Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Ketagihan. Show all posts
Showing posts with label Ketagihan. Show all posts

Monday, February 27, 2012

Ketagihan Sambal Ganja dan Ikan Kayu

Odilia Winneke - detikFood

Ketagihan Sambal Ganja dan Ikan Kayu
Ayam Tangkap Jakarta - Racikan bumbu dari serambi Mekkah ini memang bikin ketagihan. Sambalnya asam segar gurih, ikan kayu pun diolah dengan lumuran bumbu cabai yang royal. Daun temurui yang berlimpah pun membuat ayam tangkap jadi makin wangi aromanya. Hmm..sedap nian diadu dengan suapan nasi putih!

Satu dua kali saya mencicipi masakan Aceh. Terus terang yang teringat kuat adalah mi Aceh yang berbumbu mlekoh dengan topping kepiting yang royal. Maklum saja sajian yang satu ini sudah banyak dijajakan di warung-warung makan. Porsinya besar, rasanya pedas gurih dan membuat wajah bercucuran keringat karena nikmatnya.

Siang itu saya justru ingin mampir ke rumah makan Seulawah di kawasan Bendungan Hilir, sekedar ingin makan nikmat gaya Aceh. Rumah makan ini sederhana, menempati bangunan ruko yang di sisi kiri dan kanannya dipadati penjaja makanan lainnya.

Karena hari Jum’at otomatis yang terbayang adalah nasi biryani yang wangi andalan rumah makan ini. Namun, saya harus kecewa, karena begitu saya memesan, mangkuk terakhir nasi biryani sudah disuguhkan ke pembeli. Tetapi saya tetap menghibur diri dengan aneka lauk yang ditata di lemari kaca yang ada di bagian depan rumah makan. Lamat-lamat tercium aroma wangi martabak yang sedang dimasak di bagian luar.

Setelah bingung memilih karena banyak yang ingin saya ciipi, ya kari kambingnya yang sedap, roti jala, roti cane dan rujak Aceh. Akhirnya pilihan saya jatuh ke menu favorit yang pernah saya cicipi dulu. Kuah Pli’u, Ikan Kayu, ayam tangkap plus sambal ganja plus nasi putih.

Seperti rumah makan Minang, lauk pun segera disajikan dalam mangkuk dan piring. Kuah Pli’u disajikan melimpah dalam piring cekung. Kuahnya berwarna kehijauan dengan beragam jenis daun. Ada daun pakis, potongan labu siam dan saat saya cicipi kuah santannya terasa gurih enak dengan semburat rasa asam. Ini mungkin karena asam sunti yang dimasukkan dalam bumbu. Gulai khas Aceh ini memang ternama karena rasa gurih dan pedas rempahnya yang kuat.

Ikan kayu merupakan ikan tongkol yang dikeringkan hingga keras. Mirip cakalang fufunya orang Manado. Warna cokelat kemerahan melumuri potongan kecil daging ikan. Rasanya pedas, gurih dengan rasa keras renyah daging ikan kayu. Makin enak saat diaduk dengan nasi putih hangat. Lama kelamaan rasanya pedas juga!

Saat menikmati ikan kayu ini, sayapun mencoba memadukan dengan sambal ganja. Hmm..sambal yang berupa potongan udang rebus dengan bawang merah, cabai hijau dan belimbing sayur ini memang rasanya gurih, asam dan segar! Mungkin karena sering bikin orang ketagihan disebut sambal ganja. Padahal nama sebenarnya Sambal Asam Udang. Karena saya juga tak melacak aroma kaskas, bumbu yang berupa biji ganja (poppy seed) yang kadang dicampurkan dalam rempah Aceh..

Pesanan yang terakhir disajikan adalah ayam tangkap yang disebut juga ayam tsunami. Aroma wangi daun kari langsung menusuk hidung. Sajian ini sebenarnya sederhana. Ayam kampung yang dipotong kecil (berikut tulang), dibumbui dan digoreng. Yang istimewa justru paduannya yang berupa daun jeruk, daun pandan,s erai dan daun kari atau temurui yang berlimpah yang digoreng kering. Karena itu aroma ayam goreng yang tampilannya mirip sampah ini sangat wangi!. Daging ayam kampungnya juga gurih dan empuk.

Ayam tangkap yang gurih ini pun saya tuntaskan dengan sambal hijau yang berupa sambal cabai hijau keriting dengan campuran bawang dan air jeruk sehingga rasanya asam gurih pedas! Saat beradu dengan ayam yang gurih rasanya makin enak saja!

