Ivory Bakery's Address
Monday, April 9, 2012
Thursday, March 29, 2012
Saturday, December 17, 2011
Karena Berisik Restoran Larang Anak Kecil Masuk
Fitria Rahmadianti - detikFood
Foto: blogs.babble.com Jakarta - Anak kecil sering berteriak dan menangis meraung-raung jika merasa tidak nyaman. Hal ini dianggap mengganggu bagi sebagian orang. Akhirnya, sebuah restoran di Amerika Serikat melarang anak di bawah umur 6 tahun masuk ke restoran.
Aturan tersebut terjadi di restoran McDain's, Pittsburgh. Restoran kecil ini terletak dekat lapangan golf, sehingga sebagian besar pelanggannya adalah orang dewasa dan eksekutif. “Di sini tidak ada menu khusus anak-anak. Selain itu, 24 dari 68 kursi yang ada terletak dekat bar,” jelas Mike Vuick, pemilik restoran.
Sebagian pelanggan sudah beberapa kali melayangkan protes terkait tingkah laku anak-anak di restoran. Pelayan restoran sudah meminta orang tua untuk membuat anaknya diam, tapi mereka membiarkan saja.
Akhirnya, Mike mengambil tindakan tegas. Efektif 16 Juli 2011, setelah 9 tahun restorannya berdiri, anak kecil tak lagi boleh masuk. Dikutip dari ABC News, Mike menulis email ke para pelanggan setianya: “McDain's bukan tempat untuk anak-anak. Suara mereka tidak bisa dikontrol sehingga seringkali mereka mengganggu pelanggan kami yang lain.”
Akibat email tersebut, ia mendapat banyak ulasan dari media Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Mike mengaku mendapat respon positif dari para pelanggan. Polling di website Pittsburgh TV menunjukkan bahwa 64% responden setuju dengan kebijakan tersebut, 26% tidak setuju, dan 10% abstain. Ada 10.000 orang yang ikut polling ini.
Bagaimanapun juga, ada pihak yang merasa terganggu dengan aturan ini. Salah satunya adalah Stephanie Kelley, yang setiap minggu makan di McDain bersama anaknya yang berumur 13 bulan. Ia sudah menjadi pelanggan setia selama 3 tahun.
Stephanie sudah mengirimkan email kepada Mike. Isinya adalah usulan agar anak-anak diberi tempat makan khusus dan ada jam tertentu di mana anak-anak boleh berkunjung. Namun, Mike bergeming. Stephanie akhirnya tidak mau makan di sana lagi.
Bagaimana situasi McDain setelah kebijakan diterapkan? Ternyata aturan ini membawa berkah. Empat hari setelah larangan diberlakukan, restoran ini mengaku mendapat kenaikan pesanan sebanyak 20%.
Hal serupa terjadi di restoran Old Salty's di North Carolina. Menurut manajer restoran tersebut, setelah di jendela depan Old Salty's ditempel tanda 'anak kecil tidak boleh berteriak-teriak', bisnisnya meningkat. “Pelanggan tahu di sini mereka bisa menikmati makan malam mereka dengan tenang.
Mereka yang marah adalah orang-orang yang tidak dapat mengendalikan anaknya,” kata sang manajer. Tanda yang dipasang sejak tahun lalu ini sempat mendapat pemberitaan negatif dari media. Dale Levitsky, salah satu kontestan Top Chef, juga pernah melarang anak-anak makan di restorannya.
Meski ada larangan terkait diskriminasi seks, gender, dan terhadap lansia, hukum setempat tidak mencantumkan larangan diskriminasi terhadap anak-anak.
(Odi/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Friday, August 5, 2011
Swedia Larang Penyajian Daging Halal di Kantin
Devita Sari - detikFood
Foto: detikFood (ilustrasi) Jakarta - Dewan kota komisi pendidikan dan anak-anak Swedia belum lama ini melarang penyajian daging halal di sekolah-sekolah. Mereka mengadopsi aturan baru yang mengatur bahwa makanan tidak akan disiapkan berdasarkan agama.
Dalam panduan baru bagi makanan di prasekolah dan sekolah yang dibuat oleh dewan kota, dinyatakan makanan dan produk-produk tidak akan disiapkan berdasarkan agama. Contohnya adalah seperti penyajian daging halal. Peraturan tersebut mulai dibicarakan di Eskilstuna, Swedia pada bulan Juni 2011 lalu.
Menurut salah seorang konsultan makanan, Sophia ?nhed, beberapa prasekolah di kota sebelumnya membeli daging halal karena kontrak yang ada, namun hal ini akan dihentikan bila peraturan tersebut diadopsi oleh pihak sekolah.
"Kebanyakan sekolah tidak menyediakan daging halal. Jadi saya rasa kami tidak begitu panik," ujarnya seperti yang dikutip dari arrahmah.com.
Abd al Haqq Kielan, ketua dari Komunitas Masyarakat Islam Swedia mengatakan bahwa hal itu merupakan diskriminasi murni dan secara tidak langsung merupakan sebuah pelanggaran hukum. Pertemuan terakhir Komisi Pendidikan dan Anak-anak ditunda karena mereka ingin mempelajari lebih lanjut kasus mereka setelah mendapat informasi baru. Namun, ketua komisi, seorang sosial demokrat Johan Nilsson, mengatakan bahwa keputusan akan dibuat pada pertemuan berikutnya.
Rencananya mereka yang makan daging halal, sekarang akan diarahkan untuk makan makanan bagi vegetarian atau memakan ikan sebagai alternatif, yang akan menjadi makanan pengganti daging yang cukup memuaskan.
Johan Nilsson mengatakan bahwa banyak sekolah-sekolah lain di seluruh Swedia telah melakukan hal yang sama yakni menawarkan menu-menu alternatif. Karena itu, dia tidak melihat hal tersebut sebagai diskriminasi dan melanggar hukum.
Sementara itu ada ratusan anak-anak Muslim yang bersekolah Prasekolah dan sekolah di Eskilstuna yang mulai musim gugur ini tidak akan bisa lagi makan daging di sekolah. Menurut Abd Al Haqq Kielan anak-anak Muslim harus mempunyai hak yang sama seperti yang lain dan menunjukkan bahwa sekolah sekitar Stockholm menyediakan daging halal.
Pelarangan daging halal ini melarang penyembelihan secara halal dianggap sebagai perlindungan hewan. Dan menurut kaum Muslim setempat jika hal tersebut adalah permasalahannya, maka tindakan seperti perburuan hewan dan pemotongan babi juga harus dilarang.
Departemen yang terkait sekarang telah bergabung dengan kementerian agrikultur dan sejak saat itu, belum ada tindakan untuk menanggapi protes dari kaum Muslim tersebut.
Sumber: arrahmah.com
(dev/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)