Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Sunday, July 15, 2012

Yuk Membuat Salmon Sashimi a la Resto Jepang!

Fitria Rahmadianti - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Yuk Membuat Salmon Sashimi a la Resto Jepang!
Foto: Detikfood Jakarta - Selain sushi, sashimi menjadi salah satu menu favorit di restoran Jepang. Irisan daging ikan mentah disajikan dengan parutan wortel dan lobak, wasabi, gari (acar jahe muda), selada, serta peterseli. Memotong daging salmon untuk sashimi pun butuh teknik tertentu, tidak bisa asal potong.

Kamis (12/7), bertempat di Poke Sushi Crowne Plaza Jakarta, Chef Dwi menunjukkan cara memotong salmon utuh menjadi sashimi siap santap. Poke Sushi biasa mendatangkan salmon dari Norwegia dan Australia. Salmon dapat dimanfaatkan 95% bagian tubuhnya. Hanya tulangnya yang dibuang, itupun bisa direbus menjadi kaldu.

Di meja Chef Dwi terdapat empat buah pisau yang akan digunakan saat proses pembersihan hingga pemotongan sashimi. Ada pisau biasa atau vegetable knife, ada pula deba knife untuk memotong tulang. Selain itu, terdapat tako hiki yang panjang untuk membuat fillet dari daging bertekstur lembut dan sashimi knife untuk memotong-motong fillet menjadi sashimi.

Setelah dibersihkan dan dibekukan, salmon dapat dipotong menjadi sashimi. Bagian yang paling baik untuk nigiri sushi dan sashimi adalah punggung tengah karena teksturnya lebih kencang dan bentuknya lebih bagus. Bagian perut salmon (salmon belly) digunakan untuk hidangan lain karena terlalu lembut dan berminyak untuk dibuat sashimi.

Sashimi menggunakan daging punggung salmon karena kenyal dan padat. Ini langkah memotong daging salmon menjadi sashimi:

1. Keluarkan daging salmon dari plastic wrap. Buang lemak di pinggir daging.
2. Pisahkan daging dari kulit dan sisakan tulang di bagian tengahnya. Cara memotongnya dari tengah (atas ke bawah), lalu menyamping (kanan ke kiri, bersisian dengan kulit) sampai daging terlepas.
3. Putar daging, lalu lakukan hal yang sama sehingga yang tersisa tinggal tulang dan kulit (salmon skin, bisa untuk hidangan lain).
4. Iris daging melawan arah urat agar daging tidak hancur.
5. Sajikan bersama soy sauce yang diberi wasabi.

(fit/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Thursday, April 5, 2012

Undang-Undang Baru Ikan Buntal Resahkan Chef di Jepang

Devita Sari - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Undang-Undang Baru Ikan Buntal Resahkan Chef di Jepang
Foto: www.guardian.co.uk Jakarta - Ikan buntal memang terkenal lezat, tapi ironisnya ikan ini beracun sehingga harus disajikan oleh koki berlisensi. Kini Jepang mengeluarkan undang-undang baru yang memperbolehkan ikan buntal disajikan secara bebas di restoran.

Selama lebih dari 6 dekade ikan buntal atau fugu (blowfish) telah berada di bawah naungan undang-undang yang ketat. Ikan yang tubuhnya bisa menggembung seperti balon ini juga dikenal sebagai salah satu ikan yang mematikan karena mengandung racun. Beberapa organ bagian dalam tubuhnya mengandung racun yang lebih mematikan daripada sianida.

Racun yang dikenal sebagai tetrododoxin pada ikan buntal ditemukan dalam pada bagian dalam tubuh ikan, seperti hati, jantung, usus dan mata. Secuil kecil saja tersisa maka dapat membunuh orang yang menyantapnya. Setiap tahun ada saja laporan orang meninggal setelah menyiapkan ikan buntal di rumah.

