Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Gurame. Show all posts
Showing posts with label Gurame. Show all posts

Monday, July 16, 2012

Huah..huah.. Disambar Gurame Bakar Hantu Petir!

Flora Febrianindya - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Huah..huah.. Disambar Gurame Bakar Hantu Petir!
Foto: Detikfood Jakarta - Menyantap gurame paling asyik ramai-ramai denga keluarga. Seperti gurame bakar di resto yang satu ini. Dicocol aneka sambal yang pedas enak. Disuap dengan nasi pulen yang mengepul hangat, ah..asyik benar. Gurame yang satu ini ternyata tidak seseram namanya. Buktikan saja!

Restoran Wulan Sari yang sudah kesohor dengan sajiannya yang istimewa di kawasan Bekasi. Pilihan menunya beragam, mulai dari ikan, ayam, kepiting, udang, juga cumi dengan beberapa olahan berbeda bisa dipesan. Harganya pun konon sangat bersahabat!

Begitu masuk ke dalam area restoran, mata langsung tertuju pada deretan ruangan kotak bersekat anyaman bambu. Agakanya suasana resto dibuat bergaya tradisional dengan suasana santai. Pengunjung bisa selonjoran sambil menikmati makanan.

Pelayan berpakaian batikpun langsung sigap mengantarkan menu. Agak bingung memilih karena menunya lumayan beragam. Pelayan memberi kami rekomendasi untuk mencicipi ayam kremes buatan Wulan Sari yang jadi andalan. Wah, kami justru terpikat dengan gurame bakar hantu petir. Seperti apa ya?

Es Campur ala Wulan Sari (Rp. 18.000) tampil menggoda dengan warnanya yang merah dan berlimpah isian. Es serut yang diberi sirup merah dipadukan dengan kelapa muda, irisan strawberry, buah naga, rumput laut, nata de coco, juga selasih yang diguyur lagi dengan susu kental manis. Segar sebagai pembuka.

Karena udara panas maka, es kelapa batok (Rp. 15.000) juga cepat tandas. Daging kelapanya lembut tipis dengan air kelapa yanga manis alami serta menyegarkan. Wah, kedua hidangan dingin ini malah habis duluan!

Gurame bakar hantu petir (Rp. 48.000) benar-benar memikat. Tak sesangar namanya, tampilan ikan ini malah cerah ceria karena warna toppingnya. Di atasnya ada cabe merah dan hijau, dengan tomat dan bawang merah tumis. Merah, hijau, dan oranye, segar menantang!

Rupanya warna kehitaman gurame karena sapuan bumbu kecap saat dibakar. Nasi pulen hangatpun segera pindah ke piring, diikuti ikan bakar ini bersama toppingnya. Saya kira bakal kepedasan karena melimpahnya cabai. Ternyata cabainya malah tak begitu pedas menggigit. Daging ikannya lembut dengan sapuan bumbu yang manis gurih dan krenyes potongan cabai. Alamak sedapnya!

Ayam kremes wulan sari (Rp. 37.500/setengah ekor) yang jadi jagoan restoran ini juga nampak menggiurkan. Ayamnya berbalut tepung dan digoreng kering renyah, namun bagian dagingnya tetap empuk. Plus ditaburi 'kremesan' yang lumayan royal.

Agaknya ayam goreng ini dibuat dari ayam jantan yang mungil. Makin asyik dimakan dengan cocolan sambal terasi yang harum dan sedikit menyengat. Hmm..karena mungil setengah ekor rasanya kurang.

Cah kangkung ayam (Rp. 15.000) dan sayur asem (Rp. 5.000) menjadi lauk pelengkap yang sedap. Kangkungnya renyah dengan aroma bawang putih yang wangi. Sedangkan sayur asemnya bergaya Sunda. Agak keruh kuahnya dengan semburat rasa manis.

Menu yang beragam, tempat yang luas dengan harga makanan yang tak terlalu mahal membuat restoran ini selalu dipadati pengunjung. Setelah pertemuan dengan gurame bakar hatu petir, pastilah kami akan balik lagi. Ingin disambar kelezatan makanan resto ini? Mampir saja ke sini!

