Ivory Bakery's Address
Tuesday, March 13, 2012
Sunday, January 15, 2012
Pecel dan Sambal Tumpeng Solo

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap Kuliner Pusaka Indonesia.
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Bondan Winarno Solo - Anda tentu sudah tahu pecel – berbagai sayur rebus disiram dengan sambal kacang. Biasa dijual di pinggir jalan. Tetapi, di Solo sekarang ada sebuah "warung" – Waroeng Tempo Doeloe – yang menampilkan pecel dengan gaya priyayi.
Warung pecel dengan gaya priyayi ini memakai sayuran sangat lengkap: bayam, tauge, kacang panjang, daun pepaya (tidak pahit), kembang turi, kenikir, kecipir, lamtoro (petai cina). Disajikan dengan nasi merah atau nasi putih, dengan pilihan tiga jenis sambal: sambal kacang, sambal wijen, atau sambal tumpang. Pilihan sulit, karena semuanya lezat.
Sambal wijen berwarna hitam, karena wijennya disangrai. Rasanya lebih gurih dibanding sambal kacang. Sambal tumpang berwujud kuah kental berbahan dasar tempe semangit (tempe yang dibiarkan beberapa hari, tapi belum busuk) dan krupuk rambak atau tetelan dan urat sapi. Pecelnya disajikan dengan pincuk dari daun pisang, dengan karak (krupuk gendar) yang juga bisa difungsikan sebagai sendok yang ukurannya pas mulut.
Lauk-pauk yang ditebar di meja sungguh membuah ngiler, antara lain: tempe/tahu bacem, telur matasapi, lele goreng, wader, empal dan limpa goreng, dan masih banyak lagi. Jangan lupa mencicipi gembrot, semacam pepes atau bothok dari daun sembukan. Pencuci mulutnya adalah es beras kencur.
Di Delanggu, sekitar 25 kilometer dari Solo, populer sebuah warung pecel dengan sajian khas. Pecelnya didampingi terik daging yang gurih, lebih cocok lagi dengan belut goreng yang kriuk. Warung ini juga menyajikan hidangan rumahan yang lezat, seperti: sayur lodeh, oseng daun pepaya, dan lain-lain.
Pecel Solo > (dikenal juga sebagai Pecel nDeso Waroeng Tempo Doeloe), Jl. Dr. Supomo 55, 0271 713667/737379, 07.00-16.00: Tempat menyenangkan, cozy, suasana mirip Made’s Warung di Kuta.
Warung Pecel Bu Kis > Jl. Gleges, Priyobadan (belakang Pengadilan Negeri), 0271 730645,
07.00-14.00: Sambal tumpangnya istimewa! Juga tersedia trancam, selat, tahu acar, bubur sumsum, bubur ketan hitam, es asem, dan lain-lain.
Pecel Terik Mas Gembong > Jalan Raya Yogya-Solo, Desa Tegalgondo, Delanggu, 0813 29135593: Pecel yang legit dengan lauk terik daging (semacam semur kering) dan berbagai lauk khas Jawa, a.l. belut goreng. Hidangan lain yang populer di warung ini adalah tumis daun pepaya, sayur lodeh, dan lain-lain.
Warung Bu Tris > Jl. Ngesrep (sebelah barat Bandara Adisumarmo), 0271 2107242, 06.00-18.00: Terkenal di kalangan awak pesawat, karena dulu tempatnya persis di depan gedung terminal lama. Empal-nya khas.
Pecel Menangan > Jl. Citarum, Kampung Menangan, 0812 2980753: Tambahan sayur khas di sini adalah capar mlanding, yaitu tauge yang dibuat dari petai cina, didatangkan khusus dari Wonogiri.
(dev/dev)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Sunday, July 10, 2011
Ragam Sajian Pecel di Raja Pecel
Eka Septia Wulan - detikFood
Jakarta -(eka)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)
Huah..huah Disengat Pecel Lele si Raja
Eka Septia Wulan - detikFood
Foto: dev/detikfood Jakarta - Hampir semua orang pernah mencicipi yang namanya pecel lele. IKan lele yang digoreng kering ini biasa disantap dengan sambal yang rasanya pedas menyengat! Pilihan lainnya ada bebek pecel bebek, pecel ayam, hingga pecel iga. Rujak kangkung yang asam-asam pedas bisa jadi pendampingnya yang mantap! Huah..huah..
