Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Masuk. Show all posts
Showing posts with label Masuk. Show all posts

Wednesday, February 22, 2012

Anak yang Rewel Tidak Boleh Masuk Resto Ini!

Flora Febrianindya - detikFood

Anak yang Rewel Tidak Boleh Masuk Resto Ini!
Foto: playitsmartorbit.org Jakarta - Di Atlanta, ada sebuah restoran yang punya peraturan tak biasa. Bagi anak yang menangis ataupun rewel di dalam restoran,harus dipindahkan keluar. Pengelola resto ini tak mengizinkan ada suara anak-anak yang berisik di dalam restoran.

Anak-anak rewel dan menangis saat makan di resto sudah biasa. Namun, sepertinya restoran Grant Central Pizza kehabisan akal untuk menyikapi tangisan dan sikap anak-anak yang mudah bosan dan rewel. Sikap tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pelanggan lain.

Co-owner Grant Central Pizza, Donnie Parmer, mengatakan bahwa restoran menerima banyak keluhan dari pelanggan soal anak yang menangis dan berlari-larian di dalam resto. Bahkan ada satu kejadian ketika kepala salah satu pengunjung dipukul dengan mainan milik anak yang tak bisa diam.

Gerai pizza di Atlanta ini merupakan restoran keluarga. Wajar jika pengunjung banyak yang membawa serta keluarganya, termasuk anak-anak. Parmer selaku pengelola Grant Central Pizza pun mengakui jika ia menyukai anak-anak. Namun ia juga tidak ingin karena ulah satu anak, kenyamanan semua pengunjung terganggu.

Peringatan terhadap orang tua yang membawa anak-anak itupun tertulis dalam buku menu.
“Kepada para pelanggan, GCP (Grant Central Pizza) bangga atas reputasinya sebagai restoran keluarga, sebuah konsep yang akan terus kami pertahankan. Sayangnya, beberapa pengunjung merasa tidak nyaman karena anak-anak yang menangis dan tidak diawasi. Untuk memastikan semua pengunjung menikmati makanannya di GCP, kami dengan hormat meminta para orang tua untuk membawa keluar anak-anak yang sedang menangis”.

Pihak pengelola restoran mengakui sejak adanya peraturan tertulis, suasana restoran jadi lebih tertib. Restoran jadi lebih nyaman tanpa ada anak-anak yang berlarian ataupun menangis kencang di dalam ruangan. Restoran pun belum menerima keluhan apapun tentang peraturan tersebut. Dengan adanya peraturan mengenai anak-anak, diharapkan para pelanggan lebih memperhatikan dan selalu mengawasi anaknya.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, January 2, 2012

'Angry Birds' Masuk Dapur!

Odilia Winneke - detikFood

'Angry Birds' Masuk Dapur!
Foto: dailymail.com Jakarta - Tampang lucu si burung-burung nakal di games Angry Birds sudah menyihir jutaan orang di dunia untuk bermain setiap hari. Kini Angry Birds pun masuk ke dapur, menjelma menjadi boneka marzipan yang lucu menggemaskan.

Seorang bernama mraakko telah mengunggah video di YouTube yang memperlihatkan seseorang sedang membuat boneka Angry Birds dari marzipan. Video berdurasi 3 menit 23 detik ini cukup lengkap.

Dimulai dengan membuat si burung dari marzipan warna merah, dibentuk lengkap dengan paruh kuning, kumis hitam plus mata nakalnya. Tak ketinggalan dibuat juga babi-babi mungil berwarna hijau yang selalu menghuni kandang burung dan menjadi musuhnya.

Persis seperti gamesnya, si pembuatpun membuat sangkar yang berupa susunan kotak dari gingerbread. Lempengan gingerbread dirangkai kemudian babi-babi dari marzipan disusun di dalam kotak-kotak.

Selanjutnya dibuat juga katapel yang biasa dipakai si burung untuk meluncur menyerang targetnya. Katapel dari marzipan ini pun mirip aslinya dengan seekor burung siap tempur. Sementara burung lainnya sedang berderet mengantri.