Kalau taj kepedasan saya pasti akan memesan rujak Aceh yang memakai rumbia, yang mirip salak dengan rasa asam yang unik. Hampir titik ait liur saya membayangkan campuran buah dengan bumbu rujak yang sedap ini. Sayang perut saya sudah mulai sesak sehingga rasa pedas gurih di mulut saya bilas dengan timphan.

Timphan ini memang jajan pasar Aceh favorit saya. Tampilannya mirip kue pisang, dibungkus daun pisang muda, berbentuk panjang sekitar 10 cm dan lebar sekitar 4 cm dan dikukus. Adonannya terbuat dari tepung ketan dan pisang halus sedangkan isinya kelapa muda parut yang diaduk dengan gula dan telur. Timphan rumah makan ini memang terkenal enak. Lembut mulur dengan isian yang tidak terlalu manis dan yang saya suka, selalu memakai daun pisang muda yang cantik dan wangi!

Untuk mencicipi kuliner Aceh yang sedap, harga lauknya tidak terlalu mahal dibandingkan dengan kelezatannya. Ayam Tangkap seporsi dihargai Rp. 30.000,00, Kuah Pli’u dan ikan kayu Rp, 15.000,00, sambal udang Rp. 7.000,00 dan timphan Rp. 2.000,00 sebuah.

Karena saya belum berhasil makan nasi briyani dan rujak Aceh, rasanya di suatu hari Jumat saya harus kembali lagi ke rumah makan ini. Kembali mengulangi kenikmatan kuliner tanah rencong!

Rumah Makan 'Seulawah'
Jl. Bendungan Hilir Raya No. 8
(depan RS AL Mintihardjo)
Jakarta Pusat
Telpon : 021- 57086660
Jam buka: 11.00-21.00

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, February 18, 2012

Nyam Nyam... Ketagihan Kwetiaw si Akang

Devita Sari - detikFood

Nyam Nyam... Ketagihan Kwetiaw si Akang
Foto: detikFood Jakarta - Kwetiaw yang satu ini tidak hanya teksturnya yang kenyal lembut. Isinya pun sangat royal berupa irisan daging sapi, bakso, daging kepiting, dan arik telur. Tauge dan sawi membuat tampilan kwetiaw ini tambah meriah dan mak nyuss rasanya. Jangan heran kalau ketagihan!

Beberapa kali melintas di jalan Arteri Pondok Indah, Kwetiaw Akang memang selalu tampak dipadati pembeli. Pemandangan itulah yang bikin saya penasaran dengan resto yang satu ini. Apalagi dengar-dengar resto yang satu ini merupakan penjual kwetiaw favorit Pak Bondan. Wah, langsung saja meluncurlah saya kesana.

Meskipun dari luar tampak besar, namun saat masuk restoran ini tampak sederhana - terbukti tak banyak tempat duduk dan meja tersedia. Untunglah malam itu tak begitu ramai dan meski sederhana restoran ini tampak cukup apik dan bersih. Yang menjadi ciri khas, di setiap meja terdapat acar timun dan irisan cabai rawit serta bawang merah dan irisan cabai rawit. Tinggal pilih saja suka yang mana. Selain itu ada sambal serta kecap asin yang rupanya sering digunakan sebagai pelengkap saat makan.

Selain di Jakarta Selatan, Kwetiaw Akang memiliki 4 cabang lainnya yang berada di Jakarta termasuk resto pertamanya di daerah Muara Karang. Setelah membolak-balik buku menu, kwetiaw goreng sapi jadi pilihan saya dan teman saya memilih bihun goreng Isi sebagai pilihan. Keduanya dihargai Rp 28.000,00 per porsi plus ekstra kepiting seharga @ Rp 7000,00. Selain kwetiaw dan bihun goreng ada pula beberapa menu lainnya seperti nasi goreng atau kwetiaw kuah.

Suara musik dari penggorengan sesekali terdengar dari sekat dapur yang terbuka. Hingga akhirnya sepiring kwetiaw goreng menjulang disajikan di hadapan saya. Kwetiaw berlapis daun pisang tersebut tersaji harum mengundang selera. Konon penjual kwetiaw yang satu ini masih memakai tungku arang dalam memasak sehingga menciptakan aroma yang khas.

