Ivory Bakery's Address
Sunday, March 10, 2013
Mie Goreng Java (Javanese Fried Noodles)
Sunday, August 19, 2012
Mau Bikin Sambal Goreng Yang Lezat? Ini Dia Tipsnya!
Post this to your WordPress blog:
Post this to your Blogger blog:
Share to your Yahoo Mail contacts
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sunday, June 17, 2012
Resep Ikan: Ikan Goreng Honje
Odilia Winneke - detikFood
google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';
Foto: detikfood Jakarta - Bosan dengan balado ikan a la Padang? Coba saja ikan goreng dengan bumbu honje atau kecombrang yang asam segar dan wangi ini. Rasa pedas cabai mendapat imbangan aroma dan rasa honje yang segar dan merangsang selera santap. Cukup disantap nasi putih hangat saja!
Bahan:
250 g (6 ekor) ikan pisang-pisang kecil, siangi, kerat kedua sisi badannya
minyak goreng
Haluskan:
1 siung bawang putih
1 cm kunyit
œ sdt merica bubuk
1 sdt garam
Bumbu Honje:
3 sdm minyak sayur
1 buah honje/kecombrang, ambil pucuknya, iris halus
1/2 sdt gula pasir
Tumbuk kasar:
4 buah cabai merah keriting
5 buah cabai rawit merah
2 butir bawang merah
2 siung bawang putih
œ sdt terasi goreng
1 sdt garam
Cara membuat:
Lumuri ikan dengan bumbu halus. Diamkan selama 30 menit.Goreng ikan hingga kering lalu tiriskan. Sisihkan.Bumbu Honje: Tumis bumbu kasar hingga harum dan layu.Masukkan honje, aduk hingga harum dan layu.Tambahkan gula pasir, aduk hingga larut.Masukkan ikangoreng, aduk hingga rata.Angkat, sajikan panas.Untuk 6 orang
(eka/gst)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com
Sunday, April 8, 2012
Makan Ayam Goreng Bikin Gendut?
Dyah Oktabriawatie - detikFood
google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';
Foto: ritasbestrecipes.blogspot.com Jakarta - Masalah obesitas kerap dikaitkan dengan makanan. Seperti makan ayam goreng yang menjadi salah satu menu andalan restoran siap saji. Sebuah penelitian menyebutkan konsumsi daging unggas ini bisa membuat tubuh gemuk.
Sebuah penelitian yang diketuai oleh Dr. Yiqun Wang dan tercatat dalam Public Health Nutrition, menunjukkan bahwa daging ayam akan membuat tubuh menjadi gemuk jika dimasak dengan proses yang cepat. Pemasakan ini juga bisa merusak nilai gizi daging ayam.
Sejak tahun 1970-an sudah diketahui, peningkatan lemak tubuh tidak hanya berasal dari apa yang dimakan. Namun juga bisa disebabkan kurangnya berolah raga dan faktor keturunan.
Kansas State University memutuskan untuk melakukan penelitian kembali di Amerika Serikat. Hasilnya tidak seperti penelitian Wang, yang terfokus pada ayam jenis boiler, studi yang dilakukan KSU akan membandingkan nilai gizi ayam yang berasal dari peternak biasa dengan daging ayam organik.
“Perbandingan kadar protein dan lemak pada ayam ras dengan ayam organik harus diteliti lebih lanjut,” ujar Dr. Elizabeth Boyle, seorang profesor peternakan di Kansas State University.
American Poultry Association (APA)juga mengusulkan agar penelitian tidak hanya menggunakan dua jenis unggas. Penelitian yang sudah berlangsung sejak bulan Februari silam diharapkan dapat terselesaikan selama enam hingga delapan bulan.
Jika hasilnya sudah diketahui, APA berharap agar membahasnya dengan gamblang. Para peternak juga harus menerima keputusan hasil penelitian. Namun mereka juga yakin bahwa daging ayam yang berasal dari peternak nilai gizinya jauh lebih baik dibandingkan dengan daging ayam organik.
(odi/odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com
Saturday, March 31, 2012
Nasi Goreng Organik nan Mak Nyuss!
