Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Warisan. Show all posts
Showing posts with label Warisan. Show all posts

Tuesday, March 6, 2012

Nostalgia Pecak Gurame Warisan Babe

Bondan Winarno - detikFood

Nostalgia Pecak Gurame Warisan Babe
Foto: Marchellinus Hanjaya Jakarta - Tiba-tiba saya rindu Babe Nasun – panggilan akrab untuk Haji Nasun yang punya warung di Srengseng Sawah, pinggiran Jakarta Selatan. Tiba di sana, sekitar pukul dua siang, ternyata warungnya hampir tutup. Semua masakan sudah habis tandas. Karena sudah datang dari jauh, saya putuskan untuk tetap singgah. Babe Nasun adalah seorang pengawal setia pusaka kuliner Betawi meski ia telah kembali ke hadirat Al Khalik beberapa waktu lalu.

Sebelum punya warung makan, Babe Nasun adalah pemain lenong. Orangnya lucu. Ia selalu menemui tamu-tamu yang ramai memenuhi warungnya. Gelak tawa selalu mewarnai warung di pinggir jalan itu. Babe Nasun adalah jenis orang yang selalu mampu menyentuh jiwa orang lain. A life toucher! Dalam tulisan saya sekitar enam tahun yang lalu, saya menyebut Babe Nasun sebagai human being – bukan human doing. Dia sangat menyukai pekerjaannya. Dia sangat bangga akan pekerjaannya. Dia tahu bahwa menyenangkan pelanggannya berarti juga menyenangkan dirinya.

Tidak heran bahwa masakan yang disajikan di warung makan ini berkualitas di atas rata-rata. Tempatnya boleh di pinggiran. Tetapi, karena kualitasnya tinggi, dan pelanggannya pun kebanyakan orang berduwit, Babe Nasun tidak sungkan pasang harga tinggi untuk sajiannya. Ada harga, ada rupa, ada rasa.

Sajian warung makan ini hanya terfokus pada tiga jenis masakan, yaitu: pecak gurame, gabus pucung, dan sop daging sapi. Cuma tiga, tetapi semuanya juara. Biasanya, saya memesan sop daging dan pecak gurame untuk dimakan di tempat, lalu membawa pulang gabus pucung untuk dimakan esok hari.

Pecak gurame adalah versi Betawi untuk pecel lele Jawa Timur-an – yaitu ikan goreng yang diguyur dengan sambal kacang pedas. Bedanya, sambal kacang untuk pecak Betawi ini dimasak dengan santan, sehingga lebih gurih. Pedasnya nonjok! Untuk membuatnya lebih istimewa, Babe Nasun mencampur kacangnya dengan kacang mede.

Gabus pucung adalah ikan gabus goreng yang dimasak lagi di dalam kuah pucung – lagi-lagi mirip masakan Jawa Timur-an yang disebut rawon. Pucung adalah kluwek dalam bahasa Betawi. Kuah encer legit ini memang sangat cocok untuk ikan gabus goreng yang gurih.

Sop daging sapinya juga suguhan juara. Dagingnya empuk, dalam porsi murah hati, dengan kuah segar yang sungguh gurih.

Karena Babe Nasun punya tanah yang ditanami berbagai pohon buah, ia selalu menyajikan buah-buahan di warungnya untuk para tamu. Gratis! Silakan makan buah-buahan sepuasnya. Buah yang selalu ada di sana adalah pisang. Di musim rambutan, para tamu disuguhi rambutan. Babe Nasun memperlakukan tamu di warungnya bagaikan tamu di rumahnya sendiri.

Meski Babe Nasun telah tiada, semoga Jakariya, keponakannya yang meneruskan "tongkat estafet" dapat mempertahankan warisan Babe Nasun. Kuliner Betawi is here to stay.

RM Betawi Haji Nasun
Jl. Moh. Kahfi II No. 21
Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan
021 7870016

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Thursday, January 12, 2012

Warisan: Toko Mebel tapi Restoran

Bondan Winarno - detikFood

Warisan: Toko Mebel tapi Restoran
Foto: Bondan Winarno Bali - Warisan adalah restoran garda depan yang kemudian merintis transformasi Kerobokan menjadi kawasan kuliner elite bagi Bali. Toko mebel dan pernak-pernik rumah ini mengubah salah satu sisi tokonya untuk menjadi tempat makan yang eksklusif.