Rumah Makan Wulan Sari
Jl. Raya Kemakmuran No. 14-15 dan No. 45-47
Marga Jaya, Bekasi Selatan
Telp: (021) 88963737/88960333

(flo/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Tuesday, March 6, 2012

Nostalgia Pecak Gurame Warisan Babe

Bondan Winarno - detikFood

Nostalgia Pecak Gurame Warisan Babe
Foto: Marchellinus Hanjaya Jakarta - Tiba-tiba saya rindu Babe Nasun – panggilan akrab untuk Haji Nasun yang punya warung di Srengseng Sawah, pinggiran Jakarta Selatan. Tiba di sana, sekitar pukul dua siang, ternyata warungnya hampir tutup. Semua masakan sudah habis tandas. Karena sudah datang dari jauh, saya putuskan untuk tetap singgah. Babe Nasun adalah seorang pengawal setia pusaka kuliner Betawi meski ia telah kembali ke hadirat Al Khalik beberapa waktu lalu.

Sebelum punya warung makan, Babe Nasun adalah pemain lenong. Orangnya lucu. Ia selalu menemui tamu-tamu yang ramai memenuhi warungnya. Gelak tawa selalu mewarnai warung di pinggir jalan itu. Babe Nasun adalah jenis orang yang selalu mampu menyentuh jiwa orang lain. A life toucher! Dalam tulisan saya sekitar enam tahun yang lalu, saya menyebut Babe Nasun sebagai human being – bukan human doing. Dia sangat menyukai pekerjaannya. Dia sangat bangga akan pekerjaannya. Dia tahu bahwa menyenangkan pelanggannya berarti juga menyenangkan dirinya.

Tidak heran bahwa masakan yang disajikan di warung makan ini berkualitas di atas rata-rata. Tempatnya boleh di pinggiran. Tetapi, karena kualitasnya tinggi, dan pelanggannya pun kebanyakan orang berduwit, Babe Nasun tidak sungkan pasang harga tinggi untuk sajiannya. Ada harga, ada rupa, ada rasa.

Sajian warung makan ini hanya terfokus pada tiga jenis masakan, yaitu: pecak gurame, gabus pucung, dan sop daging sapi. Cuma tiga, tetapi semuanya juara. Biasanya, saya memesan sop daging dan pecak gurame untuk dimakan di tempat, lalu membawa pulang gabus pucung untuk dimakan esok hari.

Pecak gurame adalah versi Betawi untuk pecel lele Jawa Timur-an – yaitu ikan goreng yang diguyur dengan sambal kacang pedas. Bedanya, sambal kacang untuk pecak Betawi ini dimasak dengan santan, sehingga lebih gurih. Pedasnya nonjok! Untuk membuatnya lebih istimewa, Babe Nasun mencampur kacangnya dengan kacang mede.

Gabus pucung adalah ikan gabus goreng yang dimasak lagi di dalam kuah pucung – lagi-lagi mirip masakan Jawa Timur-an yang disebut rawon. Pucung adalah kluwek dalam bahasa Betawi. Kuah encer legit ini memang sangat cocok untuk ikan gabus goreng yang gurih.

Sop daging sapinya juga suguhan juara. Dagingnya empuk, dalam porsi murah hati, dengan kuah segar yang sungguh gurih.

Karena Babe Nasun punya tanah yang ditanami berbagai pohon buah, ia selalu menyajikan buah-buahan di warungnya untuk para tamu. Gratis! Silakan makan buah-buahan sepuasnya. Buah yang selalu ada di sana adalah pisang. Di musim rambutan, para tamu disuguhi rambutan. Babe Nasun memperlakukan tamu di warungnya bagaikan tamu di rumahnya sendiri.

Meski Babe Nasun telah tiada, semoga Jakariya, keponakannya yang meneruskan "tongkat estafet" dapat mempertahankan warisan Babe Nasun. Kuliner Betawi is here to stay.

RM Betawi Haji Nasun
Jl. Moh. Kahfi II No. 21
Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan
021 7870016

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, January 7, 2012

Nyang Ini Pecak Gurame Babe Punye!

Devita Sari - detikFood

Nyang Ini Pecak Gurame Babe Punye!
Jakarta - Pecak gurame racikan Haji Muhayar ini memang patut diacungi jempol. Guramenya digoreng kering lalu diguyur saus yang rasanya asam pedas. Sungguh menggugah selera. Ikannya segar, digoreng garing diluar dan lembut di dalam. Belum lagi sambal dadak yang pedesnya nonjok, makin membuat kalap makan siang a la Betawi kali ini!

Makanan Betawi memang kagak ada matinye! Hal itu kami buktikan di rumah makan yang ada di bilangan Jl. Taman Margasatwa Ragunan. Kebetulan letaknya tak jauh dari kantor, nah jadilah siang itu kami beramai-ramai mengunjungi RM H Muhayar. Jika dari arah Kuningan, posisi RM Betawi ini ada di sebelah kiri jalan, tepat setelah Telkom Ragunan.

