Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Membentuk. Show all posts
Showing posts with label Membentuk. Show all posts

Saturday, July 14, 2012

Membentuk Bola-bola Daging

Odilia Winneke - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Membentuk Bola-bola Daging
Foto:thefoodaddicts.com Jakarta - Seringkali bola-bola daging tidak bisa mulus saat dibentuk. Apa yang menjadi penyebabnya?

Bola-bola daging terbuat dari daging sapi cincang, bumbu, telur dan tepung terigu/roti tawar sebagai pengikat dan pengenyalnya. Sebaiknya aduk kuat dengan tangan agar semua bahan beremulsi dengan baik. Teksturnya bisa langsung dirasakan dengan tangan. Setelah itu bentuk menjadi bola-bola dengan bantuan tangan agar bisa padat terbentuk. Jika daging sapi yang dipakai banyak mengandung lemak, biasanya lemak akan lumer saat bola daging direbus atau dimatangkan sehingga tkturnya menjadi kurang halus. Demikian juga jika dibentuk dengan sendok, sering kurang padat dan rata sehingga saat matang bergumpal. Rebus bola daging hingga mengapung. Atau goreng hingga kuning kecokelatan.

(odi/odi)




Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, July 11, 2011

Serunya Belajar Teknik Melipat dan Membentuk Dim Sum

Devita Sari - detikFood

Serunya Belajar Teknik Melipat dan Membentuk Dim Sum
Foto: detikFood Jakarta - Lagi-lagi cooking class dim sum kebanjiran para peserta. Kali ini hampir empat puluh orang berkumpul untuk belajar membuat dim sum, lumpia, hingga bakpau. Semua rajin bertanya dan asyik belajar melipat kulit dim sum dan membentuk adonan bakpau. Intip cerita serunya mereka disini!

Setelah absen beberapa lama menggelar CWS Dim Sum, hari Sabtu (9/6) lalu detikfood kembali menggelar kelas dim sum. Bahkan kali ini peserta tidak hanya datang dari Jakarta tetapi hingga Bandung dan Yogyakarta. Sejak pagi para peserta sudah duduk manis di Teratai Restaurant, Hotel Borobudur Jakarta.

Yang bakal membagi ilmu dengan para peserta soal dim sum kali ini adalah Steven Low, Dim Sum Chef dari Teratai Restaurant. Karena tidak lancar berbahasa Indonesia maka sang chef pun ditemani oleh beberapa asisten yang nantinya akan membantu para peserta dalam belajar membuat dim sum.

Setelah Mbak Migo Frans selaku Public Relation Manager, Hotel Borobudur memberi kata sambutannya Chef Steven pun siap memulai cooking class. Xiao Long Bao - dumpling khas dari Shanghai yang sering disebut 'soup dumpling' menjadi resep pertama yang siap dibedah. Ternyata dumpling unik ini harus memakai tepung Hong Kong untuk pembuatannya. Tak heran teksturnya unik!

Belum apa-apa para peserta sudah menyerbu sang chef dengan berbagai pertanyaan. "Chef apa sih itu tepung Hong Kong dimana bisa membelinya?" Wah untunglah para asisten chef Steven dengan sigap membantu menjawab pertanyaan yang mengalir. Cara menggilas adonan dumpling pun unik karena memakai kayu kecil.

Untuk membungkus Xiao Long Bao para peserta pun diberi kesempatan untuk mencoba sendiri. Kehebohan pun terjadi saat mereka berpraktek. "Wah susah banget sih melipat adonannya habis kulitnya tipis sekali," ujar seorang ibu sambil melirik buatan asisten chef yang mengajarkan teknik melipat dan mengunci Xiao Long Bao agar tidak terbuka saat dikukus. Namun ada pula yang rupanya sudah ahli membuat dan dapat pujian sang Steven loh.

Proses mengukus juga dilakukan mangkok dari Corning Amber Visions yang terbuat dari kaca transparan. "Wah apa enggak pecah tuh?" ujar salah seorang peserta. "Wah kalo pake mangkok Visions gak bakal pecah bu malah lebih cepat panas," ujar sang asisten chef berpromosi.

Setelah selesai dengan Xiao Long Bao, Chef Steven mengajarkan membuat dua buah jenis lumpia. Lumpia yang satu ini memang unik, karena yang satu memakai isi buah-buahan dan yang satu lagi berisi labu. Salah satu bahan pembuatnya kataifi shredded pastry mendapat perhatian khusus. "Kataifi ini seperti soun banyak dijual di supermarket. Tidak perlu direndam dengan air tinggal dipakai saja," ujar sang asisten chef yang disambut anggukan para peserta.

Wafer Vietnam yang seperti jala yang unik juga rupanya mengundang rasa penasaran peserta. "Yang perlu diingat jangan ditaruh terlalu lama di udara terbuka karena dia akan mengeras," jelasnya lagi. Teknik melipat lumpia pun diperhatikan dengan seksama oleh para peserta. "Oala... seperti membuat amplop toh membuat bungkusan lumpia ini," kata salah seorang peserta sambil sibuk bekerja.

Cara membuat pangsit rupanya mirip dengan cara membuat pastel sehingga beberapa peserta tampak tak kesulitan membuatnya. Tak segan-segan Chef Steven pun membantu para asistennya mengajarkan para peserta teknik melipat dan memuntir adonan biar tampak bagus dan tak lepas. Cooking class ditutup dengan pembuatan bakpau yang berisi telur asin yang dicampurkan custard, sehingga rasanya gurih-gurih manis.

Acara makin heboh dengan bagi-bagi hadiah dari Vision yang juga mendukung acara kali ini. Satu set mangkok persembahan Visons pun berhasil dibawa pulang oleh Andirini Sunardi. Sedangkan dua orang pemenang yaitu Eric Adisetia dan Ami Halim berhak memperoleh voucher makan senilai Rp 300.000,00 dari Borobudur Hotel Jakarta. Tak mau ketinggalan detikfood juga bagi-bagi 5 buah merchandise yang jatuh kepada Lily R Tjahjadi, Dedi Kertabumi, Evie Ivonda, Ethy, dan Andriana Hartono.

Sebelum pulang para peserta menikmati makan siang termasuk dim sum sebagai salah satu menunya. O ya, mereka juga sempat memborong produk-produk dari Visions yang khusus hari itu didiskon sebesar 20% all items dan bahkan tiap peserta mendapatkan goodie bag. Wah seru dan asyik kan? Nah, sampai jumpa di cooking class berikutnya ya!

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here