Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Pantura. Show all posts
Showing posts with label Pantura. Show all posts

Friday, September 2, 2011

Kuliner Jalur Mudik Pantura: Surabaya

Bondan Winarno - detikFood

Kuliner Jalur Mudik Pantura: Surabaya
Jakarta - Kota ini memang dikenal sebagai "gudang"-nya bebek goreng. Selain itu Surabaya juga surganya bagi pencinta kuliner karena ada nasi udang, lontong balap, sampai rawon yang tak boleh dilewatkan. Resto mana yang wajib disinggahi?

Bebek Goreng > Surabaya adalah "gudang"-nya bebek goreng, khususnya gagrak Madura yang digoreng sampai berwarna kehitaman, dan sambal trasi yang hard core. Ada Cak Yudi (Jl. Tanjung Torowitan, Tanjung Perak, 3529557), Papin di Jl. Kalianyar (3714015), HT di Jl. Karang Empat Besar 24 ( 3821306), atau Kayu Tangan di Jl. Bratang Gede 68 (5046161).

Favorit saya berlokasi di halaman parkir BCA di Jl. Tembaan 17, sisi Tugu Pahlawan (buka malam hari).

Bakwan > Dalam terminologi Jawa Timuran, bakwan sebenarnya adalah bakso campur disajikan dengan kuah. Yang paling terkenal adalah Bakwan Dempo, Jl. Dempo 19 (5315631). Sekarang ada cabang di Jl. H.R. Muhammad 46. Di kios yang di Jalan Dempo juga mangkal seorang penjual pecel semanggi yang khas dan makin langka.

Depot Mutlik > Jl. KHM Mansyur 94 (3578078): Bila Anda penggemar masakan Arab, ini adalah alamat yang wajib dikunjungi untuk nasi kebuli, kambing oven, gule kambing, dan lain-lain. Pesaing ketatnya adalah Depot Ampel di Jl. Walikota Mustajab 33B.

Lontong Balap > penamaan yang aneh untuk makanan sederhana irisan lontong dengan tahu goreng dan tauge disiram kuah bening. Ditambah potongan lentho (perkedel singkong). Lauk default pendampingnya adalah sate kerang. Coba di Lontong Balap Garuda (Pak Gendut) di Jalan Garuda.

Lontong Kikil > Orang Jawa Timur sangat suka kikil (bagian kulit berlemak di lutut dan kaki sapi), khususnya yang dimasak dengan kuah kental dan disantap dengan lontong. Favori saya adalah Lontong Kikil Waru Jaya, Jalan Raya Waru 18 (8531347, terlewati bila Anda datang dari/ke bandara Juanda, di sisi jembatan layang, dekat pabrik biskuit UBM). Mak nyuss!

Lontong Kupang > Sajian murah-meriah kegemaran masyarakat Surabaya. Semacam remis dimasak dalam kuah dengan bumbu petis, disajikan dengan lontong atau ketupat. Untuk menghindari sakit perut atau gatal-gatal, diwajibkan minum air kelapa hijau muda. Yang populer adalah Pak Alimin di Kenjeran, atau di Sentra Lontong Kupang, Desa Suko di jalan penghubung Krian-Sidoarjo.
Nasi Udang Bu Rudy > Jl. Dharmahusada 140 (5920996): Sangat populer karena sambal bawang yang puedess nendang, dimakan dengan nasi hangat dan udang kecil goreng kering dan empal yang empuk gurih.

Rawon > kuliner kesukaan orang Jawa Timur yang terkenal di mana-mana. Comfort food ini sudah mencapai tingkat nasional dalam popularitas. Coba Rawon Setan yang asli (sekarang buka sejak pagi) di Embong Malang (seberang Hotel JW Marriott). Favorit saya adalah cabang Rawon Nguling di Jemursari.
Rujak Cingur > Rujak khas Surabaya dengan sayur-mayur, irisan tempe dan tahu goreng, kedondong, bengkuang, timun, dan irisan cingur (moncong) sapi goreng yang kenyil-kenyil. Favorit saya adalah Rujak Cingur Akhmad Djais, Jl. Akhmad Djais 40 (5328443). Termahal, tetapi sekaligus paling enak. Favorit lain berlokasi di Jl. Genteng Durasim (warung ini juga populer dengan sop buntutnya). Di dekat bandara Juanda ada Rujak Cingur Bu Nur Aini, Jalan Raya Sedati Gede 66 (8678458).

