Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Pindang. Show all posts
Showing posts with label Pindang. Show all posts

Wednesday, March 21, 2012

Kenali Ikan Pindang Berbumbu Bahan Berbahaya

Odilia Winneke - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Kenali Ikan Pindang Berbumbu Bahan Berbahaya
Foto: www2.ilmci.com Jakarta - Penampilan ikan pindang yang kuning dengan sapuan bumbu sangat menarik selera. Apalagi jika duri dan tulangnya sangat empuk. Namun, banyak ikan pindang yang diolah dengan bahan tambahan yang berbahaya untuk kesehatan.

Ikan pindang merupakan salah satu bentuk pengawetan ikan tradisional yang sudah lama dikenal. Karenaya banyak dilakukan oleh industri kecil dan rumahan terutama di sekitar pantai. Umumnya ikan yang dibuat pindang adalah ikan laut seperti tongkol, bandeng, kembung dan tuna.

Selain tidak mudah busuk, nilai ekonomi ikan juga tidak merosot. Kini juga sudah mulai banyak orang membuat ikan pindang dari ikan tawar seperti ikan mas. Secara tradisional, umumnya ikan yang sudah dibersihkan sisik dan isi perutnya.

Selanjutnya ikan dibumbui dengan kunyit, garam, bawang putih, merica, daun salam dan serai. Ikan dimasak dengan api sedang dalam panci tertutup selama 3-4 jam hingga tulang dan durinya lunak. Bumbu yang meresap membuat rasa daging ikan gurih enak.

Akhir-akhir ini banyak pedagang yang curang yang membubuhi bumbu dengan bahan berbahaya. Penjual menambahkan bahan berbahaya seperti obat sakit kepala yang mengandung parasetamol, pewarna tekstil dan boraks. Parasetamol dipakai untuk membuat ikan cepat lunak sehingga masa pemasakannya lebih singkat. Sedangak boraks untuk membuat ikan tidak cepat busuk.

Pemakaian bahan tambahan yang bukan untuk makanan dapat memberi resiko kesehatan yang serius apalagi tanpa takaran. Secara fisik penampilan ikan pindang yang dibubuhi bahan berbahaya sama dengan yang berbahan alami. Berikut ini beberapa hal yang bisa dipakai sebagai rujukan untuk mengenalinya.

Ikan pindang dengan bahan aditif berbahaya:

Tekstur daging ikan lebih kenyal, agak keras jika ditekan.Aromanya seperti oabat hampir tak ada jejak anyir ikan.Jika memakai pewarna kuning, warnanya kuning menyala.Disimpan lebih 3 hari dalam suhu ruangan tidak rusak atau busuk.Ikan pindang dengan bahan alami: Tekstur dagingnya agak lembek jika ditekan.Aromanya anyir segar seperti aroma ikan segar.Warnanya kuning pucat sedikit kusam.Aroma bumbu seperti bawang, kunyit dan daun salam tercium kuat.Mudah rusak jika dibiarkan dalam suhu ruangan lebih dari sehari.
Lebih aman, jika membuat ikan pindang sendiri. Caranya cukup mudah, pilih ikan laut (ikan kembung, tongkol kecil) atau ikan mas. Bersihkan isi perutnya dan bilas hingga tak ada jejak darah ikan lalu tiriskan. Haluskan bumbu berupa bawang putih, kemiri, kunyit, merica, garam, daun salam dan serai.

Susun ikan dalam wajan, beri air secukupnya. Rebus ikan hingga mendidih dengan api sedang hingga ikan matang dan tulang empuk selama 2-3 jam, jika perlu tambahkan air. Setelah air perebus habis, angkat dan dinginkan. Simpan ikan pindang dalam wadah tertutup di lemari es.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Thursday, February 2, 2012

Resep Ikan: Pindang Patin Tempoyak

Bondan Winarno - detikFood

Resep Ikan: Pindang Patin Tempoyak
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Asam pedas dan segar. Inilah rasa unik sajian ikan dari Palembang. Daging ikan patin yang lembut gurih makin enak direndam bumbu yang sedap. Slruup... apalagi dimakan hangat!

