Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Bebek. Show all posts
Showing posts with label Bebek. Show all posts

Wednesday, February 29, 2012

Dibuat Jatuh Hati Pada Mi Bebek Mamie

Devita Sari - detikFood

Dibuat Jatuh Hati Pada Mi Bebek Mamie
Jakarta - Mi yang satu ini asli buatan sendiri. Bentuknya kecil-kecil pipih, lentur, dan tak lengket saat disantap. Siraman kuahnya tidak terlalu gurih dengan irisan bebek yang ditaruh di atas mi. Kulit si bebek panggang terasa crispy , dagingnya cukup tebal lagi empuk. Buat penggemar mi siap-siap dibuatnya jatuh hati!

Sewaktu diajak untuk makan mie bebek ke rumah makan ala rumahan ini sebenarnya saya agak ragu. Maklum saja tak banyak resto besar yang menyajikan mi bebek rasanya bisa diacungi jempol. Hmm... apalagi rumah makan ala rumahan seperti ini. Ya, begitulah kira-kira pikiran yang terbesit dalam benak saya sebelum berkunjung ke 'Mie Mamie'.

Patokan alamat yang saya dapatkan dari teman, letak tempat ini berada di dekat sekolah Al-Ikhlas, Cilandak. Setelah sempat bertanya beberapa kali, akhirnya saya pun berhasil menemukan Jl. Gaharu 4. RM 'Mie Mamie' menempati bangunan garasi yang disulap menjadi tempat makan. Ternyata tak hanya di garasi, meja-meja plus kursi sederhana tempat pengunjung bersantap juga ditata hingga ke bagian dalam rumah.

Setelah membolak balik buku menu yang berupa selembar kertas merah, selain mi bebek, mie yamien, mi kepiting, ifumi, dan bihun, di rumah makan ini juga menawarkan menu lainnya. Sebut saja cap cay, aneka nasi goreng, fu yung hai, hingga bebek panggang yang dijual 1/8, 1/4 hingga 1 ekor utuh. Pilihan saya jatuh pada menu andalan rumah makan ini yaitu mi bebek, pangsit goreng, dan jus jambu sebagai pelepas dahaga.

Mi bebek disajikan tak lama kemudian beserta dengan pelengkap lainnya. Kuah kaldu disajikan dalam mangkok mungil terpisah beserta dengan saus hoisin dalam wadah mungil. Minya disajikan dalam mangkok putih plus dengan taburan daun sawi dan 5 iris daging bebek yang terlihat menggiurkan.

Sebelum mencicipi mi, saya pun mencicipi si bebek yang sedari tadi sudah menggoda. Saya mengambil seiiris daging bebek menggunakan sumpit dan mencelupkan setengah bagian ke dalam saus hoisin. O ya, saus hoisin ini memang sering digunakan dalam masakan Cina sebagai pelengkap hidangan daging bebek dan hidangan daging panggang lainnya.

Gigitan pertama hmm... kulit bebek yang crispy bercampur dengan daging bebek yang empuk, sehingga saya pun tak kesulitan saat mengunyahnya. Nyam nyam... enak! Setelah mengaduk mi dengan sambal dan guyuran sedikit kuah kaldu yang rasanya tak terlalu gurih, mi pun siap untuk disantap.

Dilihat dari teksturnya mi yang berwarna kuning kecokelatan ini memang sudah tampak menggiurkan. Bentuknya kecil-kecil, pipih, lentur dan juga lembut, saat dikunyah mi tidak terasa lengket dan meluncur mulus di tenggorokan. Menurut sang pelayan mi mamie ini dibuat sendiri dan bebas bahan pengawet. Wah saya pun langsung dibuat jatuh hati dengan mi bebek racikan rumah makan ini.

Rasa pangsit rupanya juga tak kalah dengan pangsit buatan resto mi terkenal yang pernah saya cicipi. Seporsi pangsit seharga Rp 9000,00 ini terdiri dari 5 buah pangsit yang disajikan bersama saus khas mamie. Kulit pangsitnya tipis berwarna kecokelatan, rasanya renyah lembut dengan kejutan daging yang ada ditengah-tengah pangsit. Saat digigit kresss... renyah-renyah enak dengan cocolan saus khas yang asam manis pedas.