Karena ditata dengan setting yang persis seperti pada gamesnya, video ini telah diunduh oleh 105.734 orang. Games yang dibuat oleh Rovio, media hiburan Finnish dan diperkenalkan sejak tahun 2009 dan langsung menjadi fenomena di dunia. Games ini telah diunduh 12 juta dari Apple's App Store dan mencapai 500 juta dari device selain Apple.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Saturday, December 17, 2011

Karena Berisik Restoran Larang Anak Kecil Masuk

Fitria Rahmadianti - detikFood

Karena Berisik Restoran Larang Anak Kecil Masuk
Foto: blogs.babble.com Jakarta - Anak kecil sering berteriak dan menangis meraung-raung jika merasa tidak nyaman. Hal ini dianggap mengganggu bagi sebagian orang. Akhirnya, sebuah restoran di Amerika Serikat melarang anak di bawah umur 6 tahun masuk ke restoran.

Aturan tersebut terjadi di restoran McDain's, Pittsburgh. Restoran kecil ini terletak dekat lapangan golf, sehingga sebagian besar pelanggannya adalah orang dewasa dan eksekutif. “Di sini tidak ada menu khusus anak-anak. Selain itu, 24 dari 68 kursi yang ada terletak dekat bar,” jelas Mike Vuick, pemilik restoran.

Sebagian pelanggan sudah beberapa kali melayangkan protes terkait tingkah laku anak-anak di restoran. Pelayan restoran sudah meminta orang tua untuk membuat anaknya diam, tapi mereka membiarkan saja.

Akhirnya, Mike mengambil tindakan tegas. Efektif 16 Juli 2011, setelah 9 tahun restorannya berdiri, anak kecil tak lagi boleh masuk. Dikutip dari ABC News, Mike menulis email ke para pelanggan setianya: “McDain's bukan tempat untuk anak-anak. Suara mereka tidak bisa dikontrol sehingga seringkali mereka mengganggu pelanggan kami yang lain.”

Akibat email tersebut, ia mendapat banyak ulasan dari media Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Mike mengaku mendapat respon positif dari para pelanggan. Polling di website Pittsburgh TV menunjukkan bahwa 64% responden setuju dengan kebijakan tersebut, 26% tidak setuju, dan 10% abstain. Ada 10.000 orang yang ikut polling ini.

Bagaimanapun juga, ada pihak yang merasa terganggu dengan aturan ini. Salah satunya adalah Stephanie Kelley, yang setiap minggu makan di McDain bersama anaknya yang berumur 13 bulan. Ia sudah menjadi pelanggan setia selama 3 tahun.

Stephanie sudah mengirimkan email kepada Mike. Isinya adalah usulan agar anak-anak diberi tempat makan khusus dan ada jam tertentu di mana anak-anak boleh berkunjung. Namun, Mike bergeming. Stephanie akhirnya tidak mau makan di sana lagi.

Bagaimana situasi McDain setelah kebijakan diterapkan? Ternyata aturan ini membawa berkah. Empat hari setelah larangan diberlakukan, restoran ini mengaku mendapat kenaikan pesanan sebanyak 20%.

Hal serupa terjadi di restoran Old Salty's di North Carolina. Menurut manajer restoran tersebut, setelah di jendela depan Old Salty's ditempel tanda 'anak kecil tidak boleh berteriak-teriak', bisnisnya meningkat. “Pelanggan tahu di sini mereka bisa menikmati makan malam mereka dengan tenang.

Mereka yang marah adalah orang-orang yang tidak dapat mengendalikan anaknya,” kata sang manajer. Tanda yang dipasang sejak tahun lalu ini sempat mendapat pemberitaan negatif dari media. Dale Levitsky, salah satu kontestan Top Chef, juga pernah melarang anak-anak makan di restorannya.

Meski ada larangan terkait diskriminasi seks, gender, dan terhadap lansia, hukum setempat tidak mencantumkan larangan diskriminasi terhadap anak-anak.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Monday, December 12, 2011

Iggy's Singapura Masuk Daftar Resto Terbaik Dunia

Devita Sari - detikFood

Iggy's Singapura Masuk Daftar Resto Terbaik Dunia
Jakarta - Kalau Anda jalan-jalan ke Singapura, mampir ke Iggy's. Restoran di kawasan Orchard ini tercatat sebagai salah satu restoran terbaik di dunia.

Tahun 2011, Iggy's menempati urutan ke-27 The S.Pellegrino World's 50 Best Restaurants 2011 yang digelar Restaurants Magazine. Iggy's naik peringkat setelah tahun 2010 lalu berada di urutan 28 dan urutan 45 pada 2009.