Sate Ayam Lisidu > Jl. Barata Jaya XIX/58 ( 5022622): populer karena sate ayam Ponorogo-nya yang istimewa. Langganan Istana Negara untuk acara 17 Agustus-an.

Soto > Surabaya juga "gudang" soto. Yang populer adalah Soto Sulung (daging sapi) gagrak Madura, dan sate ayam gagrak Lamongan. Soto Pak Sadi yang sudah buka cabang di mana-mana adalah unggulan untuk soto Lamongan. Kuahnya lebih tebal dan gurih, aroma koyaknya istimewa. Soto Lamongan lain yang saya sukai adalah Cak To di Jl. Undaan Wetan 10.

Tahu Campur dan Tahu Tek > Tahu campur adalah irisan tahu goreng dengan mi rebus, tauge, daun selada, disiram kuah semur encer dan bumbu petis. Sedangkan tahu tek adalah irisan tahu goreng dan tauge disiram saus kacang. Keduanya sangat populer di Surabaya. Tahu tek favorit saya adalah Pak Ali di Jl. Dinoyo 147A. Untuk tahu campur coba juga Bu Betty di Pasar Atum (5313031).

Warung Bu Kris > Populer di kalangan penggemar penyet-penyetan. Sudah buka cabang di banyak tempat. Murah meriah lezat. Jl. Tenggilis Utara 1 (8430204).

Masih sangat banyak makanan dan jajanan Surabaya lain yang direkomendasikan. Seriously! Belilah buku panduan kuliner Surabaya agar lebih puas menjelajahi sisi kuliner kota ini.

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Thursday, September 1, 2011

Kuliner Jalur Mudik Pantura: Jakarta-Cirebon

Bondan Winarno - detikFood

Kuliner Jalur Mudik Pantura: Jakarta-Cirebon
Foto: didisadili.blogspot.com Jakarta - Setiap tahun eksodus Idul Fitri membuat jutaan orang melintasi jalur padat sepanjang Pantura (Pantai Utara) Jawa. Makanan apa saja yang tidak boleh dilewatkan di lintasan Jakarta-Cirebon? Artikel ini saya tulis atas permintaan majalah U, tetapi agar lebih mudah diakses melalui Internet.

Etape pertama dari Jakarta hingga Cirebon – khususnya di lintasan tol Jakarta-Cikampek – mungkin para musafir belum memerlukan perhentian untuk minum dan makan. Semangat masih tinggi, dan mungkin pula kebanyakan berpikir untuk "berlari kencang" sebelum terjebak kemacetan. Tetapi, seandainya sudah ada yang memerlukannya, ada beberapa SPBU (kilometer 19 dan kilometer 57) dengan tawaran kuliner yang cukup lengkap.

Bisa juga keluar sejenak di San Diego Hills (taman pemakaman eksklusif) yang punya restoran La Collina. Penggemar kuliner mungkin mempertimbangkan untuk mencicipi surabi ijo di Rengasdengklok (Pak Kosim, 0276 435032). Penggemar pepes ikan tentu tahu sebuah warung di Bendungan Walahar yang sangat populer dengan berbagai jenis pepes khas Sunda. Bila tidak mau terlalu jauh menyimpang dari jalan tol, silakan singgah di cabangnya di Klari (0267 435032).

Bila sudah lapar ketika mencapai Indramayu, makanan khas yang dapat dicoba adalah pedesan entog (masakan pedas semacam rica-rica dari entog atau bebek gemuk berleher pendek) di Warung Mang Kombet (Depan Stadion Darma Ayu, Karanganyar, Indramayu, 081912924634). Warung murah-meriah dengan sajian yang unik. Waspada, kalau tidak biasa pedas, jangan makan terlalu banyak karena mungkin Anda akan memerlukan toilet sepanjang etape berikutnya.

