Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Gulai. Show all posts
Showing posts with label Gulai. Show all posts

Wednesday, December 21, 2011

Bumbu Gulai yang Enak

Odilia Winneke - detikFood

Bumbu Gulai yang Enak
Foto: medicalera.com Jakarta - Mana yang lebih enak, bumbu gulai kering atau yang segar? Bagaimana memilih bumbu gulai?

Bumbu gulai bisa dibuat sendiri dari aneka rempah kering dan segar. Namun, jika akan membeli di pasaran banyak dijual bumbu siap pakai. Ada yang berupa racikan yang sudah dimasak sehingga tinggal dimasukkan atau dimasak dengan santan dan bahan lainnya. Bisa juga dengan meracik bumbu kering dicampur dengan bumbu segar yang sudah dihaluskan. Yang penting, pastikan bahwa bumbunya berkualitas bagus rempah segar dan keringnya. Jangan menambahkan garam dulu karena umumnya bumbu yang sudah diracik sudah diberi tambahan garam. Demikian juga tambahan asam (Jawa atau sunti) sebaiknya ditambahkan kemudian.

(Odi/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Monday, September 12, 2011

Gulai Tambusu dari Kapau


img_consultant_1

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap pusaka kuliner Indonesia.

Bondan Winarno - detikFood

Gulai Tambusu dari Kapau
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Nagari Kapau adalah sebuah desa di pinggiran Bukittinggi. Sekalipun sangat dekat dengan Bukittinggi, tetapi Nagari Kapau secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Agam. Uniknya lagi, sekalipun Nagari Kapau terkenal karena masakannya yang khas dan sangat lezat, tetapi tidak banyak orang yang sungguh-sungguh ingin berkunjung ke desa kecil ini.

Di Bukittinggi ada beberapa warung makan terkenal yang menyajikan masakan Kapau at its best. Bahkan di Jakarta pun cukup mudah diperoleh masakan khas Kapau ini – khususnya di lapak-lapak tenda yang berjajar di Jalan Kramat Raya, tidak jauh dari perempatan Kwitang. Jadi, mengapa harus bersusah payah pergi ke desa asalnya? Kenyataannya, di Nagari Kapau sendiri justru tidak ada lepau atau warung makan yang cukup representatif untuk menyajikan masakan kebanggaan desa ini.

Beberapa masakan Kapau yang sangat khas adalah: gulai tambusu, gulai tunjang. Bahkan gulai sayur Kapau pun berbeda dengan gulai cubadak (gulai dari nangka muda) yang umum dijumpai di Ranah Minang. Gulai sayur Kapau tidak hanya berisi cubadak, melainkan juga rebung, kol, dan kacang panjang.

Gulai tambusu adalah gulai berkuah kental dari usus sapi yang diisi kocokan telur berbumbu. Ketika telur masih dianggap bahan mewah di masa lalu, kadang-kadang isi gulai tambusu juga "diganjal" dengan tahu dan tempe yang dihancurkan dan dikocok bersama telur ayam. Sayangnya, campuran tahu justru membuat gulai tambusu tidak dapat bertahan lama dan cepat menjadi masam.

Bumbu-bumbu yang dipakai dalam adonan telur ini adalah: santan, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan sedikit cabai. Sengaja digunakan campuran telur ayam dan telur bebek agar adonannya tidak terlalu lembek. Ada juga yang memakai usus kerbau untuk membuat gulai tambusu. Tetapi, usus kerbau harus dimasak lebih lama agar empuk dan aromanya agak menyengat.

Setelah diisi, usus sapi yang masih panjang ini direbus selama sampai matang. Isinya mengembang selama proses pemasakan, sehingga ususnya berpenampilan seperti sosis yang gemuk menggiurkan. Tidak mudah memasak usus yang sudah diisi adonan telur dan santan ini. Selama memasak harus terus diaduk. Bila tidak diaduk, usus akan menjadi besar sebelah karena kematangannya tidak merata. “Sosis” ini kemudian dipotong-potong sekitar 8 sentimeter, dan dimasak lagi sebentar di dalam kuah gulai bersantan kental.

Klik Resep Gulai Tembusu: DISINI

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Wednesday, July 27, 2011

Baselo di Warung Gulai Kepala Ikan Tepi Pantai

Bondan Winarno - detikFood

Baselo di Warung Gulai Kepala Ikan Tepi Pantai
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Indahnya pelabuhan Teluk Bayur di Padang, Sumatra Barat, memang tidak sebatas nyanyian populer Erni Djohan di dasawarsa 1970-an. Pelabuhan tenang dengan air biru turkuaz berpagar bukit nan hijau, sungguh merupakan pemandangan yang sejuk di mata dan di hati. Teruskan perjalanan ke Selatan, sekitar empat kilometer lagi menyusuri pantai indah ini, maka Anda akan tiba di sebuah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bungus. Tepat di kelokan itu, ada sebuah warung makan yang sangat populer bagi para pelintas di jalan raya itu.