Bondan Winarno - detikFood
google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Sekitar tiga tahun yang lalu, Jane Chen – yang mulai "gila" makanan organik, alkali, maupun makrobiotik – mengajak saya mencoba masakan di restoran ini. Ketika itu, restoran Chandi baru saja buka. Ternyata, Dwi Agung Nugroho, chef owner-nya, adalah teman Gino Jr., menantu saya. Istri Agung juga teman Gino ketika belajar di Prancis. Dunia memang sempit, ternyata.
Sudah lama saya tidak singgah ke Chandi. Bahkan sudah melupakannya. Namun saat saya berkunjung ke Bali, saya pun segera menyempatkan singgah ke Chandi. E, ladalah! Lha, saya kan pernah ke sini? Barangkali saya mulai pikun, ya?
Setting-nya memang fine dining. Semua meja memakai taplak putih bersih. Di kartu namanya tertulis: Modern Asian Cuisine. Sedang pada kartu menunya tertulis lain lagi: A Gastronomic Twist on South-East Asia Cuisine. Di bagian depan tampak lemari pendingin berisi ratusan botol wine. Daftar menu pun menampilkan berbagai sajian kreasi baru yang tampaknya memang sesuai untuk "ditemani" wine.
Di deretan makanan pembuka, tampak berbagai pilihan menarik, antara lain: sup semangka dingin (Rp 32 ribu), be sisit (ayam suwir bumbu sambal matah, khas Bali, Rp 44 ribu), soft-shell crab salad (Rp 68 ribu), seared scallop salad, dan soy cured salmon.
Saya memilih black pepper crab dumplings (Rp 68 ribu) yang menurut pramusaji merupakan salah satu appetizer favorit di restoran ini. Penampilannya memang seperti pangsit pada umumnya. Karena kulitnya terlihat agak tebal (maaf, saya memang penyuka pangsit yang berkulit sangat tipis), saya membongkar pangsit itu dan langsung mengambil isinya – serpihan daging kepiting berbumbu lada hitam. Hmm, yummm. Manis alami daging kepiting dan gurihnya bumbu. Lada hitamnya sendiri tidak berlebihan – cukup untuk sedikit menggetarkan lidah.
Ketika memilih hidangan utama, saya menerima saran Agung untuk mencoba nasi gorengnya. Duuuh, kok desperate amat, sih? Masuk restoran sebagus ini hanya untuk makan nasi goreng? "You won't regret it," kata Agung sambil meneruskan pesanan ke dapur. Saya melirik ke menu. Di sana tertulis: Agung's Queen Prawn and Scallop Black and Red Nasi Goreng. Bahwa menu ini memakai nama si empunya, tentunya berkategori signature dish.
OK, let's see. Plating si nasi goreng ini, ternyata, memang istimewa. Tampak nyata bulir-bulir gendut nasi dari beras hitam dan beras merah (keduanya organik!) bersalut orak-arik telur. Sepasang udang berukuran besar menjadi side piece yang dominan, tiga butir grilled scallop, dan beberapa cincin panfried cumi-cumi. Aromanya pun mulai menggelitik lubang hidung. Hmm, cakep juga, nih.
Sendokan pertama langsung member kejutan. Seperti tidak ada jejak-jejak minyak sama sekali. Lidah tidak terasa licin oleh minyak goreng. Ternyata, di antara nasi goreng itu "terselip" beberapa lembar daun bercitarasa mirip basil, tetapi lebih lembut. Jurumasak menyebutnya tarragon. Tetapi, menurut saya, tarragon tidak leafy bentuknya. Ini justru mirip semacam basil di Vietnam (sisinya bergerigi) yang banyak dipakai secara segar. Daun inilah yang turut membuat nasi goreng ini out of this world.
Tingkat kematangan udang, scallop, maupun cumi-cuminya pun mengagumkan. Mak nyuss-lah, pokoke! Daftar menu Chandi tidak terlalu lebar. Terfokus pada beberapa sajian pilihan. Penganut vegetarian murni pun boleh merasa nyaman makan di sini dengan berbagai pilihan istimewa. Saya juga memesan citrus lemon grass spritzer yang diam-diam saya catat resepnya agar dapat membuat sendiri di rumah. Ayo, kapan traktir saya ke Chandi?