Pilihan lain di Indramayu adalah RM Kuning Ayu (Jl. Letjen Suprapto 314, dekat Tugu Buah Mangga, 0234 271814). Menu spesial yang khas adalah pepes telur ikan dan pepes rajungan. Sebelum masuk Kota Cirebon, ada makam keramat Sunan Gunung Jati yang banyak diziarahi orang.

Cirebon menyambut Anda dengan berbagai jenis makanan khas. Salah satunya adalah empal gentong, yaitu masakan semacam soto daging sapi. Favorit saya adalah empal gentong spesial dengkil (lutut sapi) Mang Kojek di Trusmi (desa sentra batik, persis sebelum memasuki Kota Cirebon). Coba juga Empal Gentong Ibu Hj. Darma (Jl. Slamet Riyadi, Krucuk, sebelah BTN, 0231 245069). Ada juga empal gentong asam dengan citarasa segar yang khas di RM Amarta (Jl. Raya Plered, dekat Jembatan Gesik, 0852 24803040).

Masakan Cirebon khas lainnya adalah nasi jamblang. Nasinya dibungkus daun jati, dengan berbagai lauk khas Cirebon a.l. balakuthak (semacam cumi-cumi berbadan gendut) dengan sambal jamblang yang sangat khas. Yang paling populer adalah Nasi Jamblang Mang Dul (Jl. Dr. Cipto 4, Seberang Matahari Grage Mall, 0231 206564). Favorit saya adalah nasi jamblang yang berlokasi di gapura pintu masuk Pelabuhan Cirebon. Di sini nasinya panas dan tidak dibungkus daun jati.

Penggemar gado-gado tidak boleh melewatkan Gado-gado Cirebon RGG (Ibu Yeti, Jl. Pekalangan 114/66, dekat Stasiun KA Prujakan, 0231 236395). Saus kacang untuk gado-gadonya disiram kuah opor aya,. Sangat khas.

Sekalipun saya kurang menyukainya, tetapi Cirebon juga punya mi koclok spesial, yaitu mi kuning rebus disajikan dengan kuah kental bersantan dan suwiran ayam rebus. Coba Mi Koclok Pak Sam (Jl. Lawanggada, tenda di depan rumah no. 41).

Makanan khas lainnya di Cirebon adalah nasi lengko. Nasi dengan lauk tahu putih yang digoreng basa-basi, dipotong kecil-kecil dengan taburan tauge rebus, ketimun, kucai disiram bumbu kacang, kecap manis dan bawang goreng. Yang populer berlokasi di Jalan Pagongan. Jangan lewatkan, di sebelah warung ini ada penjual tapel pisang – kue dari pisang bakar dengan citarasa yang sangat khas dan unik. Ada juga jajanan tahu gejrot yang biasa dijual di pinggir-pinggir jalan.

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Kuliner Jalur Mudik Pantura: Cirebon-Pekalongan

Bondan Winarno - detikFood

Kuliner Jalur Mudik Pantura: Cirebon-Pekalongan
Foto:detikfood Jakarta - Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape Cirebon -Pekalongan hari ini. Jika perlu tempat perhentian untuk mengisi perut sore nanti, intip dulu yang satu ini.

Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape ini, sehingga diperlukan lebih banyak tempat perhentian untuk mengisi perut. Di lintasan Cirebon-Tegal, mungkin Anda harus puas dengan beberapa rumah makan padang yang banyak didapati di lintasan ini. Di Brebes ada oleh-oleh spesial yang boleh dihampiri, yaitu tape ketan dibungkus daun jambu. Cocok untuk dibawa sebagai buah tangan (Tape Ketan Ibu Ono, Gg. Darussalam 77, Brebes, 0283 671281). Telur asin Brebes juga merupakan oleh-oleh yang populer.

Tegal punya pilihan kuliner yang kaya. Warung murah-meriah favorit saya adalah RM Pi An, di depan Stasiun KA Tegal. Gule kambingnya enak,j uga nasi lengko-nya tidak boleh dilewatkan. Bungkus juga pisang gorengnya yang istimewa untuk bekal di perjalanan.

