Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Sedapnya. Show all posts
Showing posts with label Sedapnya. Show all posts

Monday, August 20, 2012

Waduh, Sedapnya Suguhan Lebaran Khas Lampung!

Post this to your WordPress blog:


Post this to your Blogger blog:


Share to your Yahoo Mail contacts


Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts



Roti sehat harga hemat

Sunday, August 19, 2012

Sluuurp.. Sedapnya Mie Celor dan Mie Aceh!

Post this to your WordPress blog:


Post this to your Blogger blog:


Share to your Yahoo Mail contacts


Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts



Roti sehat harga hemat

Kukuruyuuk! Ini Paket Nasi Ayam yang Komplet Sedapnya

Fitria Rahmadianti - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Kukuruyuuk! Ini Paket Nasi Ayam yang Komplet Sedapnya
Foto: www.detikfood.com Jakarta - Nasi ayam ini tampak sederhana, hanya nasi polos diberi potongan ayam kampung. Namun, jangan berkomentar dulu sebelum mencoba. Ternyata rasanya gurih nikmat! Apalagi nasinya pulen enak plus sehat karena tidak menggunakan MSG. Nyam nyam!

Kalau biasanya menikmati Chicken Rice harus ke resto khusus atau resto Cina, kali ini justru bisa melalui twitter, SMS dan telepon. Uang ditransfer dan nasi ayam hangat komplet diantar sampai ke rumah. Inilah salah satu bisnis online Nasi Ayam Jagoan yang dipromosikan lewat akun twitternya @NasiAyamJagoan.

Karena kangen makan nasi ayam yang enak, malas terjebak macet dan keramaian mal saat berbuka puasa maka dengan akun twitter akhirnya seporsi nasi ayampun diantar ke kantor. Dua jam sebelum bedug maghrib paket nasi ayam sudah diantar dalam keadaan hangat.

Nasi ayam alisa Chicken Rice dikenal dengan sebutan Hainan Chicken Rice. Banyak dikenal di Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Pembuatan nasi ayam a la Hainan berbeda dengan gaya Singapura. Secara tradisional, orang Hainan merebus ayam Wenchang tua dan gemuk dalam kaldu dan tulang ayam. Hasilnya adalah daging ayam yang lebih gurih namun agak alot. Sementara itu, nasinya dimasak dengan kaldu ayam terpisah.

Orang Singapura mengadopsi gaya Kanton yang menggunakan ayam muda agar dagingnya lebih empuk. Mereka tidak menggunakan air, bawang putih, dan jahe. Kaldu inilh digunakan pula untuk memasak nasi. Maka nasinyapun gurih enak.

Agaknya Nasi Ayam Jagoan menyajikan nasi ayam Hainan bergaya Singapura. Dalam boks mika tebal terdapat nasi, beberapa potong ayam kampung rebus, serta beberapa tangkai daun ketumbar dan potongan daun bawang. Juga dilengkapi sambal encer berwarna putih sedikit kemerahan yang sekilas mirip sambal kacang.

Baik, nasi, ayam, maupun sambalnya terlihat nyaris sewarna, yakni putih gading atau kekuningan. Jika tak ditambahkan warna hijau dari daun ketumbar atau daun bawang, makanan ini terlihat membosankan. Bulir nasinya panjang utuh dengan selingan irisan jamur shiitake yang kecokelatan.

Ternyata tampilan yang sewarna belum tentu mencerminkan citarasnya. Lantas, saya dan dua orang teman mencicipi nasi ayam a la Hainan ini. Setelah mencoba nasi dan ayamnya, saya harus mengakui bahwa nasi ayam ini jagoan rasanya.

Nasinya wangi, pulen dan empuk. Rasanya gurih, padahal Nasi Ayam Jagoan mengklaim tidak menggunakan MSG maupun perasa. Irisan jamur shitake yang bercampur dengan nasi memberi tekstur kenyal-kenyal dengan aroma jamur yang segar.

Bagaimana dengan ayamnya? Meski polos, kilatan pada permukaan daging ayamnya membuat penasaran. Benar saja, sama seperti nasinya, ayam ini gurih nikmat tanpa jejak minyak. Kesat dan empuk juga tak tercium aroma lemak ayam yang tajam. Ini karena yang dipakai ayam kampung.

Jujur karena tak suka pedas, saya kurang cocok dengan sambal encernya. Rasanya asam menyengat dan pedas. Dari aroma dan rasanya tercium bahwa sambal ini mengandung jahe, bawang, serai, dan mungkin sedikitgerusan kacang tanah. Mungkin ini versi dipping sauce nasi hainan yang lebih segar karena biasanya dipakai saus jahe bawang yang berminyak.

