Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Rumahan. Show all posts
Showing posts with label Rumahan. Show all posts

Sunday, March 18, 2012

Nostalgia Hidangan Rumahan di Tjikini

Fitria Rahmadianti - detikFood

Jakarta -

(dev)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, December 21, 2011

Masakan Jepang Gaya Rumahan

Bondan Winarno - detikFood

Masakan Jepang Gaya Rumahan
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Di Indonesia, belum banyak yang mengenal Ootoya, sekalipun resto Jepang ini sudah punya lebih dari 240 gerai di seluruh Asia (Jepang, Taiwan, Thailand, Hong Kong, Singapura). Gerai waralaba ini sudah berusia lebih dari 50 tahun, dan punya segmen pasar tersendiri.

Bagi mereka yang sudah mengenalnya, Ootoya adalah destination untuk mendapatkan masakan autentik Jepang yang bergaya rumahan, sayuran organik/hidroponik, sehat dan bergizi, tanpa additives, rendah lemak, dan kebanyakan bahannya dibuat sendiri. Salah satu contoh bahan buatan sendiri adalah tahu-nya yang memang sangat istimewa dan khas.

Tahu homemade buatan Ootoya ini lembut seperti yoghurt. Lebih lembut dibanding tahu sutra, dan tidak ada kenyalnya – mudah hancur. Ini justru menjadi penanda yang paling jelas dari absennya bahan-bahan kimian yang sering dipakai untuk memberi tekstur firmness pada tahu.

Untuk dapat menikmati tahu khas Ootoya ini, menu favorit saya di sini adalah Kimuchi Nabe (Rp 82 ribu). Nabe adalah masakan berkuah yang dihidangkan panas dengan isi tahu, sayur, dan berbagai protein (bisa daging, seafood, dan lain-lain).

Kimuchi – seperti kita duga – adalah kimchi alias sawi yang difermentasikan dalam cabe dan cuka. Seporsi Kimuchi Nabe – tanpa nasi – bagi saya sudah merupakan porsi yang pas. Di dalamnya ada beberapa iris tipis daging sapi seperti yang umumnya dipakai dalam sukiyaki atau shabu-shabu, dan telur ayam setengah matang. Kuahnya yang asam pedas sangat cocok dengan lidah Indonesia.

Kimuchi Nabe juga bisa disantap dengan nasi putih. Di Ootoya, harus pesan nasi yang unik – memakai topping rumput laut hijiki. Penggunaan rumput laut hijiki – bukan nori – memberi sentuhan home-cooking yang khas Ootoya.

Masakan dengan kimchi lainnya yang disediakan Ootoya antara lain adalah Kimuchi-don (Rp 75 ribu), dan Kimuchi Tei (Rp 65 ribu). Donburi (semangkuk nasi dengan topping lauk) di Ootoya bisa dipesan bagi mereka yang terburu-buru dan makan secukupnya. Ada yang pakai lauk tuna, ayam, atau daging sapi. Sajian cepat lainnya adalah curry rice (Rp 42 ribu) dan curry udon (Rp 45 ribu).

Anda ingin mencoba natto – kedelai yang difermentasi sampai hampir busuk dan berlendir yang khas itu? Di Jepang sendiri, natto jarang hadir di restoran. Maklum, aroma dan teksturnya sangat khas dan memerlukan pembelajaran untuk dapat menyukainya (acquired taste). Semangkuk kecil natto (Rp 15 ribu) dikucuri sedikit soya (kecap asin), siap dimakan sebagai pendamping atau lauk nasi hijiki.

Hidangan populer di Ootoya adalah Oyako Jyu (Rp 68 ribu) – ayam panggang disajikan dalam bento box dengan berbagai side dishes. Bila ingin ayamnya digoreng dengan tepung panir, namanya Chicken Katsumi (Rp 78 ribu). Boleh juga dicoba Ponzu Burg-nya yang unik. Ini adalah burger pattie yang disajikan dengan saus ponzu (seperti yang dipakai untuk shabu-shabu).

Ah, Anda penggemar soba (mi dingin khas Jepang)? Ootoya adalah tempatnya untuk mencicipi soba istimewa sajian reso ini. Homemade soba-nya lembut dan mulus, disajikan dengan kuah tuna yang gurih. Bila umumnya soba disukai orang dewasa – karena juga memerlukan acquired taste – di Ootoya ternyata soba justru banyak dipesan anak-anak.

Di Jakarta, Ootoya juga hadir di Plaza Indonesia (021 39838252). Kecenderungan makan sehat di kalangan masyarakat Indonesia pasti akan memberi ruang yang lebih besar bagi Ootoya.

