Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Kopitiam. Show all posts
Showing posts with label Kopitiam. Show all posts

Monday, February 27, 2012

Pengusaha Kopitiam Protes Klaim Merk Kopitiam oleh Individu

Fitria Rahmadianti - detikFood

Pengusaha Kopitiam Protes Klaim Merk Kopitiam oleh Individu
Foto: www.detikfood.com Jakarta - “Kopitiam atau warung kopi adalah pusaka Indonesia. Budaya kuliner ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan telah mengakar. Kami, pengusaha kopitiam, tidak rela jika public domain ini diklaim oleh individu.”

Hal ini disampaikan oleh pakar kuliner Bondan Winarno pada konferensi pers di The Boutique KTV Plaza Senayan Arcadia, Jum’at (24/2). Bondan, pemilik Kopitiam Oey, berbicara sebagai penasihat dan juru bicara Persatuan Pengusaha Kopitiam Indonesia (PPKI).

Pembentukan asosiasi ini berawal dari gugatan pemilik merk ‘Kopitiam’ terhadap pemegang brand ‘Kok Tong Kopitiam’. Keputusan bahwa ‘Kopitiam’ adalah satu-satunya merk dagang yang berhak menggunakan nama ‘kopitiam’ telah terpampang di beberapa harian nasional pada Rabu (8/2).

Dalam pengumuman tersebut, dijelaskan bahwa “... maraknya penggunaan merek dengan unsur KOPITIAM untuk jasa di bidang penyediaan makanan dan minuman yang mempunyai persamaan dengan merek KOPITIAM... tanpa seizin kami... merupakan tindak pidana di bidang merek dan dapat dikenakan sanksi pidana...”.

Selain itu, diterangkan pula bahwa siapapun yang memakai merk sama pada pokoknya atau keseluruhannya, untuk barang dan jasa sejenis, agar segera menghentikan penggunaan unsur merek Kopitiam dalam 7 hari setelah tanggal pengumuman.

Karena itulah, PPKI resmi berdiri pada 13 Februari 2012. Saat ini, ada sekitar 7 pemegang merk kopitiam yang telah bergabung. Selain Kopitiam Oey, ada Killiney’s, QQ, Lau’s, Bangi, Eastern, dan Mao Kopitiam.

Bondan sangat menyayangkan keputusan hukum tersebut. Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, namun budaya kopinya belum kuat. “Kopitiam ada untuk mempopulerkan budaya tersebut. Selain itu, kopitiam adalah format bisnis yang cocok untuk usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

Ketua PPKI Mulyadi Praminta menilai peringatan ini dapat menimbulkan banyak kerugian. “Dari merk yang tergabung dengan PPKI, ada sekitar 70 gerai yang beroperasi. Usaha ini menyerap kira-kira 1500 tenaga kerja. Belum lagi warung kopi yang belum terdaftar atau tanpa nama,” jelasnya.

Bondan, Mulyadi, dan beberapa pengusaha kopitiam yang hadir saat konferensi pers memaparkan argumen mereka. Pasal 5 butir d dalam UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merk berbunyi “merk tidak dapat didaftarkan apabila merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya”.

Dalam kasus ini, yang dapat didaftarkan hanyalah merek, misalnya ‘Oey’ dalam ‘Kopitiam Oey’, atau logo brand bersangkutan. Oleh karena itu, penggunaan istilah ‘kopitiam’ merupakan unsur keterangan jasa yang tidak dapat dimonopoli seseorang atau badan hukum.

Bondan menambahkan, di Singapura terdapat kasus serupa. Namun, klaim yang diajukan oleh salah satu pemilik merk kopitiam ditolak oleh Intellectual Property Office Singapura. Alasannya adalah karena kata ‘kopitiam’ telah lama dikenal di masyarakat Singapura sebagai ‘kedai kopi tradisional’.