Sate kambing muda khas Tegal, bagi saya, adalah salah satu jenis sate kambing terbaik di Indonesia. Istilah "balibul" adalah untuk kambing yang berusia di bawah lima bulan. Sekarang muncul versi yang lebih muda, yaitu "batibul" alias bawah tiga bulan. Salah satu alamat yang direkomendasikan adalah Sari Mendo (Jalan Teuku Umar, Debong, Tirus).

Bila Anda bukan penyuka sate kambing, pilihannya adalah sate ayam Margasari yang buka cabang di Jl. A. Yani (seberang Toko BatikKrisna). Potongan ayamnya besar-besar, disiram bumbu kental berwarna kuning yang sangat gurih.

Tegal juga punya soto ayam yang khas, dengan bumbu tauco. Di daerah Talang (jalan menuju Slawai) dapat dijumpai beberapa warung soto dengan label "Sedap Malam". Yang asli dari seri "Sedap Malam" ini adalah Daan Jenggot yang kini diteruskan oleh anak laki-lakinya.Warung-warung soto “Sedap Malam” lainnya dioperasikan oleh kerabat dan bekas karyawan Daan Jenggot.

Warung lain yang saya rekomendasikan di Tegal adalah Warung Alwi (Jl.Setiabudi). Warung ini menyediakan nasi bakmoy, ca rebung dan sekitar 25 masakan peranakan lain, seperti: rebung, yupo asam manis, dan lain-lain. Warung ini baru buka setelah magrib. Ada juga nasi bogana khas Tegal di sebuah warung kecil di dekat Klenteng Tegal.

Bila Anda memerlukan toilet bersih setelah melintasi Tegal, singgahlahd i SPBU, sekitar 3 km setelah Tegal. Ini tempat persinggahan populer karena punya 67 toilet (Rekor Muri), lengkap dengan tempat pijat refleksi dan tempat tidur gratis untuk rehat sejenak. Di antara Tegal-Pemalang km 7 juga ada sebuah rumah makan yang direkomendasikan untuk disinggahi, yaitu Restoran Pringsewu (0283 3318138) dengan sajian ayam kremes dan tempe mendoannya yang populer.

Kota berikut yang akan Anda singgahi adalah Pemalang. Di Desa Kendaldoyong (sebelum Pemalang, jalan Raya Petarukan) Anda akan menemukan Kepiting Gemes Pak Marno. Kepiting dengan saus yang rasanya mirip rendang, tetapi tanpa santan Tetapi, bila Anda bisa bersabar sebentar, teruslah mengemudi sampai ke Comal dan singgah di RM Prima (Jl. A. Yani 31-33, Comal, 0285 577272, 7911100). Tempatnya lebih representatif, dengan berbagai sajian kepiting dan seafood lainnya.
Masakan kepiting seperti ini juga dapat dijumpai di Pekalongan,disajikan oleh Bang Kombor, di Jl. Belimbing.

Pemalang juga terkenal dengan sajian bernama grombyang, semacam hibrida antara soto dengan gulai dan rawon, dari daging sapi atau daging kerbau. Yang paling populer adalah grombyang Haji Warso (Jl. RE Martadinata). Ada juga Sate Loso, persis di persilangan KA memasuki Kota Pemalang. Sate Loso agak mirip dengan sate ayam Margasari di Tegal tadi.

Memasuki Kota Pekalongan, Anda harus siap dengan tawaran Pekalongan yang memang spesial. Soto Pekalongan yang super-gurih dengan taucodisebut tauto. Dulu, semua tauto harus dibuat dari daging kerbau,tetapi sekarang sudah banyak tauto versi daging sapi. Favorit saya adalah Tauto PPIP (Jl. Dr. Wahidin).

Ikon kuliner Pekalongan lainnya adalah nasi megono. Ada dua jenis nasi megono: basah dan kering. Yang paling umum adalah nasi megono kering,yaitu nasi putih dicampur dengan nangka muda rebus dicincang dan parutan kelapa. Dimakan dengan berbagai lauk-pauk, khususnya masakan cumi dengan tinta hitamnya. Favorit saya adalah Nasi Megono Pak Tjukup (keturunan Tionghoa) di Jalan Mangga. Lauknya sangat beragam di rumah makan ini. Nasi megono basah dibuat dengan campuran rebung, cepat basi kalau tidak segera disantap. Versi ini sudah semakin jarang dijumpai.