Sehabis puas berbelanja kue di bakery Edelweiss yang berlokasi di Jl. Ampera Raya, mata saya menangkap sebuah spanduk besar bertuliskan 'Raja Pecel' dengan foto makanana tepat di sebelah warung konro bakar Daeng Memang. Hmm.. rasa penasaran menarik saya untuk mampir, mumpung jam makan sian belum beranjak pergi. Reso ini dihiasi oleh foto-foto makanan yang dicetak cukup besar sebagai pengganti lukisan di dindingnya.
Melihat selembaran daftar menu yang diberikan pelayan, saya jadi mengerti mengapa resto ini dinakmakan Raja Pecel. Pecel dalam bahasa Jawa bukan saja makanan yang berasal dari sayuran dan disiram sambal kacang, tapi semua makanan yang disantap bersama dengan sambal. Menu seperti pecel ayam, pecel lele, pecel bebek, pecel udang hingga pecel iga. Kalau tidak terlalu suka dengan menu pecel, soto ayam, nasi goreng, dan kwetiau goreng bisa jadi alternatif lainnya.
Saya memilih pecel lele (Rp 9.000) dan pecel bebek (Rp 14.000), serta rujak kangkung (Rp 6.000) untuk sayurnya. Pecel lele yang saya pesan berukuran sedang, lalapan seperti timun, selada, dn tomat sebagai temannya. Sambal berwarna oranye terang sedikti berminyak jadi teman bersantap yang terlihat 'galak'! Yang berbeda dari pecel lele kebanyakan, lele digoreng berbalut tepung tipis yang kres..kres.. renyah!
Meskipun berbalut tepung, tekstur ikan lele nya tetap garing renyah dan lembut di bagian dalamnya. Nasi putih yang pulen meengepul harum, cock berpadu dengan gurihnya lele. Cocolan sambal gorengnya bikin rasanya semakin mantap. Pedasnya menggigit bikin lidah seperti terbakar!Huah..huah.. Dugaan saya, sambal ini menggunakan cabai rawit merah yang memang terkenal lebih 'garang' dari cabai rawit lainnya.
Berbeda dengan pecel lele, pecel bebek disajikand alam wadah piring tanah liat yang sudah dialasi kertas nasi dan lalapan daun selada. Potongan bebeknya kecil digoreng kering. Sambalnya saya sengaja memesan sambal hijau agar sedikit berbeda dengan pecel lele. Ketika saya belah, daging bebekny sedikit keras. Sepertinya hal ini dikarenakan daging bebek digoreng terlalu kering.
Sehingga bukan renyah enak yang saya dapat, tapi justru agak sedikit keras. Padahal untuk rasa, daging bebek ini terbilang gurih enak. Bumbunya meresap hingga ke bagian dalam. Ukurannya yang kecil dan proses menggorengnya yang terlalu lama membuat daging bebek jadi terlalu kering. Sambal hijaunya tidak segarang si sambal merah. Sambal merahnya terasa bawang putihnya, sedangkan si sambal hijau tidak terlalu kuat rasanya. Sedangkan kedua sambal tersebut sama jenisnya, yaitu sambal goreng.
O ya, hampir saja saya lupa dengan rujak kangkung pesanan saya. Sepiring kangkung rebus disiram dengan saus berwarna cokelat kehitaman. Meskipun namanya rujak kangkung, tapi bumbunya tidak mirip dengan bumbu rujak yang sedikit kental. Bumbunya agak encer, apalagi setelah diaduk dengan sayuran. Sedangkan rasanya dominan pedas dan asam, segar!
Hmm.. makan siang yang lumayan murah meriah dan mengenyangkan siang ini. Kalau isi kantong sedang menipis, rumah makan ini bisa jadi pelarian saya nih!
Raja Pecel
Jl. Ampera Raya No.17i (Depan SMU Sumbangsih & Snapy)
Telp: 021-7884620
Buka: 07.00 - 23.00
Delivery: 021-71106692
(eka/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)
Friday, May 27, 2011
Resep Seafood: Pecel Udang
Odilia Winneke - detikFood
Foto:Syahroni Jakarta - Sedang kurang nafsu makan? Sajian udang yang satu ini bisa menggugah selera santap. Rasa pedas asam sambal yang menggigit makin enak disatukan dengan rasa gurih renyah udang. Buktikan saja!