Siang itu sudah tampak jejeran mobil-mobil yang diparkir di pinggir jalan nyaris menutup bangunan rumah makan. Layaknya RM Betawi pada umumnya, rumah makan Haji Muhayar ini pun tampil sederhana. Meja-meja dan kursi plastik ditata menempel dinding rumah makan berlantai dua ini.

Saat akan memasuki rumah makan, seorang bapak dengan ramah mempersilahkan kami masuk. Mengingat siang itu situasi rumah makan bisa dibilang ramai, namun kami masih menerima sapaan ramah. Tak lama kemudian seorang pelayan langsung datang dan dengan sigap mencatat pesanan kami.

Yang menjadi andalan rumah makan Betawi ini adalah Pecak Ikan Gurame Goreng dan Ayam Kampung Goreng. Selain itu ada pula ikan mas dan ikan lele yang bisa digoreng, dipecak, dan dibakar. Sebagai pelengkap di atas meja ada mangkok mungil yang berisi sambal terasi, pisang, dan timun.

Satu per satu pecak gurame, ayam goreng, dan sayur asem khas Betawi disajikan di atas meja. Tak lupa lalapan yang terdiri dari dua piring berupa rebusan daun pepaya, kenikir, selada, kemangi dan kacang panjang ikut disajikan. Buat penyuka pedas, hmm... sambal terasi rumah makan ini tentunya tak boleh dilewatkan.

Pecak Gurame disajikan dalam piring oval, ikan guramenya berukuran sedang dengan guyuran kuah pecak. Ukuran yang besar membuatnya bisa dinikmati 2-3 orang. Sedangkan yang dimaksud pecak disini adalah ulekan cabai merah, bawang merah, dan jeruk nipis yang disiramkan diatas tubuh gurame. Jejak bau amis dan bau tanah yang biasa menjadi BB gurame pun tak lagi tercium pada hidangan ini.

Soal bumbu pecak ini, ada warung yang membuat racikan dengan warna kuning oranye karena pemakaian kunyit dan cabai yang garang. Namun, racikan Haji Muhayar ini lebih cantik tanpa kehilangan rasa pedas, gurih yang seimbang!

Sepiring nasi putih hangat menjadi teman menikamti pecak gurame goreng. Ikan guramenya berwarna kecokelatan, digoreng dengan minyak panas yang tinggi. Hasilnya, luarnya garing, dalamnya sangat lembut gurih! Aroma rempah lamat-lamat langsung tercium saat saya menyuapkannya ke dalam mulut bersama nasi. Nyam nyam... rasa asam, pedas, dan sedikit asin dari kuah pecak sangat serasi beradu dengan daging gurame yang segar. Karena penyuka pedas, saya tambahkan sedikit sambal terasi. Wuihh... ternyata rasanya jadi makin dahsyat, saya pun jadi tambah kalap dibuatnya!

Sajian lain yang tak kalah memikat adalah ayam goreng kampung warung Betawi ini. Ayam kampungnya digoreng kecokelatan, tidak terlalu kering. Tanpa kesulitan si daging langsung terkoyak, benar-benar terasa empuk dengan bumbu yang benar-benar meresap sempurna. Aroma bawang putih tercium kuat. Dengan pelengkap berupa sayur asem, sambal terasi dan lalapan, hmm... jadi makin dahsyat!.

Yang tak kalah enak dan unik adalah sayur asem khas Betawi yang ada di rumah makan ini. Isinya berupa kacang kulit, jagung, pepaya muda, labu siem. Bedanya di sayur asem ini terdapat potongan oncom berukuran segi empat yang membedakannya dari sayur asem lainnya. Kuahnya pun bening tanpa gerusan cabai atau kacang. Rasanya murni asam segar sedikit gurih. Potongan oncom yang mirip potongan bata ini jadi ciri khas Betawinya.

Untuk seporsi Pecak Ikan Gurame Goreng yang lezat saya cukup membayar Rp 40.000, sedangkan untuk sepotong ayam goreng kampung Rp 18.000,00 dan Rp 4000.000 saja untuk seporsi sayur asem Betawi. Nah, tertarik ingin menjajal kedahsyatan kuliner Betawi di hari ulang tahun Jakarte nanti? Nyokk... kita rame-rame makan di warung babe Muhayar aje!