Bahan:
500 g ikan patin
200 g tempoyak
2 buah tomat, potong-potong
1 iris nenas, potong-potong
1 genggam daun kemangi
2 lembar daun salam
Bumbu, haluskan:
7 butir bawang merah
5 buah cabe merah
10 gkunyit
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya
Asam jawa secukupnya

Cara membuat:

Cuci ikan patin, potong-potong, lumuri dengan garam dan asam Jawa. Sisihkan.Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak, lalu masukkan tempoyak. Aduk sampai tercampur.Masukkan potongan ikan ke tumisan bumbu.Tambahkan sedikit air. Masukkan potongan tomat, nenas, dan daun salam.Seimbangkan bumbu dengan gula merah dan air asam jawa sampai mencapai citarasa asam-manis-gurih yang seimbang.Setelah mendidih, masukkan daun kemangi.Matikan api dan sajikan.Resep diperoleh dari:
Siti Masyitoh
Pondok Bahrein
Jl. Pandawa Raya 43, RT 02/06
Warung Jambu, Bogor
0251 8355642

Riset disponsori oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk.

(dev/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, January 14, 2012

Pindang Meranjat, Ikan Patinnya Wow...

Plux - detikFood

Pindang Meranjat, Ikan Patinnya Wow...
Foto: Plux Jakarta - Berada di Palembang serasa berada di daerah perikanan, walaupun kota Palembang sendiri tidak berada persis di tepi laut tapi keberadaan sungai yang lebar dan luas menjadikan kota ini bergeliat dengan produk olahan (makanan) yang terbuat dari ikan. Sebut saja pempek atau kerupuk dalam berbagai versi. Ada kerupuk yang lebar pipih, kerupuk uyel, maupun kerupuk berbentuk bola kecil.

Kali ini aku bukannya mengulas tentang kerupuk maupun pempek, tetapi masih berhubungan dengan ikan, yaitu patin. Kenapa mesti patin? Hmmm... ikan yang satu ini merupakan hidangan yang enak untuk di nikmati, mau di olah seperti apa judulnya enak dan enak, tentu saja jika yang mengolahnya pandai meramu bumbunya.

Nah kunjungan kali ini ke sebuah tempat makan yang terkenal karena hidangan yang terbuat dari ikan patin. Nama tempat makan ini adalah Pindang Meranjat Bu Ucha. Entah mengapa dinamakan demikian, yang pasti pada saat kunjunganku kesana tempo hari, deretan mobil berbaris dengan rapi di halaman yang cukup luas, sebagai pertanda rumah makan ini memang menjadi salah satu tujuan orang untuk menikmati makan siangnya.

Menu pembuka adalah ikan seluang goreng yang datang terlebih dahulu bersama dengan lalapan. Entah ini termasuk jenis apa, bentuknya mirip ikan wader dan di goreng kering. Ikan kecil – kecil ini enak di nikmati walaupun tanpa nasi alias di jadikan menu camilan. Rasanya tentu saja gurih dan renyah.

Tak berapa lama kemudian datanglah menu lain yang kita pesan. Nasi di taruh dalam wadah yang dilapisi daun pisang. Enah menapa setiap makanan yang dilapisi atau terbungkus daun pisang kok sepertinya terasa enak.

Menu utama yang aku santap tentu saja menu favorit disini, pindang patin dan bagian yang aku pilih adalah daging sementara teman pesan bagian kepala dan ekor. Menu lain yang di pesan teman adalah pindang tulang. Jangan salah, bukan tulang ikan tetapi tulang sapi yang tentu saja tulang dengan daging di sekitarnya.

Ikan patinnya benar-benar halus dagingnya, aalagi bagian gajih (lemak) hmm... meluncur di tenggorokan dengan sukses. Dan seporsi pindang patin ludes dalam waktu singkat.

Di rumah makan ini terdapat beberapa bangunan dengan konsep terbuka sehingga angin pun semilir berhembus ketika kita menikmati hidangan yang di sajikannya. Nampak pengunjung datang dan pergi. Suasana saat itu memang lagi ramai – ramainya, maklum waktu makan siang.

Pindang Meranjat Bu Ucha
Jl. Demang Lebar Daun No.14
Palembang 30137
Telp: 0711-374201

(dev/dev)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Saturday, October 22, 2011

Ketagihan Pindang Bandeng Mpok Rodemah

Nurlaila - detikFood

Ketagihan Pindang Bandeng Mpok Rodemah
Foto: Nurlaila Jakarta - Nama Pengirim: Nurlaila
Email: lala.lovely@xxx.com

Penyuka ikan bandeng wajib mampir ke rumah makan khas Betawi ini. Ikan bandengnya dijamin tidak abis dan bebas bau tanah membuat rasanya sangat lezat. Ditambah harganya yang murah meriah membuat rumah makan Mpok Rodemah selalu jadi serbuan pengunjung.

Orang-orang bilang saya adalah 'badoger' alias tukang makan. Makanan jenis apapun saya pasti suka, kecuali dengan yang namanya ikan. Kalau mau makan ikan saya selalu pilih-pilih yang paling sedikit durinya seperti ikan tuna, salmon ataupun tongkol. Dan jenis Ikan yang paling saya hindari biasanya adalah Bandeng. Selain ribet menyisihkan durinya, saya juga tidak terlalu suka ikan goreng.