Ironisnya daging ikan buntal juga dikenal akan rasanya yang sangat lezat. Di Jepang untuk mencegah keracunan, sajian dari ikan buntal harus diolah oleh seorang chef yang berlisensi khusus. Chef inilah yang mengetahui bagian-bagian khusus ikan buntal yang beracun dan kemudian meraciknya menjadi sajian lezat. Harganya yang cukup mahal membuat ikan buntal hanya dapat diperoleh di restoran-restoran eksklusif.

Kini pemerintah Jepang mengeluarkan undang-undang baru sehubungan dengan ikan buntal. Dimana menurut undang-undang baru, ikan buntal dapat dijual di berbagai restoran tanpa lisensi khusus. Hal itu membuat berang dan kecewa sejumlah chef pemilik lisensi khusus ikan buntal di Jepang.

"Kami telah menghabiskan waktu dan uang untuk mendapatkan dan menggunakan lisensi ikan buntal, tetapi dengan aturan baru ini setiap orang kini bisa menangani ikan buntal meskipun tidak memiliki lisensi. Kami pikir cara ini sangat aneh," kata Hashimoto, seorang chef ikan buntal selama 30 tahun.

Pemerintah Metropolitan Tokyo mengatakan penyajian ikan buntal harus berubah seiring dengan perubahan jaman. Mereka berharap bahwa relaksasi dari peraturan tersebut akan memotong harga jual ikan buntal dan membuat Tokyo mengikuti perkembangan.

"Di luar Tokyo, peraturan untuk ikan buntal bahkan lebih kendor dan hampir tak ada kecelakaan yang berhubungan dengan racun," ujar Hironobu Kondo, seorang pejabat di Departemen Kontrol Makanan.

"Kami berharap bahwa jumlah restoran yang menawarkan ikan buntal tanpa koki berlinsensi akan meningkat, dan ikan buntal dapat digunakan tidak hanya sebagai bahan dasar masakan tradisional Jepang tetapi dapat diolah menjadi makanan Cina dan Barat."

Ikan buntal selama ini dapat diolah menjadi tempura, sashimi atau irisan ikan mentah yang sangat tipis, dan sirip panggang dalam cangkir sake panas. Tapi makan ini jauh dari murah, karena pengunjung harus membayar jasa koki berlisensi untuk mencegah mereka dari keracunan ikan buntal. Di restoran Hashimoto, pengunjung setidaknya membayar ?10.000 yen atau sekitar Rp 1.103.200,00 per orang.

Untuk koki berlisensi ikan koki sendiri harus berlatih sedikitnya selama 2 tahun sebelum mereka memperoleh sertifikat. Di Tokyo biaya ujian untuk menjadi koki ikan buntal berlisensi harus membayar sekitar ?17.900 atau Rp 1.974.800,00.

Menanggapi hal tersebut para pelanggan setia ikan buntal menyatakan bahwa tak ada yang bisa menggantikan seorang koki terlatih. Menurutnya memasak ikan buntal adalah sebuah bentuk seni yang memerlukan teknik dan keterampilan. "Itulah sebabnya kami membayar uang lebih untuk menikmati ikan buntal," ujar penulis sekenario Shoji Imai yang menjadi salah satu pelanggan setia ikan buntal.

"Saya tidak ingin orang-orang melupakan bahwa mereka benar-benar bisa mati akibat makan ikan buntal yang tidak diolah dengan baik," imbuh Hashimoto. "Saya merasa kesadaran pemerintah akan hal itu saat ini telah berkurang."

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, April 4, 2012

Perang Bir Non Alkohol Kian Memanas di Jepang

Odi - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC'; Perang Bir Non Alkohol Kian Memanas di Jepang
Foto: cosbysweaters Jakarta - Bir non alkohol memang bukan jenis minuman baru di Jepang. Sejak tahun 2008, bir non alkohol populer di kalangan mereka yang tidak minum alkohol. Laba yang tinggi membuat persaingan antar merek bir non alkohol pun kian memanas.

Siapa yang tidak mengenal bir? Meskipun tak semua orangsuka minuman yang mengandung alkohol ini, namun kepopuleran bir sudah tersebar di seluruh dunia. Jepang merupakan salah satu negara dengan konsumsi bir yang cukup tinggi dan memiliki banyak produsen bir besar.