Untuk meredam pedasnya sambal saya pun membilasnya dengan segelas jus jambu yang menyegarkan. Yang saya suka rasa jusnya tak terlalu manis dan fresh membilas tenggorokan. Seporsi mi bebek yang lezat ini dihargai Rp 30.000,00, pangsit goreng Rp 10.000,00 dan jus jambu Rp 13.000,00. Buat penggila mi atau bebek panggang, pokoknya siap-siap dibuat ketagihan mi mamie!

Mie Mamie
Jl. Gaharu 4 No.6A Cilandak
Jakarta Selatan
Telp: 70737777/7694817
Jam Buka: 08.30 - 21.00
(Melayani delivery order)

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, July 9, 2011

Unik dan Enak, Abon Bebek Asli Singkawang

Eka Septia Wulan - detikFood

Unik dan Enak, Abon Bebek Asli Singkawang
Foto: wln/detikfood Jakarta - Jika Anda seringmenjumpai abon yang terbuat dari ayam dan juga daging sapi, kini abon pun bisa dibuat dari daging bebek. Rasanya gurih enak cocok teman makan nasi putih yang kemepul hangat. Sebagai buah tangan pun juga enak!

Saat bertandang ke kota Solo, abon daging sapi pasti jadi salah satu buah tangan yang tak terlupakan sebelum kembali ke Jakarta. Berbeda dengan Solo, kota Singkawang yang terletak di Kalimantan Barat punya buah tangan yang cukup unik, yaitu abon bebek. Bebek cukup mudah dijumpai di Kalimantan, dan banyak sekali diternakan di sungai-sungainya.

Panganan berbahan dasar daging bebek ini memang belum dikenal hingga ke luar wilayah Kalimantan. Namun industri rumahan yang baru berkembang beberapa tahun terakhir ini mulai memasarkan produknya keluar wilayah Pulau Kalimantan melalui pameran-pameran pangan yang diadakan di Jakarta. Mulai dari pameran-pameran inilah, abon bebek mulai dikenal dan diminati oleh masayrakat di luar wilayah Kalimantan.

Kalau dilihat sepintas abon bebek ini tak ubahnya seperti abon ayam, hanya saja warnanya sedikit lebih gelap namun tak segelap abon sapi. Daging bebek yang sudah dipisahkan dari tulangnya, kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, gula serta santan untuk menambah rasa gurihnya. Barulah kemudian daging bebek digoreng hingga kering kecokelatan.

Abon bebek yang cukup dikenal di daerah Singkawang adalah Abon Bebek bermerk Family. Abon bebek dijual dalam bentuk kemasan plastik dengan ukuran beragam mulai dari 100gr. Harganya pun bervariasi mulaid ari Rp 20.000 sampai dengan Rp Rp 70.000 per bungkusnya. Jika Anda sedang berkunjung ke kota Singkawang, pastikan abon bebek ini jadi buah tangan Anda untuk keluarga dan teman-teman.

(eka/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Thursday, June 23, 2011

Nikmatnya Makan Nasi Gurih Bebek di Pendopo

Eka Septia Wulan - detikFood

Nikmatnya Makan Nasi Gurih Bebek di Pendopo
Foto: wln/detikfood Jakarta - Meskipun tak berada di pulau dewata namun racikan bebek khas rumah makan ini cukup populer. Bebek gorengnya empuk gurih dan renyah di bagian luar. Jukut urap sayuran yang krenyes segar jadi pasangan begor yang enak. Begitu juga dengan sambalnya yang pedas. Huah..huah..sedapnya!

Nama Pendopo Kemang memang sudah cukup lama akrab di telinga, namun barulah saya sempat singgah. Resto ini mengusung konsep rumah Jawa. Dari luar memang bangunan resto tak kelihatan. Sebuah jalan sejauh 10 meter lebih yang dikeliling tembok harus dilalui sebelum sampai ke halaman resto.

