Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Dimakan. Show all posts
Showing posts with label Dimakan. Show all posts

Friday, March 2, 2012

Edible Silk Sensors, Pendeteksi Kesegaran Makanan yang Bisa Dimakan!

Odi - detikFood

Edible Silk Sensors, Pendeteksi Kesegaran Makanan yang Bisa Dimakan!
Foto: www.impactlab.net Jakarta - Sering bingung mengenali tingkat kematangan buah saat membelinya? Kini telah ditemukan sebuah sensor baru. Alat sensor ini dipakai untuk mengenali tingkat kematangan buah. Juga menyensor makanan yang sudah tak layak makan.

Hal yang paling sulit dalam membeli makanan adalah saat mengenali tingkat kematangan buah-buahan dan kesegaran sayuran. Terkadang bentuk dan tampilan luar buah-buahan dan sayur sering menipu mata. Oleh karena itu, para ilmuwan dari Tufts University telah menciptakan sensor khusus dengan sebutan "Edible Silk Sensors" yang dapat ditanamkan dalam makanan.

Konon sensor tersebut terbuat dari sutera dan emas. Wouw! Selain mewah juga sangat kecil dan setipis stiker. Bahkan bentuknya masih cukup kecil jika dimasukkan ke dalam buah tomat yang mungil. Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah manusia benar-benar dapat mengkonsumsi sensor yang terbuat dari sutera dan emas tersebut?

Seperti yang dikutip dari delish.com (29/2), berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Advance Materials, sensor ini merupakan sejenis sensor pasif yang memiliki antena atau resonator dengan ketebalan sub-mikron dari emas. Boleh dibilang setara dengan tipisnya edible gold/edible leaf yang biasa digunakan untuk hiasan pada kue dan coklat.

Sedangkan yang dimaksud silk alias "sutera" adalah sejenis protein yang sangat aman bersentuhan dengan makanan dan bahkan aman dimasukkan langsung ke dalam makanan. Namun bagi mereka yang tidak ingin mengkonsumsinya, tinggal memotong bagian sensor dan membuangnya. Kabar baik lainnya, sensor ini juga memiliki sifat biodegradable alias dapat diuraikan sehingga aman bagi lingkungan.

Untuk melekatkan sensor ini, Anda tidak perlu khawatir para peneliti bakal menggunakan lem. Karena sensor ini bakal memiliki sifat lengket saat terkena air, sehingga akan melekat sempurna pada makanan. Untuk itu para ilmuwan telah mengujinya pada makanan seperti pisang, telur, apel, keju, dan bahkan susu.

Seperti yang dijelaskan oleh FastCoexist.com, cara kerja sensor ini cukup sederhana. Ketika buah matang atau membusuk, terjadi perubahan kimia di dalamnya. Perubahan atau perbedaan sifat buah ini kemudian akan dideteksi oleh emas yang kemudian akan memancarkan sinar elektromagnetik. "Kami dapat menyesuaikan sensor tersebut hingga menjadi sangat sensitif terhadap perubahan sinar elektromagnetik," jelas Hu "Tiger" Tao, seorang peneliti Tufts untuk Co.Exist.com.

Dengan adanya alat ini, para ilmuwan berharap dapat membantu pada pabrik dan pemasok untuk menjaga keamanan pangan. Keamanan makanan kini menjadi persoalan yang semakin penting baik bagi konsumen maupun bagi para pelaku industri makanan. Para ilmuwan juga percaya bahwa pengunaan sensor ini dapat menjadi pelengkap QC (Quality Control) dalam sektor pertanian dan produk makanan kelak.

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Tuesday, February 14, 2012

Belum 5 Menit! Makanan Jatuh di Lantai Aman Dimakan?

Odi - detikFood

Belum 5 Menit! Makanan Jatuh di Lantai Aman Dimakan?
Foto:cftinternational.wordpress.com Jakarta - Jika Anda masih ingat, beberapa tahun lalu ada iklan pembersih lantai ber-tagline “belum 5 menit!”. Seorang wanita mengambil makanan yang baru saja terjatuh di lantai, lalu memakannya. Apakah makanan tersebut masih aman dikonsumsi?

Banyak orang percaya bahwa kuman membutuhkan waktu untuk bisa mengontaminasi makanan yang jatuh. Bagi orang Indonesia, setelah 5 menit mikroba diyakini baru dapat menyebar sempurna. Namun di Amerika, hal ini dikenal dengan istilah five-second rule. Makanya, jika makanan yang jatuh langsung diambil, makanan tersebut dianggap ‘belum kotor’.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Lantai adalah sarangnya bakteri, virus, dan jamur yang dapat menimbulkan penyakit. Kuman ini ada di permukaan manapun, mulai dari toilet umum hingga lantai dapur yang Anda anggap bersih. Penyakit yang ditimbulkan bisa macam-macam, mulai dari sakit perut hingga anthrax, TBC, typhus, kusta, dan pes.

