Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Seorang. Show all posts
Showing posts with label Seorang. Show all posts

Monday, July 16, 2012

Kebanyakan Makan, Seorang Petinju Diusir dari Restoran

Mutiara Adistie Putri - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Kebanyakan Makan, Seorang Petinju Diusir dari Restoran
Foto: Thinkstock Jakarta - Jika Anda berpikir dapat makan sepuasnya di restoran yang menyediakan menu all you can eat, agaknya anggapan tersebut kurang tepat. Seperti kasus di Inggris, seorang petinju kelas berat, David Price, diusir dari sebuah restoran karena ia terlalu banyak makan.

Staf di sebuah restoran Cina mendapat tontonan gratis sekaligus mendapat masalah. Saat itu seorang petinju dengan tinggi 206 cm dan berat 113 kg ini datang bersantap di restoran. Porsi makannya yang ekstra besar membuatnya jadi tontonan menarik. Ia bahkan tak henti-hentinya mengambil makanan.

Namun karena porsi makannya yang besar, sang petinju diminta untuk meninggalkan restoran. Price mengatakan bahwa ia tidak menyadari berapa banyak makanan yang sudah ia makan, tetapi ia mengakui jika ia banyak sekali. “Saya bahkan tidak yakin berapa banyak, ketika saya mulai makan, saya makan terus menerus dalam waktu lama.” kata Price kepada The Daily Star.

Price tak sadar jika ia makan banyak di restoran dengan tarif sekitar Rp. 206.000 tersebut. Ia merasa tak lebih dari menu sarapan. “Saya sudah makan enam sosis, tujuh potong bacon, empat telur goreng, beberapa black pudding, kacang-kacangan, jamur, dan tujuh atau delapan potong roti bakar. Dan saya masih lapar.” ucapnya.

Mengetahui selera makannya yang besar tersebut, peraih medali olimpiade tinju kelas berat yang berusia 29 tahun ini hanya tertawa. Namun tidak bagi istrinya. “Ini lucu ketika mereka bilang saya harus berhenti makan, istri saya jadi agak malu,” kata Price.

(flo/odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, April 4, 2012

Seorang Karyawan Fastfood Rendahkan Pekerjaan Tentara

Flora Febrianindya - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Seorang Karyawan Fastfood Rendahkan Pekerjaan Tentara
Foto: www.mnn.com Jakarta - Seorang ibu anggota militer Amerika menjadi sorotan media. Ia tak terima dengan perlakuan salah satu pegawai restoran cepat saji, yang merendahkan pekerjaan anaknya. Iapun curhat di blog pribadinya lalu meluas jadi berita internasional.

Dana Clover adalah ibu dari seorang anggota militer yang bertugas di Afganistan. Hari itu, ia pergi mengantar sang anak ke bandara, untuk kembali bertugas di Afganistan hingga 9 bulan ke depan. Di tengah perjalanan, tiba-tiba sang anak ingin makan tacos dan sandwich di gerai makanan cepat saji Jack in the Box.

Merekapun berhenti di salah satu cabang Jack in the Box di Texas, dan memesan lewat layanan drive thru. Hari itu, sang anak mengenakan pakaian militer lengkap dan bisa terlihat jelas dari luar mobil. Sehabis memesan tacos dan sandwich, ia bertanya apakah ia diberikan diskon khusus anggota militer sebesar 10%, seperti yang sering ia dapatkan di tempat lain.

Tak disangka, petugas layanan drive thru menjawabnya dengan kalimat tak mengenakkan. Petugas tersebut mengatakan “Diskon untuk anggota militer? Tidak, kami memang memberikan diskon bagi anggota kepolisian, namun tidak untuk anggota militer. Mengapa kami harus melakukannya? Memangnya apa yang sudah mereka lakukan?”.

Mendapat jawaban seperti itu, Clover dan putranya terkejut. Sebagai ibu, ia sungguh sedih dengan pernyataan karyawan restoran tersebut. Clover merasa, anaknya sedang pergi berjuang untuk melindungi negaranya, dimana karyawan tersebut juga tinggal. Kalimat “apa yang sudah mereka lakukan” sungguh bertentangan dengan segala usaha yang sudah dilakukan putra Clover, sementara ia bertaruh nyawa di tempatnya bertugas.

Clover berusaha menghubungi pihak manajemen Jack in the Box untuk mengadukan kejadian yang dialaminya. Perwakilan Jack in the Box pun meminta maaf atas apa yang dilakukan pegawainya. Iapun menyatakan jika Jack in the Box sesungguhnya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan para anggota militer untuk negaranya.

Clover pun berharap agar pihak Jack in the Box mau melakukan “Sensitive Training” yang tak menggunakan pandangan politik, ras, pekerjaan, jenis kelamin, agama dan kepercayaan dalam melayani pembelinya. Cloverpun berharap hal seperti ini tak akan terulang lagi.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, February 20, 2012

Seorang Pria Dijerat Hukum Karena Berniat Makan Kucing

Flora Febrianindya - detikFood

Seorang Pria Dijerat Hukum Karena Berniat Makan Kucing
Foto: www.news.brunei.fm Jakarta - Kisah mengejutkan datang dari California. Salah seorang warganya ditangkap karena diduga membunuh, memanggang dan akan memakan daging kucing. Hal ini diketahui oleh tetangganya yang langsung menghubungi pihak keamanan.