Nasi, ayam, dan sambalnya terbungkus dalam plastik dan dimasukkan ke dalam boks mika ukuran 22x22 cm. Paket ini 'disegel' dengan pita berwarna merah marun yang dibuat menyilang. Di tengahnya tertempel stiker 'Nasi Ayam Jagoan' plus logo ayam jago dan tanaman berbunga yang biasa kita lihat di mangkuk bakso.

Biasanya, Nasi Ayam Jagoan juga menerima pesanan individual. Namun, khusus bulan Ramadan, mereka hanya menjual paket besar seperti yang saya pesan. Harganya Rp 150.000 per boks, bisa dinikmati 4-5 orang.

Uniknya, mereka hanya menjual nasi ayam Hainan saja, tak ada yang lain. Untuk ayamnya, Anda bisa memilih ayam kampung, ayam negeri, disuwir-suwir atau dibiarkan dipotong-potong. Pesanan dapat diambil di markas mereka di Rasuna, Kuningan, atau diantar dengan biaya sekitar Rp 35.000. Sebaiknya pesan sehari di muka. Kalau saat ini Anda sudah ditinggal mudik asisten rumah tangga, mungkin nasi ayam komplet ini bisa jadi solusinya. Kukuruyuk sedapnya!

Nasi Ayam Jagoan
Email: nasiayamjagoan@gmail.com
Telepon: 08118161898
Twitter: @NasiAyamJagoan

(fit/odi)


Punya makanan favorit saat Ramadan & Lebaran? Ceritakan dengan menarik & lengkap di sini . Raih Grand Prize Mixer Kitchen Aid untuk cerita yang paling banyak di LIKE.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, July 15, 2012

Wuih Sedapnya, Kering Jengkol Plus Gepuk Beralas Daun Pisang

Devita Sari - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Wuih Sedapnya, Kering Jengkol Plus Gepuk Beralas Daun Pisang
Foto: www.detikfood.com Jakarta - Di saat udara dingin, perut sangat lapar rasanya makanan yang alami menjadi santapan mantap. Tempatnya nyaman. Ada ikan goreng atau bakar, aneka sambal, tutut, sate pusut, gepuk, ayam goreng plus beragam sambal segar yang pedas menggigit. Hmm... top enaknya!

Di kawasan jalan Citarum Bandung selain strategis juga selalu ramai disambangi orang. Maklum saja beragam rumah makan ada di seputaran jalan ini. Termasuk resto Alas Daun yang baru dibuka 6 bulan silam. Lambang daun pisang berwarna hijau menjadi simbol resto berkonsep tradisional ini.

Kalau ingin mengisi perut dengan nikmat, rasanya resto ini pas jadi tujuan. Setelah mendapat nomor meja tamu akan diminta langsung menuju dapur terbuka yang ada di bagian belakang. Berderet puluhan lauk bisa dipilih langsung. Bingung? Memang itu yang banyak dialami pengunjung apalagi jika perut lapar sekali.

Di bagian depan berderet wadah berisi aneka ikan segar, bawal,kakap, ekor kuning, baronang yang sudah dibersihkan yang bisa dipilih langsung untuk digoreng atau dibakar. Pilihan lauk lainnya, ayam goreng, gepuk, cumi asin, jambal roti, tempe dan tahu kuning, babat, paru, sate telur, sate udang, sate usus dan lain-lain.

Lauk tumisannya juga tak kalah mengoda, tutut, tumis jamur kuping, tumis jamur tiram, perkedel jagung, perkedel kentang, tumis bunga pepaya, tumis balkutak (sotong berikut tintanya), uleketeuk leunca , dan lain-lain. Ada 3 jenis sambal, sambal terasi, sambal cabai hijau dan sambal cabai goreng berikut lalapan segar yang bisa diambil sendiri. Sedangkan karedok diuleg langsung di atas cobek besar.

Akhirnya kering jengkol, sate pusut daging, ayam goreng, tahu tempe goreng, gepuk, 3 jenis sambal plus lalapan jadi pilihan. Di bagian depan ada counter aneka bubur dan otak-otak ikan tenggiri. Setelah duduk, langsung di depan meja diberi sepotong daun pisang. Pelayanpun menaruh nasi langsung ke atas daun pisang yang dipakai sebagai pengganti piring.

