Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Buatan. Show all posts
Showing posts with label Buatan. Show all posts

Sunday, July 15, 2012

Segarnya Soft Drink Buatan Sendiri!

Post this to your WordPress blog:


Post this to your Blogger blog:


Share to your Yahoo Mail contacts


Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts



Roti sehat harga hemat

Sunday, December 11, 2011

Sushezi, Bikin Sushi Secantik Buatan Resto

Devita Sari - detikFood

Sushezi, Bikin Sushi Secantik Buatan Resto
Foto: kaboodle.com Jakarta - Ingin bikin sushi di rumah akhir pekan ini? Dengan Sushezi kini Anda tak perlu repot lagi menggulung sushi. Alat canggih buatan New Zealand ini dijamin bikin sushi buatan Anda cantik dan rapi. Tak kalah dengan buatan sushi chef.

Sushi, makanan dari Jepang ini memang banyak penggemarnya. Tak heran jika banyak pula yang ingin bisa membuatnya sendiri di rumah. Namun, proses membuat dan menggulung sushi memang perlu teknik dan latihan. Karena sering hasilnya kurang rapi, isinya berantakan dan gulungan kurang padat.

Buat Anda yang ingin bikin sushi sendiri, kini bisa mengandalkan Sushezi. Alat pembuat sushi buatan perusahaan dari New Zealand, Hydraflow Industries ini dijamin bisa membuat Anda lebih mudah dalam membuat sushi roll.

Sushezi terbuat dari bahan pastik tebal yang aman bagi kesehatan. Bentuknya seperti pipa pralon yang kedua sisinya bisa dibuka dan ditutup menjadi dua. Selain itu ada sebuah tongkat panjang sebagai pendorong.

Cara pemakaiannya cukup mudah. Bbuka kedua belah bagian pipa dan kemudian isi nasi sushi. Nah, kemudian tinggal tambahkan berbagai isian sushi seperti kyuri, crabstick, salmon, tobiko, atau alpukat. Kemudian satukan kembali kedua sisi pipa hingga rapat dan kemudian dorong dengan tongkatnya perlahan-lahan. Nah, sushi roll yang cantik pun sudah selesai dibuat.

Sentuhan terakhir sushi roll bisa dibalut nori, atau diraburi tobiko dan siap untuk dipotong-potong. Jadilah sajian sushi yang cantik, tak kalah dengan buatan restoran-restoran Jepang. O ya, alat ini tidak hanya bisa dipergunakan untuk membuat sushi tetapi juga untuk membuat cake roll atau cookies. Sushezi sudah banyak dijual di berbagai toko online seharga US$24.99 atau sekitar Rp 230.000,00. Buat sushi, yuk!

(dev/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Saturday, October 22, 2011

Wagyu Burger Buatan 'Open Sandwich'

Odilia Winneke - detikFood

Wagyu Burger Buatan 'Open Sandwich'
Foto:detikfood Jakarta - Tempat yang cosy ini menjanjikan suasana hangat. Sajian hidangannya sangat menggoda. Seperti Wagyu Beef Burger yang tebal, lembut dan gurih langsung melumer di lidah. Balutan saus blue cheesenya sungguh lezat. Dangerously delicious!

Nama 'Tartine' merujuk pada sebuah nama bakery ternama di San Fransisco, California. Entah punya hubungan atau tidak Tartine yang tampilannya serba putih di bagian luar ini menarik perhatian saya. Resto yang ada di lantai bawah FX Lifestyle Xentre ini memang tak pernah sepi pengunjung.

Tatanan ruang yang didominasi kayu ini memberi suasana hangat. Dalam bahasa Perancis Tartine berarti open sandwich. Namun tawaran hidangan yang dituliskan dalam buku menu ukuran besar justru bukan sandwich. Mulai dari Appetizer, to bite with bread, tartine selection, aneka steak, pasta dan snack serta dessert.

Karena ingin menyantap yang tak terlalu berat, maka Wagyu Beef Burger (Rp. 59.500,00) dari menu 'to bite with bread' dan Spaghetti Aglio Olio (Rp. 45.500,00) dari menu pasta menjadi pilihan utama. Padahal aneka pilihan beefsteaknya sangatlah menggoda. Ada wagyu beef, T-bone, fish, lamb chops dan chicken dan salmon.