Chef Nicolas "Doudou" Tourneville berhasil membuat orang sadar bahwa Bali bukan hanya nasi jinggo dan ayam betutu, tetapi juga venue yang cocok untuk menghadirkan kuliner yang lebih serius. Sejak adanya restoran, Warisan justru lebih dikenal sebagai tempat makan ketimbang galeri mebel.

Doudou memang kemudian "loncat kapal" dan mendirikan Metis yang tidak jauh dari Cafe Warisan. Tetapi, Warisan tetap jalan terus. Sekarang, Chef Vincent Denayer dari Belgia memimpin tim dapur. Sekalipun saya tidak lagi dapat menemukan sajian couscous kesukaan saya, tetapi Warisan punya menu baru yang justru layak diuji.

Untuk makan siang, Warisan menyajikan set menu seharga Rp 99 ribu (two-course) dan Rp 130 ribu (three-course). Untuk restoran sekualitas Warisan, harga-harga itu boleh dibilang murah. Menu makan siang paling mahal pun masih di kisaran Rp 225 ribu.

Menu makan siang-nya cukup straightforward. Pilihannya tidak terlalu luas, tetapi mewakili berbagai kebutuhan. Untuk hidangan pembuka, misalnya, tersedia carpaccio tuna atau beef seharga Rp 70 ribu. Juga ada prosciutto dengan melon seharga Rp 80 ribu. Sandwich di kisaran harga Rp 45-80 ribu, dan pasta seharga Rp 40-120 ribu. Pasta yang termahal adalah lobster tagliatelle.

Dari beberapa pilihan salad, jangan lewatkan mango mozzarella millefeuilles with parma ham (Rp 95 ribu) yang sungguh unik – baik dari sisi penyajian maupun citarasa.

Untuk hidangan utama, saya memilih wagyu tenderloin with confit shallot (Rp 185 ribu). Disajikan dengan brokoli dan gratin kentang. Cara penyajian steak dengan saus acar bawang merah ini (a l'echalotte) memang khas Prancis. Steak-nya dipanggang dengan tingkat kematangan medium, dan saus bawang merahnya mengingatkan saya pada saus parappe di Makassar. Bedanya a l'echalotte memakai red wine sebagai sentuhan akhir. Mak nyuss!

Pilihan hidangan utama lainnya adalah: crispy fried barramundi (Rp 99 ribu), grilled tuna (Rp 90 ribu), Australian ribeye steak (dengan saus bearnaise dan blue cheese, Rp 225 ribu). Yang terakhir ini pernah saya cicipi pada kunjungan sebelumnya, dan harus juga mendapat nilai mak nyuss!

Seperti juga kebanyakan restoran di Bali, Warisan mempunyai ambience yang menyenangkan. Di bagian belakang, terlihat hamparan sawah yang asri, membuat tamu betah duduk berlama-lama menikmati sajian lezat dan semilir angin serta gemerisik pada di sawah. Tidak salah bila Bali hingga kini masih menggengam reputasinya sebagai Paradise Island.

Warisan
Restaurant, Bar, Galleries
Jl. Raya Kerobokan 38
Kerobokan, Bali
0361 731175
www.warisanrestaurant.com

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Nyam Nyam... Empuknya Kornet Lidah Sapi Warisan Keluarga

Devita Sari - detikFood

Nyam Nyam... Empuknya Kornet Lidah Sapi Warisan Keluarga
Foto: dev/detikfood Bandung - Di warung ini makanannya dimasak gaya home cooking. Andalannya Kornet Lidah Sapi yang diolah dari resep warisan keluarga. Teksturnya empuk, serasi dengan kuahnya yang gurih alami. Sedangkan Chicken Cheese Ragout yang gurih lembut, pas dinikmati sebagai pembuka.

Warung di sudut Jl. Diponegoro ini merupakan salah satu tempat bersantap yang menawarkan suasana homey di kota Bandung. Pemiliknya 3 bersaudara, Bobby, Ardi dan Mega yang doyan makan sekaligus pintar memasak.

Uniknya lagi beberapa menu yang ditawarkan diambil dari resep-resep favorit milik keluarga. Warung ini bukan dijalankan sekedar hobi semata, ketiga pemiliknya bahkan memiliki latar belakang pendidikan kuliner dan pengalaman sebagai chef hingga ke mancanegara.

