Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Museum. Show all posts
Showing posts with label Museum. Show all posts

Saturday, July 14, 2012

Carpigiani Gelato Museum Akan Dibuka Bulan September

Mutiara Adistie Putri - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Carpigiani Gelato Museum Akan Dibuka Bulan September
Foto: Flickr/Laura Padgett Jakarta - Jika Anda ingin berlibur ke Italia, sebaiknya mampirlah mengunjungi kota di utara Bologna. Pasalnya, yayasan Carpigiani berencana membuka museum yang ditujukan untuk gelato pada September ini.

Carpigiani Gelato Museum akan menampilkan resep gelato yang pertama kali ditulis di dunia, 10.000 foto, dan sekitar 20 mesin kuno pembuat gelato, termasuk yang pertama dioperasikan dengan tangan, yang terbuat dari kayu dan besi.

Ruangan seluas 1.000 meter persegi yang harganya diperkirakan sekitar Rp 18.9 milyar ini dibangun oleh perusahaan manufaktur gelato Carpigiani. Museum ini terletak di bekas markas perusahaan di Anzola Emilia, luar Bologna. Rencananya museum ini akan dibuka pada tanggal 27 September mendatang.

Sebuah rilis pada website perusahaan mengatakan bahwa “tujuan dari?Carpiagiani Gelato Museum adalah untuk menjadi acuan, memberi info asal muasal dan sejarah gelato. Juga tentang pembuat es krim yang memproduksi makanan dengan kreatif untuk dinikmati orang seluruh dunia,” jelas Romano Verardi, President of the Bruto and Poerio Carpigiani Foundation.

Menurut arsitek dan kurator, selain tentang sejarah, museum juga dilengkapi tur interaktif dengan tiga tema utama tentang gelato. Temanya adalah evolusi gelato dari waktu ke waktu, sejarah teknologi produksi, serta tempat dan sarana untuk mengonsumsi gelato. Lebih dari 20 mesin asli akan ditaruh di Carpiagiani Gelato Museum bersama presentasi multimedia, 10.000 gambar dan dokumen sejarah, aksesoris berharga dan alat-alat perdagangan dari berabad-abad lalu, wawancara video, serta lokakarya.

Menurut Luciana Polliotta, yang kebetulan sejarawan gelato, penemu gelato masih belum diketahui. Bisa jadi penjajah dari Arab di Spanyol dan Sisilia serta Roma kuno.

Pembuatan sorbet dan sherbet dimulai sekitar 1200 SM dengan salju dan es yang dikumpulkan dari puncak gunung. Harganya sangat mahal, hanya keluarga aristokrat seperti Madici yang bisa membeli.

(fit/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, June 17, 2012

Museum Makanan dan Minuman Akan Hadir di New York

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Museum Makanan dan Minuman Akan Hadir di New York
Foto: bloomberg.com/ny.eater.com Jakarta - Tiap negera tentu punya sejarah budaya dan makanan. Semua warisan leluhur itu tentunya ingin selalu dijaga sebagai tradisi kuliner. Beberapa negara mempertahankan tradisi kuliner dengan cara membangun museum makanan.

Mungkin Anda pernah mendengar museum ramen di Jepang? Kali ini New York City juga sedang membangun sebuah museum makanan dan minuman. Seorang pengusaha yang mendirikan museum ini selalu mempelajari semua jenis makanan yang dicicipi sepanjang hidupnya.

Peter Kim, sang direktur eksekutif Food and Drink Museum, berharap museum ini dapat memberikan edukasi kepada siapa saja untuk mengenai sejarah makanan dan budaya makanan dari berbagai negara.

Di museum ini pengunjung juga dapat melihat makanan dari Roma kuno dan masakan New York dari tahun 1800-an. Bahkan berbagai makanan yang biasa disajikan saat zaman purba bisa dilihat lengkap detilnya, semuanya bakal sangat menakjubkan.

Pendiri museum ini mungkin akan digarap bersama Upper West Side's Community Board 7. Apakah museum ini mirip dengan Museum of Natural History masih belum jelas hingga sekarang.

(dyh/odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Tuesday, February 28, 2012

Akan Segera Dibuka Museum Pizza Pertama di Dunia!

Dyah Oktabriawatie - detikFood

Akan Segera Dibuka Museum Pizza Pertama di Dunia!
Foto: huffingtonpost.com Jakarta - Selain Italia penduduk negara lain seperti Philadelphia, Amerika, New York, Chicago, New Hanem, Conn dan Providence juga manyukai pizza. Tapi tahukah Anda? Di Philadelphia sedang dibangun museum pizza pertama yang didunia.