Warung makan ini populer karena sajian ikan karang (kerapu, kakap, dan sebagainya). Tentu saja, karena letak warungnya persis di sebelah tempat pendaratan dan pelelangan ikan, maka warung ini mendapat pasokan ikan paling segar dan paling baik. Ikan-ikan yang didaratkan di sini kebanyakan berasal dari perairan di sekitar Pulau Sikuai, Mentawai, dan Siberut.

Hampir setiap tamu yang datang dari jauh ke tempat ini khusus mencari gulai kepala ikannya. Sekalipun hanya setengah dari kepala ikan utuh, tetapi ukurannya yang besar-besar membuat porsi ini dapat disantap cukup untuk dimakan 2-3 orang. Gulai ikannya bernuansa Padang dengan kuah kental berwarna kuning. Berbeda dengan gulai kepala ikan bernuansa India yang kuahnya kental berwarna jingga. Bila gulai India memakai daun salam koja atau daun kari, gulai Padang memakai daun ruku-ruku (semacam kemangi) untuk membuatnya harum.

Gulai ikan bernuansa Padang juga memakai asam kandih (asam kandis, buahnya mirip manggis), sehingga mencuatkan rasa asam lamat-lamat yang membuatnya terasa segar. Ibu Iyas, pemilik RM Simpang TPI ini menyajikan gulai kepala ikan kakap dengan harga Rp 40 ribu per porsi. Bila ukurannya kecil, cukup ditebus dengan Rp 25 ribu saja. Ada juga gulai kepala ikan gabu yang dagingnya tampak lebih tebal dan flaky bila dibanding ikan kakap. Dari penampakannya, saya duga ikan gabu ini adalah yang biasa disebut ikan manyung atau ikan sembilang di Jawa.

Sekalipun warung di tepi pantai ini berjarak tempuh sekitar 45 menit dari Kota Padang, banyak orang rela menempuh perjalanan itu untuk menikmati duduk baselo (bersila) sambil memandangi indahnya laut dan menikmati gulai kepala ikan yang sungguh mak nyuss. Pedasnya pun samar-samar karena dimasak dengan cabe rawit utuh yang tidak dihaluskan. Cabe rawit ini juga menguatkan aroma harum dari masakan gulai kepala ikan. Bila Anda kurang telaten mempreteli kepala ikan untuk mendapatkan dagingnya yang lembut, warung ini juga menyediakan gulai ikan dengan potongan-potongan yang mantap.

Masakan ikan yang juga saya sukai di warung ini adalah ikan asam padeh, yaitu masakan tanpa santan, dengan nuansa asam dan pedas yang sungguh memukau. Ikan yang cocok untuk masakan asam padeh ini adalah ikan tuna (disebut ikan sisiak di daerah ini). Lagi-lagi, kesegaran ikan tuna menjadi komponen utama yang menunjang kualitas masakan ini.

Selain gulai kepala ikan, andalan warung ini adalah rempeyek udang berukuran sebesar kipas. Rempeyeknya renyah dan gurih. Jangan lewatkan palai bada gurih untuk melengkapi tekstur santapan Anda. Palai bada adalah pepes yang terbuat dari parutan kelapa dan ikan bada yang kecil-kecil. Palai bada garing berbumbu intens ini juga cocok untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

RM Simpang TPI
Jalan Raya Padang-Painan
Samping TPI Bungus
0751 751454

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Sunday, July 17, 2011

Resep Gulai Iga


Masakan iga sedang populer saat ini. Iga tak hanya lezat diolah sebagai sup atau dibakar, tetapi juga dijadikan gulai. Racik dengan bumbu kuning.

Bahan gulai iga:
2 sdm minyak
2 btg daun bawang, potong 1 cm
4 bh cabai rawit hijau
1 bh tomat
300 ml kuah gulai
500 gr iga sapi berdaging dari gulai
50 ml santan
2 sdm kecap
bawang goreng secukupnya

Kuah gulai:
2 kg iga sapi
2 ltr air
500 ml santan

Bumbu halus kuning:
10 bh bawang merah
5 siung bawang putih
5 bh cabai merah
10 bh cabai rawit
1 sdt lada halus
1 sdt gula merah
1 sdt garam
4 cm kunyit
5 lbr daun jeruk
3 lbr daun salam

Cara membuat:
1. Campur semua bahan Kuah Gulai dan Bumbu Kuning, masak sampai daging iga empuk atau dipresto selama 25 menit. Sisihkan iga sapinya.
2. Gulai iga: panaskan minyak, tumis daun bawang, cabai rawit, tomat, masukkan kuah gulai dan iganya masak sampai mendidih. Lalu masukkan santan dan kecap.
3. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Untuk 2 Porsi



View the original article here

Tuesday, March 1, 2011

Slruuup... Sedapnya Gulai Sumsum Kambing

Odilia Winneke - detikFood

Slruuup... Sedapnya Gulai Sumsum Kambing
Foto: Odi/detikFood Jakarta - Di saat cuaca mendung dan dingin, semangkuk gulai sumsum kambing bisa jadi santapan yang menghangatkan. Kuahnya bening berempah dengan aroma wangi semerbak. Ditambah dengan satai kambing yang empuk-empuk gurih manis tanpa bau tajam. Wah, badanpun jadi hangat dan penuh semangat lagi!