Beberapa merek bir non alkohol yang ada di Jepang adalah Kirin Free, Asahi W-Zero, Suntory All Free dan Sapporo Premium Alcohol Free. Kirin Brewery Corp adalah salah satu perusahaan Jepang yang berhasil meluncurkan bir non alkohol yang dikenal dengan nama 'Kirin Free'. Minuman yang memiliki rasa seperti bir dengan kadar alkohol 0% ini dilucurkan bulan April 2009 silam.

Arashi W-Zero diproduksi oleh perusahaan bir Arashi Breweries Ltd. Para pesaing kuat lainnya adalah Suntory All Free dan Sapporo Premium Alcohol Free. Selain mengklaim mengandung kadar alkohol 0%, beberapa bir non alkohol tersebut juga mengandung nol kalori. Di awal penjualannya tahun 2008, bir non alkohol masih normal namun setiap tahunnya penjualan jenis minuman ini semakin meningkat.

Seperti yang dilansir dari japantoday.com, sejak tahun 2008 penjualan bir non alkohol meningkat sebanyak 12 kali lipat di tahun 2011. Tak heran jika kini banyak perusahaan bir alkohol yang mulai melirik bir non alkohol. Perusahaan ini awalnya menetapkan target penjualan tahunan sebesar 630.000 kasus. Pada bulan Oktober, perkiraan mereka telah meningkat menjadi 3,5 juta kasus.

Begitu pula yang dialami oleh Suntory Liquors Ltd yang membekukan penjualan sekitar 70% di atas target yang mereka perkirakan. Sapporo Breweries yang termasuk pemain baru dalam produk bir non alkohol meluncurkan produknya pada 16 Maret 2011. Dalam beberapa bulan saja Sapporo Premium Alcohol Free telah berhasil mencapai target penjualannya meskipun mengalami saat-saat sulit setelah terjadinya gempa di wilayah tersebut.

Diperkirakan ada beberapa alasan kesuksesan bir non alkohol di luar perkiraan para perusahaan bir. Selain menargetkan konsumen yang tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, adanya peraturan larangan berkendara setelah meminum minuman beralkohol mnedorong konsumen memilih bir non alkohol. Faktor gaya hidup juga ikut mempengaruhi populernya bir non alkohol.

Para produsen pun tidak melewatkan kesempatan tersebut. Setelah sukses memasuki pasar Jepang, tahun 2012 kini mereka mulai membidik pasar asing seperti Asia, Amerika, dan Eropa. Kirin contohnya, perusahaan bir tersebut mulai mempopulerkan merek 'Ichiban Shibori' untuk memasuki pasar Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan Suntory bersiap membidik pasar Russia, Amerika, dan New Zealand.

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Friday, March 2, 2012

Takana Jo Sakana, Jajanan Jepang yang Selalu Terkenang

Devita Sari - detikFood

Takana Jo Sakana, Jajanan Jepang yang Selalu Terkenang
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Ada lagu Minang yang populer berjudul Takana Jo Kampuang (Terkenang kepada Kampung Halaman). Kalau kita plesetkan, memang tidak heran bila kita selalu terkenang kepada sajian Sakana yang mengesankan.

Bagi saya, yang membuat Sakana selalu takana adalah jajanan khas Jepang yang disebut takoyaki (arti harafiah: ikan gurita bakar). Sesungguhnya ini lebih mirip poffertjes yang berisi sepotong kecil ikan gurita. Rasanya memang sangat khas. Di Tokyo, takoyaki banyak dijajakan di pinggir-pinggir jalan. Sakana menyajikan takoyaki (Rp 28 ribu) sebagai snack maupun juga sebagai appetizer. Uniknya, takoyaki di Sakana disajikan secara kreatif. Ada yang memakai saus demi glace, ada yang ditaburi abon, ada pula yang memakai kuah kari.