Rumah raksasa yang dibuat oleh pecinta pizza bernama Brian Dwyer akan memanjakan para penggemar pizza dengan membuat museum pizza. Museum ini bisa dikatakan sebagai senjata baru dalam perang pizza. Dekorasi ruangan museum ini dibuat sendiri dari koleksi Brian Dwyer.

Museum pizza ini buka pada akhir musim semi di Fishtown, Philly. Pizza Brain akan menampilkan koleksi Brian Dwyer selama 27 tahun, sebagai pemegang rekor Guinness yang mengumpulkan pernak-pernik pizza yang terbesar dan terbanyak, serta beberapa sajian menu pizza. Koleksinya tersebut diantaranya, majalah, buku komik, kaset dan barang-barang aneh seputar pizza.

Dwyer tidak menyelesaikan sekolahnya di perguruan tinggi karena ia ingin serius konsentrasi untuk berbisnis makanan. Mulanya ia mencari gambar pizza besar dan mengumpulkan pernak-pernik lainnya untuk menghiasi studio musiknya. Saat musim gugur tahun lalu, Dwyer memiliki gagasan untuk membangun museum pizza pertama didunia.

Pada bulan Mei 2010, Dwyer dan teman-temannya memutuskan untuk menjadi tuan rumah pameran seni bertema pizza di Fishtown. Dia meminta teman-teman dan kenalannya untuk membuat pizza bertema seni diberbagai media. Saat itu sebanyak 300 orang mengunjungi acara pembukaan yang bertema “Give Pizza Chance” dan acara ini lebih potensial dari yang dibayangkan.

“Ini benar-benar lucu bahwa tidak ada yang melakukan ini sebelumnya, beberapa museum yang sudah ada hanya dibuat untuk sekelompok makanan lain seperti museum mustard, museum mie ramen. Untuk membuka sebuah museum pizza merupakan hal yang menarik dan orang-orang pasti ingin segera mengunjungi museum ini,” ujar Dwyer.

Dwyer mulai merenovasi sebuah bangunan abad ke-19 di Fishtown dan berkolaborasi dengan Ryan Anderson dan Joe Hunter pada April lalu. Dia membeli bangunan ini dengan bantuan seorang investor, Michael Carter pada bulan Oktober lalu yang sekarang tinggal bersama istrinya di apartemen.

Saat ini renovasi sedang berlangsung dan masih banyak yang harus dibereskan. Dwyer juga belum mengumpulkan cukup uang untuk membangun museumnya. Dwyer mengatakan Museum pizza “Pizza Brain” bisa dibuka segera pada bulan Mei atau Juni jika semua berjalan sesuai rencana. Dalam beberapa bulan orang akan menyebut diri sebagai seorang pencinta seni setiap kali makan pizza di Fishtown.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, February 12, 2012

Mengintip 6000 Tahun Sejarah Roti di Museum Roti Jerman!

Odi - detikFood

Mengintip 6000 Tahun Sejarah Roti di Museum Roti Jerman!
Foto: www.monkeysandmountains.com Jakarta - Mulai dari sejarah perkembangan sereal, hingga hadirnya roti bisa diintip di museum ini. Kesemuanya tersaji dalam bentuk karya seni, mulai dari patung hingga lukisan. Ada pula berbagai oven pemanggang roti berusia ratusan tahun. Wah, seru ya?

Museum unik ini didedikasikan bagi roti yang sejak 6000 tahun lalu telah hadir menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan peradaban manusia. Pendirinya adalah warga asal Jerman, Willy Eiselen dan putranya Hermann Eiselen. Keduanya memang bekerja sebagai manufaktur dan penjual bahan-bahan untuk toko roti yang cukup besar.

Ayah dan anak tersebut mendirikan Museum Roti Jerman pada tahun 1955. Namun pameran permanen yang diadakan di museum tersebut baru diselenggarakan tahun 1960. Kala itu, Museum Roti Jerman merupakan yang pertama menyajikan sesuatu yang unik.

Pada tahun 1991 kepemilikannya berpindah ke Eiselen Foundation, selaku badan amal independen. Sejak itu pula museum roti itu berpindah ke Salzstadel, sebuah gudang tua bersejarah di pusat kota Ulm, Jerman. Sejak berpindah lokasi museum ini makin berkembang dan tahun 2004 merayakan pengunjung ke satu juta mereka. Tahun 2005 saat Museum Roti genap berusia 50 tahun, dibuatlah pameran display permanen dengan tema baru.