Bahan:
250 g udang kecil
minyak goreng
Haluskan:
1 siung bawang putih
? sdt ketumbar
1 sdt garam
Sambal:
1 buah jeruk limau, belah dua
Haluskan:
8 buah cabai merah keriting
5 buah cabai rawit merah
1 siung bawang putih
1 sdt terasi udang
? buah tomat merah
1 sdt garam
Pelengkap:
Daun selada
Tomat
Cara membuat:
Buang kepala udang, cuci bersih dan tiriskan.Aduk udang dengan bumbu halus hingga rata. Diamkan selama 30 menit.Goreng udang berbumbu dalam minyak panas hingga matang dan kering. Tiriskan.Taruh sambal di atas wadah saji.Taruh udang goreng di atasnya. Tekan-tekan hingga agak pipih.Kucuri air jeruk limau.Sajikan dengan Pelengkapnya.Untuk 4 orang
(Odi/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)
Tuesday, April 12, 2011
Pecel Kok Disiram Sayur Lodeh
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Bondan Winarno Surabaya - Popularitas kuliner tradisional telah ikut berjasa melambungkan pecel madiun. Di mana-mana - bahkan hingga di luar Jawa pun - kita sekarang dapat menemukan sajian ini dengan cukup mudah.
Sekalipun beti - alias beda-beda tipis - tetapi memang ada perbedaan antara pecel dari Madiun, Kediri, Malang, maupun Solo. Semuanya punya penggemar masing-masing, dan punya ciri-ciri local genius sendiri.
Ciri utama pecel madiun adalah petai cina (kemlandingan) dan srundeng, serta sambal kacangnya yang ditumbuk agak kasar dengan cuatan tone asam jawa dan kencur. Sayur-mayurnya mirip dengan pecel lainnya. Bila almarhum Ibu yang asal Madiun membuat pecel, sayur-mayurnya serba lengkap, seperti: kangkung, kenikir, bayam, tauge, kacang panjang, kol, kecipir, jantung pisang, bunga turi.
Di Surabaya, salah satu rumah makan populer yang menyajikan pecel madiun adalah Warung Pecel Bu Kus. Tetapi, demi menjaga konsistensi - mengingat berbagai jenis sayur hanya tersedia musiman, a.l. bunga turi - maka Bu Kus justru menyajikan pecel dengan jenis sayur-mayur terbatas.
Namanya juga nasi pecel, tentulah disajikan dengan seporsi nasi yang dionggokkan di bagian dasar pincuk daun pisangnya. Nasi itu kemudian tertutup sayur-mayur yang diguyur sambal kacang. Nasi pecel ini disajikan dengan rempeyek - teri atau kacang tanah - berukuran superbesar.
Tetapi, lho lho lho, kok nasi pecelnya masih lagi disiram dengan sayur lodeh? Apa tidak salah? Lodehnya bukan lodeh sayur, melainkan irisan kecil tahu dan tempe goreng yang dimasak dalam kuah lodeh. Lodeh tahu-tempe ini disiramkan dengan kuahnya ke atas nasi pecel. Ini memang gaya penyajian khas Madiun. Namanya: nasi pecel lodeh (Rp 10.500). Tetapi, bila Anda masih tergolong rookie dalam tradisi pecel madiun, lodehnya boleh diminta agar disajikan terpisah dalam cambung kecil.
Bu Kus juga menyediakan berbagai lauk lengkap untuk melengkapi sajian nasi pecelnya, seperti: empal, telur matasapi, paru goreng, udang gimbal, otak goreng, dadar jagung, tahu bacem, telur asin, dan lain-lain. Selain sajian pecelnya, warung Bu Kus ini juga menyajikan garang asem, sop buntut, ayam goreng, ayam panggang, botok lamtoro, pepes bandeng, urap, rawon, dan nasi campur. Minumnya? Es beras kencur, tentu saja. Atau, es kunyit asam.
Ketika makan di warungnya, kita ditemani foto Bu Kus yang cantik. Maklum, Bu Kus bersama suaminya - seorang anggota TNI AU - telah meninggal dunia beberapa tahun yang silam dalam kecelakaan lalu lintas di dekat Mojokerto.
Pecel Bu Kus juga punya gerai lain di Jalan Kutei 30, Surabaya. Tinggal pilih mana yang lebih dekat dengan posisi Anda saat lapar.
Pecel Bu Kus
Jl. Barata Jaya XX/110
Surabaya
021 5042357
(dev/Odi)
TutupYou are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)