Ootoya
Pacific Place lt. 5
Jakarta Selatan
021 57973858
www.ootoya.com

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Monday, July 11, 2011

Masakan Jawa Gaya Rumahan di Cipete

Bondan Winarno - detikFood

Masakan Jawa Gaya Rumahan di Cipete
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Gara-gara seorang tweep menanyakan alamat rumah makan yang menyediakan mangut iwak pe (ikan pari dimasak gulai pedas khas Pantura) di Jakarta, air liur saya pun terbit. Kebetulan pas saat makan siang. Maka, ke sanalah saya menuju.

Sejak pulang dari merantau ke Amerika Serikat, Endang Ekaningtyas sudah mengibarkan benderanya di Jalan Wijaya 1. Selama hampir empat tahun, warga Jakarta Selatan dimanjakan oleh Bu Endang yang dengan ramahnya selalu menemui dan bercengkerama dengan para tamunya. Masakannya yang bergaya rumahan pun terbukti berhasil "menyeret" berbagai VVIPs ke rumah makannya yang hangat.

Semasa hidupnya, Ibu Ainun Habibi sudah bersantap di sini bersama Presiden Habibi dan petinggi negara lainnya. Iwan Tirta pun semasa hidupnya juga diketahui sering mencari telur bumbon petis dan empal kelem masakan Bu Endang. Chef Sandra Djohan, lulusan Le Cordon Bleu yang punya restoran persis di seberang Bu Endang, pun sering memesan bestik lidah (Rp 32,500) dari Bu Endang.

Sekalipun telah terpapar pada budaya modern semasa hidup di Amerika Serikat, Bu Endang ternyata tidak pernah melupakan akarnya sebagai perempuan Jawa dengan tradisi kuliner yang sangat kaya. Justru dengan gaya rumahan (home-cooking style), Bu Endang yakin akan menjaring pangsa pasar yang unik.

"Kebangkitan" kuliner Nusantara yang makin dicintai masyarakat pun menjadi angin segar bagi awal usaha Bu Endang. Ia menampilkan berbagai masakan khas jawa yang sudah jarang dijumpai di rumah maupun di restoran. Terbukti bahwa masakan sederhana seperti urap, mangut iwak pe, ayam enggang kemiri, dan sebangsanya, justru dirindukan oleh orang-orang Jawa yang sudah lama merantau ke Jakarta.

Orang-orang yang rindu masakan Ibu di kampung ini pun akhirnya menemukan "Ibu" dalam diri Bu Endang yang selalu menebar senyum ramah sambil menyajikan berbagai masakan khas di rumah makannya yang cozy.

Untuk menyajikan mangut iwak pe (Rp 30 ribu) yang digandrungi banyak penggemarnya, Bu Endang harus "mengimpor" ikan pari asap dari Jepara, Jawa Tengah. "Di Citayam sini juga sudah ada yang bisa mengsap ikan pari, tetapi kualitas dan aromanya beda dengan yang saya datangkan dari Jepara," kata Bu Endang. Santannya tipis dan encer, tetapi bumbunya intens, pedas. Lengkap dengan irisan pete dan tahu goreng. Top markotop!

Lontong capgomeh (Rp 32,500) masakan Bu Endang juga disukai para tamunya. Kalau mau yang lebih khas Semarangan, cobalah nasi opor sambel goreng abing (Rp 25 ribu) yang pasti akan menggoyang lidah. Masakan lain yang direkomendasikan di sini adalah tahu campur, tahu telor, nasi brongkos, dan nasi begana. Saya sendiri tidak pernah melewatkan urap bila singgah ke sini.

Berbagai cemilan yang bisa dinikmati sebagai pencuci mulut pun sangat khas mewakili berbagai ragam kuliner Jawa, seperti: sosis Solo, tempe bacem, tahu susur, tongtongbrong, rondo royal (tape goreng), dan lain-lain.

Jangan lupa, bila Anda memerlukan tumpeng – baik untuk acara di rumah maupun di kantor – Bu Endang juga menyediakan berbagai jenis dan ukuran tumpeng. Saya juga sempat mencicipi rujak serut dengan isian yang memenuhi syarat untuk upacara mitoni (tujuh bulanan) dalam adat Jawa, lengkap dengan biji delimanya yang manis. Bu Endang tampaknya teguh yakin menjadi salah satu bastion bagi tradisi kuliner Jawa yang unik dan khas.

Masakan Rumah Bu Endang
Jl. Cipete Raya 16C
Jakarta Selatan
021 23717458

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here