Terkadang Ibu saya sering menyiasati masakan yang memakai bahan ikan dengan dibuat pesmol atau pindang. Tapi entah kenapa saya tetap tidak suka. Kejadian tersebut saya alami sebelum saya makan di rumah makan yang satu ini.

Rumah Makan Betawi Mpok Rodemah ini terletak di Jl. Ciputat Raya. Di rumah manan nan sederhana ini menjual masakan-masakan ala Betawi. Salah satu menu masakannya adalah pindang bandeng seruni yang entah kenapa merupakan satu-satunya jenis masakan ikan bandeng yang saya sukai. Bahkan kalau makan disana pasti saya selalu pesannya Pindang Bandeng Seruni. Ibu saya sudah pernah mencoba memasak hidangan yang sama tetapi tetap saja beda.

Ikan bandeng yang ada di rumah makan Mpok Rodemah ini meskipun durinya masih tetap sama nyebelinnya, tapi itu nggak mengalahkan cita rasanya. Pindang bandeng seruni yang satu ini rasanya enak banget, bumbunya ada rasa pedas, manis, asam, gurih. Hmmm... sungguh nikmat saat beradu di dalam mulut. O ya, ikannya juga tidak berbau amis dan bebas bau tanah sehingga terasa fresh.

Untuk satu porsi pindang bandeng seruni disini cuma seharga Rp.9.000,00 saja. Harga tersebut termasuk nasi putih plus setengah ikan bandeng yang bisa dipilih bagian kepala atau buntut. Rumah makan betawi Mpok Rodemah ini sering mengikuti acara-acara kuliner yang suka diadakan oleh salah satu merk kecap yang sudah terkenal di Indonesia. Pantas saja enak, mungkin kecapnya itu juga yang bikin enak dan pastinya ada resep rahasia lainnya juga.

Rumah makan yang buka dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam ini selalu ramai dikunjungi tamu dari seluruh Jakarta, terlebih pada saat jam makan siang. Jadi kalau mau makan pindang bandeng seruni jangan sampai datang terlalu sore, karena pas jam makan siang saja kadang sudah habis.

Selain pindang seruni, Mpok Rodemah juga menjual Soto Ala Betawi yang nggak kalah enak rasanya. Ada soto ayam, daging, dan campur dengan jeroan. Ada juga sop tangkar, sop iga dan pindang iga yang semuanya rasanya enak menurut saya. Saya sering sekali makan disini, paling tidak seminggu sekali dan biasanya hari Kamis. Untuk menu yang saya pesan pasti selalu pindang bandeng seruni tentunya, tetapi sesekali saya juga coba menu yang lainnya sebagai selingan.

Pindang Bandeng Seruni Mpok Rodemah
Jl. Ciputat Raya No 29
Ciputat
Jam Buka: 9.00 - 20.00

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Tuesday, June 21, 2011

Resep Daging: Pindang Kudus

Odilia Winneke - detikFood

Resep Daging: Pindang Kudus
Foto:odilia/detikfood Jakarta - Mirip rawon dan soto, inilah pindang daging khas kota Kudus. Rasanya gurih-gurih dengan aksen manis yang lembut. Diberi tambahan daun melinjo muda sehingga rasa enaknya makin komplet. Apalagi disantap panas-panas dengan nasi tentunya!

Bahan:
500 g daging sandung lamur (daging sapi dengan lapisan lemak)
1,5 liter air
2 sdm minyak sayur
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk purut
2 cm lengkuas, memarkan
750 ml santan encer
Haluskan:
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 sdt ketumbar, sangrai
1/2 sdt jintan, sangrai
1/2 sdt merica butiran, sangrai
2 cm kencur
4 buah keluak, ambil daging buahnya
1 sdt asam Jawa
20 g gula merah
2 sdt garam
Pelengkap:
50 g daun melinjo muda
2 sdm bawang merah goreng
sambal rawit
kecap manis
nasi putih

Cara membuat:

Rebus daging dengan ari hingga daging empuk.Angkat daging, potong-potong. Sisihkan sisa kaldunya.Tumis Bumbu Halus hingga wangi.Tambahkan daun salam, lengkuas dan daun jeruk. Aduk hingga wangi.Masukkan daging, aduk rata. Angkat.Masukkan ke dalam panci berisi sisa kaldu.Tuangi santan, masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan daging kecokelatan.Masukkan daun melinjo, didihkan sebentar hingga layu.Angkat. Sajikan dengan Pelengkapnya.Untuk 6 orang

(Odi/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here