Wagyu Beef Burger disajikan di atas talenan kayu, bersama salad, sweet potatoes fries dan red onion jam. Aroma wangi gurih dagingpun langsung tercium. Dalam gigitan pertama terasa kelembutan daging burgernya yang dibalut lelehan blue cheese sauce. Bun burgernya empuk tebal dan daging sapi wagyunya pun terasa lembut tanpa lemak tetapi cukup garing.

Cocolan red onion jam yang lembut menambah lezat burger ini. Demikian juga dengan salad yang berupa cos lettuce dengan vinaigrette yang ringan. Yang terasa unik justru potongan ubi manis goreng yang menggantikan french fries. Rasanya tidak serenyah kentang tetapi manis lembut. Sebuah pilihan sehat buat menggantikan kentang goreng.

Aroma gurih keju langsung menyentuh hidung saat spaghetti tumis bawang putih dan serpihan cabai, Aglio Olio disajikan dalam piring cekung. Warnanya cantik karena ada selingan irisan black olive, peterseli cincang dan serpihan ikan tuna kalengan yang cukup royal.

Seperti yang saya harapkan, spaghettinya al dente, kenyal di bagian tengah, lapisan minyak olivenya tak berlebihan melumuri spaghetti. Rasa gurih olive dan tuna terasa enak dengan selingan serpihan cabai merah kering. Sedikit renyah dengan aksen pedas yang unik.

Variasi tampilan oglio olio yang agak berbeda ini memacu saya untuk menyuap terus spaghetti ini. Krenyes-krenyes lembut keju Parmesan yang ditaburkan di atas spaghetti ini membuat pasta ini akhirnya bisa saya tuntaskan dari piring.

Suasana cosy dan homey ternyata membuat saya betah berlama-lama di tempat ini. Lain kali tentu aneka steak plus pasta dan signature dishnya akan menjadi sasaran saya. Tempat yang pas buat menikmati hidangan Barat dengan sentuhan berbeda. Meskipun sementara orang menilai harga makanannya sedikit mahal tetapi boleh kan sekali-sekali memanjakan lidah?

TARTINE
Jl.Sudirman Pintu 1 Senayan
FX Lifestyle X'nter Lt.FB No 02A.03
Telepon: 021-25554222


(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Friday, June 3, 2011

Yuk, Cicipi Prol Tape dan Mini Sandwich Buatan Bu Hasan!

Eka Septia Wulan - detikFood

Yuk, Cicipi Prol Tape dan Mini Sandwich Buatan Bu Hasan!
Foto: detikfood Jakarta - Bingung mencari kue basah untuk arisan akhir pekan nanti? Mampir saja ke toko kue Bu Hasan. Beragam jajan pasar seperti risol, kue lapis, pastel, lemper, kue lumpur, bisa dibeli. Sttt.. jangan sampai kesiangan, bisa-bisa kehabisan!

Yang namanya jajan pasar atau kue tradisional memang selalu menarik minat. Salah satunya adalah toko kue Ibu Hasan yang sudah cukup terkenal sejak lama. Sayangnya, tiap kali mampir di tokonya yang ada di kawasan Ahmad Dahlan selalu saja kehabisan. Padahal waktu belum juga beranjak sore, tapi jajan pasar dan berbagai jenis bolu sudah tidak bersisa di rak kue.

Kebetulan sekali, saat saya berada di kawasan Petogogan saya melihat papan nama Kue-Kue Ibu Hasan. Wah, saya langsung antusias untuk mampir ke toko kue ini. Toko Kue-Kue Ibu Hasan yang berada di kawasan Petogogan memang tidak sebesar yang ada di Ahmad Dahlan, tapi soal jajan pasarnya jenisnya semua sama.

Toko kue ini bentuknya kecil memanjang. Ada rak tempat memajang kue-kue kering dan juga kue basah di sisi lainnya. Di dekat kasir ada sebuah sofa kecil untuk pelanggan yang ingin menunggu pesanan disiapkan. Ada dua rak bertingkat yang masing-masing terdapat wadah berisi kue-kue basah dan juga bolu.

Sayangnya, pilihan yang tersisa sudah tidak terlalu banyak lagi. Hanya ada prol tape, bolu kukus, mini chicken sandwich, dadar pisang keju dan beberapa jenis kue kering. Walah, pilihannya sudah tinggal sedikit nih! Padahal kalau masih pagi, kue dadar gulung zebra, kue lumpur, macam-macam kroket pasti masih banyak.

Jenis-jenis kue ini harganya bervariasi, mulai dari Rp 2.900 hingga Rp 6.000 tiap potongnya. Seperti prol tape keju yang saya ambil ini dibandrol dengan harga Rp 3.500 sedangkan Mini Chicken Sandwich Rp 3.100 dan Rp Rp 3.900 untuk dadar pisang kejunya.

Kue-kue yang dijual di toko Ibu Hasan ini masih memegang prinsip kue jaman dulu. Terlihat dari rasanya yang tak berubah sejak saya kecil. Kue prol tapenya dicetak dalam bentuk mini pie. Warnanya kuning cantik karena menggunakan jenis tape singkong kuning yang rasanya manis legit. Taburan keju parut diatasnya bikin prol tape yang legit jadi ada rasa gurih-gurih yang enak.

Berbeda denga rekan saya yang lebih senang dengan kue dadar pisang kejunya. Adonan kue dadar berwarna cokelat yang tipis membalut potongan pisang raja sereh. Rasanya legit karena pemilihan pisangnya pas matangnya, taburan keju sebagai toppingnya memberi aksen gurih enak.

Mini chicken sandwich, ini adalah kue yang tergolong baru. Tapi jujur bikin saya penasara untuk mencobanya. Berupa adonan pao berdiameter 4cm. Isinya terdiri dari adonan daging ayam yang sudah dicincang dan diaduk dengan bumbu, potongan tomat dan daun selada berseling layaknya sandwich ukuran normal.

Saat digigit, hmm.. rasanya enak! Tekstur daging ayamnya halus lembut gurih, berpadu dengan roti yang lembut. Enak dijadikan camilan ringan sore hari untuk mengganjal perut sebelum makan malam. Ah, rasanya makan satu saja kurang! Di sini juga menerima pesanan kue box , nasi box, dan juga nasi tumpeng. Hmm.. kalau ada acara di kantor Kue-Kue Ibu Hasan bis ajadi alternatif pilihan nih!

Kue-Kue Ibu Hasan
Jl.Ahmad Dahlan No.32
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Buka: 06.30-19.00
diskon 50% dari pukul 17.00-19.00

(eka/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Monday, May 30, 2011

Sedapnya Ayam Dibuluh Buatan Cafe

Odilia Winneke - detikFood

Sedapnya Ayam Dibuluh Buatan Cafe
Foto: detikFood Jakarta - Cafe yang ditata seperti ruang tamu ini punya masakan Manado yang sedap. Selain ikan rica, ayam dibuluh yang lembut berbalut bumbu dan cabai hijau rasanya pedas meresap. Sedangkan tinorangsak sapinya juga empuk dan penuh aroma. Tentunya makin enak dimakan sambil menghirup es lemon cui yang segar.

Biasanya masakan Manado disajikan dalam versi home cooking di restoran atau rumah makan. Namun, kali ini justru tempatnya di sebuah kafe. Dari luar tak terlihat jelas cafe Elmanna ini karena letaknya agak menjorok ke dalam.

Memasuki cafe ini serasa berada di sebuah ruang tamu. Ada kursi putih dengan cushion warna-warni, sofa dengan bantal-bantal berwarna ceria. Hiasan lampu berbentuk balon udara warna-warni menambah semarak cafe ini.

Di sisi kiri terdapat cooler tempat aneka jenis gelato dipajang. Sayang sekali sore itu gelato sudah habis. Untuk memudahkan memilih, sayapun langsung menuju lemari kaca tempat aneka masakan Manado dipajang. Ada ikan rica-rica, bakwan jagung manis, ayam dibuluh, tinorangsak sapi, garo bunga pepaya dan daun pepaya.

Karena memutuskan memesan masakan Manado maka sayapun tak tergoga dengan macaroni and cheese atau aneka makanan Barat lain yang ditulis dala daftar menu. Bahkan untuk minumpun saya memilih es lemon cui yang khas Manado.

Ayam dibuluh, merupakan salah satu favorit saya. Potongan ayam diberi bumbu cabai hijau dan secara tradisional ayam berbumbu ini dimatangkan di dalam bilah bambu. Aromanya jadi wangi tak terkira. Daging ayamnya lembut dan langsung tercium aroma bumbu dedaunan komplet khas Manado, daun pandan, daun bawang, daun kemangi, cabai hijau, bawang merah dan bawang putih. Belum lagi aroma jahe yang segar juga menguar dari ayam yang disajikan hangat ini.

Tinorangsak sapi (biasanya dibuat dari daging lain) menarik minat saya karena sudah agak lama tak mencicipi makanan ini. Karena tidak semua resto Manado menyajikan masakan yang umumnya memakai daging tidak halal. Potongan kecil daging sapi yang sudah dimasak dengan bumbu sangat meresap rasanya. Sementara balutan bumbu berwarna hijau lebih kuat rasa bawangnya dan tidak terlalu menggigit.

Kedua lauk ini makin enak disuap dengan iringan garo bunga pepaya dan daun pepaya. Bunga pepayanya dimasak dengan sempurna. Garing dan tidak pahit sehingga masih terasa krenyes-krenyes renyah. Demikian juga dengan daun pepaya yang berwarna hijau cantik, empuk dan juga tidak pahit. Hmm.. ini pastinya diungkep dengan sedikit air lalu disangrai hingga kering.

Lemon cui, jeruk mungil bundar dengan warna daging oranye dan aroma segar yang khas merupakan jeruk khas Manado yang sering dipakai untuk membumbui ikan. Lemon ini pula yang dipakai untuk membumbui dabu-dabu lilang, sambal Manado yang berupa irisan tomat dan cabai. Rasanya pedas, segar dan enak.

Air jeruk leom cui yang sedikit asam dan manis menutup rasa gurih di mulut. Sebagai penutup, sayapun tak membuang kesempatan mengunyah panada yang gendut besar. Adonan rotinya empuk wangi dengan isian ikan rica-rica yang royal dan padat berjejalan. Gurih pedas dan mantap!

Suasana nyaman di cafe ini bertambah asyik karena berbagai majalah yang ditaruh di coffee table dekat sofa. Terutama juga karena di dinding dan di lemari pajang dijajar aneka gelang, kalung, cincin dan anting. Wouw.. tampilannya sangat menggoda, ada yang terbuat dari logam,manik-manik, batuan warna-warni, juga mutiara dan kayu. Nyaris saja saya membeli sebuah cincin berwarna biru lazuardi yang unik dan aneka gelang berwarna pink cantik.

Harga makanan di cafe ini juga tak terlalu mahal. Seporsi ayam dibuluh Rp. 21.000,00, tinorangsak sapi Rp. 26.000,00, garo bunga pepaya dan daun pepaya @ Rp. 6.000,00. Yang mahal justru aksesori cantik yang dijual sekitar Rp.180.000,00 hingga Rp. 450.000,00 karena materi dan desainnya bagus. Wah,lain kali saya punya alasan buat mampir lagi di cafe ini. Menikmati gelato sambil belanja aksesori!

Elmanna Cafe
Jl. Ampera Raya no. 5
Jakarta Selatan
Telepon: 021-7181819

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Sunday, May 29, 2011

Sedapnya Ayam Dibuluh Buatan Cafe

Odilia Winneke - detikFood

Sedapnya Ayam Dibuluh Buatan Cafe
Foto: detikFood Jakarta - Cafe yang ditata seperti ruang tamu ini punya masakan Manado yang sedap. Selain ikan rica, ayam dibuluh yang lembut berbalut bumbu dan cabai hijau rasanya pedas meresap. Sedangkan tinorangsak sapinya juga empuk dan penuh aroma. Tentunya makin enak dimakan sambil menghirup es lemon cui yang segar.

Biasanya masakan Manado disajikan dalam versi home cooking di restoran atau rumah makan. Namun, kali ini justru tempatnya di sebuah kafe. Dari luar tak terlihat jelas cafe Elmanna ini karena letaknya agak menjorok ke dalam.

