Ivory Bakery's Address
Saturday, February 11, 2012
Friday, February 3, 2012
Akreditasi Makanan Halal, Pertama di Pakistan!
Devita Sari - detikFood
Foto: athalal.com Jakarta - Skema Akreditasi Makanan Halal pertama Pakistan yang digodok sejak akhir tahun 2011 lalu akhirnya resmi diluncurkan. Diharapkan skema tersebut kedepannya dapat meningkatkan penjualan produk-produk halal baik lokal maupun global di Pakistan.
Peluncuran 'Akreditasi Makanan Halal' oleh Paksitan digelar dua hari lalu (31/1). Dalam peresmiannya, Menteri Negara Sains dan Teknologi, Mir Khan Jamali Changez mengatakan bahwa Dewan Akreditasi Nasional Pakistan (PNAC) telah mencapai tonggak sejarah dengan meluncurkan Akreditasi Makanan Halal. Dan terwujudnya skema tersebut merupakan pemenuhan dari janji pemerintah kepada masyarakat.
Seperti yang dikutip dari onepakistan.com, ia juga mengatakan bahwa Kementrian Sains dan Teknologi akan membentuk Dewan halal untuk skema Akreditasi Makanan Halal tersebut. Sementara ini biaya sertifikasi juga akan disubsidi sebesar 50% sampai berdirinya dewan tersebut. Dewan Halal nantinya akan menetapkan kebijakan bagi PNAC and PSQCA. Selain itu rencananya Dewan Halal juga akan memiliki perwakilan baik dari kalangan ulama, sektor swasta, dan pejabat pemerintah.
Menurut Mir Khan Jamali, pertumbuhan sektor halal yang kini mencapai $ 2.77 miliar semakin bertambah. Tidak hanya berupa produk makanan halal tetapi juga produk-produk halal lainnya seperti kesehatan, kosmetik, obat-obatan, dll. Saat ini, Pakistan sendiri memiliki kekuatan di sektor produk daging, dairy, dan unggas sehingga dapat menciptakan pasar baru yaitu sektor halal.
Sementara itu Sekretaris Negara Sains dan Teknologi, Akhlaq Ahmed Tarar mengatakan bahwa sebagai negara Islam, sudah selayaknya Pakistan dapat mengambil keuntungan dari sektor ini. Saat semua produk memperoleh pengakuan halal, sehingga dapat membantu tingkat penjualan lokal maupun ekspor ke negara lain.
Pada kesempatan ini Direktur Jenderal PNAC Anjum Bashir mengatakan bahwa PNAC, sebagai badan puncak, memiliki mandat untuk mengakreditasi Lembaga Penilaian seperti Laboratorium, Sertifikasi/Badan Inspeksi sesuai persyaratan internasional di bawah rezim WTO. Dimana hal itu telah menjadi kesepakatan antara Arrangement Mutual Recognition Arrangement (MRA) dengan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) & Asia.
Ia juga mengatakan peran Skema Akreditasi Medis Laboraotium juga setiap harinya makin meningkat, di saat era kemajuan teknologi dan persaingan di sektor jasa kesehatan juga berkembang pesat. Itu pula alasan PNAC meluncurkan Skema Akreditasi Medis Laboraotium.
(dev/dev)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Sunday, January 29, 2012
Pakistan dan Mauritius Sepakati Kerjasama Halal
Devita Sari - detikFood
Foto: www.halalrc.org Jakarta - Konfrensi dan expo internasional industri halal kedua telah berlangsung di Pakistan. Ajang berskala internasional tersebut dihadiri perwakilan dari 15 negara termasuk Indonesia. Selain penandatanganan kerjasama beberapa kesimpulan pun berhasil diperoleh dalam konfrensi tersebut.
International Conference on Halal industry yang berlangsung di Pakistan selama dua hari dihadiri oleh perwakilan 15 negara. Beberapa diantaranya adalah Malik Ahmad Ali Aulakh dari provinsi Punjab, India; Dr. Haja Sittie Shayma Zenaida Laidan dari Filipina sebagai perwakilan Ministry of Science and Technology, Kavilash Chawla selaku Managing Director Nur Global Strategies, Amerika, dll. Dari Pakistan sendiri diwakili oleh Muhammad Zubair Mughal selaku CEO Halal Research Council. Sedangkan Indonesia diwakili oleh Ishaq Latuconsina, Duta Besar Indonesia untuk Pakistan.
Konfrensi ini diselenggarakan oleh Halal Research Council bekerjasama dengan PAMCO dan Livestock & Dairy Development Department Punjab. Agenda dalam konfrensi ini membahas berbagai masalah seputar halal yang menyangkut perekonomian Pakistan. Diantaranya mengenai ekspor produk halal dari Paksitan, promosi industri halal di kawasan internasional, pengembangan dan penelitian halal (termasuk sertifikasi halal), serta potensi-potensi yang dimiliki Pakistan untuk mengembangkan industri halal.
