Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Sunday, February 12, 2012

Mengintip 6000 Tahun Sejarah Roti di Museum Roti Jerman!

Odi - detikFood

Mengintip 6000 Tahun Sejarah Roti di Museum Roti Jerman!
Foto: www.monkeysandmountains.com Jakarta - Mulai dari sejarah perkembangan sereal, hingga hadirnya roti bisa diintip di museum ini. Kesemuanya tersaji dalam bentuk karya seni, mulai dari patung hingga lukisan. Ada pula berbagai oven pemanggang roti berusia ratusan tahun. Wah, seru ya?

Museum unik ini didedikasikan bagi roti yang sejak 6000 tahun lalu telah hadir menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan peradaban manusia. Pendirinya adalah warga asal Jerman, Willy Eiselen dan putranya Hermann Eiselen. Keduanya memang bekerja sebagai manufaktur dan penjual bahan-bahan untuk toko roti yang cukup besar.

Ayah dan anak tersebut mendirikan Museum Roti Jerman pada tahun 1955. Namun pameran permanen yang diadakan di museum tersebut baru diselenggarakan tahun 1960. Kala itu, Museum Roti Jerman merupakan yang pertama menyajikan sesuatu yang unik.

Pada tahun 1991 kepemilikannya berpindah ke Eiselen Foundation, selaku badan amal independen. Sejak itu pula museum roti itu berpindah ke Salzstadel, sebuah gudang tua bersejarah di pusat kota Ulm, Jerman. Sejak berpindah lokasi museum ini makin berkembang dan tahun 2004 merayakan pengunjung ke satu juta mereka. Tahun 2005 saat Museum Roti genap berusia 50 tahun, dibuatlah pameran display permanen dengan tema baru.

Koleksi museum ini sendiri terdiri dari 18.000 objek, dimana 700 diantaranya merupakan display permanen yang ada di museum. Tetapi, jangan harap dapat menemukan display roti seperti di toko roti di tempat ini. Menurut sang pendiri, museum roti ini bukanlah museum artefak. Tetapi roti adalah makanan yang harus disajikan fresh setiap hari.

Oleh karena itu, dalam museum ini para pengunjung hanya dapat melihat sejarah cara-cara pembuatan roti yang terus berubah-ubah dari tahun ke tahun. Dimana sejarah tersebut dituangkan lewat foto-foto, patung, lukisan, dan karya seni lainnya. Selain itu mengilustrasikan pula sisi sosial dan budaya dari sejarah roti.

Di lantai 1 ada pula sejarah perkembangan gandum hingga menjadi roti. Ketika 6000 tahun lalu saat perkembangan sereal hingga dapat diolah menjadi roti. Pengunjung juga bisa melihat miniatur para pekerja di toko roti jaman dahulu. Museum Roti ini dibuka untuk umum dan tutup setiap hari Senin. Sepulang dari Museum Roti, para pengunjung dapat mampir ke toko roti yang tersebar di dekat museum. Asyik ya?

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Thursday, July 21, 2011

Bangunan Pusaka Bergelimang Sejarah

Bondan Winarno - detikFood

Bangunan Pusaka Bergelimang Sejarah
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Bila Anda penggemar sejarah, khususnya yang berkaitan dengan gedung maupun bangunan pusaka yang kita warisi dari kekayaan sejarah masa lampau, maka hotel yang satu ini pastilah akan menjadi pilihan Anda bila berkunjung ke Surabaya.

Bagi saya pribadi, hotel ini bahkan mengandung kenangan masa lalu yang sangat indah. Pada awal dasawarsa 1950-an, Ayah dipindahkan tugasnya dari Surabaya ke Padang. Pada tahun 1957, ketika terjadi "perang saudara" antara sekelompok perwira tinggi di Sumatra menentang Pemerintahan Presiden Soekarno, Ayah pun membawa kami keluarganya mengungsi ke Jawa. Sesuai penugasan semula, Ayah ditugaskan sementara ke Surabaya. Berhubung rumah dinas belum tersedia, kami sekeluarga "ditempatkan" di Hotel Oranje.

Di masa itu, Hotel Oranje adalah hotel yang terbesar dan termewah di Surabaya. Suasananya masih sangat Belanda. Para petugas hotel yang berseragam serba putih dipanggil dengan sebutan "jongos" (dari kata "jongens" dalam bahasa Belanda). Saya masih sangat ingat bentuk courtyard di dalam hotel, dengan kamar-kamar berteras menghadap ke taman itu. Tepian taman itu ditanami deretan pohon tanjung. Aroma bunganya harum, dan setiap pagi burung-burung riang bercicit menyantap buah tanjung yang ranum.

Etika makan di hotel itupun berlangsung sangat ketat. Sarapan, makan siang, dan makan malam, selalu ditandai dengan lonceng pada waktu yang tepat. Semua tamu hotel masuk ke ruang makan dan bersantap dengan tertib. Saya pernah "disetrap" oleh Ayah, tidak boleh ikut makan di ruang makan selama seminggu, gara-gara menjatuhkan sendok es krim saking terburu-buru ingin menghabiskan dessert kesukaan saya itu.

Bangunan ini dibangun pada tahun 1910. Pemilik hotel, Lucas Martin Sarkies adalah seorang Yahudi Armenia yang juga memiliki hotel-hotel top di Singapura (Raffles), Burma (The Strand), dan Penang (Eastern & Oriental). Penamaan Oranje mengikuti nama wangsa (dinasti) kerajaan Belanda. Semua hotel ini menampilkan suasana Eropa dan Era Kolonialis secara sangat kental. Menginap di hotel ini, selalu mengingatkan pada romance, elegance, dan grandeur yang juga sangat terasa di hotel-hotel serupa di Eropa.

Sejarah yang paling diingat tentang bangunan ini adalah ketika pada 10 November 1945, para pejuang dan pemuda Surabaya mengangkat bambu runcing dan merobek bagian warna biru dari bendera Belanda yang berkibar di menara hotel ini, sehingga tinggal Sang Dwi Warna yang berkibar di sana.

Selama beberapa dasawarsa hotel megah ini menyandang nama Oranje, kemudian berubah namanya menjadi Liberty, sebelum kemudian diubah lagi menjadi Hotel LMS (singkatan dari nama pemiliknya). Pada tahun 1996 hotel ini mengalami renovasi besar-besaran dengan mempertahankan bentuk aslinya, dan dikelola oleh The Mandarin Oriental Group dan diubah namanya menjadi Hotel Majapahit.

Sebelumnya, bangunan hotel ini mengalami penambahan pada tampak depannya pada tahun 1962. Menurut catatan, pada peresmian facade baru ini, hadir juga Charlie Chaplin, bintang komedi legendaries dunia. Bangunan depan yang baru itu dipakai sebagai lokasi kedai es krim dan kue bernama "Hoen Kwee" dan sebagian lagi menjadi took buku Van Dorp. Usai kontrak 10 tahun, Hotel Majapahit meneruskan operasinya tanpa manajemen The Mandarin Oriental.

Sebagai hotel besar di Surabaya yang berlokasi di pusat kota, Hotel Majapahit paling cocok untuk konferensi, seminar, dan sebagainya. Jumlah kamar dan fasilitasnya memadai untuk menampung semua peserta. Demikian juga ruang-rtuang pertemuan berbagai ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan. Untuk kunjungan bisnis, kunjungan keluaga, bahkan berbulan madu pun Hotel Majapahit sangat cocok karena pasti akan meninggalkan kenangan yang indah.

Hotel Majapahit
Jalan Tunjungan 65
Surabaya 60275
Telephone: (62-31) 5454 333
Facsimile: (62-31) 5454 111
www.hotel-majapahit.com

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here