Makan gaya alami ini mirip dengan makan gaya menghibung (makan bersama dengan tangan). Tak jauh berbeda karena lauk-pauk juga dinikmati bersama. Tentu saja paling afdol pakai tangan. Karenanya disediakan wastafel di berbagai sudut rumah makan.

Cocolan pertama sambal hijau yang dibuatdari cabai hijau segar dan sedikit kencur langsung terasa menyengat. Untung saja gepuk yang empuk gurih sedikit manis sehingga terasa berimbang. Sate pusut dagingnya terasa kuat bumbu bawang dan cabainya. Ayam gorengnya gurih dan yang paling istimewa justru kering jengkol.

Selintas mirip kering kentang, jengkol diiris tipis halus dan kecil, diaduk dengan adonan gula dan bawang seperti kering tempe. Renyah, crunchy dan manis. Sayang sekali sambal mangganya terasa agak manis karena mangga terlalu masak.

Harga makanan di resto ini tak terlalu mahal apalagi lauk bisa dimakan beramai-ramai. Bekisar dari Rp. 3.000,00 sampai Rp. 10.000,00, khusu untuk ikan segar tergantung ukuran bisa sekitar Rp.45.000,00. Kalau lapar berat dan ingin makan yang asyik, mampir saja ke sini. Berebut lauk, sambal dan lalap, menyuap nasi sambil kepedasan, huah... huah... asyiknya!

Rumah Makan Alas Daun
Jl Citarum No. 34
Bandung
Telepon : 022-7231101, 022-77888889

(dev/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, December 21, 2011

Wuih Sedapnya, Kering Jengkol Plus Gepuk Beralas Daun Pisang

Odilia Winneke - detikFood

Wuih Sedapnya, Kering Jengkol Plus Gepuk Beralas Daun Pisang
Foto: dev/detikFood Bandung - Di saat udara dingin, perut sangat lapar rasanya makanan yang alami menjadi santapan mantap. Tempatnya nyaman. Ada ikan goreng atau bakar, aneka sambal, tutut, sate pusut, gepuk, ayam goreng plus beragam sambal segar yang pedas menggigit. Hmm... top enaknya!

Di kawasan jalan Citarum Bandung selain strategis juga selalu ramai disambangi orang. Maklum saja beragam rumah makan ada di seputaran jalan ini. Termasuk resto Alas Daun yang baru dibuka 6 bulan silam. Lambang daun pisang berwarna hijau menjadi simbol resto berkonsep tradisional ini.

Kalau ingin mengisi perut dengan nikmat, rasanya resto ini pas jadi tujuan. Setelah mendapat nomor meja tamu akan diminta langsung menuju dapur terbuka yang ada di bagian belakang. Berderet puluhan lauk bisa dipilih langsung. Bingung? Memang itu yang banyak dialami pengunjung apalagi jika perut lapar sekali.

Di bagian depan berderet wadah berisi aneka ikan segar, bawal,kakap, ekor kuning, baronang yang sudah dibersihkan yang bisa dipilih langsung untuk digoreng atau dibakar. Pilihan lauk lainnya, ayam goreng, gepuk, cumi asin, jambal roti, tempe dan tahu kuning, babat, paru, sate telur, sate udang, sate usus dan lain-lain.

Lauk tumisannya juga tak kalah mengoda, tutut, tumis jamur kuping, tumis jamur tiram, perkedel jagung, perkedel kentang, tumis bunga pepaya, tumis balkutak (sotong berikut tintanya), uleketeuk leunca , dan lain-lain. Ada 3 jenis sambal, sambal terasi, sambal cabai hijau dan sambal cabai goreng berikut lalapan segar yang bisa diambil sendiri. Sedangkan karedok diuleg langsung di atas cobek besar.

Akhirnya kering jengkol, sate pusut daging, ayam goreng, tahu tempe goreng, gepuk, 3 jenis sambal plus lalapan jadi pilihan. Di bagian depan ada counter aneka bubur dan otak-otak ikan tenggiri. Setelah duduk, langsung di depan meja diberi sepotong daun pisang. Pelayanpun menaruh nasi langsung ke atas daun pisang yang dipakai sebagai pengganti piring.

Makan gaya alami ini mirip dengan makan gaya menghibung (makan bersama dengan tangan). Tak jauh berbeda karena lauk-pauk juga dinikmati bersama. Tentu saja paling afdol pakai tangan. Karenanya disediakan wastafel di berbagai sudut rumah makan.

