Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Bango. Show all posts
Showing posts with label Bango. Show all posts

Thursday, March 8, 2012

Bango Galang Dukungan Untuk Lestarikan Semur

Fitria Rahmadianti - detikFood

Bango Galang Dukungan Untuk Lestarikan Semur
Foto: www.detikfood.com Jakarta - Masakan Indonesia mendapat banyak pengaruh dari Melayu, peranakan Cina, atau Barat. Meski demikian, negeri kita juga punya kuliner asli, salah satunya adalah semur. Oleh karena itu, warisan kuliner ini perlu mendapat pengakuan dunia.

Bango adalah salah satu pihak yang sedang giat melakukan Kampanye Semur. Perusahaan kecap manis ini tengah menggalang dukungan dari berbagai pihak dan mengedukasi masyarakat. Tujuannya adalah agar semur tercatat sebagai kuliner khas Indonesia di Intangible Cultural Heritage UNESCO.

Sejak tahun lalu, Bango sudah melakukan langkah-langkah pendahuluan. Tim Bango sudah melakukan riset dan mengumpulkan data terkait semur dan kuliner nusantara. Mereka juga akan mengadakan diskusi panel dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Nasional terkait pendaftaran semur ke UNESCO.

“Kami berperan sebagai pionir sekaligus lokomotif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Setelah itu, teknis inventarisasi semur sebagai intangible cultural heritage akan kami serahkan kepada pemerintah,” tutur Agus Nugraha, Senior Brand Manager Bango, saat ditemui di roadshow Bango, Rabu (7/3).

Mengapa semur? Jika ditelusuri dari sejarah, sejak abad ke-9 M, masyarakat Indonesia sudah mengenal penggunaan daging hewan dalam masakan. Resep semur (smoor) tercantum dalam buku resep tertua yang berhasil ditemukan oleh tim Bango.

Setelah dipelajari, semur memang asli Indonesia. Apalagi kecap manis banyak digunakan dalam resep semur. “Memang ada banyak versi kecap di dunia, namun hanya ada satu kecap manis, yaitu di Indonesia,” ujar Agus.

Semur sebenarnya tersebar di Indonesia dengan nama dan karakteristik berbeda-beda. Sebut saja rabeg (semur kambing khas Banten) dan andilan (semur kerbau khas Betawi). Selama ini mungkin kita hanya mengenal semur daging, ayam, atau jengkol. Padahal, bahan lain juga dapat digunakan. Misalnya ikan dan sayuran seperti labu, brokoli, dan oyong.

Roadshow yang diselenggarakan di SMK Jayawisata I Menteng juga menghadirkan Chef Ragil Imam Wibowo. Menurut Chef Ragil, banyak orang malas membuat semur karena membutuhkan waktu lama dan rumit. “Padahal, semur bisa diolah dengan mudah,” kata praktisi kuliner ini. Ia pun mencontohkan pembuatan Semur Soun Yogyakarta, Semur Bandeng Surabaya, dan Semur Lidah Bali.

Berbagai resep semur didokumentasikan dan dikumpulkan sebagai buku resep yang akan diluncurkan April ini. “Tantangan kami adalah membuat masyarakat tahu tentang seluk-beluk semur dan mau mempraktikkannya,” ucap Agus menutup roadshow tersebut.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, September 26, 2011

Bango Gelar Diskusi Kuliner Nusantara dan Kebudayaan

Renny Wahyuningsih - detikFood

Bango Gelar Diskusi Kuliner Nusantara dan Kebudayaan
Foto: Ren/detikFood Jakarta - Tidak sedikit orang menganggap bahwa makanan hanya berfungsi sebatas memuaskan rasa lapar. Padahal makanan memiliki fungsi lebih meski tak banyak tidak disadari. Seorang sejarawan dan pakar kebudayaan pun menjawabnya lewat diskusi yang digelar Bango bersama civitas mahasiswa Universitas Indonesia.

Bango bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (PPKB FIB UI) menggelar sebuah diskusi bertajuk 'Kuliner Nusantara dan Kebudayaan'. Acara tersebut berlangsung di Gedung 1 FIB UI, Depok pada hari Selasa (21/9), dengan menghadirkan dua orang pembicara yaitu Prof. Dr. Edi Sedyawati selaku pakar kebudayaan dan JJ Rizal seorang sejarawan.

Diskusi kali ini boleh dibilang juga merupakan salah satu wujud Bango yang terus berupaya ikut melestarikan kuliner nusantara. Setelah sebelumnya Bango mengangkat semur sebagai warisan kuliner nusantara, kali ini Bango menggelar diskusi ilmiah yang mengupas keterkaitan fungsi makanan baik dari sisi budaya maupun segi kulinernya.

Menurut Dr. Edi Sedyawati, kuliner memiliki tempat yang istimewa di dalam sebuah sistem kebudayaan, meliputi struktur sosial, sistem religi, sistem ekonomi hingga konsep perawatan diri. Dihadapan para civitas mahasiswa dan pemerhati kebudayaan yang hadir dalam diskusi tersebut ia pun memberi contoh nyata dengan kondisi yang terjadi di masyarakat Indonesia.

"Salah satu contoh keterkaitan antara kuliner dan bisa dilihat dari umat Hindu yang memiliki pantangan untuk mengkonsumsi daging sapi. Pantangan tersebut bukan dikarenakan sapi bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Namun bagi umat Hindu, sapi merupakan hewan suci yang berupa wahana Dewa Siwa. Keyakinan tersebut membuktikan makanan tidak hanya sekedar urusan perut, tetapi juga menyakut nilai budaya yang terkait didalamnya," jelas Edi panjang lebar.