Tampilan kwetiawnya pucat tidak terlalu kecokalatan dan sedikit basah. Di sela-sela kwetiaw terdapat tauge dan irisan sawi hijau yang memberi warna pada kwetiaw ini. Tak perlu susah-susah mencari isinya, sebab irisan daging sapi, bakso, dan daging kepiting cukup royal. Hmmm... saya pun sudah tak sabar ingin mencicipinya!

Seperti penampilannya, kwetiaw terasa lentur dan lembut saat dikunyah. Kwetiaw khas Medan ini tidak terasa manis melainkan ada sensasi gurihnya. Daging sapinya diiris tidak terlalu tipis dan sedikit chewy saat dikunyah memberikan sensasi enak ketika dimakan. Bakso ikannya juga cukup kenyal dan terasa gurihnya ditambah suwiran daging kepiting yang gurih. Saat ditambahkan sambal rasa kwetiaw ini makin unik. Selidik punya selidik ternyata si sambal ditambahkan sedikit tauco khas orang Medan.

Bihun gorengnya teman saya juga rupanya tak mengecewakan. Isinya cukup royal berupa daging kepiting, bakso ikan, hepia alias udang cincang goreng dan arik telur. Sayuran pelengkapnya sama yaitu tauge dan sawi hijau yang memberi sensasi krenyes saat mentap bihun ini.

Sayang untuk teh tarik pesanan saya rasanya terlalu manis. Mungkin sebaiknya saya memesan es liang teh seperti milik teman saya yang terasa lebih segar dan cocok untuk menemani kwetiaw ini. Pastinya saya akan kembali berkunjung untuk menikmati kwetiaw si Akang.

Kwetiaw Akang
Jl. Sultan Iskandar Muda 25 E
(Arteri Pondok Indah)
Jakarta Selatan
Telp: 021-7291664

Jl. Boulevard Raya Blok TN - II No.36
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp: 021-4508888

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, February 6, 2012

Eungkot Masam yang Bikin Ketagihan

Bondan Winarno - detikFood

Eungkot Masam yang Bikin Ketagihan
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Rumah makan di pinggiran Banda Aceh ini membanggakan tradisi kuliner Aceh Rayeuk (Aceh Raya) yang memang merupakan gagrak kuliner tersendiri. Salah satu ikon kuliner kebanggaan mereka adalah eungkot keu-eung (ikan masak asam). Ikannya kebanyakan adalah ikan laut seperti kakap, rambeu (bawal), sisek (cakalang), kapok, manyung, dan lain-lain. Tetapi, bisa juga dari ikan air tawar seperti gabus, ikan mas, dan lain-lain.

Masam berarti asam, sedangkan keu-eung berarti pedas. Artinya, masakan masam keu-eung adalah masakan yang menghasilkan citarasa asam pedas – dua ciri utama dalam masakan Melayu. Di Aceh, rasa asam diperoleh dari berbagai sumber: asam sunti (dari blimbing wuluh yang dikeringkan), asam potong (asam glugur), asam jawa, jeruk nipis, dan jeruk purut. Perpaduan berbagai sumber rasa asam ini membuat masakannya lebih aromatik dan memukau. Top markotop!

Eungkot (ikan) yang dimasak masam-keu-eung ini penampilannya mirip pindang Palembang. Warnanya sedikit kekuningan karena penggunaan kunyit dalam bumbunya, dan warna cabe menyumbangkan semburat kemerahan.

Penyajian di RM Masam Keu-eung ini sebenarnya mirip tradisi di rumah makan Padang. Semua masakan sudah siap saji, tinggal dipilih mana yang diingini. Harganya bergantung pada jenis ikan dan ukurannya. Eungkot masam-keueung dari rambeu dihargai Rp10-20 ribu, dari udang (6 ekor ukuran sedang) seharga Rp 15 ribu. Sedangkan potongan bandeng atau sisek cukup Rp 5 ribu per potong. Ada juga udang besar goreng seharga Rp 15 ribu per ekor.

Sajian yang tidak boleh dilewatkan di sini adalah asam udeung – yaitu udang rebus yang dirajang kecil dan dibumbui asam pedas. Di salah satu rumah makan Aceh di Jakarta, asam udeung ini populer dengan sebutan sambal ganja. Sama sekali bukan karena mengandung ganja, melainkan karena sambal ini membuat ketagihan.

Asam udeung ini, selain sebagai kondimen untuk menyantap nasi hangat, juga cocok untuk dipakai sebagai cocolan sie reuboh (daging rebus). Pilihannya adalah daging kambing atau daging sapi, direbus dengan cuka, dikeringkan, lalu digoreng garing. Mirip dendeng, tetapi dalamnya masih lembab, dengan citarasa asam cuka yang sangat menggoda. Dicocol dengan asam udeung membuat citarasa asam dari sie reuboh ini semakin mencuat.