Sebuah perjanjian kerjasama juga ikut ditandatangani antara Pakistan dengan negara Mauritius untuk mendukung promosi produk halal di Pakistan. Sedangkan inti dari konfrensi tersebut adalah usulan dari Justice Khalil ur Rehman untuk pembentukan otoritas halal yang nantinya dapat dihargai oleh semua pihak. Proposal lainnya yang diterima adalah mengenai kampanye kesadaran Halal, penelitian produk halal dan tentang publikasi halal.
Muhammad Zubair Mughal seperti yang dilansir dari halalfocus.com, dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pakistan memiliki kemampuan untuk menjadi pusat halal dibandingkan dengan negara lain. Ia lebih lanjut mengatakan, bahwa sejumlah besar makanan halal, daging halal, kosmetik halal, dan gelatin halal dan dapat diekspor dari Pakistan sehingga mereka dapat meningkatkan ekspor untuk menutupi defisit perdagangan.
Selain itu, Mughal menambahkan bahwa Halal Research Council akan melanjutkan perjalanan di bidang penelitian, pengembangan & inovasi dan akan mengatur konferensi internasional di Afrika Selatan, Mauritius, Sri Lanka dan UEA di tahun 2012. sedangkan di tingkat nasional, mereka akan melakukan road show dari Khyber ke Karachi dan akan menyelenggarakan sekitar 300 seminar tentang kesadaran halal di 100 kota di seluruh Pakistan.
(dev/dev)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Wednesday, December 21, 2011
Thailand dan Pakistan Jalin Kerjasama Halal
Devita Sari - detikFood
Foto: halal.or.th Jakarta - Pakistan dan Thailand akan memperpanjang kerjasama mereka dalam sektor industri unggas dan ternak. Tidak hanya dalam bentuk persiapan daging halal, tetapi juga pertukaran mahasiswa serta tenaga terampil antar kedua negara.
Perpanjangan kerjasama halal Thailand - Pakistan ini dinyatakan oleh Duta Besar Pakistan untuk Thailand, Suhail Mahmood. Rencana tersebut diungkapnya kemudian kepada Wakil Rektor Prof Dr Iqrar Ahmad Khan dari Universitas Pertanian Faisalabad (UAF) di VC Chamber pada hari Sabtu (17/12).
Suhail Mahmood mengatakan bahwa organisasi daging halal terbesar di Thailand, yaitu CB Group tertarik untuk berinvestasi di Pakistan. Mereka juga mengutarakan keinginannya untuk mendirikan peternakan, unit pengolahan dan rumah pemotongan hewan. Thailand saat ini merupakan negara eksportir daging halal dengan peringkat terbesar di dunia. Dimana total omset dari CB Gourp diperkirakan sekitar 20 miliar dolar dengan investasi di 14 negara.
Sebagai utusan dari Thailand, ia mengatakan bahwa investasi di negara tersebut akan membuka jalan baru bagi pekerjaan di Pakistan. Ia mengatakan bahwa Pakistan yang memiliki empat musim dapat menghasilkan sejumlah besar ternak dan tanaman. Apalagi Pakistan juga merupakan produsen susu terbesar ke tiga di dunia.
Dengan menggunakan pengolahan susu yang tepat negeri tersebut dapat memperkuat nilai tukar mata uang mereka. Petani juga dapat mempelajari teknik-teknik pertanian baru yang dapat menciptakan efisiensi dan menumbuhkan tingkat produksi pertanian. Ia menekankan perlunya mendirikan unit pengolahan daging di seluruh negara sehingga akan membuka jalan untuk menjadikan daging dari negaranya sebagai salah satu yang terbaik.
Prof Dr Iqrar Ahmad Khan juga menyetujui pendapat tersebut dan menekankan perlunya hubungan yang lebih kuat antar kedua negara. Dia mengatakan Pakistan perlu membuktikan pada dunia terutama pasar halal tentang adanya banyak jalan untuk bekerjasama dengan negaranya. Pada kesempatan tersebut, sebagai utusan dari Thailand juga mengadakan kunjungan ke peternakan unggas di UAF.
(dev/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Thursday, September 29, 2011
Pemerintah Pakistan Bangun Halal Industrial Park
Devita Sari - detikFood
Foto: www.microdinero.com Jakarta - Sebuah jalur operasional dan sebuah kawasan perindustrian halal pertama telah dipersiapkan oleh Pakistan. Pemerintah Pakistan pun berharap dengan dibangunnya fasilitas tersebut dapat mendongkrak tingkat perdagangan produk halal di negara tersebut.
Untuk pertama kalinya Pakistan mengambil sebuah langkah besar dalam meningkatkan perdagangan produk halal. Hal tersebut direalisasikan oleh pemerintah dengan membangun sebuah jalur operasional dan juga pembangunan area perindustrian halal atau yang dikenal dengan halal industrial park. Dimana langkah yang sama juga telah dilakukan oleh sejumlah negara seperti Malaysia, Inggris, dan Rusia.
