Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Kerjasama. Show all posts
Showing posts with label Kerjasama. Show all posts

Wednesday, March 21, 2012

Ningxia Ingin Jalin Kerjasama Halal Di Indonesia

Devita Sari - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Ningxia Ingin Jalin Kerjasama Halal Di Indonesia
Foto: china.org.cn Jakarta - Pemerintah otonom kota Ningxia Hui di Cina telah menyatakan keinginan untuk membangun kemitraan di Indonesia. Kota yang ditunjuk sebagai pusat makanan halal Cina tersebut pun menyatakan keinginannya lewat Wakil Direktur Jendral urusan luar negeri Ningxia.

Seperti yang dikutip oleh detikFood dari Antara, Wakil Direktur Jendral urusan luar negeri Ningxia, Zhang Yexing menyatakan keinginannya tersebut kepada para wartawan. Yexing mengatakan pemerintah Ningxia ingin sekali menjalin kerjasama terutama dalam memproduksi makanan halal dengan kota-kota di Indonesia.

"Atas nama kantor urusan luar negeri Ningxia, kita mengungkapkan keinginan kami untuk membangun hubungan kekeluargaan dengan salah satu kota di Indonesia," kata Zhang Yexing, wakil direktur jenderal kantor urusan luar negeri Ningxia itu.

Para etnis Hui membentuk mayoritas penduduk di Ningxia, salah satu dari lima daerah otonom di Cina dan dihuni oleh 6,3 juta orang. Diantaranya 2,3 juta adalah etnis muslim Hui dan terdapat sekitar 4000 masjid di Ningxia.

Dia mengatakan pemerintah Cina telah menunjuk Ningxia sebagai pusat makanan halal, sekaligus kantor jasa sertifikasi makanan halal di provinsi ini.

"Kami ingin mencari sebuah kota yang bisa melengkapi Yinchuan. Kami ingin menjalin kerjasama dengan sebuah kota yang dapay menyediakan makanan halal di Indonesia, "kata Yexing.

Pejabat itu menyatakan harapan bahwa Yinchuan dan Indonesia suatu hari dapat bekerjasama untuk mengekspor produk makanan halal ke luar negeri, ternasuk memenuhi kebutuhan permintaan dalam negeri masing-masing.

Ningxia juga telah mengembangkan kemitraan perdagangan dengan lebih dari 120 negara dan telah menjalin hubungan persaudaraan dengan 23 provinsi dari seluruh dunia. Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono sendiri dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing pada 22-24 Maret 2012 bersama dengan 30 delegasi bisnis terkuat.

(dev/dev)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, January 29, 2012

Pakistan dan Mauritius Sepakati Kerjasama Halal

Devita Sari - detikFood

Pakistan dan Mauritius Sepakati Kerjasama Halal
Foto: www.halalrc.org Jakarta - Konfrensi dan expo internasional industri halal kedua telah berlangsung di Pakistan. Ajang berskala internasional tersebut dihadiri perwakilan dari 15 negara termasuk Indonesia. Selain penandatanganan kerjasama beberapa kesimpulan pun berhasil diperoleh dalam konfrensi tersebut.

International Conference on Halal industry yang berlangsung di Pakistan selama dua hari dihadiri oleh perwakilan 15 negara. Beberapa diantaranya adalah Malik Ahmad Ali Aulakh dari provinsi Punjab, India; Dr. Haja Sittie Shayma Zenaida Laidan dari Filipina sebagai perwakilan Ministry of Science and Technology, Kavilash Chawla selaku Managing Director Nur Global Strategies, Amerika, dll. Dari Pakistan sendiri diwakili oleh Muhammad Zubair Mughal selaku CEO Halal Research Council. Sedangkan Indonesia diwakili oleh Ishaq Latuconsina, Duta Besar Indonesia untuk Pakistan.

Konfrensi ini diselenggarakan oleh Halal Research Council bekerjasama dengan PAMCO dan Livestock & Dairy Development Department Punjab. Agenda dalam konfrensi ini membahas berbagai masalah seputar halal yang menyangkut perekonomian Pakistan. Diantaranya mengenai ekspor produk halal dari Paksitan, promosi industri halal di kawasan internasional, pengembangan dan penelitian halal (termasuk sertifikasi halal), serta potensi-potensi yang dimiliki Pakistan untuk mengembangkan industri halal.

Sebuah perjanjian kerjasama juga ikut ditandatangani antara Pakistan dengan negara Mauritius untuk mendukung promosi produk halal di Pakistan. Sedangkan inti dari konfrensi tersebut adalah usulan dari Justice Khalil ur Rehman untuk pembentukan otoritas halal yang nantinya dapat dihargai oleh semua pihak. Proposal lainnya yang diterima adalah mengenai kampanye kesadaran Halal, penelitian produk halal dan tentang publikasi halal.