O lala, betapa terkejutnya saya saat melihat Pendopo Kemang ini. Area parkirannya luas dengan pepohonan yang rimbun. Ada tiga buah bangunan yang ketiganya bergaya rumah joglo Jawa. Ah, suasana tempat ini seperti tidak berada di Jakarta. Kursi-kursi kayu, lampu-lampu antik, pilar-pilar tinggi cukup berhasil membuat pengunjung seperti sedang di salah satu bangunan rumah asli Jawa.

Kedatangan saya tepat setelah sebuah acara selesai digelar. Ada sebuah panggung sederhana yang masih tertata pelaminan cantik berbalut bunga-bungaan segar. Kalau dipikir-pikir, tempat ini memang lebih cocok untuk dijadikan lokasi resepsi atau acara keluarga yang sedikit pribadi.

Masih memandang kagum tempat ini, seorang pelayan datang membawakan daftar menu. Hampir semua menu yang ditawarkan adalah masakan Nusantara. Sebut saja Nasi Bali, mie goreng Jawa, soto ayam, rawon, dan juga tahu telor. Meskipun begitu, menu-menu lainnya pun bisa jadi pilihan menarik, seperti sapo tahu, dim sum, Singapore squid, dan masih banyak lagi.

Saya memilih Nasi Gurih Bebek (Rp 38.000) dan Mie Goreng Jawa (Rp 30.500) untuk mengisi perut yang lumayan lapar. Tak ketinggalan teh poci gula batu (Rp 15.000) hangat untuk lebih membangun suasana khas Jawa siang itu.

Mie goreng Jawa disajikan dengan irisan telur rebus di pinggirnya. Acar timun dan cabai pun jadi pendamping bersantap yang segar. Mie goreng ini menggunakan mie kuning atau mi hokian, sedikit lebih tebal dibandingkan dengan mie biasa. Mie ini dimasak 'nyemek', berkuah kental dengan warna merah yang sedikit mencolok.

Suwiran ayam goreng sebagai topping terbilang royal dan besar-besar.Tekstur mienya sangat halus lembut, lentur saat digigit. Rasa kuahnya gurih pedas. Ada semburat bawang putih dan kemiri yang kuat dan pas. Makin enak disantap dengan suwiran ayam goreng. Tauge dan irisan kol halus memberi aksen renyah segar yang enak.

Nasi gurih bebek ini tampilannya serupa dengan nasi Bali, hanya bedanya tanpa satai lilit saja. Sepotong bebek goreng bagian paha tampak gurih renyah tak sabar untuk langsung disantap. Sebagai teman makannya, ada kering tempe, kering kentang, urap, dan juga dua jenis sambal.

Nasinya pulen, cocok sekali dengan rasa bebek yang gurih renyah. Dagingnya kecokelatan dan empuk gurih dengan semburat aroma jahe.Urap yang terdiri dari daun bayam, irisan kol, dan tauge ini tingkat kematangannya pas, tidak lonyot. Krenyes renyah. Yang paling saya suka adalah kering kentangnya yang manis-manis renyah. Sambalnya pun pedas menggigit. Ada rasa gurih, manis, pedas-pedas enak yang bikin mata langsung melek!

Teh tubruk yang diseduh dalam poci liat pun jadi pembilas rasa gurih dan pedas di mulut. Gula batu yang larut perlahan dalam teh memberi aksen manis. Sepat wangi dan manis! hangat. Hmm..suasana homey khas Jawa ternyata membuat makan siang jadi terasa spesial. Pastilah saya akan datang lagi!

Pendopo Kemang
Jl. Kemang Selatan No. 111
Jakarta Selatan
Telp: 021-780 0535

(eka/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Wednesday, March 30, 2011

Digoyang Kelezatan Mangkok Terakhir si Bihun Bebek

Devita Sari - detikFood

Digoyang Kelezatan Mangkok Terakhir si Bihun Bebek
Foto: dev/detikFood Jakarta - Bihun bebek yang satu ini terkenal sebagai bihun bebek termahal di kota Medan. Seporsi bihun bebek berukuran besar dengan bihun yang lembut lentur dan topping daging bebek yang sangat generous. Disiram kuah kaldu bebek yang hangat gurih... slurpp membuatnya mantap lezat. Pantas saja mangkok terakhir pun jadi rebutan!