Rencananya kawasan industri halal tersebut akan menjadi pusat manufaktur, pengolahan, dan perdagangan yang dapat membuat dan menyediakan baik buah-buahan, daging, sayur-sayuran, susu, dan produk dairy lainnya. Disamping menyediakan bahan makanan yang bersih dan bebas polusi, nantinya akan tersedia pula akses mudah untuk penyediaan berbagai bahan-bahan baku melalui jaringan perusahaan-perusahaan secara internal maupun sebagai penghubung.
Kawasan industri seluas 200 hektar rencananya akan berlokasi di Faisalabad, Punjab dan akan dibangun secara penuh oleh pemerintah dan mendapat perlindungan dari berbagai departemen penting, baik dari sektor swasta maupun umum. Gagasan pembangunan kawasan tersebut berasal dari Faisalabad Industrial Estate Development and Management Company (FIEDMC) dan juga berhubungan langsung dengan Livestock and Dairy Development Department.
"Ide ini muncul dari FIEDMC untuk menarik para investor yang mengerti dan sejalan dengan dinamika yang muncul dan permintaan akan pasar internasional," ujar Khawaja Asem Khurshid, selaku ketua FIEDMC seperti yang dilansir dari The Express Tribune. "Logo dari M-3 kawasan industri halal akan diperkenalkan kepada pasar internasional, sebagai brand dari Pakistan. Dimana produk-produk yang diproduksi di kawasan industri halal tersebut akan memperoleh sertifikasi dengan standar internasinal," jelas Khurshid lagi.
Para ahli perekonomian menilai bahwa pasar halal yang semakin berkembang pesat ini mendapat banyak perhatian dan ketertarikan dari negara-negara seluruh dunia. Oleh karena itu inisiatif dan strategi promosi menjadi poin penting untuk perkembangan lebih lanjut perekonomian halal di Pakistan. Apalagi Pakistan sebagai negara muslim, bukan tak mungkin dapat menjadi memegang perananan penting di dunia dalam pemasaran makanan halal secara global jika dapat menerapkan strategi yang tepat.
Saat ini perkembangan dari produk-produk halal di seluruh dunia telah menciptakan jaringan halal, termasuk menciptakan beberapa sektor baru terkait seperti pembiayaan halal, logistik halal, keamanan halal, penyimpanan halal, audit halal, dan perkembangan kawasan industri halal. Dalam perkembangan industri halal akhirnya zona sertifikasi halal telah terwujud, termasuk adanya kawasan halal dan juga zona perdagangan bebas halal.
(dev/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)
Friday, May 6, 2011
Pakistan Jalin Kerjasama Halal dengan Mauritius
Devita Sari - detikFood
Foto: iaireview.org Jakarta - Kerjasama halal di antara berbagai negara semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh makin banyaknya permintaan masyarakat dunia akan produk halal. Pakistan pun makin mengukuhkan diri menjadi produsen halal dengan menandatangani kerjasama halal bersama Mauritius.
Akhir bulan lalu perwakilan Halal Research Council Pakistan dan Halal Council of Mauritis resmi menjalin kerjasama halal. Perjanjian tersebut menyebutkan bahwa Mauritius akan menyediakan akses bagi produk-produk halal Pakistan di pasar mereka, termasuk daging halal, biji-bijian, aneka rempah, jus, dan masih banyak lainnya.
Chief executive Officer dari Halal Research Council Pakistan, Muhammad Zbair Mughal mengatakan bahwa terdapat kesempatan luas dalam bisnis pariwisata halal di Mauritius.
Menurut Muhammad Siddique selaku Pakistan High Commissioner di Mauritius banyak tempat tersedia untuk pasar halal di kedua negara. Menurutnya pasar halal dapat menjadi titik penting dalam perkembangan industri halal. Ia juga menambahkan bahwa besarnya nilai pasar halal saat ini sebanyak 2.3 triliun dolar mencakup makanan halal, bank dan lembaga keuangan syariah, pariwisata halal, kosmetik halal, dan logistik halal.
Ia juga menambahkan bahwa banyak sekali hubungan baik yang telah dilakukan oleh kedua negara termasuk penyediaan sumber daya dalam bidang pendidikan, perbankan di Mauritius. Perlu diketahui Masjid Jummah di Mauritius sendiri merupakan masjid yang dibangun pada tahun 1850 dan sekitar 125 masjid di Mauritius telah terhubung langsung dengan 125 masjid yang di negara tersebut sehingga dapat menjadi sarana promosi Islam di negara tersebut.
Momentum perjanjian kerjasama tersebut dilakukan di Quartre Borne Mauritius dengan ditandatangani oleh Mr. Zubair Mughal (Chief Executive Officer dari Pakistan Halal Research Council), Nisar Ahmed (Ramtoola President dari Jummah Mosque).
(dev/Odi)
Tutup
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)