Yang hangat dan berkuah hampir selalu jadi pilihan jika cuaca sedang tak menentu. Sate kambing, sop atau gulai kambing selalu jadi favorit. Di Jakarta, hampir semua resto atau warung gulai san sate kambing didominasi oleh aliran Solo dan Tegal atau Jawa Tengah.

Sekali ini sengaja saya kembali mampir ke Cafe Cangkir. Kafe ini dimiliki oleh pasangan Yoke dan suaminya Christian Hadinata, pebulutangkis legendaris.?? Dulu, tempat yang ada di Jl. Panglima Polim ini menjadi toko barang-barang pecah belah impor dari Eropa. Belakangan baru berubah menjadi kafe dengan aneka menu yang menggiurkan.

Soal sate kambing yang top di cafe ini sudah sering saya dengar. Kepulan asap yang menguar di sisi kiri cafe, langsung menusuk hidung. Wangi menggelitik!. Sate kambing di sini yang top adalah sineureut (daging has dalam kambing), bisa pakai lemak atau tidak. Sialnya, sore itu persediaan sedang habis. Jadilah sate kambing biasa yang saya pesan. "Yang ini juga empuk sekali," demikian sang pelayan meyakinkan.

Jangan berpikir kalau cafe dengan jualan sate kambing sebagai andalan, ada menu klasik pendampingnya. Memang ada gulai kambing dan gulai sumsum kambing. Namun, buat yang tak suka daging kambing ada menu lain seperti; mi kangkung, nasi timbel, laksa, spaghetti oglio olio, spaghetti bolognese dan kupat tahu petis. Maka selain gulai sumsum kambing,sate kambing, saya juga pesan kupat tahu petis.

Yang pertama disajikan adalah gulai sumsum kambing. Yang ini bukan gulai gaya Sumatra tetapi gaya Jawa. Kuahnya kuning dengan sedikit genangan minyak berwarna oranye kemerahan di pinggirnya. Tidak terlalu kental. Isinya 3 potong tulang kaki kambing berikut sempalan daging disisi-sisinya.

Slruupp... hirupan pertama langsung terasa jejak bumbu yang lengkap, tidak berlebihan dan ringan. Daging kambingnya sangat empuk. Sedikit berbalut lemak sehingga rasanya kenyal-kenyal gurih. Tanpa tambahan sambal rawitpun sudah cukup tonjokan pedasnya. Paling pas pastinya disuap dengan nasi hangat.

Setelah daging yang adadi keliling tulang habis, giliran mengeksekusi sumsum tulangnya. Untuk ini disediakan sedotan berwarna hitam. Tinggal dicolokkan ke dalam lubang tulang kaki yang tak berapa besar. Slruuup... langsung sumsum yang lembut gurih berpindah ke mulut. Selaian harus segera dituntaskan, gulai sumsusm ini memang harus hangat-hangat disantap. Maka jadi lebih cepat tandas!

Sate kambingnya juga senasib. Memang benar seperti kata pelayan, sate kambingnya empuk benar, tanpa lemak dan aroma tajam. Dengan sedikit cocolan kecap manis plus rajangan cabai rawit, nyam.. nyam.. makin lengkap enaknya. Jadi yang kurang suka lemak seperti saya dijamin aman menyantap sate kambing yang satu ini.

Kupat tahu petis, makanan tradisional gaya Surabaya ini disajikan dalam porsi sedang. Irisan lontong, ditimbuni potongan tahu Bandung dan tauge. Kuahnya kecokelatan kental. Ada rasa manis petis udang berbaur dengan kacang tanah. Gurih-gurih manis. Tidak ada rasa manis yang berlebihan, demikian juga gurihnya. Buat penyuka petis udang seperti saya, bakal terhibur dengan porsi petisnya yang lumayan nendang.

Wah, sebenarnya saya mengincar es cendol yang terkenal enak di kafe ini. Tapi apa daya perut sudah terasa penuh. Padahal ada colenak, poffertjes, peach melba dan bajigur yang menggoda. Harga yang dipatok juga sesuai dengan enaknya sajian. Sate kambing Rp. 40.000,00, Gulai sumsum kambing Rp. 40.000,00 dan kupat tahu petis Rp.29.000,00.

Cafe Cangkir
Jl. Panglima Polim IX No. 12 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telepon: (021) 7246526

(dev/Odi)

Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message



Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here