Sedangkan dilihat dari sisi sejarawan, JJ Rizal mengatakan bahwa kuliner memiliki posisi dan peranan atau simbol dari peristiwa yang terjadi dalam keseharian. Seperti saat hari lebaran misalnya banyak disajikan sejumlah makanan atau kue-kue khas yang disajikan. Menurutnya kebiasaan tersebut memiliki arti tersendiri, yaitu lebih sebagai simbol dari keakraban dan semangat persaudaraan untuk berkumpul bersama-sama menikmati makanan.

Selain pemerhati kebudayaan, diskusi ilmiah ini melibatkan puluhan civitas akademi khususnya mahasiswa. Lewat acara-acara semacam ini Bango ingin mengangkat kekayaan kuliner nusantara melalui perspektif budaya. Selain itu para mahasiswa juga nantinya diharapkan dapat berperan sebagai pembuka jalan bagi inovasi-inovasi baru makanan tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung.

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Tuesday, April 26, 2011

Festival Jajanan Bango Hadir di 5 Kota!

Devita Sari - detikFood

Festival Jajanan Bango Hadir di 5 Kota!
Foto: dev/detikFood Jakarta - Agenda tahunan Festival Jajanan Bango kini kembali digelar di 5 kota baru di Indonesia. Mengusung tema 'Legenda Kuliner Nusantara', Bango kembali menghadirkan dan menanamkan kecintaan akan masakan tradisional kepada masyarakat luas. Seperti apa serunya FJB tahun ini?

Bagi penggemar kuliner, Festival Jajanan Bango (FJB) yang tahun ini memasuki tahun ke-7 tentunya sudah ditunggu-tunggu. Selain menghadirkan lebih banyak lagi kuliner dari seluruh nusantara, FJB kali ini juga mengusung tema yang unik dan dihadirkan di lima kota yang berbeda.

Di hari jadinya yang ke-14 kota Bekasi memperoleh kehormatan menjadi kota pertama tempat diselenggarakannya FJB di tahun 2011. Acara yang digelar hari Sabtu, 23 April 2011 lalu bertempat di Lapangan Serbaguna, Bekasi Timur. Kurang lebih 45 penjaja makanan tradisional berkumpul ditempat ini sejak pukul 10 pagi hingga pukul 22.00.

Acara dibuka oleh paduan vokal anak-anak Bina Vokalia yang menyanyikan lagu-lagu daerah. Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Ibu Okty Damayanti selaku Foods Director PT. Unilever Indonesia Tbk dan Bapak Drs. R. Arief Suwardi selaku Kepala Bidang Pariwisata dari Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Bekasi.

"Saya mewakili warga Bekasi benar-benar senang dan mendapat kehormatan untuk menjadi kota pertama diadakannya Festival Jajanan Bango. Selain melestarikan budaya Indonesia, FJB juga memberikan kesempatan bagi anak cucu kita untuk mengenal kuliner tradisional," ujar Arief dalam kata sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama Okty Damayanti juga mengungkapkan kegembiraannya dalam pembukaan FJB di kota Depok. "Kami senang sekali telah 7 tahun berturut-turut menggelar Festival Jajanan Bango sekaligus melestarikan kuliner nusantara. Tahun ini sengaja kami menggelarnya cukup unik, yaitu dengan memberikan kejutan istimewa mengunjungi 5 lokasi baru dan mengusung tema 'Legenda Kuliner Nusantara'," jelasnya saat pembukaan FJB (23/4) di Kampung Bango.

Setelah Bekasi menjadi kota persinggahan yang pertama serangkaian pelaksanaan FJB akan disusul dengan kota Depok, Sidoarjo, Kediri dan Malang pada 9 Juli 2011 nanti. Alasan Bekasi dipilih menjadi kota pelaksanaan adalah karena kota tersebut memiliki potensi kuliner yang cukup besar dan banyak diantaranya yang telah melagenda.

Untuk pelaksanaan FJB kali ini juga tidak main-main, sebab telah melalui proses pencarian dan pertimbangan yang cukup panjang, jelas Agus Nuraha (Senior Brand Manager Bango). Oleh karena itu tak heran jika aneka jajanan yang ditawarkan FJB kali ini cukup istimewa.

Salah satu legenda kuliner asal Bekasi yang turut memeriahkan acara ini adalah Pondok Sate Kelinci H. Zaenal yang tersohor kelezatannya seantaro Bekasi. Usaha yang dimulai sejak 35 tahun lalu ini, kini diteruskan oleh sang isteri Ibu Musyrifah yang sibuk melayani pesanan nasi pindang dari para pembeli yang membanjiri FJB.

Selain itu pengunjung juga bisa mencicipi beragam masakan para legenda kuliner lainnya. Sebut saja Soto Tangkar Betawi H. Ahmad Muchtar, Mi Godhog Bhumen Jaya II, Nasi Ulam Misjaya, Gabus Pucung RM. Ibu Wati, Rujak Juhi Petojo, Gule Goreng Pak Saman yang selalu diantari pembeli, dan Rujak Cingur Sedati Bu Nur Aini, Surabaya. Cuaca yang cukup panas juga mengundang sejumlah penjual es seperti es goyang dan es selendang mayang dipadati oleh pembeli.

Nah, pencinta kuliner jangan lupa nantikan FJB selanjutnya hadir di kota Anda!

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here