Ulah Jason Wilmert, seorang warga Oildale, California diketahui oleh tetangganya, Joe Nuno. Mulanya, Nuno mendengar suara kucing yang berteriak sangat kencang dari rumah tetangganya. Nuno yang juga pecinta hewan pun merasa penasaran dengan suara kencang yang ia dengar.

Betapa terkejutnya Nuno, ketika ia melihat Wilmert sedang memegang ekor kucing dan mengulitinya dalam kondisi masih hidup. Kucing tersebutpun mengeong kencang sambil meronta-ronta. Tak hanya sampai di situ, Wilmert kemudian memanggang kucing tersebut di atas api, dan mengeluarkan aroma yang aneh dan mengerikan.

Sang tetangga pun kemudian menghubungi pihak keamanan setempat. Menurut juru bicara keamanan setempat, Ray Pruitt, Wilmert memang berniat untuk menjadikan kucing sebagai makanannnya.

Hingga beberapa saat setelah kejadian, pihak keamanan belum menerima laporan warganya yang kehilangan kucing peliharaan. Wilmer pun dicurigai menggunakan kucing liar untuk melakukan aksinya.

Karena perbuatannya, pria 36 tahun tersebut dikenakan tuduhan melakukan kekerasan terhadap hewan dan menjadikan hewan peliharaan sebagai bahan makanan. Michael Yraceburn, Deputy District Attorney, mengatakan bahwa sejak tahun 1989 sudah diberlakukan peraturan yang melarang konsumsi hewan peliharaan.

Wilmert dikenakan pasal pidana ringan, dan wajib membayar uang jaminan sebesar Rp.67.709.000. Ia juga dikenakan hukuman 30 hari penjara di Kern County. Wilmert pun dilarang memelihara hewan selama 3 tahun dan harus menjalani sesi konsultasi dengan pakar kesehatan mental.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, February 6, 2012

Seorang Balita Berhasil Mengubah Nama Roti

Flora Febrianindya - detikFood

 Seorang Balita Berhasil Mengubah Nama Roti
Foto: metro.co.uk Jakarta - Lily Robinson, seorang bocah 4 tahun mampu mempengaruhi sebuah toko roti untuk mengganti nama produknya. Nama tiger bread yang dibuat oleh Sainsbury's pun berhasil diganti namanya sesuai dengan keinginannya.

Bulan Mei tahun silam, Lily yang saat itu berusia 3,5 tahun membeli tiger bread di toko roti Sainsbury's di London. Menurutnya, kulit roti tersebut lebih mirip jerapah ketimbang macan. Lily yang dibantu ibunya, menulis surat pada pihak Sainsbury's. Iapun menulis, “Dear Sainsbury's, mengapa tiger bread disebut tiger bread? Seharusnya roti itu disebut giraffe bread. Salam sayang dari Lily Robinson, 3,5 tahun”.

Surat tersebut dikirim pada Sainsbury's Supermarket, dan diterima oleh seorang Customer Service bernama Chris King. Iapun membalas surat Lily. “Terima kasih untuk suratmu. Kami rasa mengganti nama tiger bread menjadi giraffe bread adalah ide yang brilian, karena rotinya lebih terlihat seperti kulit jerapah daripada kulit macan, kan?”.

Dalam surat itu, King juga menjelaskan jika nama tiger bread sudah lama diberikan oleh pencipta roti tersebut. Namun setelah surat itu dikirim, tak ada perubahan apapun mengenai tiger bread ini.

Tiba-tiba di Februari ini, pihak Sainsbury's membuat sebuah tulisan dalam websitenya. Mereka telah mengganti nama tiger bread menjadi giraffe bread, sesuai saran Lily. Pada label roti tersebut juga tertulis “giraffe bread”.

Surat Lily yang dipublikasikan di laman Facebook disukai oleh lebih dari 150.000 orang dan telah di-share lebih dari 4800 kali. Cerita mengenai Lily dan Customer Service Sainsbury's Chris King menjadi topik hangat di twitter, facebook, juga blog. Bahkan Sainsbury's banyak menerima telepon yang mengatakan salut akan sikap customer service yang sangat baik.

Chris King pun kini jadi idola, dan punya facebook fanpage atas nama dirinya. Ia disebut sebagai contoh customer service yang baik dan mendengar saran pelanggannya, yang masih balita sekalipun.

Kini tiger bread tercatat di Wikipedia, dan tertulis nama Lily Robinson yang menyarankan untuk mengubah namanya menjadi giraffe bread. Respon baik dari customer service membawa pengaruh baik bagi tempatnya bekerja, juga membuat namanya jadi populer.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat