Ivory Bakery's Address
Wednesday, January 25, 2012
Sunday, January 22, 2012
Dibuai Kelezatan Citarasa Cina Melayu di 'Seroeni'
Odilia Winneke - detikFood
Foto: odi/detikFood Jakarta - Bagai bunga seruni, di resto ini disajikan kelezatan hidangan multikultural, Cina dan Melayu. Dari mi goreng yang unik, nasi belachan yang gurih komplet hingga udang berbalut serabut telur dan cereal. Jangan salahkan jika mulut terpicu untuk selalu mengunyah kelezatannya!
Penang dan Semarang, dua kota ini memang tak ada hubungan. Karena ini menenui teman dari Semarang langsung teringat resto Cina Melayu yang lumayang terkenal di kota ini. Kebetulan pula keaslian rasa Melayu juga membuat lidah kangen untuk mencicipinya kembali.
Untung saja resto Seroeni yang berlokasi di lantai 3 Plaza Senayan sudah hadir sejak beberapa waktu yang lalu. Tampilan luar yang bersih minimalis dengan sentuhan kursi kayu, hiasan beraksen alami membuat resto ini terasa nyaman. Apalagi bangku-bangkunya dirancang mirip bangku warung makan di Malaysia.
Dibandingkan dengan resto gaya Cina peranakan yang ada di Jakarta memang Seroeni agak berbeda. Jika menu masakan Cina dengan adaptasi kuliner lokal atau bergaya Singapura sudah banyak, maka yang ini bergaya paduan Melayu Malayasia dengan Cina.
Tak heran jika di dalam menunya ada mi goreng mamak, nasi goreng belachan, shark fin's soup, sweet and spicy prawn, honey vinegar chicken dan black pepper beef. Khusus buat kopi dan teh, resto ini menyediakan Lavazza Coffee dan teh TWG 1837 dari Singapura. Termasuk aneka camilan untuk menenami kopi dan teh.
Thai belacan fired rice sangat memikat tampilannya. Nasinya kecokelatan menebar aroma gurih wangi, dikelilingi pelengkap berupa irisan nanas, mangga muda, bawang merah dan irisan cabai rawit merah. Rasa gurih terasi beraduk dengan asam segar nanas dan mangga serta renyah menggigit cabai. Hmm... unik dan penuh sensasi di lidah.
Brocoli with Cheese Sauce langsung menarik perhatian saya karena brokoli yang hijau segar ditata cantik di piring dengan genangan saus putih kental. Serabut halus putih telur bercampur dengan keju berselang-seling di kelilingnya. Brokolinya renyah segar, hanya sayang rasa kejunya kurang terasa kuat meskipun terasa semburat renyahnya.
Sebenarnya pesanan Black Pepper Beef sengaja saya lakukan buat menguji kehebatan resto ini. Jika tak pandai menangani black pepper beef biasanya liat dan kurang pedas. Sekali ini saya keliru, sekali gigit langsung terasa daging yang kering di luar lembut juicy di bagian dalam. Balutan saus mericanyapun merata, kental dan pedas-pedas gurih. Daging yang empuk enak ini membuat lauk inipun makin cepat tandas dari piring.
Kalau dibilang bosan, sebenarnya tidak. Namun, Golden Oatmeal Prawn pun menjadi pilihan juga. Karena lauk yang satu ini sering saya nikmati di resto Cina. Kali ini kembali saya diberi kejutan. Aroma wangi telur dan daun kari langsung menebar ke udara saat lauk ini disajikan. O la la... serabut halus telur menyelimuti seluruh udang jerbung yang gendut-gendut.
Biasanya udang ini disajikan dengan timbunan sereal (Nestum) yang lebih banyak. Tetapi chef Bob (yang berasal dari Penang) justru menebarkan lebih sedikit sereal. Serabut halus telur dadar yang digoreng garing terasa krenyes gurih. Serpihan sereal yang wangi berpadu dengan daun kari segar yang digoreng kering. Wah, benar-benar pas dengan daging udang goreng yang gurih renyah. Bahkan serabut telurpun ikut tuntas dari piring.
Gara-gara kekenyangan rencana mencicipi Snow Monster, es krim serut yang jadi unggulan dessert Seroeni pun batal. Padahal di buku menu ada berbagai pilihan dessert es krim yang sangat menggoda. Agaknya di kunjungan saya berikutnya, saya harus mencicipi kepiting Kam-Heong yang disukai pak Bondan. Belum lagi ada salted-egg butter crab yang pastinya gurih mengelus lidah.
Plaza Senayan Level 3, Unit 338B
Jl. Asia Afrika No.8 Senayan, Jakarta
Telpon: 021- 572 5187
Harga : mulai Rp. 17.500,00 – Rp. 75.000,00 per porsi
(dev/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Sunday, October 16, 2011
Citarasa Jawa Timur-an di Warung Sekar Taji
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Pada saat makan siang, Warung Sekar Taji selalu dipenuhi para karyawan dari berbagai kantor di sekitarnya. Apalagi setelah shalat Jumat, karena tempatnya tidak jauh dari sebuah masjid. Padahal, di sekitarnya ada banyak pilihan lain.
Apa yang menarik dari warung ini? Pertama, karena harganya yang sungguh murah meriah. Kedua, tentu pula karena citarasanya yang cocok di lidah para pelanggannya. Warung Sekar Taji mengkhususkan pada masakan Jawa Timur.