Selain itu, Robert L. Wolke dari Huffington Post menjelaskan bahwa tak ada hubungan antara berapa lama makanan bersentuhan dengan lantai dengan jumlah mikroorganisme patogen yang dikandungnya.

Jurnalis yang juga berprofesi sebagai ilmuwan tersebut mendasarkan asumsi ini pada tayangan TV MythBusters dan beberapa penelitian. “Kuman menyerbu makanan segera setelah makanan tersebut jatuh,” kata Robert.

Mengapa orang-orang menganggap makanan yang jatuh aman dikonsumsi jika langsung dipungut? Menurut Robert, hal ini dilakukan untuk menghindari rasa bersalah karena telah membuang-buang makanan, sementara ada banyak orang kelaparan di belahan dunia lain. “Selain itu, mereka memang sangat menginginkan makanan tersebut,” tutur Robert.

Bagaimanapun juga, ada 3 faktor penentu jumlah kuman dalam makanan yang jatuh, yaitu seberapa kotor lantai, besar kontak permukaan, dan selengket apa makanan tersebut. Sayangnya, biasanya kotoran akan langsung menempel karena lembab atau berlemak.

Nah, apakah Anda masih mau mengonsumsi makanan yang sudah jatuh? Ups, belum 5 menit!

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Belum 5 Menit! Makanan Jatuh di Lantai Aman Dimakan?

Odi - detikFood

Belum 5 Menit! Makanan Jatuh di Lantai Aman Dimakan?
Foto:cftinternational.wordpress.com Jakarta - Jika Anda masih ingat, beberapa tahun lalu ada iklan pembersih lantai ber-tagline “belum 5 menit!”. Seorang wanita mengambil makanan yang baru saja terjatuh di lantai, lalu memakannya. Apakah makanan tersebut masih aman dikonsumsi?

Banyak orang percaya bahwa kuman membutuhkan waktu untuk bisa mengontaminasi makanan yang jatuh. Bagi orang Indonesia, setelah 5 menit mikroba diyakini baru dapat menyebar sempurna. Namun di Amerika, hal ini dikenal dengan istilah five-second rule. Makanya, jika makanan yang jatuh langsung diambil, makanan tersebut dianggap ‘belum kotor’.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Lantai adalah sarangnya bakteri, virus, dan jamur yang dapat menimbulkan penyakit. Kuman ini ada di permukaan manapun, mulai dari toilet umum hingga lantai dapur yang Anda anggap bersih. Penyakit yang ditimbulkan bisa macam-macam, mulai dari sakit perut hingga anthrax, TBC, typhus, kusta, dan pes.

Selain itu, Robert L. Wolke dari Huffington Post menjelaskan bahwa tak ada hubungan antara berapa lama makanan bersentuhan dengan lantai dengan jumlah mikroorganisme patogen yang dikandungnya.

Jurnalis yang juga berprofesi sebagai ilmuwan tersebut mendasarkan asumsi ini pada tayangan TV MythBusters dan beberapa penelitian. “Kuman menyerbu makanan segera setelah makanan tersebut jatuh,” kata Robert.

Mengapa orang-orang menganggap makanan yang jatuh aman dikonsumsi jika langsung dipungut? Menurut Robert, hal ini dilakukan untuk menghindari rasa bersalah karena telah membuang-buang makanan, sementara ada banyak orang kelaparan di belahan dunia lain. “Selain itu, mereka memang sangat menginginkan makanan tersebut,” tutur Robert.

Bagaimanapun juga, ada 3 faktor penentu jumlah kuman dalam makanan yang jatuh, yaitu seberapa kotor lantai, besar kontak permukaan, dan selengket apa makanan tersebut. Sayangnya, biasanya kotoran akan langsung menempel karena lembab atau berlemak.

Nah, apakah Anda masih mau mengonsumsi makanan yang sudah jatuh? Ups, belum 5 menit!

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Thursday, January 19, 2012

Kue Bulan Xiang Qi, Bisa Dimakan Sambil Main Catur

Odi - detikFood

Kue Bulan Xiang Qi, Bisa Dimakan Sambil Main Catur
Foto: www.chinadaily.com.cn Jakarta - Kue bulan atau pia merupakan salah satu jenis kur tradisional Cina yang populer di dunia. Meskipun membuatnya cukup rumit tetapi banyak orang berkreasi dengan kue ini. Sebuah toko roti di Nanjing yang membuat kue bulan unik ini.

Kue bulan adalah makanan tradisional khas Cina yang dibuat dengan rasa manis dan asin. Kue ini memakai adonan pastry yang renyah berlapis. Ada juga versi baru yang tidak dipanggang. Salah satu kue bulan yang terkenal berisi kuning telur asin dan pasta lotus.

Setelah dicetak dengan cetakan bermotif khusus, kue ini kemudian dipanggang. Saat dipotong beragam isiannya akan terlihat. Isian yang manis berupa kacang hitam,kacang merah, kacang hijau dan yang gurih biasanya berisi kuning telur asin.