Meski disebut warung, Garem Garem memang tidak memiliki tampilan seperti warung pada umumnya. Suasananya nyaman dengan area outdoor dan indoor. Kursi-kursi kayu sederhana ditata di beberapa sudut restoran. Dindingnya memakai batu bata dan lantai beralaskan semen, sehingga lebih terkesan sederhana namun tetap nyaman.

Penyebutan kata 'warung' rupanya karena sang pemilik ingin menonjolkan sajiannya yang bergaya home cooking. Hal itu terbukti, mulai dari bumbu-bumbu yang dipakai hingga bahan-bahannya memakai yang segar dan alami. Sedangkan pemakaian nama 'Garem Garem', melambangkan bumbu dapur garam yang hampir selalu digunakan dalam tiap-tiap masakan. Hmm... unik ya?

Di sampul buku menu terpampang sketsa lukisan ketiga orang pemilik warung yang terdiri dari tiga orang kakak beradik. Makanan yang ditawarkan lebih merupakan perpaduan hidangan lokal dan internasional. Meski baru melakukan soft opening, tetapi menu-menu yang ada di buku menu sudah komplet tersedia.

Kornet Lidah Sapi, Pan-Fried Chicken Piccata, Sop Buntut Garem Garem dan Caesar Salad with Grilled adalah beberapa menu andalan di Garem Garem. Di pagi hari pengunjung juga bisa memesan beberapa menu khusus breakfast, seperti Bubur Kojo alias bubur ayam komplet, Nasi Goreng Ayam, Mi Rebus, atau Bolu Kukus Daging. Sedangkan untuk anak-anak juga tersedia beberapa menu Kid's Food.

Untuk hidangan utamanya saya memesan seporsi Kornet Lidah Sapi dan Pan-Fried Chicken Piccata. Appetizer-nya sendiri berupa Chicken Cheese Ragout yang direkomendasikan. Aneka fresh juice, ice blended, smoothies, hingga coffee bisa jadi pilihan pelepas dahaga yang cukup komplet.

Chicken Cheese Ragout disajikan dalam cangkir putih plus seporsi mungil salad segar. Tampilannya sekilas mirip Yorkshire Pudding dengan sedikit jejak gosong yang cantik. Saat secuil kecil Chicken Cheese Ragout disuapkan ke dalam mulut bagian permukaannya terasa sedikit crispy. Bagian dalamnya lembut dengan sensasi keju yang kuat dan cacahan daging ayam. Saladnya memberi sensasi krenyes yang segar. Appetizer yang satu ini memang istimewa!

Tak lama Kornet Lidah Sapi disajikan cantik dalam wadah mangkok putih yang beralas piring oval. Untuk seporsi Kornet Lidah Sapi seharga Rp 32.000,00 ini isinya cukup royal. Empat iris lidah sapi yang cukup tebal disajikan dengan kuah kaldu bening lengkap dengan irisan tomat segar. Pendampingnya ada setup sayuran berupa irisan wortel dan kacang panjang.

Jika biasanya saya makan bistik lidah sapi, kini kornet lidah sapi ini cukup membuat penasaran. Sajian lidah sapi ini merupakan hidangan rumahan yang diadaptasi dari gaya kolonial Belanda. Aroma gurih harum lidah yang mengepul panas dari mangkok pun langsung menggoda hidung. Slurpp... saat dihirup kuahnya terasa gurih alami dan lidah sapinya meski diiris cukup tebal namun empuk. Irisan tomat membuat rasanya sedikit asam-asam segar makin mengugah selera.

Sedangkan Pan-Fried Chicken Piccata (Rp 32.000,00) terdiri dari irisan daging ayam tanpa tulang (boneless) yang dibalut dengan telur yang dikocok seperti dadar tipis. Saus balsamic vinegar dan irisan cherry tomatoes memberi aksen asam-asam di lidah. Cukup unik! Apalagi sajian ini dilengkapi dengan spaghetti yang dimasak al dante sehingga kenyal-kenyal enak. Sausnya yang terbuat dari tomat segar rasanya asam segar alami.