Pilihan saya di sini – kebetulan pula yang paling mahal – adalah rujak cingur (Rp 25 ribu). Disajikan dengan irisan lontong yang cukup lembut, rujak cingurnya tampil cukup sederhana. Sayurnya hanya kangkung, tauge, dan kacang panjang. Buahnya pun hanya ketimun, bengkuang, dan nenas. Tetapi, potongan cingurnya hadir dalam porsi yang cukup generous, ditambah potongan tahu dan tempe goreng. Sambal petisnya juara.
Setidaknya, ada dua kesepakatan dalam menilai rujak cingur Jawa Timur. Pertama, cingurnya tidak boleh terlalu empuk. Tidak perlu kualitas cingur yang bisa menggigit kembali, tetapi harus masih kenyal teksturnya. Kedua, sambal petisnya harus merupakan campuran antara petis "kampung" dan petis "priyayi". Kalau petisnya terlalu bagus, malah tidak akan menghasilkan sambal yang pas tendangannya.
Dalam skala 6-10, rujak cingur Sekar Taji saya beri angka 8. Lumayan, bisa buat tombo kangen (pengobat rindu) bagi mereka yang tidak bisa terlalu sering pulang mudik ke Surabaya.
Sayangnya, bagi sebagian orang, rujak cingur masih merupakan "bizarre food". Entah kenapa, cingur alias moncong sapi ternyata merupakan isu yang menjijikkan bagi banyak orang. Karena itu, bagi orang-orang yang tidak termasuk “Jawa Timur People”, rujak cingur merupakan acquired taste.
Oke, kalau Anda belum bisa makan rujak cingur, masih ada pilihan lain, yaitu nasi rawon (Rp 17 ribu). Potongan dagingnya tidak terlalu banyak, tetapi empuk dan tak seberapa berlemak. Kuah rawonnya encer, dengan citarasa intens. Saya duga dalam proses memasaknya memakai daun mlinjo (daun so), karena saya mendeteksi citarasa yang mirip dengan nasi pindang dari Kudus. Paket nasi rawon ini disajikan dengan telur asin, tauge pendek, sambal trasi, dan krupuk.
Pilihan lainnya adalah nasi rames begana (Rp 16 ribu), nasi ayam bakar (Rp 16 ribu), nasi pecel lele (Rp13 ribu), nasi pecel pincuk atau nasi pecel tumpang (Rp 9 ribu), dan nasi soto ayam (Rp 15 ribu). Side dish yang dapat dipesan adalah bothok teri, tahu telur, atau tahu thek.
Minumannya pun khas, seperti: es blewah, es kelapa muda, es jeruk, dan es soda gembira. Sayangnya, tidak ada es sinom yang terbuat dari daun asam. Kalau ada, sungguh pas-cok untuk mendampingi berbagai masakan yang rata-rata pedesnya nonjok.
Warung Sekar Taji
Jl. Panglima Polim V/58
Kebayoran Baru
021 7393609
(dev/dev)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)
Wednesday, July 13, 2011
Promenade Padukan Budaya dan Citarasa Jawa
Renny Wahyuningsih - detikFood
Foto: Ren/detikFood Jakarta - Promenade Caf? kembali mempersembahkan hidangan nusantara dengan tema The Excotic of Java. Kenikmatan menyantap beragam hidangan seperti rawon, lontong balap, soto kudus, dan rujak cingur tersebut makin puoll dengan iringan gending Jawa. Yuk, monggo mampir!
Setelah sukses dengan promosi makanan Sunda dan Betawi, Promenade Caf? The Acacia Jakarta kembali mengadakan promosi hidangan nusantara. Kali ini Promenade Cafe mengusung tema The Exotic Of Java yang dihadirkan mulai tanggal 6 – 30 Juli 2011. Lewat 'The Exotic Of Java' para pengunjung nantinya tidak hanya sekedar dapat menikmati citarasa hidangan Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Menurut Sidik Kadarsyah selaku Public Relations Manager The Acacia Jakarta, The Exotic of Java' juga bertujuan untuk mempromosikan dan mengenalkan lebih dalam tradisi, seni, budaya Jawa kepada pengunjung yang datang. Oleh karena itu sambil menyantap hidangan, pengunjung juga bakal menikmati musik-musik gending Jawa dan juga tarian seperti gambyong dan golek cluntang.
Selain itu, suasana Promenade Cafe juga makin meriah dengan kehadiran pernak-pernik seperti patung Bima Sena, dan juga Gatot Kaca di atas bola raksasa dunia yang kesemuanya terbuat dari mentega. Replika-replika unik tersebut dibuat khusus oleh bapak Giri Subagio, Culinary Artist The Acacia Jakarta.
Pertama-tama pengunjung bisa mencicipi menu pembuka seperti rujak cingur, tempe mendoan, tracam, lontong balap, pelas udang, buntil, tahu guling, dan beragam jenis soto. Untuk hidangan utamanya sendiri ada sate Tegal, ayam bakar kalasan, sambal goreng tahu krecek, mi goreng Jawa, mangut lele, dendeng ragi, tongseng kambing, dan masih banyak lainnya. Tak lupa aneka krupuk, sambal, dan lalapan ikut dihadirkan sebagai pelengkap hidangan tersebut. Jika perut belum kekenyangan jangan lupa cicipi aneka jajanan pasar khas Jawa dan juga jamu gendong.
Sudah tak sabar ingin mengobati rindu terhadap makanan khas kampung halaman tercinta? Segera saja langsung mampir ke Promenade Cafe untuk makan siang atau makan malam. O ya, kesempatan istimewa ini hanya bisa dinikmati setiap hari Senin - Jumat saja. Khusus Sabtu dan Minggu hidangan ini tersedia dalam bentuk a la carte.
(dev/dev)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)