Menanggapi permasalahan ini, PPKI akan menempuh 3 langkah. Pertama, mengedukasi masyarakat mengenai makna kopitiam. Kedua, bertemu dengan Abdul Alek Soelystio selaku pemilik merk ‘Kopitiam’. Terakhir, mereka sedang mempersiapkan peninjauan kembali sebagai langkah hukum terakhir yang dapat ditempuh.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Friday, January 13, 2012

Kopitiam Oey Mulai Seduh Kopi di Thamrin City

Fitria Rahmadianti - detikFood

Kopitiam Oey Mulai Seduh Kopi di Thamrin City
Foto: Fitria/detikfood Jakarta - Indonesia adalah negara penghasil kopi ketiga terbesar di dunia, setelah Brazil dan Vietnam. Sayang, budaya kopi kita belum kuat. Selain itu, kedai kopi yang ada di pusat perbelanjaan biasanya menjual kopi dengan harga mahal.

Fakta tersebut mendorong Bondan Winarno untuk mendirikan usaha kuliner bernama 'Kopitiam Oey' pada Maret 2009. Kini, sudah ada 12 kedai beroperasi di seluruh Indonesia. Thamrin City adalah lokasi outlet terbarunya yang resmi dibuka pada Rabu (11/1). Di acara tersebut, Bondan bercerita tentang bisnis kedai kopinya.

Di Kopitiam Oey, jenis kopi yang digunakan adalah robusta, arabika, dan kopi Turki. Jenis yang terakhir ini merupakan pilihan menu baru.

“Saya senang dengan budaya Turki, termasuk makanan dan minumannya. Di sana, budaya ngopi dan ngeteh kuat,” tutur Bondan mengenai alasannya mengimpor kopi dari negara di Asia Barat tersebut. “Kopinya enteng, tapi rasanya mantap,” tambahnya.

Kopi robusta dan arabika didatangkan dari pabrik kopi Aroma, Bandung. “Kopi di sini bermutu tinggi. Pemiliknya sangat idealis. 'Pokoknya robusta harus disimpan selama 5 tahun, sedangkan arabika 7 tahun,' katanya,” ujar Bondan.

Robusta memiliki karakteristik kuat, baik dari aroma, rasa, hingga efek bikin mata melek dan jantung berdebar. Arabika tidak terlalu kuat. Biasanya robusta diminum pada pagi hari, sementara arabika pada sore hari. “Di Kopitiam Oey, komposisi robusta dan arabika 3:7,” kata Bondan.

Menurutnya, meski 'kopitiam' berarti 'kedai kopi', hanya 30% orang yang memesan kopi di warungnya. Makanya ia juga menyediakan alternatif minuman, seperti teh.

Menu makanan yang ditawarkan di Kopitiam Oey terbilang sederhana. Mulai dari singkong rebus sampai sego ireng yang pulen, gurih, dan pedas. Sego ireng berwarna hitam karena diberi kluwek. Di atasnya ditaburi telur dadar iris, ayam suwir, bawang goreng, dan irisan cabai rawit.

Bagi Bondan, makanan boleh biasa, yang penting tempatnya harus luar biasa. “It's not the food, but the dining experience,” ujar Bondan. Memang, suasana di Kopitiam Oey unik. Semua ornamen, mulai dari pajangan dinding hingga buku menu, membawa kita ke masa lampau dengan nuansa etnik peranakan Tionghoa. Di sini, Anda akan dilayani oleh para 'keponakan', sebutan Bondan untuk para staf kedai kopinya.

Kopitiam Oey sudah tersebar di Solo, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Jakarta. “Sebentar lagi akan buka di Sentul City, dekat rumah saya, biar gampang kalau saya mau ngopi,” kata Bondan.

Ketika ditanya apakah ia berminat membuka usaha kuliner lain, mantan wartawan ini menggeleng. “Saya ini bukan pebisnis. Saya hanya ingin membuka warung kopi yang menjual kopi bermutu dengan harga terjangkau, agar masyarakat kita bisa lebih peduli dan mengapresiasi kopi,” ujarnya.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here