Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Rasis. Show all posts
Showing posts with label Rasis. Show all posts

Thursday, April 5, 2012

Bartender Dipecat Karena Berkomentar Rasis di Facebook

Odi - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Bartender Dipecat Karena Berkomentar Rasis di Facebook
Foto: simplyzesty.com /312diningdiva.blogspot.com Jakarta - Hati-hati berbicara di jejaring sosial. Jika menyinggung perasaan orang lain, Anda bisa mendapat sanksi sosial. Baru-baru ini seorang bartender asal Amerika Serikat terpaksa kehilangan pekerjaan karena bersikap rasis terhadap warga kulit hitam.

Jessica Elizabeth menulis status rasis di Facebook pribadinya pada Kamis (29/3). Ia berbalas komentar dengan seorang kawan yang sama rasisnya. “Bahkan setelah berumur 40 tahun mereka (orang negro) tidak bisa bertindak cerdas. Anehnya mereka bingung mengapa mereka sulit mendapat pekerjaan. Saya sih tidak akan mempekerjakan mereka,” tulis Jessica.

Jessica menyebut orang Afrika-Amerika dengan istilah-istilah yang menghina seperti 'menjijikkan' dan 'binatang'. Tak hanya itu, wanita yang bekerja sebagai bartender di Proof Nightclub Chicago ini juga menggunakan bahasa yang kasar dalam berkomentar.

Akun bernama Zoe ProofChicago meminta Jessica menghapus komentar-komentar menghina tersebut. Ia memanggil Jessica sebagai Hitler, dan mengatakan bahwa wanita itu telah melanggar kontrak dengan Proof terkait jejaring sosial Namun, Jessica malah merespon: “Kamu bercanda? Saya kan punya kehidupan di luar klub.”

Percakapan ini menjadi buah bibir di dunia maya. Tak lama kemudian, Proof mengambil tindakan. Melalui pernyataan yang dikutip Eater, pemilik klub malam tersebut menyiratkan bahwa Jessica telah diberhentikan dari pekerjaannya.

“Proof percaya akan kesetaraan, keadilan, dan toleransi bagi semua kawan dan rekan kami. Sayangnya, terkadang kami terekspos kebodohan dan rasisme. Dengan terus memegang prinsip dan bertindak, kami yakin kita semua bisa menjadi agen dari perubahan yang positif,” ucap Mike Bloem, pemilik Proof Nightclub.

Status-status rasis di akun Jessica kini telah dihapus. Akun Facebooknya pun telah dibuat private, sehingga tak bisa dibaca oleh orang umum. Namun, seorang blogger berhasil menyimpan screenshot dari komentar Jessica. Sejak bukti tersebut dipasang di blog, banyak orang yang telah menanggapi hal ini.

Di kolom komentar, tak sedikit orang yang mengatakan bahwa staf-staf di klub papan atas ini memang sering memperlakukan pelanggan berdasarkan rasnya.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, January 9, 2012

Terjadi Lagi Perlakuan Rasis Resto Terhadap Pelanggan

Flora Febrianindya - detikFood

Terjadi Lagi Perlakuan Rasis Resto Terhadap Pelanggan
Foto: thedailywh.at Jakarta - Lagi-lagi, terulang tindakan rasis restoran pada pembelinya. Kisah tidak menyenangkan ini dialami oleh Minhee Cho, seorang wanita berwajah Asia yang tinggal di New York City. Pada struk pembelian dia menemukan namanya ditulis dengan sebutan berbeda.

Pada tanggal 6 Januari lalu, ia pergi ke Papa John's Pizza di Uptown New York. Seperti struk pembelian pada umumnya, terdapat bagian nama customer yang tertulis. Namun, bukan nama Minhee Cho yang tertulis di kertas itu, melainkan “lady chinky eyes”.

Cho kemudian mengambil gambar kertas struk tersebut. Barulah pada tanggal 8 Januari, ia mengunggah foto itu pada halaman twitternya, @mintymin. Cho menuliskan keterangan foto “Hey@PapaJohns just FYI my name isn't 'lady chinky eyes'”. Twit tersebut mendapat perhatian dari followernya, dan dengan cepat menyebar luas. Baru 2,5 jam dari waktu posting, foto itu sudah dilihat lebih dari 25.000 kali.

Media massa kemudian meminta konfirmasi pada pihak restoran. Asistant Manager yang hanya memberikan nama depannya, Marjani, mengaku jika ia belum mengetahui kejadian ini. Dihubungi lewat telepon, ia menyampaikan permintaan maafnya. Ia yakin jika staffnya tidak bermaksud untuk merugikan orang lain.

Berdasarkan pada waktu yang tertera di struk pembelian, Marjani mengaku ia sudah tahu siapa staf yang berbuat demikian. Wanita ini menyatakan, karyawan yang melakukan tindakan ini akan dikenakan sanksi. Namun ia menolak untuk menjelaskan lebih rinci mengenai apa sanksinya.

Pihak Papa John's pun memberikan keterangannya dalam laman Facebooknya. Disana tertulis “Pihak restoran sangat belajar dari kejadian di New York. Tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan. Kami telah mengkonfirmasikan pada pihak franchise bahwa masalah ini harus segera diatasi dan karyawannya diberi tindakan tegas. Kami benar-benar meminta maaf pada konsumen atas kejadian ini”.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Sunday, January 1, 2012

Resto Chick-Fil-A Diprotes Keras Karena Bertindak Rasis

- detikFood

Resto Chick-Fil-A Diprotes Keras Karena Bertindak Rasis
Foto: chibbqking.blogspot.com Jakarta - Sebuah restoran cepat saji terkemuka di Amerika, Chick-Fil-A kembali mendapat sorotan. Gara-gara ulah salah satu pegawainya. Sang kasir dianggap bertindak rasis pada 2 orang pelanggannya yang berasal dari Asia.

Saat itu 2 orang pelajar dari University of California Irvine (UCI) memesan makanan pada kasir. Pesanan itu dibuat, namun ada keganjilan karena kasir tidak menanyakan siapa nama si pemesan. Ketika menerima struk pesanan, tertulislah nama 'Ching' dan 'Chong'.

Dua orang pelajar tersebut kontan tersinggung dan berinisiatif untuk menemui manager restoran. Selanjutnya kasus ini berakahir dengan kasir yang diketahui bernama Lia tersebut dipecat dari pekerjaannya.

Meluasnya kabar negatif atas perilaku rasis mantan pegawainya, membuat pihak restoran berusaha membuat penjelasan untuk menjaga nama baik. Mereka meminta maaf atas perilaku tersebut yang dinilai menyalahi standar operasional.

Pihak resto menyatakan jika selama ini mereka mendidik karyawannya dengan baik, untuk melayani seluruh pelanggannya dengan sopan dan penuh hormat. Dijelaskan juga, bahwa perbuatan tidak menyenangkan tersebut adalah bentuk ketidakdewasaan dan kesalahan manusiawi si mantan kasir.

Sebelum kasus 'Ching' dan 'Chong' ini merebak, resto Chick-Fil-A memang sudah jadi sorotan. Keberadaannya menjadi kontroversi karena peraturannya yang 'tidak biasa'. Ketika membuka cabang di Hollywood pada September lalu, mereka disambut oleh protes masyarakat. Protes tersebut disebabkan karena restoran ini mendukung kelompok 'anti-gay' dan tidak mengizinkan penyuka sesama jenis makan di tempatnya.

Ada juga kasus yang sampai ke meja hijau, ketika Aziz Latif, karyawan Chick-Fil-A yang beragama Islam dan telah bekerja selama 6 tahun menuntutnya. Alasannya, ia tidak terima dipecat pada tahun 2002, karena menolak bergabung dalam doa bersama.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here