Setiap waktu makan siang, lebih banyak orang Jepang tampak di Sakana dibanding warga lokal. Ambience-nya pun mirip-mirip restoran atau depachika di Jepang, berupa puluhan boks untuk 2-4 orang, maupun ruang-ruang yang lebih besar. Sekitar 120 tamu dapat diserap Sakana setiap saat.

Sakana juga menerapkan struktur harga seperti layaknya restoran di Jepang. Artinya, porsi dan harga untuk makan siang berbeda dengan makan malam. Tentu saja, harga-harga untuk makan siang lebih murah.

Untuk makan siang, yang paling populer adalah teishoku (lunch set di atas satu nampan), bento (lunch set di dalam satu boks), dan donburi (semangkuk nasi dengan lauk sederhana di atasnya).

Teishoku (disajikan dengan nasi, miso shiru, salad, acar, dan dessert) harganya antara Rp 44-81 ribu). Antara lain: tempura moriawase, beef teriyaki, dan lain-lain. Bento dihargai antara Rp 94-125 ribu, lengkap dengan chawanmushi, miso shiru, dan dessert. Sedangkan donburi hanya sekitar Rp 41-86 ribu, antara lain: sashimi don, oyako don, gyu don. Ada juga paket sushi yang dibandrol Rp 63-98 ribu.

Tersedia pula porsi kecil seperti curry rice (Rp 42 ribu), tuna sandwich (Rp 38 ribu), dan ume-shiso spaghetti (pasta dengan saus plum, Rp 40 ribu). Juga men mono (soba, udon, ramen) yang pas dan mengenyangkan dengan harga Rp 37-72 ribu.

Untuk malam hari, Sakana menyajikan menu yang lebih elaborate dan porsi yang lebih besar serta lengkap. Inilah saatnya untuk makan secara bertahap dengan memesan berbagai jenis sajian – termasuk panggang-panggangan daging dan seafood.

Pada malam yang dingin, saya sarankan Anda memesan oden – makanan khas jepang di musim dingin – berupa kuah segar panas dengan berbagai macam isi, seperti: konnyaku, kerang, berbagai bakso, irisan beef tipis, dan lain-lain. Hangat dan nyaman di perut, serta tidak terlampau mengenyangkan.

Sakana bukanlah tempat makan yang mewah. Sajiannya pun tergolong rata-rata saja. Tetapi, inilah salah satu tempat di Jakarta yang menawarkan the real dining experience gaya Jepang untuk kelas pekerja.

Selain gerai pertamanya yang menjadi flagship di MidPlaza 1, Sakana juga kini hadir di Bandara Soekarno-Hatta dan Karawaci.

Sakana
MidPlaza 1
Jl. Jenderal Sudirman kav 10-11
Jakarta Selatan
021 5706200

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, January 15, 2012

Resep Telur: Omelet Jepang

Odilia Winneke - detikFood

Resep Telur: Omelet Jepang
Foto: odi/detikfood Jakarta - Jika bosan dengan omelet yang biasa untuk sarapan, coba sajikan omelet gaya negeri matahari terbit ini. Isinya diperkaya dengan jamur yang kenyal segar dan bumbu shoyunya membuat omelet ini harum dan sedap!

Bahan:
1 sdm minyak sayur
1 siung bawang putih, cincang halus
30 g bawang bombay, cincang
50 g jamur shimeji cokelat, potong-potong
3 buah kami stick, potong-potong
Kocok jadi satu:
3 butir telur ayam
1 sdm shoyu
? sdt merica bubuk
? sdt garam
Taburan:
Nori Panggang, potong-potong

Cara membuat:

Panaskan minyak dalam wajan bertangkai besi di atas api sedang.Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga layu dan wangi.Masukkan jamur dan kani, aduk hingga layu. Kecilkan api.Tuangkan telur kocok, masak hingga kelilingnya mengering. Angkat.Panggang omelet berikut wajannya dalam oven panas selama 10 menit.Angkat, sajikan panas.Untuk 2 orang

(eka/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here