Jalan-jalan ke kota Medan tak lengkap rasanya jika belum mencicipi bihun bebek yang satu ini. Bihun Bebek Asie namanya, letaknya berada di Jl. Kumango. Tak berapa jauh dari sana ada pula Bakmi Hock Seng yang juga terkenal, sayang sekali bakmi tersebut tidak halal sehingga saya tak bisa mencicipinya.

Bihun Bebek Asie terletak di deretan ruko-ruko tua dengan jendela-jendela lebar di bagian depannya. Tempatnya cukup mencolok karena paling ramai dengan deretan mobil-mobil di depannya. Saat tiba ternyata resto ini sudah mau tutup padahal jam baru menunjukkan pukul 11 kurang seperempat. Oalaaa... ternyata menurut si mbak pelayan resto ini beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 11 saja.

Tapi untunglah saya masih didampingi dewa keberuntungan, karena menurut si oom penjualnya masih ada tersisa semangkok bihun bebek. Wah, saya pun langsung bergegas mengambil tempat di salah satu meja bundar sederhana yang ada di bagian dalam. Rupanya di sana masih ada beberapa pengunjung yang asyik bersantap.

Bihun bebek saya diracik di dapur yang ada di bagian depan - tak ada sekat pemisah - sehingga saya bisa melihat mangkok terakhir bihun bebek saya diracik. Open kitchen ini pula yang membuat aroma wangi bawang putih dan kaldu mendidih terus menguar dan menggelitik hidung. Sang pelayan pun dengan sigap menaruh sumpit, sendok, dan semangkok kecil sambal encer berwarna kecoklatan.

Akhirnya bihun bebek pesanan saya tersaji juga dihadapan dengan topping sawi, irisan daun bawang, dan taburan bawang putih cincang goreng yang royal. Disela-selanya mengintip suiran daging bebek yang dicampur dengan daging ayam (maklum karena bebeknya tinggal sedikit). Sedangkan kuah kaldunya ditaruh dalam mangkuk terpisah plus sebotol acar cabe rawit. Woww... sedap menggoda!

Yang istimewa pada hidangan ini adalah bihunnya yang lentur karena memakai campuran tepung beras dan kanji. Jadi saat digigit agak kenyal-kenyal gurih. Tak seperti bihun beras yang mudah putus. Saya menduga bihun ini merupakan bihun impor. Ditaruh dalam porsi yang lumayan banyak.

Kuah kaldunya tampak keruh dengan taburan kucai tanpa aroma anyir. Kaldunya benar-benar pekat lekat rasa bebeknya. Sungguh gurih lezat menggoyang lidah. Setelah disiram kuah kaldu yang panas... slurpp rasa kaldu si bebek cukup kuat terasa di lidah. Suwiran daging bebek yang empuk dan tambahan sambal makin bikin bihun bebek ini mantap rasanya.

Sedikit cocolan sambal rawit merah kecokelatan yang diracik khusus memberi aksen menggigit di sela-sela rasa gurih yang kuat. Yang istimewa memang aroma dan rasa daging bebeknya empuk dan tidak anyir. Slruup... kuah yang gurih pedaspun mengiringi suapan bihun dan daging bebek membuat brunch kali ini benar-benar memuaskan! Saya benar-benar merasa beruntung dengan mangkok terkahir ini karena setelah saya duduk 2-3 mobil penuh penumpang sukses ditolak karena resto sudah tutup!

Seporsi bihun bebek Asie porsi kecil dihargai Rp 38.000,00 dan Rp 45.000,00 untuk porsi besar membuatnya dikenal sebagai bihun bebek termahal di Medan untuk resto sekelasnya. Tetapi meskipun dibilang porsi kecil, buat saya seporsi bihun bebek tersebut bisa dinikmati untuk 2 orang. Saat kembali ke Jakarta lidah saya pun masih merindukan kelezatan si bihun bebek. Kapan ya balik lagi ke Medan?

Bihun Bebek Asie
Jl. Kumango
Medan
Jam Buka: 06.00-11.00

(dev/Odi)

Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message



Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here