Sebuah toko roti di Nanjing, Cina Timur provinsi Jiangsu, menjual buah-buah catur yang terbuat dari kue bulan, sejak dimulainya festival kue bulan.. Kue bulan adalah makanan tradisional untuk Mid-Autumn Festival yang jatuh pada sekitar bulan September pada kalender lunar China.

Dalam versi ini papan permainan caturnya bernama Xiang Qi (catur China), yang merupakan pertempuran antara dua tentara berwarna merah dan hitam. Pemain bisa makan kue bulan ketika tentara ditangkap dan disingkirkan dari papan catur. Kue bulan Xiang Qi cukup diminati oleh masyarakat Cina.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here

Saturday, December 17, 2011

10 Makanan yang Harus Dimakan Pria Sebelum Mati

Fitria Rahmadianti - detikFood

10 Makanan yang Harus Dimakan Pria Sebelum Mati
Foto: www.men\'s health.com Jakarta - Khusus buat kaum pria, berikut ini ada 10 jenis makanan terlezat yang sebaiknya Anda cicipi. Mulai dari natto asal Jepang sampai steak tartare ala Eropa. Pastikan Anda pernah merasakan kenikmatan dunia ini sebelum ajal menjemput!

Banyak mkannan enak di dunia. Jika Anda tergolong pria yang doyan makan, ada baiknya dicicipi dulu 10 makanan terenak berikut ini seperti yang disarankan oleh Men's Health sebelum maut menemui Anda.

Steak tartare
Steak satu ini mengalahkan steak premium apapun yang pernah Anda makan. Daging kualitas paling baik dicincang, kemudian dicampur dengan mustard Dijon, capers, bawang merah, saus Worcestershire, teri, merica bubuk, dan telur mentah di atasnya. Teksturnya lembut seperti beludru. Rasanya gurih luar biasa. Steak ini populer di Italia, Belgia, Kroasia, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Rumania, Hungaria, Belanda, Polandia, Slovakia, Slovenia, Nepal, Jepang, dan Swiss.

Lobster hidup
Kenapa? Karena kita sudah terbiasa makan makanan kemasan seperti nugget, yang tentunya kurang sehat. Coba beli seafood segar seperti lobster hidup. Matikan dengan sendiri sesaat sebelum dimasak, dan rasakan gurih renyah dagingnya.

Tomat hasil kebun sendiri
Selain lebih segar dan terjaga kualitasnya, tomat hasil kebun sendiri akan terasa lebih enak. Anda juga akan bangga dapat menikmati hasil jerih payah menanam dari bibit hingga siap panen.

Hamburger
Hamburger mungkin ada di mana-mana, tapi yang satu ini citarasanya tak tergantikan. Daging burger tebal, selada yang renyah, irisan tomat yang juicy, dan saus rahasia yang menakjubkan ditumpuk di atas roti empuk. Five Guys, nama restoran yang menjual burger ini. Sempatkanlah mencoba saat Anda berkunjung ke Amerika Serikat. Lupakan hitungan kalori sejenak.

Natto
Makanan asal Jepang ini terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi. Jika ditarik, akan terlihat benang-benang lengket. Bisa dimakan begitu saja atau dijadikan topping nasi dan roti. Buka kemasannya, aduk-aduk dengan sumpit sampai berbuih, lalu santap. Meski kelihatannya kurang menarik dan agak menjijikkan, rasanya akan membuat Anda ingin memakan lagi dan lagi. Selain itu, natto kaya akan protein dan probiotik. Di Jepang, natto biasa dimakan saat sarapan.

Pasta bikinan sendiri
Walaupun butuh waktu untuk belajar membuat pasta, Anda tidak akan menyesal. Lupakan pasta kemasan siap masak, karena pasta buatan sendiri tak butuh saus agar terasa sedap. Tambahkan saja garam, merica, minyak zaitun berkualitas tinggi, dan taburan keju parmesan.

Escargot
Inilah moluska yang diolah orang Perancis jadi sajian nikmat untuk makanan pembuka. Lembut, rasa bawang putih dan menteganya memanjakan lidah. Cocol sausnya dengan garlic bread.

Sumsum tulang sapi
Mungkin Anda sudah tau sumsum tulang sapi terasa begitu lezat. Seruput lembut, gurih, dan asinnya. Makin enak jika tulangnya dipanggang.

Tiram Kumamoto
Tiram yang berasal dari pesisir Jepang ini kecil dan berbeda dari tiram biasa. Rasanya agak asin renyah. Enak diseruput langsung dengan bir India Pale Ale (IPA).

Selada dan Saus blue cheese
Sederhana, tapi nikmat. Selada yang digunakan harus dingin. Cocol dengan saus blue cheese bersuhu ruangan. Anda akan merasakan sedapnya selada renyah yang digigit dengan sensasi creamy dan asin dari saus blue cheese.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here