Chandi
Jl. Laksmana 72
Seminyak, Bali
0361 731060
www.chandibali.com
(dev/dev)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com
Friday, August 19, 2011
Resep Pisang Goreng Cokelat
Pisang goreng memang kudapan biasa, tapi jadi lebih lezat bila Anda menambahkan cokelat dan tepung panir. Sajikan untuk menu berbuka di rumah.Bahan dadar:125 gr tepung terigu protein tinggi
1 btr telur
100 gr cokelat pekat, sisir, iris
2 putih telur, kocok lepas
100 gr tepung panir
350 ml air
1 sdm susu bubuk
1 sdm margarin cair
1 sdm gula pasir
10 bh pisang raja
Cara membuat Pisang Goreng Cokelat:
1. Taruh tepung terigu dalam wadah, buat cekungan di tengah, tuangkan telur, garam dan margarin, aduk memutar sambil tuang air sedikit demi sedikit. Aduk hingga rata dan kalis.
2. Diamkan selama 20 menit. Panaskan wajan datar antilekat, buat dadar hingga adonan habis. Ambil selembar dadar, taruh pisang, taburi cokelat, gulung dan lipat hingga rapat.
3. Celupkan ke dalam putih telur, gulingkan di atas tepung panir.
4. Diamkan dalam freezer selama 30 menit.
5. Panaskan minyak dan goreng pisang hingga kuning keemasan. Angkat.
6. Sajikan selagi panas dengan taburan gula palem dan kayu manis bubuk.
Untuk 6 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 319 Kkal
Protein: 7,4 gr
Lemak: 8,5 gr
Karbohidrat: 57,3 gr
Thursday, August 11, 2011
Resep Kebab: Kebab Bihun Jagung Goreng
Subafood - detikFood
Foto: Subafood Jakarta - Sajian gaya Timur Tengah ini rasanya gurih enak dan dijamin mengenyangkan. Isian bihun dan pita bread yang jadi pembungkusnya akan menjadi sumber energi untuk berpuasa seharian. Nikmati selagi hangat agar rasanya lebih enak!
Bahan I:
2 bungkus Bihun Jagung Subahoon Rasa Goreng Special
75g keju cheddar, parut
200 ml minyak goreng untuk menumis
Bahan II:
200 g daging has dalam potong tipis sebesar kelingking
3 siung bawang putih, cincang
1sdm bumbu gulai/kari bubuk
1sdm paprika/cabai bubuk
1/2sdt merica bubuk
1sdt garam
100ml Yoghurt
Bahan III:
4 lembar Roti Kebab, panggang hingga kecokelatan
2 sdm mayones botolan
2 sdm saus cabai botolan
4 lembar daun selada
Cara Membuat:
Siapkan bihun sesuai dengan petunjuk pada kemasan.Campur Bihun dengan keju menjadi satu hingga rataTumis bawang putih hingga kekuningan, kemudian masukan bahan II.Tumis hingga harum dan matangAmbil Roti kebab hangat, beri daun selada di atasnya, tambahkan 50 g daging, keju, mayonaise, dan saus cabai kemudian bungkus.Siap disajikan.Untuk 4 buah(dev/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)
Saturday, July 23, 2011
Resep Ayam: Satai Ayam Goreng
Odilia Winneke - detikFood
Foto: Syahroni Jakarta - Si kecil rewel makan? Coba saja buat satai ayam yang renyah krenyes ini. Bisa dicocol dengan mayones atau dimakan begitu saja. Rasanya yang gurih enak dijamin bikin si kecil ketagihan!
Bahan:
250 g fillet ayam, potong tipis ukuran 2x3 cm
tusuk satai
Bumbu, haluskan:
1 butir kemiri
2 siung bawang putih
? sdt merica butiran
1 sdt garam
Lapisan:
1 butir telur ayam, kocok hingga berbuih
150 g tepung panir putih kasar
Pelengkap:
Mayones
Saus cabai botolan
Cara membuat:
Aduk irisan daging ayam dengan bumbu halus hingga rata. Diamkan selama 1 jam.Tusuki tiap 3-4 potong daging ayam dengan tusuk satai.Celupkan dalam telur kocok lalu lapisi tepung panir hingga rata.Diamkan beberapa saat hingga agak kering.Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning kecokelatan.Angkat dan tiriskan.Untuk 8 tusuk(eka/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)