Ada lagi satu tempat makan khas di Pekalongan yang saya sukai, yaitu RM Zarkasi (Jl. Sulawesi 52) yang populer dengan nasi uwet (gule encer dari usus kambing). Bila Anda penggemar nasi kebuli, singgahlah ke RM Puas (Jl. Surabaya 32).

(bon/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Kuliner Mudik: Pantura Jawa Timur

Bondan Winarno - detikFood

Kuliner Mudik: Pantura Jawa Timur
Jakarta - Jika melewati jalur lintasan ini selama mudik, ada beberapa tempat buat pencinta kuliner yang bisa disinggahi untuk mengisi perut. Yuk, intip disini!

Setelah lintasan yang cukup panjang, kota besar pertama yang kita singgahi di Jawa Timur adalah Tuban. Bila sudah kelaparan, dan agar tidak kesasar ke mana-mana, tempat yang paling mudah dicari adalah RM Pangestune, di jalan utama yang berhadapan dengan pantai (Jl. Semarang 1, seberang Hotel Purnama, 0356 411145. RM Pangestune menyajikan masakan Jawa Timur-an istimewa.

Tujuan lain adalah Masjid Agung Tuban. Di depan masjid ada banyak warung tenda dengan berbagai tawaran kuliner Jawa Timur yang layak dicoba. Karena Tuban adalah kota pantai dengan pelabuhan nelayan yang cukup besar, masakan seafood di Tuban sangat direkomendasikan. Masakan Tuban sangat kaya bumbu/rempah. Bahkan lebih berbumbu dibanding masakan Minang.

Salah satu masakan khasnya disebut becek, dimasak dengan sekitar 14 jenis bumbu/rempah, semacam gule yang sangat pedas. Ada sebuah warung sederhana dengan sajian becek mentok yang istimewa. Sayangnya, warung ini sulit ditemukan karena tempatnya sangat mblusuk-mblusuk di tengah kampung. Ada juga satu warung sederhana dengan hidangan utama kare rajungan super-pedas yang sangat populer (RM Manunggal, Jl. Manunggal Jaya, depan SMUN 3).

Rajungan adalah sejenis kepiting. Masakannya disebut rajungan balsem karena pedasnya menyengat seperti balsem. Ada-ada saja. Hehehe ...

Dari Tuban perjalanan akan membelok ke Selatan, melewati Babat (kota asal wingko babat, jajanan dari tepung ketan dan parutan kelapa), dan terus ke Lamongan. Anda mungkin akan terkejut bila melihat gapura Kota Lamongan yang menyebut kota itu itu sebagai Kota Tahu Campur. Lho, bukankah Lamongan lebih terkenal dengan soto ayamnya (misal: Soto Ayam Pak Sadi)?

Kenyataannya, Pemerintah Kota Lamongan sendiri secara resmi memilih tahu campur sebagai ikon Lamongan. Tahu campur adalah tahu goreng campur tauge, daun selada, dan mi berbumbu petis, disiram kuah yang mirip semur dengan daging tetelan sapi.

Untuk soto ayam Lamongan, silakan cicipi di RM Mandala (Jl. Panglima Sudirman 61). Kaldu ayamnya sungguh sangat intens dan gurih. Di sini juga tersedia tahu campur. Sekali tepuk dua lalat.

Kuliner khas Lamongan adalah nasi boran – juga disebut nasi boranan, yaitu nasi dengan lauk masakan rumahan sederhana – yang dijajakan di kaki lima di sekitar alun-alun, depan Stasiun KA Lamongan.

Selain itu, Lamongan juga dikenal dengan lontong kikil, yaitu gulai kental dari kikil sapi, dimakan dengan lontong. Bila ingin mencicipi lontong kikil yang paling mak nyuss, rekomendasi saya justru bukan di Lamongan, melainkan di Surabaya (Lontong Kikil Waru).