Cocolan pertama sambal hijau yang dibuatdari cabai hijau segar dan sedikit kencur langsung terasa menyengat. Untung saja gepuk yang empuk gurih sedikit manis sehingga terasa berimbang. Sate pusut dagingnya terasa kuat bumbu bawang dan cabainya. Ayam gorengnya gurih dan yang paling istimewa justru kering jengkol.

Selintas mirip kering kentang, jengkol diiris tipis halus dan kecil, diaduk dengan adonan gula dan bawang seperti kering tempe. Renyah, crunchy dan manis. Sayang sekali sambal mangganya terasa agak manis karena mangga terlalu masak.

Harga makanan di resto ini tak terlalu mahal apalagi lauk bisa dimakan beramai-ramai. Bekisar dari Rp. 3.000,00 sampai Rp. 10.000,00, khusu untuk ikan segar tergantung ukuran bisa sekitar Rp.45.000,00. Kalau lapar berat dan ingin makan yang asyik, mampir saja ke sini. Berebut lauk, sambal dan lalap, menyuap nasi sambil kepedasan, huah... huah... asyiknya!

Rumah Makan Alas Daun
Jl Citarum No. 34
Bandung
Telepon : 022-7231101, 022-77888889

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Wednesday, November 23, 2011

Huah..huah Sedapnya Saus Sriracha!

Flora Febrianindya - detikFood

Huah..huah Sedapnya Saus Sriracha!
Foto: plus.google.com Jakarta - Saus dari negeri gajah putih ini sangat segar. Terbuat dari cabai merah, bawang putih, cuka, garam dan gula. Rasa pedasnya yang tajam menggigit dan pekat dengan sedikit kesan manis di lidah. Pedasnya bikin keringatan!

Saus dari Thailand ini dikenal dengan nama Saus Siracha. Saus ini cocok untuk dipadu dengan beragam makanan. Sebut saja sup, pasta, pizza, hotdog, hamburger, dan makanan apapun yang cocok dengan campuran saus pedas.

Di Thailand, saus sriracha dimakan sebagai cocolan seafood. Di Vietnam, saus sriracha biasa ditambahkan pada Pho, yaitu sup khas Vietnam dengan isian mi beras dan daging sapi rebus. Umumnya, saus sriracha dijual dalam kemasan botol.

Nama saus sriracha diambil dari satu wilayah di Thailand, yang memang terkenal akan saus sambalnya. Nama aslinya, prik sriracha atau sawd prik. Sriracha adalah kawasan pelabuhan dan perikanan Thailand, sekitar 90 menit dari Bangkok jika ditempuh dengan mobil.

Saus sriracha kini menjadi sangat terkenal dan biasa dikonsumsi di Amerika. Bermula pada tahun 1980-an, David Tran seorang warga Vietnam bermigrasi ke Amerika. Di tempat tinggal barunya, David tidak dapat menemukan sambal yang pas dengan seleranya, maka ia berusaha membuat saus sendiri yang dinamai saus sriracha.

Kepopuleran saus sriracha yang dibuat David pun meroket, dan membuatnya mendirikan brand Huy Fong Foods yang dibuat di Rosemead, California. Pada botol saus sriracha yang dibuatnya, terdapat tulisan Vietnam dan China, yang mencirikan saus ini berasal dari Asia. Padahal, cabai yang digunakan sebenarnya berasal dari bagian selatan California dan bukan asli Asia. Rasa sriracha buatan David pun agak berbeda dengan saus sriracha di Thailand, yang sedikit lebih manis.

Saus sriracha dibuat dari cabai yang dihaluskan bersama bawang putih, gula dan garam. Sambal ini disimpan dalam stoples, pada suhu kamar selama satu minggu, dan aduk satu kali sehari. Setelah satu minggu, dipanaskan di atas api sedang. Setelah mendidih, dihaluskan kembali lalu disaring. Kalau ingin mendapatkan saus ini bisa membeli di pasar swalayan besar.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Monday, May 30, 2011

Sedapnya Ayam Dibuluh Buatan Cafe

Odilia Winneke - detikFood

Sedapnya Ayam Dibuluh Buatan Cafe
Foto: detikFood Jakarta - Cafe yang ditata seperti ruang tamu ini punya masakan Manado yang sedap. Selain ikan rica, ayam dibuluh yang lembut berbalut bumbu dan cabai hijau rasanya pedas meresap. Sedangkan tinorangsak sapinya juga empuk dan penuh aroma. Tentunya makin enak dimakan sambil menghirup es lemon cui yang segar.