Koleksi museum ini sendiri terdiri dari 18.000 objek, dimana 700 diantaranya merupakan display permanen yang ada di museum. Tetapi, jangan harap dapat menemukan display roti seperti di toko roti di tempat ini. Menurut sang pendiri, museum roti ini bukanlah museum artefak. Tetapi roti adalah makanan yang harus disajikan fresh setiap hari.

Oleh karena itu, dalam museum ini para pengunjung hanya dapat melihat sejarah cara-cara pembuatan roti yang terus berubah-ubah dari tahun ke tahun. Dimana sejarah tersebut dituangkan lewat foto-foto, patung, lukisan, dan karya seni lainnya. Selain itu mengilustrasikan pula sisi sosial dan budaya dari sejarah roti.

Di lantai 1 ada pula sejarah perkembangan gandum hingga menjadi roti. Ketika 6000 tahun lalu saat perkembangan sereal hingga dapat diolah menjadi roti. Pengunjung juga bisa melihat miniatur para pekerja di toko roti jaman dahulu. Museum Roti ini dibuka untuk umum dan tutup setiap hari Senin. Sepulang dari Museum Roti, para pengunjung dapat mampir ke toko roti yang tersebar di dekat museum. Asyik ya?

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, September 25, 2011

Yuk, Mampir ke Museum Mustard!

- detikFood

Yuk, Mampir ke Museum Mustard!
Foto: www.granvilleonline.ca Jakarta - Bagi orang Amerika, mustard bukan hanya sekedar saus pelengkap hot dog, sandwich, atau campuran saus salad. Mustard dianggap istimewa, karenanya setiap tahun digelar perayaan hari mustard. Sebuah museum mustard pun didirikan. Wow!

Setiap tahun ribuan orang berkunjung ke sebuah kota kecil bernama Middleton, Wisconsin, Amerika Serikat. Di kota kecil dekat Madison ini terdapat sebuah museum unik yaitu National Mustard Museum.

Setiap tanggal 6 Agustus ditetapkan sebagai National Mustard Day. Ribuan orang dari seluruh Amerika berbondong-bondong untuk mengunjungi museum tersebut dan festival mustard pun digelar di seluruh kota.

Mustard merupakan saus berwarna kuning kecokelatan yang dibuat dari biji nustard yang digerus halus hingga kental. Saus ini rasanya asam sedikit pedas menyegarkan. Paling banyak dipakai sebagai pelengkap makan hot dog bersama saus tomat. Meskipun yang terkenal berasal dari Perancis, mustard populer di mancanegara. Dikemas dalam kaleng dan botol kaca.

Festival mustard di Middleton boleh dibilang sebagai pesta 'condiment' terbesar di dunia. Masyarakat mengadakan berbagai permainan dan acara. Mulai dari acara icip-icip mustard, berbagai permainan dengan tema mustard, aktivitas untuk anak-anak, live music dan masih banyak lainnya. Tahun lalu sekitar 6000 orang memadati kota ikut serta dalam perayaan National Mustard Day.

Museum nasional mustard ini berisi semua hal tentang mustard. Mulai dari sejarah mustard, berbagai display mustard, karya seni bertema mustard, hingga berbagai kegunaan mustard. Selain itu beragam jenis dan merk mustard ikut dijual di museum ini berikut berbagai merchandise bertema mustard.

Terpilihnya Middleton, Wisconsin sebagai tempat festival dan museum mustard ini bukan tanpa alasan. Konon Barry Levenson, selaku asisten jaksa umum Wisconsin (1987), berhasil memenangkan sebuah kasus dengan bersenjatakan sebotol kecil mustard di kantongnya.

Ia mengambil botol tersebut di sebuah nampan room service yang ada di hotelnya dan setelah tahu ia belum pernah mengenal merek produk tersebut, maka ia?menyembunyikannya untuk dijadikan koleksi.

Beberapa bulan kemudian Levenson mulai mengkoleksi mustard. Pada tahun 1992, Barry Levenson yang sudah berhenti sebagai jaksa, membuka museum mustard di Mount Horeb dengan nama Mount Horeb Mustard Museum dan museum tersebut sempat mengalami perluasan.

Baru di tahun 2009, museum ini pindah ke Middleton dengan nama National Mustard Museum. Kini dalam museumnya terdapat lebih dari 5354 koleksi botol mustard yang berasal dari seluruh dunia. Museum ini dibuka Levenson setiap hari untuk umum. Nah, tertarik mengunjunginya?

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here