Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Pelanggan. Show all posts
Showing posts with label Pelanggan. Show all posts

Saturday, March 24, 2012

Makanan Diprotes Pelanggan, Koki Acungkan Pisau Daging

Fitria Rahmadianti - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Makanan Diprotes Pelanggan, Koki Acungkan Pisau Daging
Foto: alibaba.com Jakarta - Jika tidak puas dengan makanan yang Anda santap di restoran, sampaikan keluhan dengan hati-hati. Jangan sampai bikin si juru masak naik pitam hingga mengacungkan pisau daging ke arah Anda, seperti kasus di Kanada baru-baru ini.

Peristiwa ini terjadi di sebuah restoran di Calgary, Kanada, Senin (19/3) malam. Rupanya sebuah keluarga yang tengah bersantap di sana merasa kurang puas terhadap makanan mereka, lalu mengeluhkan hal tersebut. Tak disangka-sangka, sang juru masak keluar dari dapur dan mengarahkan pisau daging ke arah mereka!

Spontan, keluarga itu lari ketakutan. Salah satu pelanggan lalu menelepon polisi, mengatakan bahwa si juru masak mengancam mereka dengan pisau besar. Berdasarkan berita yang dilansir Calgary Herald, polisi pun datang dan memeriksa tempat kejadian.

Menurut polisi, peristiwa ini bermula dari adu argumen antara pelanggan dengan juru masak. Diduga, karena itulah si juru masak mengacung-acungkan pisau daging. Namun, karena benda tajam tersebut tidak digunakan untuk melukai orang, si koki tidak dikenakan sanksi apapun. Saat ini polisi masih menelusuri kasus tersebut.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Thursday, March 8, 2012

Waiterpun Punya Strategi Membaca Keinginan Pelanggan

Fitria Rahmadianti - detikFood

Waiterpun Punya Strategi Membaca Keinginan Pelanggan
Foto: insidescoopsf.sfgate.com Jakarta - Restoran kini tak cukup hanya menawarkan makanan. Para staf juga dituntut memberikan layanan prima agar pengunjung datang kembali. Untuk memuaskan pelanggan, pramusaji punya strategi khusus sesuai karakteristik si tamu.

Restoran dan kafe, baik casual maupun fine dining, idealnya memberikan pelatihan yang memadai bagi waiter atau pramusajinya. Pasalnya, mereka adalah pihak yang berhubungan langsung dengan pelanggan dan menjadi ujung tombak kepuasan dalam hal pelayanan.

Pelayanan yang baik akan menjadi nilai tambah seiring meningkatnya kompetisi di industri jasa boga. Perlakuan yang sama kepada setiap pelanggan sudah tak jaman lagi. Kini, pramusaji harus menyesuaikan pelayanan dengan karakteristik pengunjung agar lebih personal.

Dengan mempelajari bahasa tubuh, kontak mata, dan komentar selintas, pramusaji diharapkan memahami keinginan konsumen tanpa diberi tahu secara langsung. Bagi Anda yang memiliki usaha tempat makan, strategi yang dikutip dari Wall Street Journal ini mungkin dapat Anda terapkan di restoran atau kafe Anda:

1.Jika pelanggan sudah memesan tempat sebelumnya (reservation/booking) dan berpakaian rapi, layani mereka dengan cepat karena kemungkinan mereka punya acara lain setelah bersantap
2.Jika pelanggan berpakaian kerja rapi, beri pelayanan cepat, kecuali jika mereka meminta waktu sebelum memesan makanan.
3.Jika pelanggan menyalakan laptop di atas meja, ia tidak tertarik pada appetizer yang biasanya dimakan secara sharing, serta tidak ingin memelajari menu cocktail
4.Jika pelanggan mengambil daftar menu wine terlebih dulu, jelaskan mengenai pilihan wine dan tanya apakah si pelanggan ingin refill.
5.Jika pelanggan memesan makanan ringan, tawarkan kopi atau the.
6.Jika pelanggan senang mengobrol, tawarkan pilihan minuman dan dessert yang lebih banyak, jadilah pramusaji yang ramah dan banyak bicara.
7.Jika pelanggan sedang bad mood atau terlibat dalam perbincangan yang kaku, catat pesanan dengan lebih terperinci dan hati-hati agar tak ada yang salah.
8.Jika pelanggan sedang berulang tahun, ajak sekitar 4 staf lain untuk menyanyikan lagu ulang tahun.
9.Jika pelanggan terlalu banyak bertanya mengenai menu, tawarkan salah satu menu favorit.
10.Jika pelanggan baru pertama kali berkunjung, antarkan sampai toilet (jika toiletnya di dalam restoran), jangan hanya mengarahkan.

Keluarga:

Jika pelanggannya keluarga dengan anak kecil, bawakan mainan atau krayon dan kertas gambar. Setelah sang anak memesan menu, tunggu persetujuan dari orangtuanya terlebih dahulu sebelum mencatat.Jika pelanggannya anak-anak yang tidak suka sayuran, jangan gunakan sayuran sebagai garnish sekalipun.Kelompok: Jika pelanggan datang berkelompok dan memiliki satu 'pemimpin' (dilihat dari bahasa tubuh, tersirat dalam percakapan, atau siapa yang memesan tempat), tentukan sikap berdasarkan si 'pemimpin' tersebut dan turuti permintaannya.Jika pelanggan datang berkelompok bersama teman-temannya, mereka sering lupa memesan saking keasyikan mengobrol. Interupsi mereka dengan menuangkan air atau wine ke dalam gelas, meletakkan tangan di meja, atau segera hampiri saat mereka meletakkan menu (untuk mencatat pesanan).Tanda pelanggan kurang puas: Saat ditanyai mengenai hidangan yang mereka santap, mereka menjawab “oke”.Pelanggan mengalihkan pandangan dari hidangan.Pelanggan memain-mainkan makanan atau menyisakan makanan.Pelanggan menyisihkan makanan tertentu di piring.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Thursday, January 12, 2012