Lokasi persis Iggy's ada di lantai 3 Hotel Hilton, Orchard Road, Singapura. Sebelumnya, restoran milik Ignatius Chan ini berada di Hotel The Regent.

"Pindah ke Hilton, Iggy's menempati area yang dua kali lebih besar dibanding saat di The Regent. Namun untuk rasa, Ignatius Chan mampu mempertahankannya. Seluruh sajian memiliki presisi rasa yang tepat," demikian keterangan yang tercantum di theworlds50best.com.

Berikut salah satu pilihan set menu di Iggy's dengan harga $85 ++ atau sekitar Rp 600 ribu ++ - Iggy's Salad (Mesclun, Hollandaise, Black Truffles), Kanpachi (Citrus, Ginger, Konbu), Gillardeau Oyster (Sago, Lemon, Dashi), Foie Gras (Pear, Five Spice, Balsamic).

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Sunday, October 2, 2011

RUU Jaminan Produk Halal Masuk ke Paripurna

Devita Sari - detikFood

RUU Jaminan Produk Halal Masuk ke Paripurna
Foto: LPPOM MUI Jakarta - Draft RUU Jaminan Produk Halal akhirnya disetujui dalam rapat pleno Badan Legislatif DPR RI. Setelah beberapa hari sebelumnya juga telah tercetus pembentukan Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK).

Akhirnya Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal selangkah lebih maju. Setelah RUU JPH ini digodok sejak tahun 2004 silam, Senin (26/9) lalu rapat pleno Badan Legeslatif DPR RI menyetujui draft RUU JPH tersebut. Selanjutnya draft RUU ini akan dibawa dan dibahas ke dalam tahap selanjutnya di Rapat Paripurna.

Walau telah disetujui, beberapa catatan tetap diberikan beberapa fraksi sehingga masih perlu penyempurnaan lebih lanjut. Bahkan dari 9 fraksi yang duduk di dalam Baleg, ada satu fraksi yang menyatakan ketidaksetujuannya untuk melanjutkan RUU JPH ini ke tahap selanjutnya. Fraksi tersebut adalah PDIP yang diwakili oleh Arif Wibowo.

Menurutnya ada 3 alasan untuk tidak menyetujui draft RUU Jaminan Produk Halal tersebut. Alasan yang diberikan mencakup penerapan mandatory (wajib) yang tidak tepat, kemudian lembaga yang sudah ada saat ini dinilai terlalu banyak sehingga nantinya akan menimbulkan koordinasi yang sulit, serta isi dari RUU tersebut bertentangan dengan UU yang sudah ada (UU Pangan). "Dengan alasan tersebut PDIP belum dapat menyetujui dan mengembalikannya kepada pengusul," kata Arif Wibowo dalam pandangan fraksinya.

Sementara Fraksi Partai Demokrat yang diwakilkan oleh Yenna Anwar menegaskan, bahwa UU ini sangat diperlukan, karena praktek sertifikasi yang ada selama ini belum memiliki perlindungan hukum. Apalagi dengan adanya liberalisasi ekonomi dan beredarnya sejumlah produk telah menimbulkan fenomena yang menggemparkan di pasar Indonesia. "Sertifikasi produk halal dan non halal pun tidak terbatas dari produk hewani saja tetapi juga yang berasal dari bahan kimiawi," ungkap Yenna Anwar.

Pandangan yang hampir senada disampaikan Buchori Yusuf dari Fraksi PKS. Ia mengungkapkan, RUU JPH harus mengatur dan menguatkan kelembagaan yang memberikan sertifikasi, registrasi, dan labelisasi produk halal agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan yang berakibat penyelenggaraan JPH menjadi tidak efektif. "F-PKS mengusulkan agar MUI tetap menjadi lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan sertifikasi halal tersebut dalam LPH atau Lembaga Pemeriksa Halal berada dibawah koordinasi MUI," jelas Buchori seperti yang dikutip dari website LPPOM MUI.

Fraksi lainnya yaitu F-PKB, F-Gerindra, F-Hanura, F-PPP, F-PAN dan F-Golkar pun menyatakan catatannya masing-masing. Akhirnya dengan masih adanya beberapa catatan yang diberikan, Rapat Pleno Baleg meloloskan RUU JPH ke tahap selanjutnya. "Rapat Pleno Baleg menyetujui draft RUU dengan pengusul agar dapat mewadahi seluruh catatan yang diberikan," tutup Ignatius Mulyono, selaku pimpinan Rapat.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here