Memasuki cafe ini serasa berada di sebuah ruang tamu. Ada kursi putih dengan cushion warna-warni, sofa dengan bantal-bantal berwarna ceria. Hiasan lampu berbentuk balon udara warna-warni menambah semarak cafe ini.

Di sisi kiri terdapat cooler tempat aneka jenis gelato dipajang. Sayang sekali sore itu gelato sudah habis. Untuk memudahkan memilih, sayapun langsung menuju lemari kaca tempat aneka masakan Manado dipajang. Ada ikan rica-rica, bakwan jagung manis, ayam dibuluh, tinorangsak sapi, garo bunga pepaya dan daun pepaya.

Karena memutuskan memesan masakan Manado maka sayapun tak tergoga dengan macaroni and cheese atau aneka makanan Barat lain yang ditulis dala daftar menu. Bahkan untuk minumpun saya memilih es lemon cui yang khas Manado.

Ayam dibuluh, merupakan salah satu favorit saya. Potongan ayam diberi bumbu cabai hijau dan secara tradisional ayam berbumbu ini dimatangkan di dalam bilah bambu. Aromanya jadi wangi tak terkira. Daging ayamnya lembut dan langsung tercium aroma bumbu dedaunan komplet khas Manado, daun pandan, daun bawang, daun kemangi, cabai hijau, bawang merah dan bawang putih. Belum lagi aroma jahe yang segar juga menguar dari ayam yang disajikan hangat ini.

Tinorangsak sapi (biasanya dibuat dari daging lain) menarik minat saya karena sudah agak lama tak mencicipi makanan ini. Karena tidak semua resto Manado menyajikan masakan yang umumnya memakai daging tidak halal. Potongan kecil daging sapi yang sudah dimasak dengan bumbu sangat meresap rasanya. Sementara balutan bumbu berwarna hijau lebih kuat rasa bawangnya dan tidak terlalu menggigit.

Kedua lauk ini makin enak disuap dengan iringan garo bunga pepaya dan daun pepaya. Bunga pepayanya dimasak dengan sempurna. Garing dan tidak pahit sehingga masih terasa krenyes-krenyes renyah. Demikian juga dengan daun pepaya yang berwarna hijau cantik, empuk dan juga tidak pahit. Hmm.. ini pastinya diungkep dengan sedikit air lalu disangrai hingga kering.

Lemon cui, jeruk mungil bundar dengan warna daging oranye dan aroma segar yang khas merupakan jeruk khas Manado yang sering dipakai untuk membumbui ikan. Lemon ini pula yang dipakai untuk membumbui dabu-dabu lilang, sambal Manado yang berupa irisan tomat dan cabai. Rasanya pedas, segar dan enak.

Air jeruk leom cui yang sedikit asam dan manis menutup rasa gurih di mulut. Sebagai penutup, sayapun tak membuang kesempatan mengunyah panada yang gendut besar. Adonan rotinya empuk wangi dengan isian ikan rica-rica yang royal dan padat berjejalan. Gurih pedas dan mantap!

Suasana nyaman di cafe ini bertambah asyik karena berbagai majalah yang ditaruh di coffee table dekat sofa. Terutama juga karena di dinding dan di lemari pajang dijajar aneka gelang, kalung, cincin dan anting. Wouw.. tampilannya sangat menggoda, ada yang terbuat dari logam,manik-manik, batuan warna-warni, juga mutiara dan kayu. Nyaris saja saya membeli sebuah cincin berwarna biru lazuardi yang unik dan aneka gelang berwarna pink cantik.

Harga makanan di cafe ini juga tak terlalu mahal. Seporsi ayam dibuluh Rp. 21.000,00, tinorangsak sapi Rp. 26.000,00, garo bunga pepaya dan daun pepaya @ Rp. 6.000,00. Yang mahal justru aksesori cantik yang dijual sekitar Rp.180.000,00 hingga Rp. 450.000,00 karena materi dan desainnya bagus. Wah,lain kali saya punya alasan buat mampir lagi di cafe ini. Menikmati gelato sambil belanja aksesori!

Elmanna Cafe
Jl. Ampera Raya no. 5
Jakarta Selatan
Telepon: 021-7181819

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here