Memaki Pelanggan di Twitter Resto Ini Jadi Sorotan Media

Flora Febrianindya - detikFood

Memaki Pelanggan di Twitter Resto Ini Jadi Sorotan Media
foto: gabarbecue.blogspot.com Jakarta - Jika Anda punya resto atau warung makan dan punya akun Twitter, berhati-hatilah memakai media sosial tersebut. Selain ampuh buat berpromosi Twitter juga bisa mendatangkan bencana buat usaha Anda, seperti yang terjadi pada resto ini.

Sebuah restoran barbecue di Georgia dicap sebagai 'worst use social media of 2012' karena memaki-maki pelanggannya lewat Facebook dan Twitter. Andrew Capron, pemilik Boners BBQ menuliskan kata-kata makian dalam akun restorannya mengenai Stephanie Stuck yang tidak memberikan tips pada pelayan restoran.

Dalam akun tersebut, Capron mengunggah foto pelanggannya tersebut dengan menuliskan keterangan “NOT WANTED! (Stephanie S.) tidak memberi tip pada waiter setelah makan $$0 dan dapat diskon. Jika melihat wanita ini di resto Anda, usir dia.' Selain kata-kata tersebut, tertulis juga beberapa kata kasar yang memojokkan Mrs. Stuck.

Sang pelanggan mendapat serangan setelah ia menuliskan review tentang Boners BBQ di sebuah website yang memuat review makanan. Ia menulis jika makanan yang disajikan sudah tidak hangat lagi. Ia mengaku hanya menuliskan review berdasarkan apa yang ia rasakan, dan tidak menyangka jika akan mendapat respon seperti itu.

Mrs. Stuck makan di Boners BBQ untuk merayakan ulang tahun suaminya, sekaligus memanfaatkan kupon diskon yang didapatkannya. Setelah didiskon, harga makanannya menjadi $30 saja. Akibat ulah si pemilik restoran, Boners BBQ mendapat sorotan tajam media, dan dicap sebagai pengguna sosial media paling buruk di awal tahun ini.

Menyadari kesalahannya, Capron segera menghapus posting tersebut. Ia mengaku stress dengan pelanggan restoran yang semakin jarang memberikan tips hingga akhirnya melakukan hal konyol.Capron mengatakan jika hal ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana menjalankan bisnis.

Dalam halaman facebooknya, ia mengakui jika ia belum mampu beriklan, dan hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Tentu saja kejadian ini berdampak buruk bagi citra restorannya. Untuk menebus kesalahannya, Capron meminta kesempatan untuk melayani Mrs. Stuck dengan baik. Jika Mrs. Stuck menolaknya, ia ingin mengembalikan uang Mrs. Stuck sebagai bentuk permintaan maaf.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Monday, January 9, 2012

Terjadi Lagi Perlakuan Rasis Resto Terhadap Pelanggan

Flora Febrianindya - detikFood

Terjadi Lagi Perlakuan Rasis Resto Terhadap Pelanggan
Foto: thedailywh.at Jakarta - Lagi-lagi, terulang tindakan rasis restoran pada pembelinya. Kisah tidak menyenangkan ini dialami oleh Minhee Cho, seorang wanita berwajah Asia yang tinggal di New York City. Pada struk pembelian dia menemukan namanya ditulis dengan sebutan berbeda.

Pada tanggal 6 Januari lalu, ia pergi ke Papa John's Pizza di Uptown New York. Seperti struk pembelian pada umumnya, terdapat bagian nama customer yang tertulis. Namun, bukan nama Minhee Cho yang tertulis di kertas itu, melainkan “lady chinky eyes”.

Cho kemudian mengambil gambar kertas struk tersebut. Barulah pada tanggal 8 Januari, ia mengunggah foto itu pada halaman twitternya, @mintymin. Cho menuliskan keterangan foto “Hey@PapaJohns just FYI my name isn't 'lady chinky eyes'”. Twit tersebut mendapat perhatian dari followernya, dan dengan cepat menyebar luas. Baru 2,5 jam dari waktu posting, foto itu sudah dilihat lebih dari 25.000 kali.

Media massa kemudian meminta konfirmasi pada pihak restoran. Asistant Manager yang hanya memberikan nama depannya, Marjani, mengaku jika ia belum mengetahui kejadian ini. Dihubungi lewat telepon, ia menyampaikan permintaan maafnya. Ia yakin jika staffnya tidak bermaksud untuk merugikan orang lain.

Berdasarkan pada waktu yang tertera di struk pembelian, Marjani mengaku ia sudah tahu siapa staf yang berbuat demikian. Wanita ini menyatakan, karyawan yang melakukan tindakan ini akan dikenakan sanksi. Namun ia menolak untuk menjelaskan lebih rinci mengenai apa sanksinya.

Pihak Papa John's pun memberikan keterangannya dalam laman Facebooknya. Disana tertulis “Pihak restoran sangat belajar dari kejadian di New York. Tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan. Kami telah mengkonfirmasikan pada pihak franchise bahwa masalah ini harus segera diatasi dan karyawannya diberi tindakan tegas. Kami benar-benar meminta maaf pada konsumen atas kejadian ini”.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here