Wah, sayangnya perut saya sudah keburu kekenyangan sebelum bisa memesan dessert. Buat mereka yang ingin mencicipi hidangan bergaya rumahan dengan menu-menu dari bahan alami dan sehat, rasanya Garem Garem cocok disinggahi. Apalagi makanannya dimasak dan disajikan sang pemilik dengan penuh kecermatan seperti layaknya di rumah sendiri.

Warung Garem Garem
Jl. Diponegoro No. 3A
Bandung
Telp: 022-4263051/4265062
Jam buka weekdays: 06.30 - 22.30
Jam buka weekend: 06.30 - 23.00

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Thursday, March 3, 2011

Warisan: Toko Mebel tapi Restoran

Bondan Winarno - detikFood

Warisan: Toko Mebel tapi Restoran
Foto: Bondan Winarno Bali - Warisan adalah restoran garda depan yang kemudian merintis transformasi Kerobokan menjadi kawasan kuliner elite bagi Bali. Toko mebel dan pernak-pernik rumah ini mengubah salah satu sisi tokonya untuk menjadi tempat makan yang eksklusif. Chef Nicolas "Doudou" Tourneville berhasil membuat orang sadar bahwa Bali bukan hanya nasi jinggo dan ayam betutu, tetapi juga venue yang cocok untuk menghadirkan kuliner yang lebih serius. Sejak adanya restoran, Warisan justru lebih dikenal sebagai tempat makan ketimbang galeri mebel.

Doudou memang kemudian "loncat kapal" dan mendirikan Metis yang tidak jauh dari Cafe Warisan. Tetapi, Warisan tetap jalan terus. Sekarang, Chef Vincent Denayer dari Belgia memimpin tim dapur. Sekalipun saya tidak lagi dapat menemukan sajian couscous kesukaan saya, tetapi Warisan punya menu baru yang justru layak diuji.

Untuk makan siang, Warisan menyajikan set menu seharga Rp 99 ribu (two-course) dan Rp 130 ribu (three-course). Untuk restoran sekualitas Warisan, harga-harga itu boleh dibilang murah. Menu makan siang paling mahal pun masih di kisaran Rp 225 ribu.

Menu makan siang-nya cukup straightforward. Pilihannya tidak terlalu luas, tetapi mewakili berbagai kebutuhan. Untuk hidangan pembuka, misalnya, tersedia carpaccio tuna atau beef seharga Rp 70 ribu. Juga ada prosciutto dengan melon seharga Rp 80 ribu. Sandwich di kisaran harga Rp 45-80 ribu, dan pasta seharga Rp 40-120 ribu. Pasta yang termahal adalah lobster tagliatelle.

Dari beberapa pilihan salad, jangan lewatkan mango mozzarella millefeuilles with parma ham (Rp 95 ribu) yang sungguh unik - baik dari sisi penyajian maupun citarasa.

Untuk hidangan utama, saya memilih wagyu tenderloin with confit shallot (Rp 185 ribu). Disajikan dengan brokoli dan gratin kentang. Cara penyajian steak dengan saus acar bawang merah ini (a l'echalotte) memang khas Prancis. Steak-nya dipanggang dengan tingkat kematangan medium, dan saus bawang merahnya mengingatkan saya pada saus parappe di Makassar. Bedanya a l'echalotte memakai red wine sebagai sentuhan akhir. Mak nyuss!

Pilihan hidangan utama lainnya adalah: crispy fried barramundi (Rp 99 ribu), grilled tuna (Rp 90 ribu), Australian ribeye steak (dengan saus bearnaise dan blue cheese, Rp 225 ribu). Yang terakhir ini pernah saya cicipi pada kunjungan sebelumnya, dan harus juga mendapat nilai mak nyuss!

Seperti juga kebanyakan restoran di Bali, Warisan mempunyai ambience yang menyenangkan. Di bagian belakang, terlihat hamparan sawah yang asri, membuat tamu betah duduk berlama-lama menikmati sajian lezat dan semilir angin serta gemerisik pada di sawah. Tidak salah bila Bali hingga kini masih menggengam reputasinya sebagai Paradise Island.

Warisan
Restaurant, Bar, Galleries
Jl. Raya Kerobokan 38
Kerobokan, Bali
0361 731175
www.warisanrestaurant.com

(dev/Odi)

Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message



Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here