Biasanya masakan Manado disajikan dalam versi home cooking di restoran atau rumah makan. Namun, kali ini justru tempatnya di sebuah kafe. Dari luar tak terlihat jelas cafe Elmanna ini karena letaknya agak menjorok ke dalam.

Memasuki cafe ini serasa berada di sebuah ruang tamu. Ada kursi putih dengan cushion warna-warni, sofa dengan bantal-bantal berwarna ceria. Hiasan lampu berbentuk balon udara warna-warni menambah semarak cafe ini.

Di sisi kiri terdapat cooler tempat aneka jenis gelato dipajang. Sayang sekali sore itu gelato sudah habis. Untuk memudahkan memilih, sayapun langsung menuju lemari kaca tempat aneka masakan Manado dipajang. Ada ikan rica-rica, bakwan jagung manis, ayam dibuluh, tinorangsak sapi, garo bunga pepaya dan daun pepaya.

Karena memutuskan memesan masakan Manado maka sayapun tak tergoga dengan macaroni and cheese atau aneka makanan Barat lain yang ditulis dala daftar menu. Bahkan untuk minumpun saya memilih es lemon cui yang khas Manado.

Ayam dibuluh, merupakan salah satu favorit saya. Potongan ayam diberi bumbu cabai hijau dan secara tradisional ayam berbumbu ini dimatangkan di dalam bilah bambu. Aromanya jadi wangi tak terkira. Daging ayamnya lembut dan langsung tercium aroma bumbu dedaunan komplet khas Manado, daun pandan, daun bawang, daun kemangi, cabai hijau, bawang merah dan bawang putih. Belum lagi aroma jahe yang segar juga menguar dari ayam yang disajikan hangat ini.

Tinorangsak sapi (biasanya dibuat dari daging lain) menarik minat saya karena sudah agak lama tak mencicipi makanan ini. Karena tidak semua resto Manado menyajikan masakan yang umumnya memakai daging tidak halal. Potongan kecil daging sapi yang sudah dimasak dengan bumbu sangat meresap rasanya. Sementara balutan bumbu berwarna hijau lebih kuat rasa bawangnya dan tidak terlalu menggigit.

Kedua lauk ini makin enak disuap dengan iringan garo bunga pepaya dan daun pepaya. Bunga pepayanya dimasak dengan sempurna. Garing dan tidak pahit sehingga masih terasa krenyes-krenyes renyah. Demikian juga dengan daun pepaya yang berwarna hijau cantik, empuk dan juga tidak pahit. Hmm.. ini pastinya diungkep dengan sedikit air lalu disangrai hingga kering.

Lemon cui, jeruk mungil bundar dengan warna daging oranye dan aroma segar yang khas merupakan jeruk khas Manado yang sering dipakai untuk membumbui ikan. Lemon ini pula yang dipakai untuk membumbui dabu-dabu lilang, sambal Manado yang berupa irisan tomat dan cabai. Rasanya pedas, segar dan enak.

Air jeruk leom cui yang sedikit asam dan manis menutup rasa gurih di mulut. Sebagai penutup, sayapun tak membuang kesempatan mengunyah panada yang gendut besar. Adonan rotinya empuk wangi dengan isian ikan rica-rica yang royal dan padat berjejalan. Gurih pedas dan mantap!

Suasana nyaman di cafe ini bertambah asyik karena berbagai majalah yang ditaruh di coffee table dekat sofa. Terutama juga karena di dinding dan di lemari pajang dijajar aneka gelang, kalung, cincin dan anting. Wouw.. tampilannya sangat menggoda, ada yang terbuat dari logam,manik-manik, batuan warna-warni, juga mutiara dan kayu. Nyaris saja saya membeli sebuah cincin berwarna biru lazuardi yang unik dan aneka gelang berwarna pink cantik.

Harga makanan di cafe ini juga tak terlalu mahal. Seporsi ayam dibuluh Rp. 21.000,00, tinorangsak sapi Rp. 26.000,00, garo bunga pepaya dan daun pepaya @ Rp. 6.000,00. Yang mahal justru aksesori cantik yang dijual sekitar Rp.180.000,00 hingga Rp. 450.000,00 karena materi dan desainnya bagus. Wah,lain kali saya punya alasan buat mampir lagi di cafe ini. Menikmati gelato sambil belanja aksesori!

Elmanna Cafe
Jl. Ampera Raya no. 5
Jakarta Selatan
Telepon: 021-7181819

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here