Akhirnya, kota terakhir sebelum masuk ke Surabaya adalah Gresik. Favorit saya adalah cangkrukan – nongkrong sambil kongkow minum kopi – di warung kopi Cak Wito di gang kecil samping Masjid Raya di alun-alun Gresik. Terinspirasi oleh warung kecil inilah saya menciptakan tagline untuk Kopitiam Oey milik saya: koffie-nja mantep, harganja djoedjoer.

Belum mampir ke Gresik kalau belum mencicipi masakan bandeng-nya. Yang paling populer adalah RM Bandeng Pak Elan I (Jl. Veteran 69, di seberang Kantor Pusat PT Semen Gresik). Rumah makan ini juga punya cabang di tempat lain. Tetapi, untuk saya, saya selalu singga ke warung Mbak Tipa di Kampung Lumpur (dekat Tempat Pelelangan Ikan Gresik). Masakan Mbak Tipa – khususnya bandeng kropok-nya, sungguh membuat saya selalu terkenang-kenang.

Anda juga bisa mampir untuk beli oleh-oleh otak-otak bandeng (bukan seperti otak-otak Jakarta atau Palembang, melainkan seperti sate bandeng Banten, yaitu bandeng utuh yang dikeluarkan tulang dan dagingnya, lalu diisi dengan daging bandeng yang sudah dilembutkan dengan berbagai bumbu, kemudian digoreng). Yang paling tekenal adalah buatan Ibu Muzzanah.

Cicipi juga keistimewaan nasi krawu khas Gresik yang banyak dijual oleh ibu-ibu dari Madura. Favorit saya adalah Nasi Krawu Mbuk Su (Jl. HOS Cokroaminoto I/32, 031 3972203). Ini adalah nasi putih dengan lauk krengsengan daging sapi (masakan khas Madura), dengan tiga macam srundeng, dan sambel trasi yang puedesnya nuendaaaang! Bila tidak sempat mencicipi di Gresik, di Surabaya pun banyak yang menjual nasi krawu ini. Misalnya, Nasi Krawu Bu Rida, Jl. Aditiawarman 102 (081 23015183), persis di depan Sutos (Surabaya Town Square).

Tentang Surabaya, dengan tawaran kuliner yang seperti "tidak ada matinya", sebaiknya Anda membeli beberapa buku panduan wisata kuliner yang sudah banyak diterbitkan. Setidaknya, daftar singkat berikut dapat dimanfaatkan sebagai panduan. Selamat mudik. Titi DJ – hati-hati di jalan.

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Wednesday, August 31, 2011

Kuliner Pantura: Pekalongan-Semarang-Rembang

Bondan Winarno - detikFood

Kuliner Pantura: Pekalongan-Semarang-Rembang
Jakarta - Kudus, Demak, Pati, dan Desa Tuyuhan menyimpan kuliner yang sayang untuk dilewatkan saat Anda melintas di jalur ini. Resto mana saja yang dapat Anda singahi? Intip dulu di sini!

Di lintasan Pekalongan-Semarang yang berjarak sekitar 100 km ini Anda harus cukup puas dengan warung-warung yang banyak dijumpai. Kota berikutnya yang saya rekomendasikan untuk dijelajahi adalah Semarang. Kota besar ini punya peta kuliner yang sangat ekstensif. Silakan membeli buku panduan kuliner tentang Semarang yang sudah cukup banyak tersedia di toko buku. Panduan singkat dalam boks di atas mungkin juga bermanfaat bila Anda tidak punya terlalu banyak waktu.

Lewat Semarang, kota pertama yang Anda singgahi adalah Demak. Satu-satunya rekomendasi saya di Demak adalah asem-asem daging sapi yang berkuah segar di RM Rahayu, di dekat alun-alun Masjid Raya Demak. Tetapi, bila lapar belum mendesak, teruslah berkendara ke Kudus dengan tawaran kuliner yang lebih istimewa.

Di Kudus, jangan lewatkan singgah ke RM Sari Rasa (Jl. AKBP Agil Kusumadya 20, 0291 442218, jalan protokol yang pasti Anda lewati bila melintasi Kudus). Yang "mati-mati-mesti-coba" di sini adalah garang asem ayam. Potongan ayam kampung dengan bumbu blimbing wuluh, cabe rawit dan bawang putih, dikemas dalam daun pisang lalu dikukus. Puedesss dan suegerrrr.