Muhammad Zubair Mughal seperti yang dilansir dari halalfocus.com, dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pakistan memiliki kemampuan untuk menjadi pusat halal dibandingkan dengan negara lain. Ia lebih lanjut mengatakan, bahwa sejumlah besar makanan halal, daging halal, kosmetik halal, dan gelatin halal dan dapat diekspor dari Pakistan sehingga mereka dapat meningkatkan ekspor untuk menutupi defisit perdagangan.

Selain itu, Mughal menambahkan bahwa Halal Research Council akan melanjutkan perjalanan di bidang penelitian, pengembangan & inovasi dan akan mengatur konferensi internasional di Afrika Selatan, Mauritius, Sri Lanka dan UEA di tahun 2012. sedangkan di tingkat nasional, mereka akan melakukan road show dari Khyber ke Karachi dan akan menyelenggarakan sekitar 300 seminar tentang kesadaran halal di 100 kota di seluruh Pakistan.

(dev/dev)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, December 21, 2011

Thailand dan Pakistan Jalin Kerjasama Halal

Devita Sari - detikFood

Thailand dan Pakistan Jalin Kerjasama Halal
Foto: halal.or.th Jakarta - Pakistan dan Thailand akan memperpanjang kerjasama mereka dalam sektor industri unggas dan ternak. Tidak hanya dalam bentuk persiapan daging halal, tetapi juga pertukaran mahasiswa serta tenaga terampil antar kedua negara.

Perpanjangan kerjasama halal Thailand - Pakistan ini dinyatakan oleh Duta Besar Pakistan untuk Thailand, Suhail Mahmood. Rencana tersebut diungkapnya kemudian kepada Wakil Rektor Prof Dr Iqrar Ahmad Khan dari Universitas Pertanian Faisalabad (UAF) di VC Chamber pada hari Sabtu (17/12).

Suhail Mahmood mengatakan bahwa organisasi daging halal terbesar di Thailand, yaitu CB Group tertarik untuk berinvestasi di Pakistan. Mereka juga mengutarakan keinginannya untuk mendirikan peternakan, unit pengolahan dan rumah pemotongan hewan. Thailand saat ini merupakan negara eksportir daging halal dengan peringkat terbesar di dunia. Dimana total omset dari CB Gourp diperkirakan sekitar 20 miliar dolar dengan investasi di 14 negara.

Sebagai utusan dari Thailand, ia mengatakan bahwa investasi di negara tersebut akan membuka jalan baru bagi pekerjaan di Pakistan. Ia mengatakan bahwa Pakistan yang memiliki empat musim dapat menghasilkan sejumlah besar ternak dan tanaman. Apalagi Pakistan juga merupakan produsen susu terbesar ke tiga di dunia.

Dengan menggunakan pengolahan susu yang tepat negeri tersebut dapat memperkuat nilai tukar mata uang mereka. Petani juga dapat mempelajari teknik-teknik pertanian baru yang dapat menciptakan efisiensi dan menumbuhkan tingkat produksi pertanian. Ia menekankan perlunya mendirikan unit pengolahan daging di seluruh negara sehingga akan membuka jalan untuk menjadikan daging dari negaranya sebagai salah satu yang terbaik.

Prof Dr Iqrar Ahmad Khan juga menyetujui pendapat tersebut dan menekankan perlunya hubungan yang lebih kuat antar kedua negara. Dia mengatakan Pakistan perlu membuktikan pada dunia terutama pasar halal tentang adanya banyak jalan untuk bekerjasama dengan negaranya. Pada kesempatan tersebut, sebagai utusan dari Thailand juga mengadakan kunjungan ke peternakan unggas di UAF.

(dev/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Sunday, December 18, 2011

Selandia Baru Perkuat Kerjasama dengan MUI

- detikFood

Selandia Baru Perkuat Kerjasama dengan MUI
Foto:detikfood Jakarta - Ekspor produk-produk halal Selandian Baru makin meningkat. Oleh karena itu pemerintah negeri kiwi tersebut bermaksud untuk memperkuat kerjasama halal dengan MUI. Pertemuan keduanya pun digelar di Jakarta.

Selandia Baru tidak hanya terkenal akan keindahan alami negaranya. Negara tersebut juga sangat populer sebagai negara yang memproduksi makanan dan minuman berkualitas tinggi yang diekspor ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Tak heran kalau mereka pun gencar mempromosikan produk-produk halal ke Indonesia.