Bila Anda kurang suka ikan, pilihannya adalah manoek gampong goreng alias ayam kampung goreng. Harum dan gurih. Pendampingnya adalah kulat tumeh (tumis jamur) khas Aceh Rayeuk.

Jangan lewatkan satu masakan tradisional yang sudah mulai jarang dijumpai, namanya: deudah boh itek. Boh sebenarnya berarti buah. Tetapi, boh itek adalah telur bebek. Telur bebek dikocok, dicampur parutan kelapa dan bumbu-bumbu – jeruk purut, cabe rawit, cabe merah, kunyit – kemudian dibakar dalam daun pisang. Sangat unik dan lezat.

RM Masam Keu-eung
Jl. Soekarno-Hatta
Lampeuneurut
Aceh Besar
0813 60259096, 0812 69003069

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, October 22, 2011

Ketagihan Pindang Bandeng Mpok Rodemah

Nurlaila - detikFood

Ketagihan Pindang Bandeng Mpok Rodemah
Foto: Nurlaila Jakarta - Nama Pengirim: Nurlaila
Email: lala.lovely@xxx.com

Penyuka ikan bandeng wajib mampir ke rumah makan khas Betawi ini. Ikan bandengnya dijamin tidak abis dan bebas bau tanah membuat rasanya sangat lezat. Ditambah harganya yang murah meriah membuat rumah makan Mpok Rodemah selalu jadi serbuan pengunjung.

Orang-orang bilang saya adalah 'badoger' alias tukang makan. Makanan jenis apapun saya pasti suka, kecuali dengan yang namanya ikan. Kalau mau makan ikan saya selalu pilih-pilih yang paling sedikit durinya seperti ikan tuna, salmon ataupun tongkol. Dan jenis Ikan yang paling saya hindari biasanya adalah Bandeng. Selain ribet menyisihkan durinya, saya juga tidak terlalu suka ikan goreng.

Terkadang Ibu saya sering menyiasati masakan yang memakai bahan ikan dengan dibuat pesmol atau pindang. Tapi entah kenapa saya tetap tidak suka. Kejadian tersebut saya alami sebelum saya makan di rumah makan yang satu ini.

Rumah Makan Betawi Mpok Rodemah ini terletak di Jl. Ciputat Raya. Di rumah manan nan sederhana ini menjual masakan-masakan ala Betawi. Salah satu menu masakannya adalah pindang bandeng seruni yang entah kenapa merupakan satu-satunya jenis masakan ikan bandeng yang saya sukai. Bahkan kalau makan disana pasti saya selalu pesannya Pindang Bandeng Seruni. Ibu saya sudah pernah mencoba memasak hidangan yang sama tetapi tetap saja beda.

Ikan bandeng yang ada di rumah makan Mpok Rodemah ini meskipun durinya masih tetap sama nyebelinnya, tapi itu nggak mengalahkan cita rasanya. Pindang bandeng seruni yang satu ini rasanya enak banget, bumbunya ada rasa pedas, manis, asam, gurih. Hmmm... sungguh nikmat saat beradu di dalam mulut. O ya, ikannya juga tidak berbau amis dan bebas bau tanah sehingga terasa fresh.

Untuk satu porsi pindang bandeng seruni disini cuma seharga Rp.9.000,00 saja. Harga tersebut termasuk nasi putih plus setengah ikan bandeng yang bisa dipilih bagian kepala atau buntut. Rumah makan betawi Mpok Rodemah ini sering mengikuti acara-acara kuliner yang suka diadakan oleh salah satu merk kecap yang sudah terkenal di Indonesia. Pantas saja enak, mungkin kecapnya itu juga yang bikin enak dan pastinya ada resep rahasia lainnya juga.

Rumah makan yang buka dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam ini selalu ramai dikunjungi tamu dari seluruh Jakarta, terlebih pada saat jam makan siang. Jadi kalau mau makan pindang bandeng seruni jangan sampai datang terlalu sore, karena pas jam makan siang saja kadang sudah habis.

