Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Tentang. Show all posts
Showing posts with label Tentang. Show all posts

Thursday, March 15, 2012

5 Hal Penting Tentang Kadaluarsa Makanan

Dyah Oktabriawatie - detikFood Makanan yang dikemas biasanya disertakan tanggal kadaluarsa pada label makanan. Sebelum mengolah kembali makanan kemasan yang ada di dalam kulkas Anda sebaiknya cek ulang labelnya dan kondisinya.

Peringatan yang diberikan oleh Health Canada beberapa waktu lalu, menginformasikan pada konsumen tentang tanggal kadaluarsa pada makanan yang disimpan dalam kulkas atau lemari makanan. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang tingkat kesegaran produk makanan.



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, March 3, 2012

The Story Of Sushi, Film Pendek Tentang Ancaman Populasi Ikan

Flora Febrianindya - detikFood

The Story Of Sushi, Film Pendek Tentang Ancaman Populasi Ikan
Foto: vimeo.com Jakarta - Di balik kelezatannya, ternyata sushi punya andil dalam kerusakan lingkungan. Tingginya permintaan ikan membuat dipakainya cara berbahaya untuk menangkap ikan. Diprediksi, 36 tahun mendatang jumlah ikan akan berkurang 90 persen!

Hal inilah yang melatarbelakangi pembuatan video “The Story Of Sushi” yang dibuat untuk sebuah restoran sushi di Portland, Oregon. Video berdurasi empat menit tersebut secara gambalng menjelaskan tentang bagaimana ikan ditangkap, disimpan, hingga akhirnya terhidang di meja makan para pelanggan.

Untuk membuat video berdurasi 4 menit ini, dibutuhkan waktu sekitar 7 bulan . Film dokumenter ini menggunakan miniatur yang dibuat menggunakan tangan oleh Lori Nix dan Kathleen Gerber. Film pendek garapan Vincent Peone ini sangat direkomendasikan untuk ditonton, dan jadi perenungan mengenai kelangsungan lingkungan beberapa tahun ke depan.

Ceritanya diawali dengan narasi tentang bagaimana proses penangkapan ikan hingga akhirnya tersaji menjadi sushi. Para penangkap ikan harus berlayar dari wilayah ke wilayah lain untuk mendapatkan ikan. Tingginya minat pasar terhadap ikan membuat para nelayan melakukan penangkapan ikan dalam jumlah berlebihan.

Overfishing atau penangkapan diatas jumlah semestinya ini jelas mengancam lingkungan dan negara sekitarnya. Parahnya, para nelayan menangkap beberapa jenis ikan sekaligus dalam satu tangkapan, tanpa dipilih kembali. Akibatnya fatal, karena mengancam ekosistem berbagai hewan laut.

Pertanyaan besar yang dikemukakan dalam video ini, bagaimanakah cara mencegah habisnya ekosistem hewan laut? Jika lama kelamaan jumlah ikan menyusut, apakah generasi mendatang masih bisa makan ikan?

Di tahun 2048, United Nation memprediksi jika jumlah ikan akan mengalami penurunan tajam. Video ini memberikan solusi cerdas bagaimana ekosistem ikan bisa tetap dipertahankan. Menangkap ikan dengan cara yang lebih bertanggung jawab sangat mempengaruhi kelangsungan lingkungan. Transparansi, regulasi dan kerja sama dengan pemerintah jelas diperlukan,

Walaupun mengangkat tema yang serius, namun film pendek ini sangat menarik untuk disimak. Terlebih, ada pesan penting di dalamnya untuk menjaga lingkungan dengan lebih serius. Untuk menyaksikannya, bisa dilihat di www.vimeo.com.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, February 18, 2012

Yuk, Nonton Film Dokumenter Tentang Makanan!

Odi - detikFood Buat pecinta kuliner, film dokumenter bertema makanan tentu menarik. Film dokumenter ini menayangkan seluk-beluk dunia kuliner secara detil. Mau belajar soal tokoh kuliner, bahan maknan hingga proses pembuatan makanan. Semuanya diungkap lengkap!

Seperti film Ingredients yang mengangkat soal bahan makanan lokal. Kisah Julia Child yang merintis profesi di bidang kuliner hingga tentang guru masak berdedikasi tinggi di film Pressure Cooker. Mumpung akhir pekan, yuk nonton sambil menambah wawasan!



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Friday, May 27, 2011

UU Tentang Halal Terlambat 14 Tahun

Devita Sari - detikFood

UU Tentang Halal Terlambat 14 Tahun
Foto: LPPOM MUI Jakarta - Aspek halal telah menjadi salah satu ketentuan mutu pangan internasional sejak 14 tahun lalu. Prospek bisnis pangan halal juga semakin cerah. Namun, Indonesia hingga kini baru mencapai tahap membahas RUU Jaminan Produk Halal.

Dalam Codex Alimentarius Commission (CAC) yang didirikan Organisasi Pangan Dunia (FAO) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatur standar pangan. Aspek halal telah dimasukkan sebagai salah satu ketentuan mutu pangan secara internasional sejak tahun 1997 silam. Sementara Indonesia, sampai tahun ini baru membahas Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Jaminan Produk Halal (JPH).
?
"Dengan mengacu pada ketentuan Codex itu berarti Undang-undang tentang halal di Indonesia terlambat 14 tahun," kata Direktur LPPOM MUI Ir. Lukmanul Hakim, M.Si., pada konperensi pers tentang pameran halal internasional INDDHEX 2011, Senin, 23 Mei 2011 yang lalu.
?
Dijelaskan lebih lanjut, negara-negara tetangga di kawasan ASEAN sudah banyak yang memasukkan ketentuan halal secara legal formal. Diantaranya Brunei Darussalam dan Malaysia. Bahkan Singapura yang penduduk Muslimnya minoritas, ketentuan tentang pangan halal telah lama ditetapkan secara formal di dalam peraturan pemerintahnya.

Begitu pula Thailand yang telah lama mengusung program pariwisata halal. Thailand menjadikan halal untuk menghapus citra negatif pariwisatanya, sekaligus untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar dari negara-negara kawasan Timur Tengah.
?
"Bagi kita, Undang-undang Halal sangat diperlukan untuk menjamin kehalalan produk konsumsi bagi masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Tuntutan konsumsi halal ini merupakan perintah agama, dimana menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianut warganegara juga dijamin di dalam konstitusi," tegas Lukmanul Hakim.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here