Akhir November 2011 lalu, pemerintah Selandia Baru menggelar "Taste of New Zealand" untuk memperkenalkan produk-produk unggulan yang dimilikinya. Mulai dari produk wine, kiwi, dan cokelat. Juga beberapa produk halal seperti keju halal, daging sapi halal dan daging domba halal. Pada kesempatan tersebut mereka juga menyatakan keseriusannya untuk terus menjajaki pasar halal di Indonesia.

Rupanya, pemerintah Selandia Baru tidak main-main. Terbukti Dubes Selandia Baru untuk Indonesia, David Taylor datang menemui pimpinan MUI (12/12) untuk menyatakan keseriusannya dalam bekerjasama. Dubes Selandia Baru menyatakan bahwa potensi pasar halal di Indonesia sangat besar. Sudah sewajarnya mereka serius pula dalam menyediakan produk-produk halal yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.

"Permintaan pasar di Indonesia untuk makanan dan minuman asal Selandia Baru sangat tinggi. Namun kami menyadari pasar di Indonesia tidak hanya menerima produk sebatas berkualitas dan juga juga menyehatkan, melainkan pula produk yang dapat diterima oleh masyarakat muslim yang menjadi konsumen terbanyak di negara tersebut," demikian ungkap David Taylor seperti yang dikutip dari halalmui.org.

Sejak tahun 1870-an, Selandia baru sebenarnya telah mempelajari peluang pasar halal di Indonesia. Namun meningkatnya permintaan akan standarisasi halal, termasuk dalam proses penyembelihan hewan membuat mereka harus mengambil langkah-langkah.

Lewat pertemuan ini, Selandia Baru berharap dapat memperkuat koordinasi dan kerjasama dengan MUI. Salah satunya agar dapat mempelajari standarisasi halal yang ditetapkan untuk negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Sehingga nantinya dapat diterapkan dalam bisnis di New Zealand.

Lebih dari 5 tahun terakhir, tercatat ekspor Selandia Baru ke Indonesia telah meningkat secara signifikan. Saat ini saja Indonesia telah menjadi negara ke-9 terbesar dengan nilai ekspor senilai NZD870 juta atau sebesar Rp 6,04 triliun. Sedangkan nilai perdagangan bilateral antar kedua negara sendiri mencapai NZD1,50 juta atau sekitar Rp 10,4 triliun dan 53% dari total ekspor tersebut mencakup produk daging dan dairy.

(dev/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Friday, May 6, 2011

Pakistan Jalin Kerjasama Halal dengan Mauritius

Devita Sari - detikFood

Pakistan Jalin Kerjasama Halal dengan Mauritius
Foto: iaireview.org Jakarta - Kerjasama halal di antara berbagai negara semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh makin banyaknya permintaan masyarakat dunia akan produk halal. Pakistan pun makin mengukuhkan diri menjadi produsen halal dengan menandatangani kerjasama halal bersama Mauritius.

Akhir bulan lalu perwakilan Halal Research Council Pakistan dan Halal Council of Mauritis resmi menjalin kerjasama halal. Perjanjian tersebut menyebutkan bahwa Mauritius akan menyediakan akses bagi produk-produk halal Pakistan di pasar mereka, termasuk daging halal, biji-bijian, aneka rempah, jus, dan masih banyak lainnya.

Chief executive Officer dari Halal Research Council Pakistan, Muhammad Zbair Mughal mengatakan bahwa terdapat kesempatan luas dalam bisnis pariwisata halal di Mauritius.

Menurut Muhammad Siddique selaku Pakistan High Commissioner di Mauritius banyak tempat tersedia untuk pasar halal di kedua negara. Menurutnya pasar halal dapat menjadi titik penting dalam perkembangan industri halal. Ia juga menambahkan bahwa besarnya nilai pasar halal saat ini sebanyak 2.3 triliun dolar mencakup makanan halal, bank dan lembaga keuangan syariah, pariwisata halal, kosmetik halal, dan logistik halal.

Ia juga menambahkan bahwa banyak sekali hubungan baik yang telah dilakukan oleh kedua negara termasuk penyediaan sumber daya dalam bidang pendidikan, perbankan di Mauritius. Perlu diketahui Masjid Jummah di Mauritius sendiri merupakan masjid yang dibangun pada tahun 1850 dan sekitar 125 masjid di Mauritius telah terhubung langsung dengan 125 masjid yang di negara tersebut sehingga dapat menjadi sarana promosi Islam di negara tersebut.

Momentum perjanjian kerjasama tersebut dilakukan di Quartre Borne Mauritius dengan ditandatangani oleh Mr. Zubair Mughal (Chief Executive Officer dari Pakistan Halal Research Council), Nisar Ahmed (Ramtoola President dari Jummah Mosque).

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here