Selain pindang seruni, Mpok Rodemah juga menjual Soto Ala Betawi yang nggak kalah enak rasanya. Ada soto ayam, daging, dan campur dengan jeroan. Ada juga sop tangkar, sop iga dan pindang iga yang semuanya rasanya enak menurut saya. Saya sering sekali makan disini, paling tidak seminggu sekali dan biasanya hari Kamis. Untuk menu yang saya pesan pasti selalu pindang bandeng seruni tentunya, tetapi sesekali saya juga coba menu yang lainnya sebagai selingan.

Pindang Bandeng Seruni Mpok Rodemah
Jl. Ciputat Raya No 29
Ciputat
Jam Buka: 9.00 - 20.00

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Wednesday, August 31, 2011

Ketagihan Asem-Asem Iga dari Solo!

Halim Sutrisna - detikFood

Ketagihan Asem-Asem Iga dari Solo!
Foto: detikfood (ilustrasi) Jakarta - Nama Pengirim: Halim Sutrisna
Email: halimsutrisna[at]xxx.com

Jika Anda penggemar hidangan Jawa, restoran yang satu ini bakal cocok dengan lidah Anda. Ada berbagai jenis makanan seperti nasi langi, rawon, atau selat Solo yang bakal memanjakan lidah. Jangan lewatkan juga asem-asem iganya yang mak nyuss!

Sabtu minggu lalu saat saya bersama keluarga sedang mencari makan malam sekitar daerah Blok M, kami menemukan Dapur Solo yang memang sebelumnya sudah kami incar karena legenda selat Solo dan asem-asem iganya yang telah banyak dibicarakan.

Tempatnya bagus dengan pilihan makanannya yang lumayan banyak seperti Nasi Langgi Spesial, Nasi Urap Solo, Nasi Gudeg Jogja, Rawon Komplit, Asem-asem Iga, Gado-gado, Bandrek dan beberapa menu lainnya, disamping itu pelayanan yang cepat dan hangat khas Solo.

Tanpa menunggu lama kami pun memesan Selat Solo Rp 20.000,00 dengan Nasi Putih Rp 4.000,00. Asem-asem Daging plus nasi dengan harga Rp.27.000 dan Tahu Gejrot dengan harga Rp 9.000,00, dimana tingkat kepedasannya tergantung permintaan. Sedangkan untuk penutup kami memesan Kembang Tahu dengan harga Rp 12.000-an.

Sebagai pembuka kami memesan Tahu Gejrot, sebenarnya lebih karena rasa penasaran sebab setahu kami itu kan makanan khas Cirebon. Ternyata setelah kami coba rasanya tidak kalah dengan Tahu Gejrot buatan Cirebon sekalipun dengan potongan tahu yang masih garing dan tidak lembek seperti umunnya. Kuahnya sedikit asam pedas sehingga semakin mengugah selera makan.

Selat Solo di sini beda banget dengan Selat Solo yang saya makan selama ini di beberapa restoran sebelumnya. Disamping kuahnya begitu kental dengan potongan dagingnya cukup loyal tanpa tepung, sehingga begitu digigit sari sari daging tuh nempel di lidah terasa gurih banget. Belum lagi sausnya yang terbuat dari kuah semur begitu manis tapi nggak bikin eneg, karena manisnya pas didukung dengan rasa asin dari mustard dan rasa segar dari acar. Belum lagi adanya tambahan kripik kentangnya yang terasa krenyes garing.

Yang semakin membuat merem melek adalah Asem-asem Iganya yang rasanya seger habis, karena asemnya berasal dari irisan belimbing wuluh. Ditambah potongan daging iga yang begitu empuk dan terasa gurihnya hmm... terasa makin mantap. Untuk yang suka pedas boleh minta sambel lagi buat tambahan.

Untuk minuman kami mencoba Kunyit Asam dengan komposisi kunyit, asam jawa, gula merah dan rempah-rempah lain yang rasanya menyegarkan dan menyehatkan dengan harga Rp 12.000,00. Kemudian segelas juice kacang Edaname yang tidak kalah enaknya dengan harga hanya Rp.8.000,00.

Yang tidak kalah enaknya adalah Kembang Tahu dengan rasa yang begitu begitu lembut terasa di lidah dengan kuahnya yang terbuat dari gula jawa. Surprise juga saya dengan Dapur Solo. Biasanya kalau tempat makan yg suasananya bagus rasa masakannya biasa saja, tapi Dapur Solo bisa menyajikan citarasa yang lebih. Apalagi harga yang ditawarkan standard berkisar Rp 22.000,00 - Rp 25.000,00.

Dapur Solo
Jl. Sungai Sambas 6 B3 No.189
(Kawasan Blok M)
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: 021-72787413

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here