Warung Betawi Haji Muhayar
Jl. Taman Margasatwa No.8
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telp: 021-7813945
HP: 0812-858-2750
Jam Buka: 08.00 - 21.00

(eka/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Sunday, July 10, 2011

Sop Gurame yang Ganti Nama Tiga Kali

Bondan Winarno - detikFood

Sop Gurame yang Ganti Nama Tiga Kali
Foto: Bondan W Jakarta - Masakan yang satu ini memang punya banyak penggemar fanatik. Ini adalah masakan ikan gurame goreng yang kemudian dimasak dalam kuah gurih, dengan sawi asin, angcau (tape beras merah), tahu, dan lobak. Sekalipun encer, kuahnya berwarna agak keruh, diduga karena diberi sedikit susu. Tetapi, menurut jurumasaknya, warna keruh itu diakibatkan proses merebus kepala ikan goreng, tahu, dan lobak dengan api sangat panas. Hasilnya adalah kuah yang sangat gurih, sangat segar, dan sangat mulus. Asam-asin dari sayur sawi asin, menyalut kegurihan ikan goreng, dan masih lagi diwarnai dengan pesona tape beras merah yang menciptakan aroma dan citarasa umami yang sangat khas. Sungguh mak nyuss!

Sekalipun masakan ini cukup populer di kalangan kaum Hakka, tetapi sop gurame ini (Rp50/60/90 ribu) pertama kali merebut hati begitu banyak penggemarnya sejak dijajakan oleh Restoran Cahaya Baru di Jalan Tiang Bendera, kawasan Kota Lama Jakarta. Setelah restoran itu terbakar, sebagian personelnya pindah dan membuka restoran di Jl. Hayam Wuruk (kawasan Olimo), dan berganti nama menjadi Cahaya Lestari. Selama bertahun-tahun Cahaya Lestari memanjakan lidah pelanggannya di lokasi itu. Tetapi, sejak tahun lalu, mereka "pecah kongsi" lagi. Sang koki, A Koy, membawa nama Cahaya Lestari dan membuka restoran baru di Jalan Mangga Besar (kawasan Lokasari). Restoran yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk tetap beroperasi, tetapi mengganti namanya menjadi Sinar Lestari.

Para pelanggan pun terbelah. Sebagian tetap setia dengan masakan A Koy dan "mengungsi" ke Mangga besar, sebagian lagi tetap menuju Jalan Hayam Wuruk.

Menu dan harga di kedua restoran ini pun sangat mirip. Begitu pula citarasanya. Bedanya, yang satu dimasak oleh Sang Guru, sedangkan yang lain hasil masakan Sang Murid. Untungnya, Sang Murid cukup pintar, sehingga mampu menghasilkan masakan yang kualitasnya "beti" alias beda tipis.

Selain sop gurame yang legendaris, sajian andalan Sinar Lestari dan Cahaya Lestari adalah Yam Ha (Rp 75/130 ribu). Terjemahannya adalah udang rebus. Tetapi, banyak pelanggan yang menyebutnya udang kaca, karena udang rebus ini tampil mengkilat dan hampir transparan seperti kaca. Aroma minyak wijen dan kegurihan citarasanya sungguh menempatkan sajian ini ke jajaran mak nyuss. Tidak ada orang yang tidak menyukai hidangan istimewa ini. Ini adalah hasil proses memasak yang sangat presisi. Menurut William Wongso, udangnya dicelup sebentar ke dalam air yang tidak terlalu mendidih, lalu ditumis sebentar dengan bumbu-bumbunya - tetap dengan api yang kecil. Suhu tinggi akan mengubah sifat translucent (tembus pandang) daging udang menjadi opaque. Tekstur daging udangnya nyakrek (succulent).

Ada lagi sajian yang tidak boleh dilewatkan, yaitu Yam Pak Yap (Rp55/65/75 ribu). Sekalipun memakai nama Tionghoa, sajian ini halal karena dibuat dari babat sapi. Ini juga jenis masakan berbumbu minimalis yang menghasilkan babat yang garing dan renyah. Sungguh mengagumkan bila kita dihidangi sajian sederhana yang istimewa tekstur maupun citarasanya.

Kalau sempat singgah ke sini, coba juga pa cam ke-nya (ayam rebus, Rp 60/120 ribu) yang istimewa. (Bondan Winarno)

Sinar Lestari
Jl. Hayam Wuruk 124A, Olimo
Jakarta Barat
021 6397528

Cahaya Lestari
Jl. Mangga Besar Raya 87
Jakarta Barat
021 6264320

(eka/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here