Di jalan protokol ini juga ada soto dan sate kerbau Karso-Karsi yang banyak disinggahi orang. Soto Kudus – soto ayam berkuah bening, encer, segar – yang direkomendasikan adalah Pak Denuh (Jl. AKBP Agil Kusumadya) dan Bu Jatmi (di Panjunan). Sate kerbau favorit saya berlokasi di halaman showroom Mitsubishi (hanya buka pagi). Sate Kerbau Pak Jastro ini potongan dagingnya besar-besar, sementara yang lain kebanyakan model sate laler yang ukuran dagingnya super-mini.

Alamat lain yang gampang disinggahi di Kudus adalah Pusat Jajan Simpang Tujuh (Taman Bojana) di pusat kota. Di sini banyak warung dengan sajian soto dan nasi pindang (campuran soto dan rawon dengan daun melinjo, dari daging sapi).

Saya juga tidak pernah melewatkan satu masakan khusus yang dikenal dengan nama Opor Sunggingan (karena dulunya berasal dari Desa Sunggingan). Sekarang punya gerai di tengah kota (Jl. Nitisemito 9, 0291 446262), sehingga lebih mudah ditemukan.

Cara memasak opor ayamnya sangat khas. Ayam kampung utuh diisi rongga perutnya dengan bumbu opor, lalu direbus dengan santan. Setelah masak, ayamnya ditiriskan, lalu dibakar. Ayam bakar ini kemudian disuwir-suwir dan disajikan dengan kuah opor dan sambal goreng tahu. Wajib dicoba.

Kota berikutnya adalah Pati dengan suguhan khusus yang disebut nasi gandul. Tidak ada yang dapat menjelaskan secara tepat dari mana nama ini berasal. Satu-satunya penjelasan umum yang agak masuk akal adalah bahwa nasi putihnya selalu disajikan di atas piring beralas daun pisang. Setelah disiram kuah, maka nasinya seperti "nggandul" di atas piring.

Kuah nasi gandul sangat gurih – cross antara soto + gulai + rawon. Isinya adalah daging sapi dan jeroan yang kemudian digoreng dan digunting-gunting kecil bite-size, ditaburkan di atas nasi, dan disiram kuah super-gurih itu. Favorit saya adalah Nasi Gandul H.A. Warsimin (Jl. Kyai Pupus 33, Desa Gajah Mati RT 03/02, 0295 382639).

Selepas Pati, ada satu kota kecil yang wajib disinggahi, yaitu Juwana. Sesampai di alun-alun, belok kiri ke Jalan Silugonggo 18A, tepat di depan kantor Polsek, ada sebuah warung sederhana dicat merah muda. Warung Sederhana

(08882494280) ini terkenal dengan sajian mangut ikan pari dan mangut kepala manyung super-pedes. Mangut adalah gulai pedas khas pesisir Jawa Tengah. Kalau makan di sini, keringat sampai menetes dari ubun-ubun. Udang gorengnya istimewa, begitu juga berbagai lauk lainnya.

Kota berikutnya menjelang perbatasan Jawa Timur adalah Rembang. Sajian yang patut disinggahi di sini adalah sate srepeh, sate ayam yang disiram dengan kuah santan berwarna jingga. Yang paling terkenal adalah Warung Ibu Priyono di Jalan Dr. Wahidin (jalan utama Kota Rembang). Warungnya menempel di depan sebuah rumah kuno. Ratusan tusuk sate ayam sudah dibakar

dan ditumpuk di angkringnya. Tamu mengambil sendiri sate ayam kampung ini (dihitung per tusuk, bukan per porsi), lalu disiram kuah srepeh yang gurih. Sate ini dimakan sebagai lauk lontong tahu yang disiram kuah lodeh. Sungguh khas.

Selepas Rembang, menuju Lasem, Anda akan melintasi Desa Tuyuhan dengan sederet penjual lontong Tuyuhan yang terkenal. Makanan rakat murah-meriah ini mirip lontong opor ayam dengan tendangan bumbu yang lebih nonjok (trasi, jintan, kencur, lengkuas, dll).

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here