicity Cloake dari The Guardian meragukan keinginan pecinta kuliner menemukan pasangan yang punya hobi sama. Ia mempertanyakan apakah nantinya kedua sejoli akan saling memberi pengaruh dalam kebiasaan makan. Misalnya, seorang omnivora tertarik menjadi vegan seperti pasangannya, atau sebaliknya.
Menurut pengalaman Felicity, punya pasangan sesama foodie ada kekurangannya, yaitu persaingan di dapur. Nantinya bisa jadi akan ada perbandingan siapa yang lebih jago masak atau saling mengkritik masakan yang dihasilkan.
“Saya hanya membutuhkan 'asisten' yang dengan senang hati membantu belanja dan memotong-motong bahan masakan. Senang rasanya jika pasangan dengan tulus terkesan akan masakan kita,” ujar Felicity.
Bagaimanapun juga, Felicity mengaku memiliki pasangan berhobi sama mempunyai kelebihan sendiri, di antaranya bisa berwisata kuliner bersama atau masak bareng. Sekarang, pilihannya terserah masing-masing, apakah ingin mencari pasangan yang sama-sama hobi makan atau tidak.
(Odi/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com